Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Part 1


__ADS_3

" Tak seharusnya kau bicara seperti itu pada Istriku Zanara, Kau menghina Istriku lalu apa yang harus aku katakan tentang ibumu yang kurang ajar itu aku tak pernah mencintai ibumu yang ****** itu, Mungkin kau juga akan menirukan ibumu menjadi ****** di club malam itu"


Dengan masih mengingat kejadian yang baru saja terjadi dengan sang ayah, dia mengendarai motornya dengan laju hingga berhenti di apartemen sang kekasih yang selama ini mengerti akan dirinya.


Tanpa mengetuk pintu Apartemen milik leo kekasihnya, Zanara langsung masuk.


hingga zanara mendengar suara suara menjijikkan dalam kamar sang kekasih.


Dengan jantung yang berdegup kencang Zanara membuka pintu yang tak terkunci itu.


Ckleek


Betapa terkejutnya Zanara menemukan tubuh telanjang sang kekasih dengan seorang wanita yang tak lain adalah sahabat Zanara yaitu Jane.


"Kalian"


Lirih Zanara, Hatinya kian bertambah remuk seakan dihantam batu.


"Zanara"


Lirih Leo yang ingin menggapai tangan Zanara namun di tepisnya.


"Kejutan yang sangat hebat kalian benar benar hebat "


Dengan terkekeh dan menangis sekaligus.


" Maafin Gue ra tapi Leo sekarang milik gue dan lo bukan siapa siapanya lagi"


Ucap Jane dengan tak tau malu


"Lo yang gua anggap sebagai orang yang paling mengerti gue di dunia ini juga mengambil peran sebagai orang yang paling melukai gue "


Ucap Zanara dengan menunjuk ke leo.


"Gua jijik banget sama lo berdua"


Teriak Zanara marah dengan mereka dan berbalik melangkah pergi.


Tanpa di sadari Leo menatap kepergian nya dengan sendu, penyesalannya karena mengikuti nafsu nya hingga kehilangan orang yang sangat berarti bagi dirinya.


Dijalanan yang sepi Zanara mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, Hingga tak menyadari dirinya telah memasuki pedesaan kecil.


Saat dirinya melaju kencang seorang pria menyebrang tanpa menoleh kanan kiri.


Tin..


Tin..


"Woy minggir"


teriak Ara


Tin...


Tin...


Bruaak


Ara banting setir kekiri karena laju motor yang kencang dan menghindari pria yang menyebrang dengan tidak hati-hati, hingga motor yang di kendarai oleh Zanara menabrak sebuah pohon besar di samping bangunan Pesantren.


Suara tabrakan yang kencang membuat seisi pesantren keluar melihat dan mengerubungi Ara yang pingsan setelah menabrak pohon dengan kencang.


"Ya Allah kasihan gadis ini, Tolong di angkat dan bawah en kedalem"


Perintah umi pada beberapa santri putri yang ada disana, Para santri itupun langsung mengangkat Zanara membawanya ke dalam Asrama putri.


beberapa jam kemudian.


"enggghh.."


lenguhan panjang gadis yang tak lain adalah Zanara. Mata indah milik Zanara mengerjap tanda bahwa dia sudah sadar.


"Kamu Sudah sadar ndok"


Ucap wanita paru baya mengenakan gamis dan jilbab lebar yang tak lain adalah umi yang menolongnya.


"Gue ada dimana"


"Kamu berada di pesantren kami ndok"


Ucap umi seraya tersenyum memperhatikan Zanara yang kebingungan melihat setiap sudut kamar itu.

__ADS_1


"Emm kalo boleh tau siapa nama kamu?


" Hmm Gue Zanara! dimana tas dan motor gue dan gue harus pergi"


"Awsst"


ringis Ara seraya memegang kepalanya yang sudah berdenyut


"Tenanglah, tas kamu ada disini dan motor kamu sudah rusak di bawah warga setempat kebengkel kamu tak usah kawatir, istirahatlah dulu dan jangan di paksakan kalo kamu belum bisa bangun"


Ucap umi menenangkan Ara yang meringis menahan sakitnya


"baiklah Ara kamu istirahat dulu umi ambilkan makanan dulu ya?


"Ara? tanya Ara kepada umi yang memanggilnya Ara, karena selama ini yang memanggil Ara pada zanara hanya bundanya, tapi kali ini umi memanggilnya dengan sebutan Ara, Ara seakan teringat dengan sosok bundanya.


Flashback on


"Ara sayang " panggil sang bunda


" Bunda kenapa memanggilku Ara?


Pertanyaan polos Ara membuat sang ibunda tersenyum


"Tentu saja itu panggilan kesayangan bunda untuk Ara, apa Ara suka?


"Iya bunda, Ara sangat suka "


Flashback off


"Ara? Apa umi boleh memanggilmu Ara?


Tanya umi membuyarkan lamunan Ara yang di jawab anggukan oleh Ara.


"Apa Ara boleh peluk umi?


Sebelum umi menjawab Ara langsung memeluk umi dengan menangis sesenggukkan.


"A-rra sangat merindukan bundanya Ara umi "


Ucap Ara yang masih memeluk umi dengan nada bergetar. Umi yang merasakan kesedihan yang rasakan Ara pun membalas pelukannya dengan membelai rambutnya.


"Bagaimana apa ada kabar tentang Putriku Zanara"


ucap tuan Arman pada yang sedang menghubunginya


"Belum ada tuan, Tapi setelah nona pergi dari Rumah saya membuntuti nya sampai nona singgah di Apartemen Leo kekasih nona Zanara tuan, tapi Nona Keluar dengan keadaan menangis, setelah itu nona melakukan motornya dengan sangat laju tuan saya tidak bisa mengejarnya"


Mendengar ucapan Anak buahnya Tuan Arman menggertakkan giginya antara marah dan khawatir.


"Apa pria itu telah menyakiti putriku "


Gumamnya dalam hati.


"Baiklah, sekarang cari dimana Putriku sekarang berada, dan cari tau apa yang perbuat pria itu pada Zanara hingga membuat nya menangis"


" Baik tuan, akan saya laksanakan sesuai perintah anda"


Setelah panggilan terputus Tuan Arman menatap sendu Foto sang putri di ponselnya.


"Maafkan Ayah sayang, Ayah sudah gagal menjagamu"


Penyesalannya yang amat besar membuat Tuan Arman tidak bisa tenang sebelum anak buahnya menemukan informasi keberadaan sang putri.


Di Pesantren


Zanara dengan langkah tertatih tatih keluar Kamar asrama untuk melihat lihat isi pesantren itu.


Bruuuk


Tiba tiba saja seseorang menabraknya.


"Aukkh.. "


"Lo"


Tunjuk Zanara saat melihat penabraknya yang tak lain adalah pria yang membuatnya menabrak pohon hingga pingsan.


"Lo yang tadi nyebrang jalan enggak nengok kanan kiri itu kan, sampai gue nabrak pohon hingga kaki gue pincang kayak gini"


Cecar Zanara dengan menatap pria yang menundukkan pandangannya.

__ADS_1


"Maafkan saya Ukhty"


Ucap pria itu dengan menunduk.


"Maaf maaf, enak aja bilang maaf, pertama lo bikin gue nabrak pohon sampai pingsan dan barusan lo nabrak gue sampe jatuh dan bikin kaki gue tambah sakit lalu nanti apalagi"


Teriak Zanara hingga para santri yang mendengar itu langsung mendekat mengerubungi Ara dan Gus zay, karena selama ini tidak ada yang berani berteriak seperti itu di sini apalagi kepada Gus Zay.


"Ngapain lo semua disini, gue bukan tontonan"


Ucap Zanara menatap tajam para santri itu.


"Mbak, kalo ngmong sama Gus Zay mbok yo yang sopan"


Ucap salah satu santri disitu.


"Emang kenapa kalo omongan gue gk sopan sama dia, masalah buat lo"


"Jadi perempuan kok ya bar bar kayak gitu, gak pernah di ajarin sopan santun ya sama ibuknya"


Ucap santri tadi dengan menatap Zanara tanpa takut.


"Tau apa lo tentang sopan santun"


Ucap Zanara tersinggung dia mendekati santri itu.


"Mb-ak mm-au Aa-pa"


Ucap santri itu takut.


Dengan tertatih tatih Zanara mendekati santri itu.


"Lo membuat kesalahan karena sudah menyinggung didikan bunda gue"


Aww


Desis santri itu karena tarikan kuat tangannya di rambutnya yang di baluti jilbab.


"Mbak lepaskan mbak jangan tarik jilbab nya mbak Ayumi"


Ucap santri lain menghentikan tindakan Kasar Zanara.


"Hentikan, kamu jangan berbuat kasar di pesantren ini"


Ucap pria yang di panggil Gus zay atau ustadz Zay.


Tanpa mendengarkan ucapan mereka Zanara terus menarik rambut ayumi dengan kuat.


Saat para santri itu berusaha menghentikan Zanara, salah satu santri lain pergi memanggil Umi.


Tok


Tok


Tok


"Assalamaualaikum, Umi"


Ckleek


"Waalaikumsalam wr wb. ada apa rida"


" Anu umi, itu mbak Ayumi bertengkar sama mbak mbak yang pingsan tadi umi"


"Astaghfirullahaladzim dimana mereka "


"Di halaman Umi "


"Baiklah ayok kita kesana"


Umi pun pergi kehalaman dengan langkah lebarnya.


Gus Zay Yang ada disitu juga ikut memegang dan menarik tangan Zanara tapi karena tenaga Zanara yang kuat karena Amarah tetap melakukan aksinya.


" Ara sayang "


Deg


...----------------...


Jangan lupa Kritik, saran dan juga dukungannya dengan Vote like dan komen 💪

__ADS_1


__ADS_2