
#SangPemilikHati Episode 53.
•
•
Sahira dan Keira hendak pulang karena hari sudah semakin larut, mereka berdua jalan menuruni eskalator mall sambil saling bercerita mengenai keseruan hari ini antara keduanya.
Namun, mereka tak sadar kalau Frans, si om-om tua yang mereka temui di bioskop tadi ternyata masih mengikuti mereka dari belakang. Ya pria paruh baya tersebut terus melangkah di belakang mereka dengan perlahan dan mengamati punggung Sahira sambil terus menjilat bibirnya sendiri entah karena apa.
Sahira sebenarnya merasa ada yang tidak beres, tapi karena sangking asyiknya bercerita dengan Keira membuat ia menghempaskan pikiran itu.
"Sahira, kamu masih ingat gak ekspresi om-om tadi pas lirik kamu dari jauh? Dia itu ngedipin mata sambil naikin alisnya loh, kayak ngegoda kamu gitu! Jangan-jangan dia emang bener suka sama kamu lagi, Sahira!" ujar Keira.
"Ish apaan sih? Itu tuh gara-gara kamu tau gak! Coba aja kamu bayar lebih dulu makanan kita tadi, pasti si om-om resek itu gak mungkin bisa bayarin pesanan kita!" ucap Sahira.
"Ih kok nyalahin aku? Kamu tuh yang makannya lama, jadi aja aku nungguin kamu kelar makan dulu baru bayar ke kasir! Eh ternyata malah udah dibayar duluan sama pengagum rahasia kamu, hahaha!" ujar Keira tertawa kecil.
"Ah udah ah jangan bahas dia lagi! Aku jadi ngeri tau kalo omongin dia terus!" ujar Sahira.
"Hahaha kenapa sih Sahira? Dia baik kok, buktinya dia mau bayarin makanan kita! Udah lah kamu gausah takut gitu, paling dia tuh cuma mau kenalan sama kamu!" ucap Keira.
"Kenalan apaan? Orang dia aja tadi langsung minta aku buat jadi istrinya kok! Kamu gak tahu sih karena lagi di kamar mandi!" ujar Sahira.
"Hah? Seriusan apa??" tanya Keira kaget.
"Iya Kei, tadi sebenarnya aku sempat ketemu dia dulu pas masih di dalam ruangan bioskop, waktu lagi nungguin kamu ke toilet! Dia tiba-tiba samperin aku dan ngenalin dirinya, namanya itu kalo gak salah Frans! Om Frans! Terus pas aku tanya keluarga dia mana, eh dia bilangnya masih single! Terus parahnya lagi nih ya, dia blak-blakan minta aku buat nikah sama dia dan jadi istrinya gitu!" jelas Sahira.
"Apa? Ish gila seriusan kamu? Wah kalo gitu sih dia bener-bener terobsesi sama kamu sejak pandangan pertama, Sahira! Mungkin karena kamu terlalu cantik, jadinya om-om tua aja tertarik sama kamu!" ujar Keira sambil terkekeh kecil.
"Aku gak tahu lagi deh harus ngomong apa, tapi emang tuh om-om tua kayaknya gak waras deh gara-gara kelamaan jomblo! Bisa-bisanya dia mau jadiin aku istrinya, padahal dari umur aja udah pasti jauh! Aku ini kan masih kelas dua SMA, lah dia mah cocoknya jadi ayah aku kali!" ujar Sahira.
"Hahaha gapapa lah Sahira, kamu kan juga masih jomblo belum ada calon!" ucap Keira terkekeh.
"Hah? Ya emang iya aku belum punya pacar, tapi ya gak sama om-om juga kali! Mau ditaruh dimana muka aku, Keira? Yakali seorang Sahira nikah sama om-om tuir?" ujar Sahira geleng-geleng kepala.
"Ehem ehem..."
Tiba-tiba saja, ada yang berdehem di belakang mereka. Sontak kedua gadis itu terdiam karena kaget, lalu saling melirik satu sama lain.
"Ra, itu siapa ya?" tanya Keira berbisik.
"Gak tahu, kita lihat aja bareng-bareng!" ujar Sahira.
"Yuk!"
Keduanya pun menoleh ke belakang, mereka tambah syok saat melihat sosok Frans sedang berdiri disana menatap wajah dua gadis itu sambil tersenyum memperlihatkan gigi ompong nya.
"Halo! Kalian berdua ini lucu banget sih, sukanya bahas saya di belakang terus!" ujar Frans.
"Hah? Om, kenapa om ada disini lagi? Bukannya tadi om udah pulang duluan, ya? Atau jangan-jangan om ini ngikutin kita?" tanya Sahira.
Pria paruh baya itu hanya terkekeh kecil dengan pertanyaan Sahira, ia merunduk membenarkan dasi yang dikenakannya dan meraih satu tangan Sahira tanpa aba-aba.
"Saya mau bicara sama kamu!" ucap Frans.
"Heh! Jangan pegang-pegang tangan saya!" bentak Sahira melepaskan diri dari genggaman Frans.
"Iya om, jangan macam-macam ya atau kita bakal teriak!" sahut Keira membela sahabatnya.
"Tenang! Saya bukan orang jahat kok, saya cuma mau bicara sama gadis cantik yang manis dan menggemaskan ini!" ucap Frans sambil menunjuk ke arah Sahira.
Sahira pun dibuat bingung oleh pria tua itu, ia melirik ke arah Keira seakan meminta bantuan pada sohibnya itu.
"Kamu ikut aja sama dia!" bisik Keira.
"Tapi, kalau dia kurang ajar sama aku kayak tadi gimana Kei?" tanya Sahira cemas.
"Tenang aja! Aku tetap pantau kamu dari dekat kok!" jawab Keira.
__ADS_1
"I-i-iya deh..." ucap Sahira gugup.
Akhirnya Sahira mau bicara berdua dengan Frans, pria tua itu berjalan lebih dulu disusul oleh Sahira di belakangnya. Mereka duduk berdampingan pada sebuah kursi di dalam mall itu.
"Om-om itu mau bicara apa ya sama Sahira? Apa dia mau lamar Sahira?" gumam Keira sambil terkekeh geli melihat momen tersebut.
•
•
"Eee jadinya om mau bicara apa sama saya? Jangan lama-lama ya om, soalnya saya harus pulang sekarang juga! Abang dan kakak saya pasti udah nungguin di rumah, lagian ini juga udah malam!" ucap Sahira.
Pria tua itu justru tersenyum memandangi wajah Sahira secara terus-menerus, hingga membuat gadis itu merasa jijik dan ingin segera pergi dari sana.
"Om, tolong ya jangan macam-macam sama saya! Kalau om mau bicara, yaudah bicara aja gausah ngada-ngada!" bentak Sahira kesal.
"Ahaha iya iya manis... kamu itu semakin cantik aja kalau lagi marah begitu, bikin saya makin suka sama kamu! Apalagi bibir kamu itu, uhh rasanya pasti manis dan kenyal sekali! Sudah pernah ada yang cium itu sebelumnya?" ucap Frans dengan nada yang dibuat-buat agak sensual.
Sahira reflek memegangi bibirnya, ia bertambah takut dan cemas jika Frans akan melakukan sesuatu yang buruk padanya, apalagi suasana mall saat ini semakin sepi saja karena hari sudah malam.
"Om, maksud om ini apa sih? Kalau om cuma mau melecehkan saya seperti itu, lebih baik saya pergi aja dari sini! Permisi om!" ujar Sahira geram.
Gadis itu beranjak dari kursi dan hendak pergi, namun Frans segera menahannya untuk tetap disana dengan mencengkeram lengan Sahira cukup kuat dari belakang.
"Tunggu, jangan pergi dulu!" cegah Frans.
"Ih udah saya bilang tadi, jangan pegang-pegang tangan saya om! Emang om mau saya teriak dan security disini tangkap om?" tegas Sahira.
"Iya iya, saya lepaskan! Tapi, kamu duduk dulu dong kita bicara lagi!" ucap Frans.
Akhirnya mau tidak mau, Sahira terpaksa duduk kembali di kursi itu bersama Frans. Dari kejauhan ia melihat Keira tengah terkekeh menyaksikan dirinya, sungguh hal itu semakin membuat ia jengkel.
"Aaarrgghh sialan banget nih om-om tua! Udah tua bukannya taubat, malah mau deketin gadis kayak gue! Gak inget umur apa gimana sih?!" geram Sahira dalam hati.
Lalu, pria tua itu mulai kembali menatap wajah Sahira dengan sangat intens, membuat Sahira merasa cemas dan segera memalingkan wajahnya karena tak ingin Frans berbuat sesuatu yang mengancam dirinya lagi.
"Jangan pandangi saya seperti itu! Atau saya akan pergi dari sini!" tegas Sahira.
"Saya Sahira, sudah kan?" ucap Sahira.
"Waw nama yang bagus, baby!" ujar Frans.
"Sudah saya bilang, nama saya Sahira bukan baby! Om ini tuli apa gimana sih?!" ujar Sahira.
"Hahaha lucu sekali kamu baby..." ujar Frans.
•
•
Singkat cerita, Sahira dan Keira sudah berada di dalam mobil dan tengah menuju rumah untuk pulang setelah selesai menonton film, makan malam, tentunya juga berbicara dengan om-om tua yang kaya raya itu, atau biasa disebut sugar daddy.
Keira terus-terusan meledek Sahira yang sedang cemberut itu karena dirinya baru saja dilamar oleh om-om tua yang bahkan belum ia kenal itu, Keira tak bisa menahan gelak tawanya mengingat kejadian yang ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya tadi.
"Ahaha hahaha... aku gak bisa lupain eh ekspresi kamu pas sama dia tadi, lucu banget sumpah! Hahaha..." ujar Keira terus tertawa.
"Ish, jahat banget sih kamu! Teman lagi kesusahan kok malah diketawain bukannya dibantu? Teman macam apa kamu Keira!" cibir Sahira kesal.
"Hahaha maaf maaf Sahira! Abisnya lucu aja gitu ngeliat kamu dideketin sama om-om itu, tapi kayaknya dia serius deh mau nikahin kamu! Udah lah Sahira, terima aja! Kesempatan gak datang dua kali loh beb!" ucap Keira.
"Apaan sih? Aku gak mau, kamu aja sana yang jadi istrinya dia!" ujar Sahira.
"Lah kok jadi aku? Kan dia maunya sama kamu Sahira, udah lah gausah malu-malu gitu! Terima aja lamaran dia, kan enak nikah sama sugar daddy bisa dapet apa aja!" ujar Keira terkekeh geli.
"Ish udah ah jangan dibahas terus!" geram Sahira.
"Hehe iya iya Sahira..." ujar Keira nyengir.
Lalu, gadis itu terlihat mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya. Keira yang penasaran coba melirik ke arah Sahira untuk memastikan apa itu.
__ADS_1
"Itu apaan Ra?" tanya Keira bingung.
"Eee ini tuh kartu nama om Frans, tadi dia kasih ke aku dan dia minta aku buat telpon dia kalo aku berubah jawaban! Katanya juga dia bakal kasih apapun yang aku mau, kalau aku bersedia buat jadi pendamping dia loh!" jawab Sahira menjelaskan.
"Hah? Waw keren dong Ra! Udah fix kamu terima aja pinangan dia, Sahira!" ujar Keira.
"Apaan sih? Jangan ngada-ngada deh, aku gak mau jadi istri om-om tua bangka! Nanti disangkanya aku cewek apaan lagi, aku juga masih punya selera tau dan aku gak suka sama cowok yang terlalu tua kayak gitu! Kalau kamu tertarik sama dia, yaudah kamu aja yang nikah sama dia!" ucap Sahira.
"Dih aku mah gak mau! Lagian aku kan udah punya Elargano, dia ganteng terus baik lagi! Eh by the way, emangnya selera kamu tuh kayak gimana sih? Aku penasaran deh, siapa tahu aku bisa bantu kamu buat temuin jodoh kan!" ujar Keira.
"Eee aku pengen sama cowok yang tinggi, murah senyum, perhatian, terus pintar dan rajin belajar!" jawab Sahira sambil menghayal.
"Wah pas banget tuh Ra! Om-om yang tadi kan tinggi, murah senyum, perhatian, terus kaya lagi! Cocok banget sama selera kamu Sahira, udah nikahin aja!" ujar Keira.
"Ish kamu mah malah bahas itu lagi! Aku ngambek nih baru tau rasa!" ujar Sahira.
"Hahaha jangan marah Sahira, aku cuma bercanda tau!" ucap Keira tertawa kecil.
"Iya, gapapa. Terus menurut kamu gimana soal om-om tua ini? Apa aku harus hubungin dia atau enggak?" tanya Sahira.
"Ya gausah lah, kamu lupain aja! Malah kalo perlu kamu buang aja tuh kartu namanya, lagian kamu gak mau kan nikah sama tuh om-om?" jawab Keira memberi saran.
"Bener juga sih! Yaudah deh, aku buang aja nih kartu nama ke selokan nanti!" ucap Sahira.
"Eh jangan! Nanti banjir loh!" ujar Keira.
"Oh iya ya..."
•
•
Sesampainya di rumah, Sahira langsung turun dari mobil Keira dan pamitan pada gadis itu untuk segera masuk ke dalam rumahnya.
"Kei, yaudah ya aku masuk dulu ke dalam? Kamu hati-hati pulangnya!" ucap Keira.
"Iya Sahira, salam buat abang dan kakak ipar kamu itu! Sampai ketemu lagi besok!" ucap Sahira.
"Umm emang besok kita mau kemana lagi, Kei? Kamu belum puas ya ajak aku jalan-jalan berdua?" tanya Sahira.
"Ya belum dong, aku kan kangen banget sama kamu tau Sahira! Bayangin aja udah sepuluh tahun lebih kita gak ketemu, emangnya kenapa sih kalo kita jalan-jalan lagi besok? Kamu gak bisa ya atau gak mau?" ujar Keira.
"Bukan gitu, aku cuma mikirin pacar kamu aja, itu loh si kak El! Dia kan pasti pengen juga berduaan sama kamu, nanti yang ada dia jealous lagi kalo kita sering pergi berdua!" ucap Sahira.
"Oh iya juga sih, tapi gapapa lah soal El mah gampang aku bisa kabarin dia nanti!" ucap Keira.
"Yaudah deh, terserah kamu aja! Kalo gitu aku masuk dulu ya ke dalam? Bye bye Keira yang cantik jelita!" ucap Sahira tersenyum melambai.
"Iya bye juga Sahira cantik!" ucap Keira.
Setelahnya, Keira pun masuk kembali ke mobilnya dan Sahira juga melangkah ke dalam rumah dengan senyum yang terus mengembang di pipinya itu.
Saat di dalam, Keira meminta supirnya untuk segera melaju pergi dari sana karena ia sudah sangat lelah ingin beristirahat di rumah, berganti pakaian dan tertidur nyenyak.
"Pak, langsung jalan ke rumah ya!" ucap Keira.
"Siap non!"
Drrtt...
Drrttt...
Tiba-tiba ponsel Keira berdering, membuat gadis itu langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
"El nelpon aku? Ada apa ya?" gumamnya.
Keira pun segera mengangkat telpon tersebut, ia sangat senang karena kekasihnya itu menelpon.
📞"Halo sayang!" ucap Keira sambil tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...