
#SangPemilikHati Episode 42.
•
•
Keesokan harinya, saat di sekolah Sahira masih tak bisa melupakan sosok Keira sang kekasih Elargano itu yang ia rasa memang adalah Keira sahabat masa kecilnya dulu.
Sangking asyiknya memikirkan Keira, gadis itu sampai tak mendengar panggilan dari Raisa yang juga baru datang ke sekolah dan tak sengaja melihat Sahira berada di depannya.
"Sahira, oi Sahira!" teriak Raisa tapi tak digubris oleh Sahira yang tengah melamun.
Pukkk...
Barulah ketika Raisa maju dan menepuk pundaknya, Sahira pun sadar dan langsung menoleh ke arah Raisa sambil tersenyum.
"Eh Rai, kenapa?" tanya Sahira.
"Kenapa kenapa, lu daritadi gue panggil-panggil gak nyaut nyaut! Lagi ngelamunin apa sih lu? Ini masih pagi Sahira, udah ngelamun aja!" ujar Raisa sewot sendiri.
"Ahaha, iya maaf Rai gue gak denger tadi! Gue bukan ngelamun, gue cuma kepikiran sesuatu aja! Ini masih ngeganjel di pikiran gue dari semalam, gue aja sampe gak bisa tidur!" ucap Sahira.
"Ohh emang lu mikirin apa sih Sahira? Cerita dong sama gue biar lu gak pusing!" tanya Raisa.
"Iya, nanti gue ceritain di dalam. Sekarang kita masuk dulu yuk mumpung belum bel!" ucap Sahira.
"Oke!"
Raisa setuju dengan perkataan Sahira, mereka pun melangkah memasuki sekolah dan menuju tempat duduk yang tersedia di lorong sekolah. Dua gadis itu pun duduk disana berdampingan dan mulai berbicara membahas apa yang tengah dipusingkan Sahira.
"Nah, jadi apa nih yang bikin lu pusing banget sampe gak bisa tidur semalam?" tanya Raisa penasaran.
"Eee dulu itu sekitar sepuluh tahun lalu pas gue masih SD, gue punya teman sejati namanya Keira. Dia sama gue tuh dekat banget, sampai suatu saat kita harus kepisah karena dia pindah ke luar negeri buat berobat. Sejak saat itu sampai sekarang, gue gak tahu lagi dia gimana kabarnya! Tapi, tiba-tiba kemarin lusa gue ketemu orang yang mirip sama dia dan namanya juga sama, cuma masalahnya orang itu tuh pacarnya si El yang nyebelin!" jawab Sahira.
"Ohh maksudnya, lu ngira kalo ceweknya bang El itu sahabat masa kecil lu?" ujar Raisa.
"Iya begitu, tapi gue gak yakin sih!" ucap Sahira.
__ADS_1
"Umm, mungkin cuma kebetulan aja kali! Lu terlalu kangen sama sahabat lu itu, sampe lu ngira ceweknya bang El itu temen lu! Kan di dunia ini tuh banyak yang namanya Keira," ucap Raisa.
"Iya sih, tapi entah kenapa gue selalu mikir dia tuh emang beneran Keira sahabat gue! Karena pas gue tatapan langsung sama dia, itu gue kayak gak asing sama tatapan matanya! Gue inget banget waktu dulu sering ketemu sama Keira, dan matanya persis kayak tuh cewek!" ucap Sahira.
"Yaudah gini aja deh, biar pasti mending lu minta sama bang El buat pertemukan lagi lu sama pacarnya dia itu! Supaya lu gak penasaran lagi, semuanya clear deh!" usul Raisa.
"Ish, lu ngomong gampang! Gue prakteknya susah tau! Mana mungkin dia mau kasih izin gitu aja buat gue ketemu sama ceweknya?" ujar Sahira.
"Yeh lu coba aja dulu, gak ada yang gak mungkin di dunia ini Sahira! Katanya lu pengen tahu bener apa enggak ceweknya bang El itu sahabat kecil lu, gak ada cara lain selain itu Sahira! Lu bujuk aja bang El, siapa tahu luluh kan?" ujar Raisa.
"Huft, terus kalau misal berhasil dan gue dibolehin ketemu sama ceweknya, gue harus ngapain?" tanya Sahira bingung.
"Ya lu tanya langsung lah ke dia! Apa benar dia itu sahabat kecil lu atau bukan! Gini deh, lu punya barang atau apa gitu gak yang jadi pertanda persahabatan kalian?" ucap Raisa.
"Ada sih, bentar ya!" ucap Sahira.
Sahira membuka tasnya dan mengambil boneka pemberian Keira dari dalam sana.
"Nah ini dia!" ucap Sahira.
•
•
"El, tunggu deh!" ucap Keira menahan lengan El yang ingin masuk kembali ke dalam mobil.
"Kenapa sayang?" tanya Elargano bingung.
"Aku mau ketemu dong sama Sahira, cewek yang kemarin kamu jadiin asisten itu!" ucap Keira.
"Hah? Mau ngapain sayang?" ujar El kaget.
"Gak ngapa-ngapain, cuma ngobrol biasa aja. Boleh ya sayang? Aku tuh penasaran banget sama dia, aku ngerasa wajah dia kayak gak asing!" jelas Keira.
"Gak asing gimana maksud kamu?" tanya El bingung.
"Iya sayang, aku kayak pernah ketemu atau bahkan kenal dia dimana gitu. Tolong ya sayang, kamu bantu aku buat ketemu sama Sahira! Cuma sebentar aja kok, kalau kamu mau ikut juga gapapa biar kamu gak penasaran lagi!" rengek Keira.
__ADS_1
"Umm, oke deh sayang! Apa sih yang enggak buat kamu? Tapi, nanti aku coba minta dulu sama dia supaya mau ketemu kamu! Soalnya dia itu orangnya sok jual mahal, susah dimintain tolong!" ucap El.
"Iya sayang, makasih ya! Yaudah, kalo gitu aku masuk ke sekolah dulu ya?" ucap Keira.
"Oh iya iya, semangat belajarnya ya cantik! Jangan lupa selalu bayangin wajah aku tiap kali guru kamu lagi jelasin materi!" ucap Elargano.
"Loh biar apa dah?" tanya Keira heran.
"Ya supaya kamu bisa mencerna materinya dengan baik dong sayang, karena kalau kamu bayangin aku terus itu otomatis kamu jadi makin semangat buat fokus belajarnya! Coba aja deh kalo gak percaya, dijamin langsung ngerti!" ucap Elargano tersenyum.
"Ahaha, iya aja deh biar kamu seneng! Udah kamu juga cepetan ke sekolah gih sana! Nanti kamu telat lagi dan gak dibolehin masuk," ujar Keira.
"Iya juga ya, ini bentar lagi bel masuk bunyi. Yaudah sayang, aku pergi ya?" ucap Elargano.
Gadis itu mengangguk pelan, Elargano maju sembari memegangi dua sisi kepala Keira dan mengecup kening sang kekasih dengan lembut lalu mengusap wajahnya menggunakan dua tangan.
Cupp!
"Bye sayang!" ucap Elargano tersenyum.
"Iya, bye juga sayang!" ucap Keira sambil melambaikan tangan dan memberikan kiss bye.
Elargano pun masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Keira masih tetap disana sampai mobil kekasihnya itu tak terlihat lagi. Mendadak gadis itu kembali teringat pada sosok Sahira, ia makin penasaran apakah Sahira itu adalah Sahira yang sama dengan sahabat masa kecilnya dulu.
"Sahira, semoga benar itu kamu! Aku udah kangen banget sama kamu, aku harap kita bisa ketemu dan bermain lagi seperti dulu!" batin Keira.
Tanpa sadar Keira meneteskan air mata, tetesan itu membasahi pipinya kemudian jatuh ke bawah. Namun, ada sebuah telapak tangan yang menadahkan air mata tersebut sehingga tak jatuh ke jalan.
"Hah??" Keira terkejut saat melihat seseorang melakukan tindakan tidak jelas itu.
"Aku gak akan biarin air mata ini jatuh, Keira!" ucap pria itu.
Tanpa diduga, si pria membasuh air mata Keira ke wajahnya. Sehingga Keira dibuat terkejut dan menganga lebar menyaksikan momen itu, ia tak mengerti mengapa pria tersebut melakukannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1