Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Kedekatan Farhan dan Sahira


__ADS_3

#SangPemilikHati Episode 133.




Sepulang sekolah, El langsung menuju sekolahan Keira dengan mobilnya.


El sudah tidak sabar ingin segera memperbaiki hubungannya dengan Keira, karena ia merasa bersalah sudah menyakiti hati gadis itu.


Setibanya di sekolah itu, El pun turun dari mobilnya dan membawa sebuah buket bunga serta sebatang coklat di tangannya.


"Semoga aja Keira suka!" ucapnya sambil tersenyum.


Keira akhirnya muncul bersama kedua temannya yakni Alma dan Kartika, Keira masih belum menyadari keberadaan El disana karena ia fokus berbicara pada dua sahabatnya itu.


Tiba-tiba saja El muncul di dekatnya, membuat Keira terkejut sekaligus tak menyangka jika El sudah hadir di sekolahnya.


"Hai Keira sayang!" ucap El sambil tersenyum.


"El? Ngapain kamu kesini?" ujar Keira terkejut.


"Jemput kamu lah, apa lagi? Aku ini kan pacar kamu, jadi sewajarnya dong kalo aku jemput kamu disini." ucap El tersenyum manis.


"Aku gak mau dijemput sama kamu," ucap Keira.


"Loh kenapa?" tanya El heran.


"Aku udah minta jemput sama supir kok, jadi kamu gak perlu repot-repot buat jemput aku." jawab Keira.


"Mana supir kamu? Gak ada tuh, mending kamu sama aku aja daripada harus nunggu supir kamu yang lama itu." kata El.


"Lebih baik aku tunggu supir aku disini, daripada aku bareng sama kamu." ucap Keira ketus.


"Kenapa gitu sih sayang? Ini aku ada bunga loh sama coklat buat kamu, diterima ya cantik! Sekalian kita mampir nanti ke tempat makan dekat sini, kamu belum makan siang kan?" ucap El.


El menyodorkan bunga serta coklat di tangannya itu ke arah Keira, namun tidak digubris oleh Keira sama sekali.


"Aku gak mau!" ucap Keira jutek.


"Kenapa sayang? Ayo dong, mau ya!" bujuk El.


"Kamu susah banget sih dikasih taunya! Aku kan udah bilang gak mau, kenapa masih maksa terus?!" ucap Keira kesal.


"Ayolah sayang, aku mau bicara berdua sama kamu! Aku pengen selesaikan masalah diantara kita, supaya gak berlarut-larut!" ucap El.


"Gimana cara kamu mau selesaiin semuanya? Apa dengan putusin hubungan kita?" tanya Keira.


"Ya enggak dong, aku justru gak mau putus sama kamu. Aku mau perbaiki hubungan kita, maka dari itu ayo kamu ikut sama aku dan kita bicara berdua sayang!" jawab El.


Keira terdiam sejenak memikirkan perkataan El, Alma selaku sahabatnya pun mencoba untuk memberi masukan bagi Keira.


"Kei, menurut gue mending lu ikut aja deh sama kak El! Biar masalah lu cepat kelar juga, jadi lu gak terus-terusan kepikiran tentang ini. Lu juga gak mau kan kehilangan kak El?" bisik Alma.


"Iya sih, tapi..." ucap Keira tertahan.


"Tapi apa lagi sih Kei? Tadi aja buktinya lu ngelamun terus di kelas, mending sekarang lu kelarin deh masalah lu sama kak El!" ucap Alma.


"Iya iya, thanks sarannya!" ucap Keira singkat.


"Nah gitu dong!" ucap Alma cengengesan.


Keira pun beralih menatap El, ia mengambil nafas sejenak sebelum mulai berbicara pada pria itu.


"Gimana sayang?" tanya El penuh harap.


"Okay, aku mau ikut sama kamu." jawab Keira.


"Syukurlah! Yaudah, ini kamu pegang bunga sama coklatnya ya." kata El menyodorkan bunga dan coklat di tangannya itu kepada Keira.


Keira menurut saja, mengambil bunga serta coklat itu dari tangan El dan menghirup wangi bunga tersebut yang memang sangat ia sukai.


"Kamu suka sama bunganya?" tanya El tersenyum saat melihat ekspresi Keira.


"Iya, ini kan emang kesukaan aku. Aku gak nyangka kamu masih ingat sama apa yang aku suka, aku kira kamu udah lupain aku." jawab Keira.


"Gak mungkin lah aku lupain kamu, kamu itu kan pacar aku sayang." ucap El seraya merangkul pundak gadisnya.


"Yaudah, kita pergi sekarang aja!" pinta Keira.


"Siap sayang!" ucap El menurut.


Keira pun berpamitan kepada dua temannya, lalu pergi bersama El menuju mobilnya.




Sahira masih berdiri di depan sekolahnya, menanti jemputan dari abangnya yang hingga kini belum juga bisa dihubungi.


"Duh, ini bang Jordan kemana sih? Katanya mau jemput, tapi gak bisa ditelpon!" gumam Sahira.


Disaat ia sedang gelisah dan kebingungan, tiba-tiba Farhan muncul dengan mobilnya. Pria itu sengaja berhenti di dekat Sahira untuk menawarkan gadis itu tumpangan.


Tin tin...


Farhan membunyikan klakson, membuat Sahira terkejut dan reflek menoleh ke samping.


Sahira pun tersenyum saat Farhan turun dari mobilnya dan menghampirinya disana.


"Hai! Belum dijemput ya?" ucap Farhan.

__ADS_1


"Eee iya nih kak, belum." jawab Sahira agak gugup.


"Ahaha, kalo gitu kamu bareng aku aja naik mobil ini! Kebetulan ini mobil baru aku, kayaknya dia pengen deh ngerasain didudukin sama gadis cantik seperti kamu." ujar Farhan.


"Ah kak Farhan bisa aja! Gausah deh kak, aku udah mau dijemput abang kok." ucap Sahira menolak.


"Yah kok nolak sih? Jangan dong Sahira, yuk ah balik bareng aku aja!" paksa Farhan.


"Eee maaf kak! Bukannya gue sok atau gimana, tapi gue emang udah mau dijemput sama abang gue. Ya tapi sampai sekarang dia belum ada kabar sih, ditelpon juga gak bisa." ucap Sahira.


"Nah kan, yaudah kalo gitu kamu bareng aku aja Sahira! Daripada kamu panas-panasan nunggu disini, mending naik mobil aku!" ucap Farhan.


"Duh gimana ya..??" ujar Sahira kebingungan.


"Udah gausah bingung gitu! Kalau kamu bareng sama aku, aku jamin kamu bakal ngerasa nyaman deh! Soalnya mobil ini tuh kursinya empuk banget dan enak buat didudukin, jadi kamu gak mungkin ngerasa pegel." bujuk Farhan.


"Iya deh kak, gue mau. Tapi, bentar ya gue kabarin abang gue dulu dan bilang kalau gue mau balik bareng lu." ucap Sahira.


"Oke Sahira!" ucap Farhan tersenyum puas.


Sahira langsung membuka ponselnya, mengirim pesan pada abangnya bahwa ia akan diantar pulang oleh Farhan.


Sementara Farhan sudah tidak sabar ingin segera mengantar Sahira dan berduaan dengan gadis itu di dalam mobil barunya.


"Gimana? Udah?" tanya Farhan penasaran.


"Iya, udah kok kak." jawab Sahira singkat.


"Eh ya, kamu jangan panggil aku kak terus dong! Panggil aja Farhan gitu!" pinta Farhan.


"Tapi kan gak sopan kak," ucap Sahira.


"Gapapa, biar lebih akrab aja. Kalau kamu panggil nama kan jadinya enak gitu, plus aku juga gak ngerasa tua." ucap Farhan nyengir.


"Ahaha, iya deh kak. Eh maksud gue Farhan," ucap Sahira tersenyum manis.


"Manis banget sih kamu! Rasanya aku pengen cubit deh pipi kamu itu," ucap Farhan.


"Waduh jangan dong kak! Nanti gak enak kalau ada yang lihat, terus salah paham deh." kata Sahira.


"Biar enggak salah paham, mending kita resmiin aja hubungan kita." usul Farhan.


"Maksudnya gimana ya kak?" tanya Sahira tak mengerti.


"Eee enggak kok, gak gimana-gimana. Udah yuk, mending kita langsung pergi aja dari sini!" ucap Farhan mengalihkan pembicaraan.


"Oke!" ucap Sahira menurut.


Farhan pun membuka pintu mobilnya, mempersilahkan Sahira untuk masuk ke dalam.


Tentu saja Sahira langsung bergerak masuk, duduk di kursi mobil yang empuk dan nyaman itu.




Keira dan Elargano kini telah berada di sebuah restoran mewah dekat sekolah gadis itu.


El memang sengaja mengajak Keira kesana agar ia memiliki waktu untuk berbicara dengan gadis itu.


Keira pun menurut saja dengan El, ia duduk di kursi dengan bantuan dari El walau wajahnya masih tampak murung dan tak ada senyum sedikitpun.


El mewajari sikap Keira itu, ia tahu betul bahwa Keira sangat emosi dan sakit hati karena merasa telah dikhianati oleh kekasihnya sendiri.


"Umm, kamu mau pesan apa sayang? Disini makanannya enak-enak loh," ujar El menawarkan Keira memesan makanan.


"Aku pilih-pilih dulu," ucap Keira ketus.


"Oh oke, silahkan aja cantik!" ucap El tersenyum.


Keira tidak sama sekali melirik El apalagi membalas senyuman pria itu, ia hanya mengambil daftar menu tersebut dan membacanya.


Setelah sama-sama memesan, kini El mulai kembali berusaha untuk mengambil hati Keira dan berbicara dengan gadis itu.


"Ehem ehem, kamu kenapa gak dimakan sih coklat pemberian aku itu?" tanya El pelan.


"Ohh, aku gak mau makan coklat sebelum makan makanan yang berat." jawab Keira.


"Kok gitu, emangnya kenapa?" tanya El bingung.


"Ya gak kenapa-napa sih, aku cuma gak terbiasa aja begitu." jawab Keira singkat.


"Oalah, kirain ada alasan tertentu." kata El.


Keira terdiam, ia mengambil ponselnya dari saku baju dan mengutak-atik ponsel itu di hadapan El hingga membuat El sedikit geram.


"Sayang, kamu jangan main hp dong! Kita kan kesini niatnya mau ngobrol-ngobrol plus selesaiin masalah kita, masa kamu malah main hp begitu?" ucap El.


"Suka-suka aku dong, emang masalah buat kamu kalau aku main hp?" ujar Keira.


"Eee sebenarnya enggak sih, tapi kan obrolan kita jadi kurang nyambung nantinya kalau kamu gak fokus ke aku." kata El.


"Huft, yaudah sebentar. Aku cuma mau kirim pesan ke papa mama kok," ucap Keira.


"Iya iya, makasih ya udah mau nurut sama aku!" ucap El tersenyum senang.


"Hm," balas Keira tanpa ekspresi apapun.


Tak lama kemudian, pesanan mereka datang diantar oleh pelayan disana.


El pun meminta Keira untuk segera menikmati makanan itu mumpung masih hangat.

__ADS_1


"Nah sayang, ayo dimakan dulu! Pasti enak nih, apalagi kalo pas hangat begini." ucap El.


"Ah yang bener?" ujar Keira.


"Iya sayang, makanya kamu cobain cepet!" ucap El.


Keira mengangguk pelan, lalu mencicipi makanan yang ia pesan sesuai permintaan El.


Lidahnya terkejut dengan rasa nikmat yang baru pertama kali ia rasakan saat ini.


"Gimana? Enak kan?" tanya El penuh harap.


"Biasa aja," jawab Keira berbohong.


Seketika ekspresi El langsung berubah, ia bingung mengapa Keira bisa mengatakan seperti itu mengenai makanan yang dia pesan.


"Masa sih? Serius?" tanya El tak percaya.


"Iya, biasa aja." jawab Keira.


"Tapi, ini enak banget tau!" ujar El.


"Berarti kamu aja yang lebay!" ucap Keira.


"Yeh gak gitu, emang enak kok. Mungkin kamu belum terbiasa aja kali," ucap El.


"Ah masa?" ujar Keira.


"Iya sayang, yaudah gapapa yang penting kamu makan aja sampai habis ya!" ucap El tersenyum.


"Hm," balas Keira singkat.


El menggelengkan kepalanya cepat, lalu melanjutkan makannya walau dengan perasaan bingung dan berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa membujuk gadis itu.




Farhan dan Sahira masih berada dalam perjalanan menuju rumah gadis itu.


Farhan sengaja melambatkan laju mobilnya agar ia dapat berlama-lama dengan Sahira disana.


Sahira sendiri juga merasa bingung lantaran mereka cukup lama sekali sampai di rumahnya.


"Kak, kenapa jalanin mobilnya lama banget? Perasaan daritadi juga kita masih di sini-sini aja deh, kayak gak ada kemajuan." tanya Sahira heran.


"Iya juga ya, mungkin ini karena aku sengaja tancap gas pelan-pelan. Jadinya kita belum sampai deh di rumah kamu," jawab Farhan santai.


"Loh kenapa gitu?" tanya Sahira bingung.


"Soalnya aku gak mau terburu-buru pergi dari kamu, aku masih pengen berduaan bareng kamu disini. Kan jarang-jarang kita punya momen kayak gini," jawab Farhan sambil tersenyum.


"Ahaha, ada-ada aja ih. Padahal kalau kak Farhan mau, kita bisa kok berduaan di lain waktu. Misalnya kak Farhan ajak aku jalan berdua gitu kapan-kapan, gausah kayak gini." kata Sahira.


"Emangnya kamu mau?" tanya Farhan.


"Mau-mau aja, kak Farhan tinggal bilang aja kalau mau ajak aku jalan." jawab Sahira.


"Oke deh, makasih ya cantik!" ucap Farhan.


"Yaudah, bawa mobilnya dicepetin lagi ya kak! Soalnya aku harus segera sampai di rumah, udah lapar banget nih." pinta Sahira.


"Lapar? Gimana kalau kita mampir dulu ke tempat makan terdekat buat makan?" usul Farhan.


"Eee gausah deh kak, kita langsung ke rumah aku aja. Lebih enak makan di rumah sendiri bareng sama ibu dan abang," ucap Sahira menolak.


"Yah kok gitu sih? Tadi katanya kalau aku mau ajak kamu jalan, tinggal bilang aja. Terus kenapa kamu malah tolak ajakan aku?" ucap Farhan.


"Bukan begitu kak, tapi—"


"Ah yaudah gapapa, toh aku juga bukan siapa-siapa kamu kan. Jadi, kamu juga berhak buat tolak ajakan aku." potong Farhan sambil tersenyum.


"Duh, jangan bilang begitu dong kak! Aku minta maaf ya karena udah tolak kamu tadi, sekarang aku berubah pilihan deh. Aku mau makan siang bareng sama kamu," ucap Sahira.


"Serius? Gapapa lah Sahira, kamu gausah merasa gak enak gitu sama aku. Kalau emang kamu gak mau makan bareng aku, yaudah aku gak masalah kok cantik." ucap Farhan.


"Aku gak terpaksa kok, aku emang mau makan bareng kamu kak." kata Sahira tersenyum.


"Kamu yakin?" tanya Farhan.


"Iya, yakin sekali. Sekarang kamu arahin aja mobilnya ke tempat makan terdekat, terus kita makan bareng disana!" jawab Sahira.


"Okelah, makasih ya cantik!" ucap Farhan.


"Sama-sama, kak." ucap Sahira.


"Kok masih kak aja sih manggilnya? Aku kan udah bilang tadi, panggil nama aja!" ujar Farhan.


"Eh iya, maaf aku lupa kak!" ucap Sahira.


"Tuh kan masih kak lagi," ucap Farhan.


"Hehe, maksudnya Farhan." ucap Sahira sambil tersenyum renyah.


"Aw manis banget senyuman kamu Sahira!" ucap Farhan merasa terpesona.


Sahira pun dibuat tersipu oleh ucapan Farhan, ia merunduk dengan wajah yang memerah.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2