Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Part 5


__ADS_3

"Sedang apa kamu disini"


Ucap Gus Zay tanpa melihat Ara


Deg


"A-aku hanya mencari angin saja"


Ucap Ara dengan gugup, karena telah ketahuan diam diam mengagumi suaranya.


"Tidak baik wanita berada di pembatas Asrama putra, putri sendiri tanpa menutup auratnya"


Ucap Gus Zay tanpa menatap Ara.


"Apa urusanya sama lo?


" Urusannya sama saya adalah kamu berada di pesantren milik Abah saya, jadi kamu juga harus mematuhi peraturan di sini"


"Kalo gue gak mau lo mau apa, lo aja sering keliling di kawasan putri kan?


" Karena saya mengajar para santri putri, tapi kamu untuk apa kamu kesini?"


"G-gue mau .."


Saat ingin menjawab tiba tiba ada santri putra melewati masjid tersebut. Dengan cepat Gus Zay melepas surban nya dan memakaikannya pada Ara untuk menutupi seluruh rambutnya.


" Lo m-mau apa?


" Pakai saja dan pergilah kekawasan putri disini bukan tempatmu"


Ucap Gus Zay dengan berjalan pergi meninggalkan Ara yang mematung.


Ara yang melihat Gus Zay sudah pergi ia juga berbalik pergi tanpa melepas surban nya.


Di kediaman Malik


"Mas kamu kenapa biarkan Arka ikut tinggal di sana?


"Itu kemauan Arka dan juga dia juga bisa memantau kakaknya"


"Tapi untuk apa? Disana banyak yang memantau keadaan Zanara, kenapa harus putraku"


Ucap Arini yang membuat Tuan Arman mengernyit bingung.


"Apa maksudmu Arini? Ara juga putrimu bukan, sebagai ibunya kamu juga seharusnya mengijinkan Arka menjaga kakaknya di sana"


Ucap Tuan Arman yang langsung membuat Arini terdiam.


"Hanya Arka anakku, Aku tak mau usahaku selama ini sia sia" gumam Arini dalam hati.


Flashback on


"A-ri-ni to-lo-ng a-ku"


Dalam sebuah kamar gelap seorang wanita memanggil dan meminta tolong pada Arini.


"A-ri-ni"


Panggilnya lagi. Arini yang sudah berada disana pun terdiam dengan bibir bergetar.


tak


Sebuah obat obatan terjatuh berceceran di lantai yang membuat Arini bertambah panik.


"Bunda"


"Bunda kenapa?


Seorang gadis kecil berlari kecil kearah wanita dengan menangis melihat sang bunda sesak napas.


" A-ra to-l-ong bu-nda"


"Dimana obat bunda?


Ara kecil mencari obat sang bunda dengan membuka semua laci dan lemari.


" Tante itu obat bunda berikan pada Ara, bunda Ara kesakitan"


Ujar Ara kecil yang mengetahui obat sang ibunda berada di tangan Arini.


"A-ra"


"Cepat tante, mana obat bunda "


Ara terus mencoba merebut obat di tangan Arini, Arini yang panik pun membuang obat itu keluar jendela.


"Kenapa tante buang obat bunda"

__ADS_1


jerit Ara kecil. Dengan berlari keluar Ara pergi mencari obat yang telah di buang oleh Arini.


Saat menemukan kembali obat tersebut. Dia berlari kembali ke kamar sang bunda berharap bisa menyelamatkan bundanya.


Saat tiba di kamar sang bunda sudah terbujur kaku dengan keadaan bantal diatas wajahnya.


dengan langkah pelan Ara kecil menuju ranjang sang bunda.


" bunda"


cicitnya sambil berlinang air mata Ara mengusap pipi bundanya.


"Ara sudah bawakan obatnya, bunda bangun"


"Bundaaa"


Jerit Ara dengan berlinang air mata, hingga membuat semua penghuni rumah menghampirinya termasuk Ayahnya.


"Ada apa sayang ?


Ujar sang ayah.


" Bunda yah bunda "


ucap Ara sesenggukan dengan memeluk sang ayah.


Dengan langkah pelan ayahnya menghampiri wanita itu.


" Syukurlah kamu sudah mati, pelacur" gumamnya dengan nada bergetar dan pelan tapi masih di dengar oleh Ara kecil.


Hingga pada saat pemakaman Ara terus memanggil manggil bundanya yang membuat ayahnya kuwalahan.


"Bunda bunda jangan tinggalin Ara"


Teriak Zanara kecil memanggil bunda nya yang sudah di makamkan.


"Sayang sudah ya masih ada bunda Arini dia bundanya Ara juga"


Bujuk sang Ayah.


"Tidak, bunda Ara cuma bunda Zara"


"Sayang..?


Arini mencoba meluluhkan hati Ara agar melupakan sosok Zara dalam hatinya.


teriak Ara pada Arini.


"Zanara"


Bentak ayahnya


"Ayah jahat'


Dengan kecewa Ara berlari pergi karena bentakan sang ayah.


" Mas sudahlah Ara masih kecil tidaklah baik jika kamu membentaknya"


Ujar Arini mencoba meluluhkan hati suaminya.


"Terima kasih ya Arini kamu masih mau menyayangi Zanara seperti anakmu sendiri"


"Tentu saja mas diakan putrimu yang berarti dia juga putriku"


Ujar Arini yang di balas dengan senyuman oleh Tuan Arman.


Flashback off


Di Pesantren


"Wah mbak Zanara pakek sorbannya siapa hayo "


"Bukan urusan lo"


"Kayaknya Sifa kenal deh sorbannya siapa"


Ucapan Sifa membuat Ara salah tingkah.


" ish lupakan deh ini sorbannya siapa, jangan kepo deh"


" Tapi ..."


"Udah deh sana sana, jangan gangguin gue "


" Mbak Zanara tungguin jangan tinggalin Sifa"


" Kenapa lo ngikutin gue sih"

__ADS_1


" Mbak Zanara kalo kakinya udah sembuh jangan pergi ya "


"Memang kenapa kalo gue pergi"


"Mbak Zanara bakal rugi, gak akan ngerasain gimana rasanya di ajar oleh Gus Zay "


Mendengar Nama Gus Zay disebut Sifa Ara langsung berhenti.


" Loh kenapa berenti"


" Loh duluan aja gue mau cuci muka"


" Oh oke"


Jika mendengar nama Gus Zay Ara menjadi teringat dengan suara merdu lantunan Ayat suci yang keluar dari bibirnya membuat kedua pipi Ara merona.


"Kenapa gue jadi mikirin si agus itu sih"


" Mungkin gue Belum cuci muka jadi gue belum sadar sepenuhnya"


Ujar Ara dengan menepuk nepuk pipinya dengan Air. Saat sudah selesai Ara akan beranjak dari kamar mandi dia teringat dengan sorban milik gus Zay.


"Hampir aja lo ketinggalan gus"


Gumam Ara berbicara sendiri.


Diapun pergi dengan memakai sorban itu kembali, saat tiba di lorong pesantren Ayumi datang menyapanya.


"Mbak Zanara"


Panggil Ayumi, dan Ara segera berbalik.


"Ada apa "


"Itu sorbannya siapa mbak?


"Milik siapapun apa urusannya sama lo?


"Kayaknya saya pernah melihatnya deh mbak"


"Emang kalo lo pernah lihat, Sorban ini milik lo gitu?


"Y-ya enggak sih mbak"


"Lah terus, jangan kepo sama kehidupan gue deh, dasar penjilat.


Ujar Ara berlalu pergi.


" Sorban itu kayak punya Gus Zay deh, Kenapa ada sama mbak Zanara, mereke ada hubungan apa" *gumam Ayumi dalam hati sambil terus menatap kamu kepergian Ara dengan tanda tanya.


"Mungkin Sifa tau, Aku tanya Sifa aja*"


Ayumi pergi mencari Sifa untuk menanyakan Sorban itu. Saat Ayumi melihat Sifa dia berjalan cepat menuju Sifa.


"Assalamualaikum"


Ucap Ayumi saat telah sampai pada Sifa dan teman temannya.


"Waalaikumsalam"


Jawab mereka.


"Kalian sedang apa?


Tanya Ayumi basa basi.


" Sedang diskusi mbak"


Jawab Anjani sekenanya.


"Owh, emm Apa kalian tau aku tadi bertemu mbak Zanara memakai Sorbannya Gus Zay loh"


Ujar Ayumi mengompori untuk bergosip.


Tapi mereka yang sudah tau hanya diam saja tanpa menyahut.


"Kira kira ada hubungan apa mereka ya? Aku jadi pusing mikirannya"


Tanya nya lagi.


"Dari pada mbak Ayumi pusing mikirin urusan Orang, mending bantu umi masak buat nanti sore"


Ujar Sifa dengan tegas dan berlalu pergi bersama kedua temannya.


Ayumi yang di jawab seperti itu malu dan langsung mengejar mereka untuk ikut membantu umi memasak.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa kritik saran dan dukungannya dengan Vote like dan Coment dari kalian💪


__ADS_2