Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Jangan sampai rusak!


__ADS_3

#SangPemilikHati Episode 123.




Anisa pun melangkah keluar dari kamar Sahira, namun ia cukup terkejut menyaksikan Keira beserta Raisa dan Jordan di depan sana.


"Loh, ini ada apa?" tanya Anisa pada ketiga orang itu.


Jordan, Raisa, serta Keira menoleh secara bersamaan ke arah Anisa. Keira masih terus meneteskan air mata, namun kali ini ia berusaha menyekanya agar tak dicurigai.


"Eh Nisa, enggak ada apa-apa kok. Ini barusan gue sama bang Jordan mergokin Keira lagi berdiri di depan kamar Sahira sambil nangis, kita penasaran dong terus tanya sama dia. Eh tapi dia belum jawab pertanyaan kita," jelas Raisa.


"Hah? Emang lu kenapa Keira? Kok nangis? Lu mau ketemu sama Sahira atau El? Mereka ada di dalam kok, ayo masuk aja!" tanya Anisa pada Keira.


Keira hanya menggeleng pelan sambil terus menghapus air matanya.


"Bang, aku mau pulang ya? Maaf banget aku gak jadi jenguk Sahira di dalam! Aku ada urusan penting banget. Salam aja ya buat Sahira sama El!" ucap Keira pamitan.


"Loh loh, tapi Kei.."


Keira langsung berbalik dan pergi begitu saja dari sana, air matanya kembali tumpah saat ia menuruni tangga mengingat kejadian tadi.


Jordan dan yang lainnya pun makin bingung dengan tingkah Keira, mereka tak mengerti mengapa Keira bisa menangis seperti itu.


"Si Keira kenapa sih? Dia kok bisa nangis kayak gitu?" tanya Anisa terheran-heran.


"Kita juga gak tahu, tadi pas kita lihat tuh Keira udah nangis disini." jawab Raisa.


"Iya, mungkin ada sesuatu yang dia lihat dari dalam sana. Makanya dia nangis dan gak jadi jenguk Sahira, terus malah pulang deh." sahut El.


"Apa ya yang Keira lihat?" ujar Anisa bingung.


"Lu kan tadi dari dalam tuh, lagi pada ngapain aja emangnya? Keira kan pacarnya kak El, bisa jadi dia cemburu lihat kak El sama Sahira. Apa Sahira ada deketin kak El?" tanya Raisa pada Anisa.


"Enggak tuh. Eh tapi, tadi sih kak El sama Sahira lagi suap-suapan kue gitu.. apa mungkin gara-gara itu kali ya Keira nangis?" jawab Anisa.


"Nah bisa jadi tuh. Duh, ngapain sih Sahira pake begitu segala? Keira itu kan sahabatnya dari kecil, masa dia tega nyakitin perasaan sahabatnya sendiri?" ujar Jordan.


"Sabar bang! Sahira pasti gak bermaksud begitu, dia cuma mau bercanda aja mungkin." ucap Anisa.


"Huh tetap aja ini gak benar! Mereka harus tahu batasan!" ucap Jordan kesal.


Raisa dan Anisa pun saling tatap kebingungan, sedangkan Jordan menggaruk hidungnya tak mengerti mengapa semua bisa jadi seperti ini.


"Jangan sampai Keira dan Sahira bersiteru cuma karena masalah ini!" batin Jordan.



Di dalam kamar, El mendengar adanya keributan dari luar sana. Ia pun penasaran dan bangkit dari duduknya berniat mengecek ke depan sana.


"Eh El, lu mau kemana?" tanya Sahira bingung.


"Eee itu di depan kayaknya ada orang, gue penasaran aja mereka pada ngapain." jawab El.


"Oh ya? Orang siapa?" tanya Sahira penasaran.


"Mana gue tahu, kan gue masih disini. Makanya gue mau coba lihat ke depan, siapa tahu ada yang mau datang. Bentar ya, gue kesana dulu? Lu lanjut aja nih makan kuenya!" ucap El.


Sahira mengangguk pelan, membiarkan El pergi dan melepas genggaman tangannya dari pria itu.


"Sahira, tadi itu lu reflek pegang tangan kak El atau emang lu pengen pegang? Kok kayaknya kuat banget tuh pegangan?" tanya Grey.


"Hah? Apa sih Grey?!" ucap Sahira malu-malu.


"Hihihi.." Grey cekikikan saja.


Nur pun ikut terkekeh sembari menggelengkan kepalanya.


"Eee Sahira, kakak juga mau ke depan dulu ya?" ucap Nur.


"Iya kak," ucap Sahira mengangguk.


Nur pun menyusul El keluar dari kamar itu, sepertinya Nur juga penasaran setelah mendengar suara Jordan muncul di depan sana.

__ADS_1


Sahira juga sama seperti Nur, tetapi ia sadar ia tidak mungkin bisa keluar menyusul mereka dan memastikan apa yang terjadi.


"Grey, lu jangan ikut keluar juga ya! Kalo lu keluar, nanti gue disini sama siapa?" ucap Sahira.


"Yah elah Ra, lebay banget lu! Lagian lu gak sendirian kok, daritadi tuh ada tiga sosok yang nemenin lu disini. Tuh mereka juga masih ada disini, malah lagi ngeliatin lu." guyon Grey.


"Hah? Lu bicara apa sih Grey? Jangan bikin gue takut deh!" ujar Sahira cemas.


"Hahaha, seriusan Sahira! Gue ini kan bisa lihat hal-hal ghaib di sekitar sini, di rumah lu ini tuh ada banyak yang kayak gitu." kata Grey.


"Ah pret! Dasar penganut Samsudin!" ujar Sahira.


"Yeh bukan, gue tuh muridnya pesulap merah." ucap Grey terkekeh.


"Hooh tenan," ucap Sahira sambil tertawa kecil.


"Hahaha.." mereka pun kompak tertawa.



El dan Nur kini sudah keluar dari kamar Sahira, mereka menemui Jordan serta dua orang teman Sahira yang ternyata berada disana.


"Loh, ini kalian pada ngapain? Anisa, kamu katanya kebelet tadi. Kok malah disini?" tanya Nur heran.


"Ah iya kak, aku tadi juga gak sengaja ketemu bang Jordan sama Raisa disini. Selain mereka, ada Keira juga loh tadi yang datang kesini. Makanya aku belum sempat turun ke toilet, soalnya penasaran sama Keira." jawab Anisa.


"Keira? Dia kesini?" ujar El terkejut.


"Iya kak El, tadi Keira udah berdiri di depan sini kok. Tapi, gue juga gak tahu kenapa dia malah gak mau disuruh masuk ke dalam." jawab Anisa.


"Terus, dia sekarang kemana?" tanya El cemas.


"Keira barusan aja pergi, El. Dia bilangnya sih mau pulang karena ada urusan. Tapi, gue yakin sebenarnya Keira itu cemburu ngeliat lu sama Sahira suap-suapan di kamar." jawab Jordan.


"Serius bang? Emangnya Keira sempat lihat itu tadi?" tanya El panik.


"Kurang tahu sih, tapi tadi dia tiba-tiba nangis gitu aja pas gue samperin. Bisa jadi dia emang sakit hati ngeliat lu sama Sahira dekat banget. Makanya gue peringati buat lu ya El, tolong jangan terlalu dekat dengan Sahira! Gue gak mau hubungan antara adik gue dan Keira berantakan, mereka itu udah lama loh sahabatan!" ucap Jordan.


"I-i-iya bang, gue bakal berusaha buat jaga jarak kok. Gue ngerti banget perasaan Keira, dan gue juga gak mau hubungan Keira sama Sahira rusak gara-gara gue." kata El.


"Iya bang. Eee semuanya, aku pamit dulu ya? Tolong nanti sampaikan ke Sahira kalau aku udah pulang!" ucap El pamitan.


"Santai aja!" ucap Jordan.


"Iya El, udah kamu susulin Keira aja sana ya! Semoga hubungan kalian berdua gak rusak!" ucap Nur tersenyum tipis.


"Makasih kak!" ucap El.


Setelahnya, El pun bergerak cepat menuruni tangga dan pergi menyusul Keira.


"Huh, kenapa semuanya jadi begini ya?" ujar Nur.


"Biasalah, masa-masa remaja itu kan masa yang paling indah dan juga rumit. Kejadian cinta segitiga kayak gini mah udah biasa di kalangan remaja, ya gak guys?" ucap Jordan.


"Iya, bener tuh bang! Cinta segitiga mah udah rumlah terjadi di kehidupan remaja, contohnya nih si Raisa juga pernah ngalamin." ujar Anisa.


"Ish kok jadi gue?!" ucap Raisa.


"Hahaha, kan emang bener Rai." ujar Anisa.


"Sudah sudah, tadi kamu katanya mau ke toilet kan Anisa? Apa gak jadi?" tanya Nur heran.


"Oh iya, aku lupa. Yaudah, aku ke toilet dulu ya? Misi!" ucap Anisa langsung buru-buru pergi.


Nur, Jordan serta Raisa geleng-geleng kepala sembari terkekeh kecil melihat tingkah Anisa. Lalu, mereka bertiga pun masuk ke kamar Sahira untuk menemani gadis itu sekaligus menyampaikan jika El sudah pulang.




"KEIRA!" El memanggil kekasihnya yang sedang menunggu taksi di sebrang sana.


Sontak Keira menoleh, menatap wajah El dengan tatapan sinis tapi tampak sembab. Air matanya masih belum hilang dari sana, ia sangat sedih kali ini setelah melihat semuanya tadi.


El pun segera menghampiri gadis itu, mencengkeram tangannya erat agar Keira tidak bisa lari darinya.

__ADS_1


"Keira, jangan pergi!" pinta El.


"Kamu apaan sih, El? Ngapain kamu susulin aku coba? Siapa yang kasih tahu kamu kalau aku ada disini?" tanya Keira ketus.


"Aku dengar suara kamu tadi, makanya aku langsung kejar kamu kesini. Kamu jangan marah dong sayang, aku gak ada maksud buat bikin kamu sakit hati!" ucap El.


"Aku gak marah kok, aku cuma kecewa aja sama kamu El!" ujar Keira.


"Itu dia sayang, jangan kecewa ya sama aku! Aku minta maaf sama kamu! Aku tadi suapin Sahira tuh karena dia belum bisa makan sendiri, bukan karena aku pengen modus ke dia. Aku juga gak tahu kalau kamu ada disana sayang," ucap El.


"Oh jadi gitu, karena kamu tahu aku gak ada disana makanya kamu bisa bebas suap-suapan sama Sahira dan mesra-mesraan ya?" ucap Keira.


"Gak gitu sayang, aku kan udah bilang aku gak punya niatan buat kayak gitu. Aku cuma mau bantu Sahira kok, kamu jangan mikir yang enggak-enggak lah sayang!" ucap El.


"Lepasin tangan aku! Kamu jangan pernah sentuh aku lagi!" bentak Keira.


Keira menghentakkan tangannya hingga terlepas dari cengkraman El, gadis itu langsung melipat dua tangannya di depan dan membuang muka.


"Kei, please lah maafin aku ya!" bujuk El.


"Kamu ngapain masih disini? Udah sana balik lagi ke dalam! Kasihan tuh Sahira butuh bantuan kamu! Sekarang kan kamu cuma perduli sama dia, kamu udah gak mikirin aku sama sekali. Buktinya kamu aja sampai lupa buat jemput aku, gara-gara kamu lebih pentingin Sahira!" ujar Keira.


"Kok kamu jadi kayak gini sih sayang? Padahal aku ini cuma mau bantu sahabat kamu, Sahira itu sohib kamu dari kecil loh sayang. Masa iya kamu cemburu sama dia?" ujar El.


"Justru itu, aku heran sama dia. Harusnya kan dia bisa jaga diri dan gak dekat-dekat sama kamu, padahal dia udah tahu kalau kamu pacar aku. Eh dia malah selalu nempel sama kamu, terus minta bantuan kamu melulu!" ucap Keira.


"Sahira gak pernah deketin aku, aku yang berusaha buat bantu dia!" ucap El.


"Ohh, jadi emang bener ya kalau kamu itu cinta sama dia? Kamu punya rasa kan sama Sahira? Pantas aja kamu selalu mikirin Sahira tiap kali pergi sama aku," ucap Keira.


"Enggak sayang, siapa bilang aku punya rasa sama dia? Aku cuma cinta sama kamu, hanya kamu wanita yang aku cintai!" ucap El.


"Halah! Kata-kata kamu itu udah basi tahu gak?! Mending kamu masuk aja sana, aku malas bicara sama kamu lagi!" ujar Keira kesal.


Keira yang tersulut emosi, akhirnya memutuskan pergi dari sana meninggalkan El. Air mata kembali menetes membasahi pipinya saat ia melangkah menjauh dari tempat El berada.




Sahira kebingungan saat tidak ada El diantara orang-orang yang kembali ke kamarnya saat ini, ia justru melihat abangnya bersama Raisa yang muncul sambil tersenyum menghampirinya.


"Sahira, kamu celingak-celinguk gitu nyariin siapa sih?" tanya Jordan sembari mengusap kening adiknya.


"Ah enggak kok, aku gak nyariin siapa-siapa." jawab Sahira mengelak.


"Hahaha, ketahuan kok dari ekspresi lu tadi. Pasti lu nyariin si El kan? Ya kan ya kan?" ujar Jordan sedikit terkekeh.


"Hehe, iya sih bang.." ucap Sahira sambil nyengir.


"Nah, ini kebetulan gue mau bilang sama lu. Jadi, El itu tadi pamit mau pulang katanya. Dia gak sempat pamitan sama lu, karena dia harus kejar Keira yang nangis." jelas Jordan.


"Hah? Keira nangis? Kenapa dia bisa nangis? Terus, emangnya Keira ada disini bang?" tanya Sahira terkejut terheran-heran.


"Iya, tadi Keira sempat kesini. Tapi, dia cuma berdiri di depan kamar lu. Tebakan gue sih, Keira itu nangis karena dia ngeliat lu sama El lagi suap-suapan disini. Maka dari itu gue mau kasih tahu sama lu, tolong lu jaga jarak deh dari El! Jangan dekat-dekat sama dia ya!" ucap Jordan.


"Tapi bang, selama ini yang deketin gue tuh si El sendiri. Gue udah seringkali bilang sama dia buat jaga jarak, tapi dia gak mau dengerin dan malah makin mepet ke gue. Gue bingung banget bang, gue juga kasihan sama Keira!" ucap Sahira.


"Iya bang Jordan, yang dibilang Sahira tuh benar kok. Emang selama ini kak El yang suka deketin Sahira kalo di sekolah," sahut Grey.


"Yaudah, intinya lu harus jauhin El sebisa mungkin! Jangan sampai persahabatan lu sama Keira rusak gara-gara ini!" ucap Jordan.


"Iya bang, aku juga gak mau itu terjadi kok. Gue sama Keira itu kan udah kayak saudara, masa kita harus musuhan sih gara-gara El?" ucap Sahira.


"Nah bagus, nanti gue cariin deh cowok yang baik buat lu!" ucap Jordan.


"Hah? Apaan sih bang? Gak perlu lah pake kayak gitu segala, gue bisa cari sendiri kok!" ucap Sahira menolak.


"Hahaha, gapapa lah Sahira. Biar lu gak jomblo terus kayak sekarang. Selain itu, kalo lu punya pacar kan El pasti gak mau deketin lu lagi." kata Jordan.


"Iya tuh, benar kata abang kamu Sahira!" sahut Nur.


Sahira diam saja menundukkan kepalanya, jujur ia bingung dengan perasaannya sendiri saat ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2