
#SangPemilikHati Episode 137.
•
•
"Ehem ehem.." mereka berdua kompak terkejut saat mendengar suara deheman seseorang.
Keduanya menoleh secara bersamaan ke belakang untuk memastikan siapa disana.
"Kak Farhan?" ucap Sahira menganga lebar.
"Lepasin tangan Sahira!" ucap Farhan menatap tajam ke arah El.
"Lu ngapain sih?" ujar El.
Akhirnya Farhan menarik paksa tangan Sahira dan melepaskan tangan El dari sana, ia juga berdiri tepat di depan Sahira untuk melindungi gadis itu dari sentuhan El.
"Jangan pernah lu deketin cewek gue lagi! Lu harus ngerti bro, dia udah punya gue dan lu juga udah punya cewek!" ucap Farhan.
"Santai ajalah! Lu gausah emosi begitu! Sampai sekarang ini gue sama Sahira cuma sekedar sahabat, dan lagipun gue juga gak percaya kalau Sahira udah jadian sama lu. Mending udahin deh drama kalian berdua ini!" ucap El.
Farhan terdiam seraya melirik ke arah Sahira, El semakin yakin jika diantara mereka memang tidak ada hubungan apa-apa dan Sahira hanya ingin membuatnya cemburu.
"Siapa yang lagi drama? Lu harusnya terima kenyataan, kalau gue ini udah jadi milik kak Farhan. Lu gak bisa terus-terusan bilang kayak gitu, karena nyatanya gue sama kak Farhan itu sepasang kekasih!" ucap Sahira.
"Hahaha, lu pikir gue bakal percaya gitu? Gak akan Sahira, karena gue yakin gak mungkin lu pacaran sama makhluk ini!" ujar El tertawa lebar.
"Terserah apa kata lu aja deh! Kak, ayo kita pergi dari sini!" ucap Sahira.
"Lu mau pergi kemana sih, Sahira? Lu yakin gak mau terima tawaran gue buat ketemu Keira? Emang lu pengen musuhan terus sama sahabat masa kecil lu itu?" ucap El.
"Gue akan temuin Keira langsung, sendiri tanpa lu. Gue pasti bisa bujuk Keira walau sulit, karena gue yakin dia juga gak mungkin terus-terusan marah sama gue!" ucap Sahira.
Sahira langsung menggandeng tangan Farhan dengan erat di depan mata El.
El tersenyum tipis, dirinya masih berusaha tidak yakin bahwa Sahira dan Farhan berpacaran.
"Kak, ayo kita pergi!" ucap Sahira.
"I-i-iya Sahira.." ucap Farhan gugup.
"Sahira, kalo lu butuh bantuan tinggal bilang aja sama gue ya! Gue pasti bakal bantu lu kapanpun lu mau!" ucap El.
"Gak perlu, gue gak butuh bantuan lu!" ujar Sahira.
Sahira pun cepat-cepat menarik tangan Farhan pergi dari sana, ia tidak mau terus-terusan bicara dengan El karena itu tak ada ujungnya.
"Gue heran sama El, bisa-bisanya dia kayak gitu." batin Sahira.
El tetap terdiam di tempatnya, memandangi Sahira yang perlahan menjauh dengan perasaan sedih sekaligus kecewanya.
El masih tidak percaya jika Sahira si gadis yang dicintainya sudah menjalin hubungan dengan lelaki lain yang sangat ia benci juga.
•
•
Kini Sahira sudah berada di dekat mobil Farhan, gadis itu pun melepas genggamannya dan tersenyum menatap ke arah Farhan.
"Kak, makasih ya!" ucap Sahira.
"Makasih untuk apa?" tanya Farhan bingung.
"Ya karena kamu udah bantuin aku tadi di depan El, untung aja kak Farhan datang dan bilang kalau kamu itu pacar aku. Kalau enggak, pasti si El itu bakal terus-terusan paksa aku." jawab Sahira.
"Ohh, iya sama-sama Sahira. Sebenarnya aku ngelakuin itu juga karena aku emang pengennya kamu beneran jadi pacar aku, bukan sekedar pura-pura." kata Farhan sambil tersenyum.
"Eee kalau soal itu maaf ya kak! Aku masih harus berpikir dan butuh waktu," ucap Sahira.
"Iya gapapa, aku paham kok. Lagian aku ini bukan tipe cowok pemaksa seperti El," ucap Farhan.
"Ahaha, bagus deh kak!" ucap Sahira.
"Yaudah, kamu mau pulang kan? Biar aku antar aja gimana?" ujar Farhan.
"Enggak kak, aku mau ke rumah Keira sahabat aku sekaligus pacarnya El. Aku pengen perbaiki hubungan aku sama dia," jawab Sahira.
"Oh yaudah, sekalian aja aku yang antar kamu kesana. Gak mungkin dong kamu pergi sendirian, mending aku anterin aja." kata Farhan.
"Umm, boleh deh. Tapi, gak ngerepotin nih?" tanya Sahira memastikan.
"Tenang aja! Kalau nganterin kamu mah gak mungkin repot kok, justru aku malah senang kalau bisa anterin kamu dan bareng-bareng terus sama kamu." jawab Farhan sambil tersenyum.
"Duh bisa aja kamu, yaudah deh kalo gitu aku mau dianterin sama kamu." kata Sahira.
"Oke, yuk masuk!" ucap Farhan.
Farhan membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Sahira masuk ke dalam.
Sahira mengangguk pelan, lalu masuk dan duduk di dalam sana dengan santai.
Tak lupa Farhan menutup pintu kembali sebelum bergerak mengitari mobilnya.
__ADS_1
Farhan langsung bergegas tancap gas membawa Sahira menuju tempat tinggal Keira.
•
•
Nur melangkah menghampiri Nawal yang sedang duduk seorang diri di taman dekat kolam.
Nur sengaja ingin mendekati Nawal agar gadis itu dapat berubah dan tidak bersikap kasar lagi.
"Hai Nawal!" ucap Nur sambil tersenyum.
Sontak Nawal terkejut dan reflek menoleh ke arah Nur yang ada di sampingnya, ia memasang wajah jutek seakan tak senang dengan kehadiran Nur.
"Nawal, kamu lagi apa? Aku boleh gak ikut duduk disini temenin kamu?" tanya Nur.
"Lu ngapain sih kesini? Udah sana deh, jangan ganggu gue!" ujar Nawal ketus.
"Aku gak mau ganggu kamu kok, aku cuma pengen kasih ini ke kamu." kata Nur seraya menunjukkan cupcake yang ia bawa di nampan.
"Apaan tuh?" tanya Nawal penasaran.
"Ahaha, ini ada cupcake buat kamu. Sama aku juga buatin jus alpukat yang kata ibu tuh kesukaan kamu, siapa tahu kamu pengen cobain buatan aku ini." jawab Nur sambil tersenyum.
"Pake repot-repot segala, gak bakal gue makan juga kok! Mending lu bawa balik sana!" ujar Nawal.
"Ohh, kamu yakin gak mau cobain? Nanti kalo aku kasih ke Thoriq sama mas Jordan, kamu jangan nyesel ya!" ucap Nur menggoda.
"Gak ada yang nyesel kok, udah lu kasih aja sana ke mereka!" ucap Nawal ketus.
"Yakin nih?" tanya Nur.
"Iya, udah sana ah!" jawab Nawal.
"Oh oke! Tapi, kamu harus tau kalau ini tuh enak banget loh!" ucap Nur.
"Bodoamat!" ucap Nawal.
Nur geleng-geleng kepala saja, kemudian berbalik dan mulai melangkah secara perlahan untuk menggoda Nawal.
Nawal terus memandang ke arah Nur, ia sebenarnya ingin sekali mencoba cupcake dan jus alpukat itu, tapi ia tidak bisa menghilangkan rasa malunya di hadapan Nur.
"Haish, gue pengen banget cupcake sama jus alpukat. Itu kelihatannya enak deh!" batin Nawal.
"Ka-k—" ucapan Nawal tersendat karena ia masih ragu-ragu untuk memanggil Nur.
"Duh, gue ini kenapa sih?" gumam Nawal.
Nur sengaja menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang lalu tersenyum saat melihat Nawal dilanda kebingungan.
"Hah? I-i-iya gue yakin kok, udah lu bawa aja sana ke dalam! Gausah tolah-toleh lagi deh!" jawab Nawal ketus.
"Yah yaudah deh," ucap Nur.
Akhirnya Nur kembali berbalik dan pergi meninggalkan Nawal dari sana dengan langkah yang lebih cepat.
Nawal hanya bisa gelagapan sendiri karena Nawal sudah masuk ke dalam dan kesempatannya memakan cupcake itu hilang.
•
•
El menghentikan mobilnya secara tiba-tiba setelah ia melihat Keira tengah berjalan di pinggir dan tampak tergesa-gesa.
El pun turun dari mobil, menghampiri gadisnya lalu memeluknya dengan erat dari depan dan menenangkan gadis itu disana.
"Aaaaa lepas, lepasin aku!" Keira terkejut dan berusaha berontak dari dekapan El.
"Hey hey, Keira tenang sayang! Ini aku El, aku bukan orang jahat." ucap El.
"Hah? El?" Keira mendongak menatap wajah El dan bernafas lega setelah memastikan bahwa yang ada di depannya benar-benar El.
"Syukurlah ini kamu!" ucap Keira.
"Iya sayang, ini aku. Emang kamu kenapa sih? Ada yang mau nyakitin kamu?" tanya El cemas.
"Eee tadi Ibrahim kejar-kejar aku terus, dia maksa supaya aku mau pulang bareng dia. Makanya aku lari ke arah sini, untungnya aku ketemu sama kamu sayang." jawab Keira ngos-ngosan.
"Ibrahim? Kurang ajar tuh cowok! Dia masih aja mau cari gara-gara sama kamu, lihat aja nanti aku bakal kasih pelajaran lagi buat dia sampai dia kapok!" ucap El emosi.
"Udah El, gak perlu begitu! Sekarang kita pulang aja yuk! Aku capek banget nih mau istirahat," pinta Keira.
"Iya iya..." ucap El menurut.
El langsung membuka pintu mobilnya dan menuntun Keira masuk ke dalam.
Gadis itu masuk dengan perlahan, sedangkan El juga mengitari mobilnya dan menyusul masuk.
"Kamu gak mau cari minum dulu?" tanya El.
"Gausah, nanti di rumah aja." jawab Keira.
El tersenyum, lalu mengusap puncak kepala Keira dengan perlahan dan mengambil tisu untuk menyeka keringat di dahi gadis itu.
__ADS_1
"Kamu keringetan banget sayang, pasti gara-gara lari-larian deh." ucap El.
"Ya mau gimana lagi El? Aku kan takut banget sama si Ibrahim, aku gak mau ikut sama dia tau!" ucap Keira.
"Iya, udah ya kamu tenang!" ucap El lembut.
Keira mengangguk pelan dan menyenderkan kepalanya di kursi.
"Kamu cantik banget sih!" ucap El tersenyum.
"Ah kamu mah! Udah ayo buruan jalan, aku haus nih pengen cepat-cepat minum!" ujar Keira memukul lengan El dengan kasar.
"Hahaha, iya sayang iya." ucap El tertawa kecil.
El pun mulai menancap gas, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat itu.
"Kamu darimana aja sih? Kok lama banget sampe nya?" tanya Keira dengan ketus.
"Maaf sayang! Aku tadi harus temuin guru dulu pas pulang sekolah, jadinya aku telat deh datang kesini jemput kamunya." jawab El menjelaskan.
"Masa? Bukannya kamu temuin Sahira dulu dan godain dia?" tanya Keira curiga.
"Hah? Kamu bicara apa sih sayang? Enggak lah, aku udah gak pernah deketin Sahira lagi. Aku ini sekarang udah kapok sayang, aku gak mau bikin kamu marah atau salah paham lagi. Makanya aku lebih pilih buat jauhin Sahira," jawab El bohong.
"Bagus deh! Semoga kamu gak bohong dan beneran jauhin Sahira deh! Tapi, kalau ketahuan kamu masih dekat-dekat sama Sahira awas aja ya!" ucap Keira mengancam kekasihnya.
"Iya, tenang aja cantikku!" ucap El tersenyum tipis.
El mencolek dan mencubit pipi gadisnya seraya tersenyum lebar, membuat Keira menjauh dan memberi cubitan di paha kekasihnya.
"Awhh aduh sakit sayang!" rintih El.
•
•
Nawal masuk ke dalam rumah, celingak-celinguk memastikan apakah disana ada Nur atau tidak.
Setelahnya, gadis itu melangkah menuju ruang tv dimana ada Thoriq yang sedang menonton.
Melihat adiknya celingak-celinguk tidak jelas, Thoriq lantas berdiri dan menegurnya.
"Heh! Lu cari apaan sih?" ujar Thoriq.
"Eh bang, enggak kok gak cari apa-apa. Ini gue cuma mau nanya aja, cupcake sama jus alpukat yang tadi dibikin sama kak Nur masih ada gak ya?" ucap Nawal sambil tersenyum tipis.
"Hah? Kenapa lu tanyain itu? Bukannya tadi kata Nur lu gak mau ya pas dikasih? Kok sekarang lu malah nyariin?" ujar Thoriq sedikit mengejek.
"Eee gu-gue..." ucap Nawal gugup.
"Hayo, makanya Wal jangan sok-sok nolak deh kalo ditawarin! Nah sekarang akhirnya lu nyesel sendiri kan karena gak bisa cobain cupcake sama jus alpukat buatan Nur, hahaha.." ledek Thoriq.
"Ish, udah deh lu gausah banyak omong! Sekarang kasih tahu gue dimana cupcake nya!" ujar Nawal.
"Udah kagak ada, udah abis." jawab Thoriq.
"Hah? Abis? Yang bener aja bang, masa habis sih?" tanya Nawal terkejut.
"Ya iya bener, ngapain juga gue bohong sama lu?" ucap Thoriq sambil geleng-geleng.
"Seriusan? Udah gak ada sisa sama sekali gitu?" tanya Nawal tak percaya.
"Iya Nawal, udah kosong tak bersisa. Kalo lu mau lagi, sana minta gih ke Nur buat bikin yang baru!" ucap Thoriq terkekeh kecil.
"Yeh yakali gue minta begitu, gak enak lah!" kata Nawal dengan wajah cemberut.
"Hahaha, lagian salah lu sendiri sih Wal pake acara nolak-nolak segala. Nah sekarang nyesel sendiri kan lu," ujar Thoriq.
"Ah berisik lu! Yaudah, gue mau ke kamar aja." ucap Nawal berlalu pergi begitu saja.
"Eh eh tunggu!" ucap Thoriq seraya mencekal lengan Nawal dari samping.
"Apa sih bang? Gue mau ke kamar, lepasin tangan gue dong!" ucap Nawal kesal.
"Entar dulu, gue masih mau bicara sama lu!" ucap Thoriq tegas.
"Bicara apa lagi? Lu masih pengen maksa gue buat terima Sahira sama Jordan sebagai saudara gue? Dengar ya bang, sampai kapanpun itu gak akan pernah terjadi!" tegas Nawal.
Thoriq menggeleng pelan disertai tatapan mata yang mengisyaratkan amarahnya.
"Nawal!"
Keduanya terkejut saat tiba-tiba suara teriakan muncul di dekatnya, mereka langsung menoleh secara bersamaan ke asal suara dan menangkap sosok Ratna serta Nur tengah berdiri disana.
"Ibu? Nur?" ucap Thoriq pelan.
"Nawal, kamu kenapa bicara begitu barusan? Apa maksud kamu?" tanya Ratna tampak emosi.
"Bu, kok ibu marah-marah gitu sih sama aku? Biasa aja dong Bu nanyanya," ucap Nawal.
"Gimana bisa ibu biasa aja sayang? Kata-kata kamu barusan benar-benar bikin ibu kecewa sama kamu, itu udah keterlaluan sayang!" ujar Ratna.
"Bu, ibu yang sabar ya!" ucap Nur berupaya menenangkan ibu mertuanya itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...