
#SangPemilikHati Episode 78.
•
•
Keira dan El masih asyik berdansa diiringi alunan musik biola yang merdu, Keira juga mulai bisa mengikuti gerakan kaki Elargano dan tampak menikmati momen romantis itu.
Keira mengalungkan kedua tangannya di leher El, menatap wajah pria tampan itu sambil tersenyum manis. Sementara El juga merengkuh pinggang Keira dan tak berhenti menatap ke arah wajah gadis cantik itu.
"Kamu cantik Keira! Senyum kamu manis, emang kamu luar biasa!" ucap El memuji gadisnya.
"Ah kamu paling bisa deh! Kamu juga ganteng banget, aku suka lihatin wajah kamu yang ganteng ini!" ucap Keira tersenyum.
"Oh ya sayang, malam ini aku juga udah siapin makanan spesial buat kamu. Kamu mau tahu gak makanannya apa?" ucap Elargano.
"Umm, apa tuh?" tanya Keira penasaran.
"Nah, kalo gitu sekarang kita udahan dulu ya dansanya? Nanti kita lanjut lagi sehabis makan, sekarang waktunya kita nikmati makanan yang udah aku pesan sebelumnya!" ucap Elargano.
"Oke!" Keira mengangguk setuju dan mereka pun menghentikan gerakan kakinya.
Keira melepaskan tangannya dari leher El, pria itu menangkup wajah Keira lalu menempelkan hidungnya pada hidung sang kekasih.
"I love you,"
"Love you too..."
Setelahnya, mereka bergandengan tangan menuju meja tempat makan yang sudah disediakan oleh para pelayan disana. El menuntun gadisnya, menarik kursi dan membantu Keira duduk agar dapat menikmati makanan dengan nikmat.
Elargano menyusul duduk di hadapan Keira, ia menepuk tangan memberi kode pada sang pelayan untuk segera menyediakan makanan ke meja tersebut, Keira pun tersenyum saja ketika melihat rombongan makanan dihidangkan di meja.
"Ini dia sayang, semuanya makanan kesukaan kamu. Aku sempat tanya dulu ke mama papa kamu tentang apa-apa aja makanan yang kamu suka, karena kan selama ini tiap kali aku ajak makan kamu selalu bilang terserah, atau paling enggak ngikut aja," ucap Elargano tersenyum.
"Ahaha, iya iya maaf El! Makasih ya, kamu udah bikin malam ini jadi malam yang membahagiakan buat aku! I love you so much honey!" ucap Keira.
"Yeah, i love you more baby..." balas El kemudian meraih dua tangan gadisnya lalu digenggam.
"Selamat menikmati!" ucap salah seorang pelayan setelah selesai menghidangkan seluruh makanan di meja.
"Terimakasih!" ucap El singkat.
Setelah para pelayan itu pergi, El meminta Keira untuk segera menikmati makanan tersebut.
"Ayo sayang, dimakan dong!" pinta El.
"Gimana aku mau makan sayang? Tangan aku aja digenggam sama kamu kayak gini," ujar Keira tersenyum.
"Oh iya, sorry sorry aku lupa! Abisnya tangan kamu halus banget sih sayang, jangan bilang kamu kalau nyuci pake gentle gen? Makanya kulit kamu jadi halus kayak gini," ucap Elargano.
"Kamu apaan sih? Kita bukan lagi ngiklan tau, gausah ngada-ngada deh!" ucap Keira terkekeh.
"Hahaha, maaf sayang! Tapi emang beneran loh, tangan kamu mulus banget udah kayak tangannya putri raja dan model-model gitu. Aku berasa lagi pegang kain sutra, bukan tangan kamu." El sedikit tertawa sembari menjelaskan pada Keira.
"Udah deh sayang, cukup bercandanya! Kapan kita bisa mulai makan kalo gini terus? Aku udah lapar nih sayang, aku mau makan!" ucap Keira.
"Iya iya sayang... yaudah, yuk kita langsung mulai aja makan malam kali ini! Aku jamin kamu pasti suka sama masakannya! Karena aku udah bayar chef terkenal buat masak ini semua," ujar El.
"Oh ya? Chef siapa?" tanya Keira penasaran.
"Ragil,"
"Chef Ragil Wibowo yang pernah jadi bintang tamu MasterChef itu?" tanya Keira lagi.
"Bukan,"
"Terus siapa? Chef Ragil yang mana lagi coba?" Keira semakin dibuat bingung oleh kekasihnya itu.
"Chef Ragil Mahardika, hahaha..." jawab El sambil tertawa keras dan menengadahkan kepalanya.
"Yeh itu mah bunda Ragil sebutannya, bukan chef Ragil!" ujar Keira.
Pada akhirnya Keira juga ikut tertawa bersama El, biarpun ia agak kesal tadinya karena merasa telah dikerjai oleh kekasihnya.
•
__ADS_1
•
Singkat cerita, sepasang kekasih itu telah selesai makan malam dan kini bersama-sama pulang dengan mobil Elargano menuju rumah Keira yang letaknya memang agak jauh dari lokasi mereka makan malam barusan.
Ya Elargano ingin sekali-sekali membawa gadisnya menikmati pemandangan di luar kota, tentu agar Keira bisa merasa lebih bahagia dan nyaman, sehingga El akan mudah juga berbicara pada Keira mengenai Ibrahim yang diculik olehnya.
"Eee sayang, kalau kita berhenti dulu sebentar di depan gimana?" tanya El pada Keira.
"Hah? Berhenti lagi? Bukannya kita baru jalan ya? Emang kamu mau ngapain sih sayang?" ujar Keira terheran-heran.
"Gak ngapa-ngapain kok, aku cuma pengen ngobrol penting sama kamu. Tadi sebenarnya aku mau bicara pas kita di restoran, tapi aku rasa waktunya kurang tepat." jelas Elargano.
"Oh gitu, yaudah terserah kamu!" ucap Keira.
"Oke! Berarti gapapa kan kalau kita berhenti sebentar di depan? Gak sampe turun dari mobil kok, paling juga bicaranya cuma lima menit."
"Iya sayang, gapapa. Aku juga penasaran kamu pengen bicara apa sama aku," ucap Keira.
"Hahaha..." El tertawa lalu meminggirkan mobilnya sejenak untuk bicara dengan sang kekasih.
"Nah jadi gini sayang, sebelumnya aku minta ke kamu buat gak kaget ya sayang! Terus kamu juga gak boleh marah-marah sama aku, paham?!" ucap Elargano meminta Keira untuk tidak marah.
"Eee iya iya, udah buruan bicara aja!" ujar Keira.
Nampaknya Keira sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apa yang akan dibicarakan El kepadanya kali ini.
"Aku mau bilang ke kamu, kalau Ibrahim tuh sebenarnya gak hilang. Aku tahu dia ada dimana," ucap Elargano sambil menatap wajah Keira yang tampak serius itu.
"Serius? Emangnya Ibrahim ada dimana sekarang sayang?" tanya Keira penasaran.
"Dia ada sama aku, aku yang udah culik dan sekap dia di suatu tempat." jawab El tegas.
"Apa??" Keira terkejut mendengar pengakuan El, ia menganga cukup lebar tak menyangka dengan apa yang diucapkan kekasihnya barusan.
"Kamu gak bercanda kan El? Beneran kamu yang culik Ibrahim?" tanya Keira penasaran.
"I-i-iya Kei, aku jujur. Emang aku yang udah culik Ibrahim dari malam sewaktu dia anterin kamu pulang, sekarang aku ngaku ke kamu karena aku kasihan sama kakaknya yang kemarin datang ke sekolah kamu itu!" jawab Elargano.
"Ya ampun El! Jadi kamu serius udah culik Ibrahim? Apa alasan kamu sih sayang? Kenapa kamu sampai tega culik Ibrahim kayak gitu?" tanya Keira terheran-heran.
"Iya, aku udah dengar semuanya kok dari mama. Awalnya aku emang gak percaya, tapi karena mama papa aku yang cerita sekarang aku percaya kalau Ibrahim udah kasih pelet buat aku. Tapi, gak seharusnya kamu culik dia kayak gitu dong sayang!" ucap Keira.
"Ya mau gimana lagi sayang? Aku kesal banget sama tuh cowok, aku pengen kasih pelajaran buat dia!" ujar Elargano.
"Haish, tapi kak kasihan keluarganya jadi panik nyariin dia sayang! Emang kamu gak mikirin gimana perasaan kakak sama orang tua Ibrahim? Mereka pasti masih cariin Ibrahim sekarang, mending kamu bebasin deh dia!" ucap Keira.
"Kamu yakin sayang? Kamu gak mau balas dendam dulu ke Ibrahim?" tanya Elargano.
"Buat apa sih sayang? Udah lah lupain aja semuanya! Itu kan juga udah lewat, jadi gak perlu dibahas lagi!" jawab Keira.
"Kamu kenapa baik banget sih Kei?" ucap El heran.
"Udah deh El, sekarang kamu bawa aku ke tempat Ibrahim! Aku pengen ketemu dan bicara langsung sama dia, abis itu kamu harus lepasin Ibrahim malam ini juga!" tegas Keira.
"Hah? Malam ini? Jangan dong sayang, besok aja ya!" ujar Elargano.
"Gak bisa sayang! Aku gak mau kak Leani kakaknya Ibrahim neror aku terus, kamu harus lepasin dia malam ini!" ucap Keira.
"I-i-iya iya..." El tampak gugup dan akhirnya menyetujui kemauan Keira.
•
•
Disisi lain, Sahira berusaha membujuk Jordan untuk ikut makan malam bersama yang lain di meja makan, ya memang Jordan saat ini terus mengurung diri di kamar dan tak mau keluar karena ada ibunya.
Sahira pun minta izin pada Nur serta ibunya untuk pergi ke kamar Jordan, ia khawatir jika Jordan akan sakit kalau tidak ikut makan malam bersama mereka disana. Biar gimanapun, Jordan baru pulang dari rumah sakit dan tidak boleh telat makan.
"Bu, kak, aku mau coba bujuk bang Jordan ya ke kamarnya? Siapa tahu aja kalau aku yang bujuk, bang Jordan mau ikut makan sama kita. Gapapa kan kak?" ucap Sahira.
"Iya Sahira, gapapa kok. Justru aku malah senang kalau kamu berhasil bujuk mas Jordan," ucap Nur.
"Benar itu sayang! Coba aja kamu datangi abang kamu di kamarnya, kalau masih gak berhasil juga nanti biar ibu pergi aja deh dari sini!" ucap Ratna.
"Jangan dong Bu! Masa ibu pergi sih? Udah tenang aja Bu, aku bakal usaha buat bujukin bang Jordan supaya mau makan sama kita ya!" ucap Sahira.
__ADS_1
"Yaudah sayang, semoga berhasil ya!" ucap Ratna.
"Iya Bu," Sahira mengangguk cepat lalu bangkit dari duduknya dan bergerak menuju kamar Jordan.
Sementara Nur dan Ratna tetap disana, Nur menggenggam tangan ibu mertuanya itu bermaksud memintanya untuk tetap tinggal bersamanya dan tidak pergi.
"Bu, ibu jangan pergi ya! Aku yakin mas Jordan pasti lambat laun bisa maafin ibu kok, dia cuma lagi emosi aja!" ucap Nur pelan.
"Iya sayang," ucap Ratna singkat.
TOK TOK TOK...
"Bang, bang buka pintunya dong bang! Ini aku mau masuk ke dalam bicara sama abang, ayolah bang buka sebentar aja deh!" teriak Sahira mengetuk pintu kamar abangnya sambil meminta sang abang untuk membukanya.
"Bang ayolah! Aku cuma mau bicara sebentar, please bang bukain!" ucap Sahira.
Ceklek...
Akhirnya pintu terbuka, Sahira pun tersenyum saat melihat Jordan menemuinya walau dengan wajah dingin.
"Huh syukurlah abang mau buka pintunya! Ayo bang, kita makan sama-sama yuk di meja makan! Ini udah waktunya makan malam tahu, kalau abang gak makan nanti sakit lagi!" bujuk Sahira.
"Gue gak lapar, udah lu aja sana yang makan!" ucap Jordan jutek.
"Jangan gitu lah bang! Kita ini kan keluarga, yang satu makan maka yang lainnya juga harus ikut makan! Aku tahu abang masih marah sama ibu, tapi jangan sampe begini lah! Kasihan ibu, ibu sampe bilang mau pergi dari sini kalau abang gak ikut kita makan!" ucap Sahira.
"Ya bagus dong, usir aja dia! Baru gue mau makan malam sama kalian, gue ini males lihat muka si wanita yang sok baik itu!" ujar Jordan.
"Bang, abang gak boleh kayak gitu! Biar gimanapun wanita itu ibu kita, jadi abang harus hormat sama ibu! Ayo bang, ikut aku dan kita makan malam bareng di luar! Gak ada penolakan!" paksa Sahira.
"Lu apaan sih? Dia bukan ibu kita!" bentak Jordan.
"Abang boleh kesal sama ibu, tapi jangan sampai abang bilang begitu! Ibu akan tetap jadi ibu kita, tanpa ibu kita gak mungkin bisa lahir ke dunia ini!" ucap Sahira tegas.
Jordan terdiam membisu, sedangkan Sahira langsung mencengkeram tangan abangnya dan memaksa Jordan untuk ikut dengannya.
Pada akhirnya Jordan pun mau menurut dan mengikuti kemauan Sahira, ia pergi bersama gadis itu menuju meja makan walau tentunya dengan sangat terpaksa.
•
•
Sementara itu, kini Keira bersama Elargano sudah tiba di tempat Ibrahim berada. Gadis itu menoleh sejenak ke arah El sebelum memasuki tempat yang cukup terbengkalai itu.
"El, kamu sekap Ibrahim di tempat kayak gini?" tanya Keira tampak ketakutan.
"Iya sayang, emang kenapa? Tempat ini cocok buat orang yang suka main dukun kayak Ibrahim, jadi dia pantas buat dikurung disini!" jawab El.
"Ish, gak seharusnya kamu begitu dong El! Udah, sekarang kamu temenin aku masuk ke dalam!" pinta Keira seraya menggenggam tangan El.
"Lah tadi katanya mau temuin sendiri?" cibir El.
"Ih ya kan aku gak tahu kalau tempatnya begini, aku pikir kamu sekap Ibrahim di tempat yang bagus gitu! Ternyata malah di gudang tua kayak gini, aku gak berani lah kalo masuk sendiri takut nanti ada apa-apa!" ucap Keira.
"Iya iya cantikku, aku temenin kamu kok. Lagian aku juga gak mau biarin kamu berduaan sama Ibrahim di dalam, nanti yang ada kalian malah berbuat macam-macam lagi!" ucap Elargano.
"Hah? Kamu bicara apa sih El? Ya gak mungkin lah aku kayak gitu ih!" ujar Keira.
"Kalau kamu aku percaya, tapi si Ibrahim itu kan suka sama kamu. Dia bisa aja manfaatin kesempatan untuk deketan sama kamu lagi," ucap Elargano.
"Yaudah, ayo buruan ah!" pinta Keira.
Elargano tersenyum, kemudian mendekap tubuh Keira dari samping lalu jalan bersama-sama ke dalam tempat tersebut.
Saat memasuki lorong gudang tua itu, Keira cukup heran melihat banyaknya preman yang berjaga disana dan menyapa El dengan senyuman.
"El, itu mereka siapa?" tanya Keira heran.
"Anak buah aku," jawab El tersenyum dan mengecup pipi Keira sekilas.
Cupp!
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1