
#SangPemilikHati Episode 85.
•
•
Sahira bertemu dengan El saat waktu istirahat tiba, ia ingin menceritakan semua yang disampaikan oleh Riki pagi tadi.
Kebetulan sekali El juga sedang mencari Sahira, karena pria itu hendak menanyakan mengenai rencana mereka untuk bertemu dengan Grey siang nanti, sekaligus mengatakan pada Sahira bahwa ia akan mengajak Keira ikut serta dengan mereka.
"Kak El!" Sahira memanggil El yang tengah berjalan di lorong sekolah bersama Alzi.
Sontak pria itu menoleh, kemudian tersenyum renyah menatap sosok gadis cantik yang memanggil namanya itu.
"Eh Sahira, ada apa?" ucap El bertanya.
"Eee gue mau bicara dong sama lu, ini penting banget dan menyangkut masalah Grey sama pak Panca! Lu bisa kan ikut gue ke rooftop sebentar?" ucap Sahira menjelaskan maksudnya.
"Oh gitu, ya bisa dong masa enggak. Yaudah, yuk lah kita ke rooftop sekarang!" ucap El.
"Oke!" Sahira mengangguk cepat dan tersenyum.
"Eh eh tunggu lah! Terus ini gimana? Tadi katanya lu mau main poker sama bocah-bocah di belakang, ngapa malah jadi pergi sama Sahira?" Alzi menahan El dan bertanya mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan.
"Yah elah, soal poker mah bisa nanti-nanti bro. Masalah ini lebih penting, karena terkait kasus yang parah! Lu harusnya paham dong!" ujar El.
"Halah alasan aja lu! Bilang aja kali, lu emang suka kan berduaan sama Sahira kayak gitu? Pake alasan pengen bantu Grey segala, padahal lu begitu cuma supaya bisa dekat sama Sahira kan?" cibir Alzi.
Plaaakk...
El menampar wajah Alzi cukup keras dan berkata, "Heh! Lu jaga omongan lu ya! Jangan sebar fitnah! Lu itu sama aja tahu gak kayak si Farhan! Dasar mulut lemes!"
"Udah udah, jangan begitu sama teman sendiri!" ucap Sahira menenangkan El.
"Tau lu El! Tega banget lu tampar pipi gue yang kyut ini!" ujar Alzi memelas.
"Idih kyut kyut pala lu! Udah, ayo Sahira kita pergi sekarang! Dia mah gausah diladenin, nanti juga diem sendiri!" ucap Elargano.
"Iya kak," Sahira mengangguk cepat.
Lalu, El pun menarik tangan Sahira dan membawa gadis itu pergi menuju rooftop sekolah. Alzi yang melihat kejadian itu di depan matanya sontak terkejut, ia tak menyangka jika El akan menggandeng tangan Sahira.
"Waduh! Si El makin nempel aja sama Sahira, gimana ya nasib Keira?" ujar Alzi bingung.
•
•
Singkat cerita, Sahira dan El sudah tiba di rooftop, mereka duduk berdampingan pada kursi panjang yang tersedia disana sambil menikmati pemandangan indah dari atas sana.
Sahira melepas paksa tangannya dari genggaman El, ia tak mau terlalu dekat dengan El mengingat pria itu adalah kekasih dari sahabatnya.
"Harus berapa kali sih gue bilang sama lu? Jangan pegang-pegang tangan gue kayak gitu! Apalagi di sekolah, nanti yang ada satu sekolah ini bisa rame pada gosipin kita! Gue gak mau ya sampai Keira dengar tuh gosip, terus nyangka yang enggak-enggak ke gue!" ucap Sahira.
"Lu gak perlu cemas gitu Sahira! Mana mungkin Keira bisa dengar sih? Dia aja gak sekolah disini, lagian belum tentu juga ada yang mau sebar gosip tentang kita!" kata El dengan santai.
"Ya emang belum tentu, tapi kan kita harus jaga-jaga aja supaya gak digosipin! Emangnya lu lupa kejadian kemarin pas kak Farhan hampir ribut sama lu? Itu kan gara-gara lu gandeng tangan gue, makanya gue gak mau itu terjadi lagi!" ujar Sahira.
"Huft, yaudah gue gak bakal pegang tangan lu lagi seusai kemauan lu! Puas kan?" ucap El.
"Oke!" Sahira mengangguk cepat.
"Jangan oke oke aja! Tadi kan lu ajak gue kesini katanya ada yang mau diomongin, ayo buru ngomong bukan malah diem!" ujar Elargano.
"Hehe iya iya... gue tuh sebenarnya pengen kasih tahu ke lu tentang pak Panca," ucap Sahira.
"Hah? Emang kenapa tuh sama pak Panca? Lu udah bisa bikin dia mengakui perbuatannya?" tanya Elargano penasaran.
"Bukan itu, tapi tadi pagi Riki temuin gue dan bilang kalau pak Panca kabur dari sekolah. Udah dua hari ini pak Panca gak ngajar, terus dia juga gak ada kabar!" jawab Sahira menjelaskan.
"Waduh! Makin susah dong buat kita selesaiin masalah Grey ini," ujar Elargano.
"Ya itu dia, tapi untungnya kita udah berhasil ambil ponsel punya pak Panca. Jadi, kita bisa dapat bukti kalau pak Panca udah ngelakuin semua itu ke Grey. Nah sekarang masalahnya, hp punya pak Panca itu udah bisa dibuka apa belum?" ucap Sahira.
El menggeleng lesu, "Belum Ra, gue juga lagi mikir gimana caranya buat buka tuh hp! Sorry banget ya, gue emang kurang ngerti kalau masalah begituan!" ucapnya.
__ADS_1
"Ya ampun! Kalo gitu percuma aja dong kita bisa dapat hp pak Panca, emang lu gak coba bawa hp nya ke counter atau tempat servis hp gitu? Siapa tahu mereka bisa buka layar hp pak Panca, bilang gitu kalau ini penting dan kita harus bisa buka hp pak Panca itu!" ucap Sahira panik.
"Iya iya, nanti siang setelah gue antar lu ketemu Grey pasti gue langsung datangin tempat servis hp yang paling bagus di sekitar sini!" ucap El.
"Jangan habis anterin gue! Mending pulang sekolah lu langsung aja ke tempat servis bawa tuh hp! Supaya cepat juga dan kita bisa lapor ke polisi!" ucap Sahira.
"Terus, lu ketemu sama Grey bareng siapa?" tanya Elargano heran.
"Eee itu mah gampang, yang penting lu harus bisa buka tuh hp pak Panca!" jawab Sahira.
"Iya deh iya..." El menurut walau sejujurnya ia kecewa karena tidak bisa mengantar Sahira pergi menemui Grey.
"Aduh! Kenapa sih Sahira jadi berubah pikiran gini? Padahal gue kan pengen antar dia," batin El.
•
•
Sementara itu, Raisa tampak senyum-senyum dan membawa sebuah kotak makan berisi roti untuk dirinya serta Roger untuk dinikmati bersama di kantin selagi waktu istirahat masih ada.
Raisa sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Roger dan makan bersama pria itu, bahkan ia membayangkan ketika tengah memakan roti buatannya bersama Roger di kantin.
"Ah gue gak sabar banget pengen makan bareng ayang bebeb Roger! Apalagi roti ini gue buat pakai cinta, pasti ayang mbeb bakal suka deh!" ujar Raisa sambil berjalan menenteng kotak berisi roti menuju kantin.
Setibanya di kantin, Raisa langsung melihat Roger yang sedang duduk disana.
"Nah itu dia!" ucap Raisa tersenyum.
Namun, tiba-tiba saja datang seorang wanita yang menghampiri Roger dan mereka duduk berdua disana dengan saling berdekatan satu sama lain.
Sontak saja Raisa merasa bingung sekaligus kesal melihat kekasihnya bermesraan dengan gadis lain di meja kantin, seketika senyum di wajahnya hilang dan berubah menjadi kesedihan.
"Sayang!" Roger terkejut dan menoleh ke asal suara, ia tambah kaget saat melihat Raisa disana.
"Raisa? Kamu mau makan ya? Ayo ayo sini duduk, kita makan bareng-bareng biar romantis!" ucap Roger yang langsung berdiri mendekati gadisnya.
"Kamu gausah sok baik deh! Ngapain kamu disini sama cewek lain? Dia siapa sayang?" ujar Raisa.
"Hah?" Roger kebingungan dengan apa yang dikatakan Raisa, ia melirik ke arah gadis di sampingnya juga depannya secara bergantian sambil garuk-garuk kepala.
"Udah deh, gausah pura-pura gak tahu gitu! Aku benci sama kamu! Nih, kamu makan aja roti ini bareng sama dia!" geram Raisa.
Raisa yang emosi pun berbalik lalu pergi meninggalkan Roger bersama seorang wanita di kantin.
"Rai, tunggu Raisa!" Roger berteriak hendak menahan gadisnya, tapi tidak dengar.
"Lu kejar gih cewek lu! Daripada dia ngambek lama, nanti malah susah bujuknya!" ucap wanita yang saat ini bersama Roger itu.
"Iya iya, sorry ya gue tinggal dulu!" ucap Roger.
Wanita itu hanya mengangguk, Roger segera berlari mengejar Raisa dengan penuh kepanikan mengingat Raisa telah salah paham dan marah padanya.
Roger berhasil mengejar Raisa, ia mencekal lengan gadisnya hingga Raisa terpaksa berhenti.
"Tunggu sayang! Jangan salah paham dulu!" ucap Roger meminta Raisa berhenti berlari.
"Ish, kamu ngapain sih ngikutin aku! Aku tuh lagi kesal dan kecewa sama kamu! Mending kamu balik sana ke kantin, temuin tuh selingkuhan kamu yang sok kecantikan itu!" ucap Raisa ngambek.
"Kamu itu kenapa sih? Cewek yang tadi itu bukan selingkuhan aku, kamu jangan mikir begitu dong sayang! Mana mungkin aku selingkuh dari kamu? Aku ini setia dan sayang banget loh sama kamu!" ucap Roger menjelaskan.
"Haish, aku gak percaya! Udah ah aku mau pergi, jangan tahan aku lagi!" tegas Raisa melepaskan diri dari genggaman Roger.
"Eh eh, kamu mau kemana sih?" tanya Roger kembali menahan Raisa.
"Aku mau selingkuh juga biar sama kayak kamu!" jawab Raisa tegas.
"Hah? Selingkuh?" Roger kaget mendengarnya.
"Ya iyalah, emang cuma kamu doang yang bisa selingkuh? Aku juga bisa kali! Udah sekarang lepasin aku dan jangan tahan aku lagi!" ujar Raisa.
"Kamu mau selingkuh sama siapa emangnya?" tanya Roger tersenyum.
"Sama bapak kamu!"
•
__ADS_1
•
Siang harinya, saat bel pulang telah berbunyi El pun langsung bergegas menuju parkiran untuk segera menjemput Keira. Biarpun ia gagal menemani Sahira menemui Grey, namun ia tetap ingin mengajak Keira menemaninya membuka kunci hp milik pak Panca.
Sesampainya di sekolah Keira, pria itu turun dari mobilnya dan mencari sang kekasih di sekitar halaman sekolah tersebut, ia celingak-celinguk berusaha menemukan keberadaan Keira yang saat ini tak terlihat di matanya.
"Duh, Keira mana sih? Apa dia masih di kelas ya?" gumam El bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Ah yaudah deh gue masuk aja ke dalam!" sambungnya.
Lalu, El pun bergerak menuju lorong sekolah. Ia mencari Keira kesana-kemari sembari bertanya pada murid yang ia temui disana, namun mereka semua tidak ada yang melihat Keira.
"Eee dek misi dek, lu lihat Keira gak? Keira Violetta," ucap El bertanya pada seorang siswi.
"Oh, aku gak lihat kak." jawab gadis itu.
"Yaudah, thanks!" ucap El singkat.
"Iya kak," gadis itu lanjut pergi meninggalkan El.
Sementara El sendiri masih berdiam disana, ia menggaruk keningnya sampai menemukan sosok Ibrahim yang tengah berjalan ke arahnya.
"Woi!" El menegur Ibrahim, membuat Ibrahim kaget sekaligus memegang dadanya.
"Lu pasti tahu kan dimana Keira sekarang? Secara lu itu pengagum rahasianya Keira, ayo cepat kasih tahu gue dimana dia!" ujar El bertanya pada Ibrahim dengan nada tinggi.
"Sorry bang! Aku gak tahu Keira ada dimana, lagian aku kan sekarang udah enggak deketin Keira lagi. Bukannya kamu sendiri yang minta?" jawab Ibrahim.
"Ya baguslah kalau emang benar lu udah jauhin Keira dan gak ganggu dia lagi! Tapi awas ya kalo lu bohong, jangan harap lu bisa lihat matahari lagi besok!" ancam El seraya menunjuk ke wajah Ibrahim.
"I-i-iya bang..." Ibrahim gugup dan gemetar.
Disaat mereka sedang saling berbincang, tiba-tiba seseorang meneriakkan nama El dari arah depan dan membuat pria itu menoleh.
"El!" itulah suara Keira, gadis cantik yang sedari tadi dicari oleh Elargano.
"Eh sayang?" El tersenyum memandang ke arah gadisnya, sedangkan Keira juga bergerak maju menghampiri sang kekasih.
"Akhirnya kamu muncul juga!" ucap El sembari memeluk dan mengecup kening Keira.
"Iya sayang, aku tadi telat keluar kelas karena harus bersih-bersih dulu. Kamu emang udah lama disini?" ucap Keira.
"Ya lumayan lah," ucap El.
"Oh gitu, maaf ya aku bikin kamu nunggu lama! Abisnya hari ini jadwal aku piket sayang. Oh ya, kamu kok sendiri? Sahira nya mana? Katanya kita mau ketemu sama teman Sahira yang namanya Grey itu?" ucap Keira penasaran.
"Eee kita gak jadi sayang, soalnya Sahira mau temuin Grey sendiri. Sekarang kita ke tempat servis hp di sekitar sini aja, soalnya aku mau buka hp yang terkunci ini!" ucap El.
"Hah? Emangnya itu hp siapa sayang? Kok bisa ada di kamu?" tanya Keira heran.
"Ini hp guru yang udah lecehin Grey, disini ada bukti rekaman video bahwa dia melakukan perbuatan keji itu terhadap Grey. Makanya sekarang aku mau bawa ini hp ke tempat servis, supaya kita bisa lihat video itu dan serahkan ke pihak sekolah sekaligus polisi sebagai bukti!" jelas Elargano.
"Oh gitu, jadinya kita sekarang pergi ke tempat servis hp nih? Terus emang Sahira gapapa pergi sendirian?" tanya Keira.
"Gapapa kok, Sahira itu kan pemberani. Yaudah, kita langsung aja yuk pergi sekarang! Supaya masalah ini cepat kelar, jadi abis itu kita bisa nikmati waktu berdua deh!" ucap El sembari mencubit pipi Keira.
"Ah kamu disaat kayak gini masih aja sempet mikir buat berduaan!" ujar Keira.
"Hahaha, ya gapapa dong namanya juga orang pacaran. Kemarin kan kita cuma ketemu sebentar, makanya hari ini aku mau puas-puasin berduaan sama kamu sayangku!" ucap El.
"Iya iya, udah yuk!" ucap Keira.
El mengangguk sambil tersenyum, lalu merangkul Keira dan mengecup keningnya sekali lagi. Disaat mereka hendak melangkah, tiba-tiba Ibrahim menahan mereka dan berhenti tepat di hadapan sepasang kekasih itu.
"Eee tunggu, aku mau bicara sebentar sama kalian!" ucap Ibrahim.
"Lu mau apa lagi sih? Kan gue udah bilang tadi, jangan ganggu hubungan gue sama Keira!" ucap El tegas.
"Iya iya bang, aku ngerti kok. Tapi, tadi aku gak sengaja dengar kalau kamu lagi mau cari cara buat buka hp yang kekunci, nah kebetulan aku tahu caranya. Jadi, aku bisa bantu kalian buat buka kunci hp itu!" ucap Ibrahim.
Elargano terkejut mendengarnya, begitupun dengan Keira. Mereka saling menatap bingung, sedangkan Ibrahim juga tak berhenti melihat ke arah keduanya dengan penuh harap.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1