
#SangPemilikHati Episode 46.
•
•
"Hai Keira!" sapa Sahira.
"Hai juga, Sahira! Ada apa kamu mau ketemu sama aku?" tanya Keira penasaran.
"Eee aku...."
Sahira masih ragu untuk mengatakan keinginannya, ia khawatir jika nantinya pikiran ia tentang Keira ternyata salah dan ia hanya mendapat rasa malu serta kecewa.
Akhirnya Sahira memilih mengeluarkan boneka pemberian Keira, ia rasa jika benar Keira adalah sahabat kecilnya maka pasti gadis itu akan sadar dan tahu dengan boneka pemberian darinya.
"Kamu kenapa? Kok diem aja sih?" tanya Keira heran.
"Tau heh, jawab dulu itu pertanyaan cewek gue! Jangan malah buka tas lu!" tegur Elargano.
"Sebentar ya!" ucap Sahira tersenyum.
Sahira mengambil boneka dari tasnya, ia sengaja menunjukkan itu di hadapan Keira berharap gadis itu bisa mengenali dirinya setelah melihat boneka pemberian darinya, ia juga memeluk dan memperlihatkan pita yang sudah diberi nama inisial Sahira serta Keira sebelumnya.
"Ini dia Keira!" ucap Sahira.
Seketika Keira terbelalak melihat boneka yang dipeluk oleh Sahira, ia teringat pada momen perpisahan antara dirinya dengan Sahira beberapa waktu lalu, ya pada saat itu Keira memberikan boneka yang sama persis pada sahabat kecilnya.
"Apa? Ja-jadi memang benar kalau wanita ini sahabat masa kecil aku? Sahira, is that you?" batin Keira.
"Heh! Lu apa-apaan sih? Malah pamer boneka ke cewek gue, dengar ya Keira ini gak bakalan iri sama boneka jelek kayak gitu! Lagian kalo lu gak ada kepentingan, gue males ajak lu kesini!" ujar El.
"Ish, lu mending diem deh! Biarin gue bicara berdua sama Keira!" ucap Sahira.
"Dih songong banget bocah!" ujar Elargano.
Elargano yang hendak maju mendekati Sahira karena emosi, ditahan oleh Keira dengan menggunakan tangannya mencegah Elargano melangkah.
"Tahan sayang! Aku mau bicara dulu sama Sahira, kamu diam dulu ya!" ucap Keira berkaca-kaca.
"Loh, kamu kenapa sedih gitu sayang? Sampai mau keluar air mata, apa yang bikin kamu sedih? Oh pasti gara-gara si cewek beasiswa ini ya? Kamu pengen juga boneka kayak dia? Udah gampang sayang, aku beliin sekalian sama pabriknya nanti!" ujar El.
"Bukan sayang, udah ya biarin aku bicara dulu sama Sahira berdua! Aku pengen pastiin sesuatu, kamu diem dan jangan ikut campur sampai urusan kita berdua selesai!" ucap Keira.
"Iya iya sayang..." ucap Elargano pasrah.
Lalu, Keira pun beralih menatap Sahira masih dengan mata berkaca-kaca. Hal itu membuat Sahira sendiri terheran-heran tak mengerti apa yang terjadi pada Keira, namun ia merasa senang karena mengira Keira memang benar sahabat masa kecilnya dulu.
"Kei? Kamu tahu sama boneka ini? Kamu ingat?" tanya Sahira penuh harap.
Keira hanya terdiam dan terus menatap wajah Sahira, ia masih belum menyangka kalau akhirnya dapat bertemu dengan sahabat masa kecilnya setelah sekian lama menanti.
Gadis itu terus melangkah secara perlahan mendekati Sahira, lalu memeluk Sahira dengan erat dan menangis tersedu-sedu, ia menumpahkan air mata pada pundak Sahira karena tak bisa lagi menahan rasa sedihnya.
Elargano yang melihatnya merasa terkejut, ia bingung mengapa Keira sampai harus menangis seperti itu dan memeluk Sahira.
"Ini ada apa sih?" batin Elargano kebingungan.
Sementara Sahira berusaha menenangkan Keira dengan cara mengusap punggungnya, walau ia juga tak bisa menahan rasa sedih yang ia rasakan karena ternyata Keira adalah sahabat kecilnya.
"Sahira, aku gak nyangka akhirnya bisa ketemu lagi sama kamu disini!" ucap Keira sesenggukan.
"Iya Kei, aku pun juga gak nyangka! Ternyata kamu emang benar Keira yang dulu jadi sahabat aku, dari awal kita ketemu aku udah punya feeling akan itu! Makanya aku minta kak El buat temuin aku sama kamu, aku rindu sama kamu Kei! Rindu sekali!" ucap Sahira juga ikut menangis.
"Aku juga Sahira, aku kangen banget sama kamu! Setelah sekian lama aku kebingungan nyari kamu, akhirnya kita dipertemukan kembali Sahira! Aku mau setelah ini, kita jangan berpisah lagi ya Sahira!" ucap Keira memeluk Sahira erat.
"Iya Kei, aku juga gak mau ada perpisahan lagi diantara kita! Sesuai janji kita dulu, kita akan selalu bersama walau rintangan menghadang!" ujar Sahira.
Kini Elargano tahu bahwa memang benar Keira adalah sahabat dari Sahira, walau ia masih tak habis pikir bagaimana mungkin kekasihnya itu bisa menjadi sahabat Sahira.
•
•
Singkat cerita, Keira membawa Sahira ke taman dekat sekolahnya untuk berbincang sejenak dan melepas kerinduan diantara mereka.
__ADS_1
Sementara Elargano sengaja ditinggal di sekolah agar tak menganggu obrolan mereka berdua, tentunya Sahira dan Keira ingin menghabiskan waktu bersama tanpa ada yang bisa mengganggu mereka di taman yang sepi tersebut.
"Ra, duduk sini!" ucap Keira sembari menepuk kursi di sampingnya meminta Sahira duduk.
"Iya Kei," ucap Sahira singkat.
Sahira menurut dan duduk di samping Keira, mereka masih saling menggenggam tangan dan bertatapan satu sama lain sambil tersenyum, memang keduanya cukup merindukan momen kebersamaan seperti ini.
"Kei, kamu makin cantik aja tau! Aku pangling banget lihat kamu yang sekarang, tapi begitu melihat kamu pertama kali aku langsung punya feeling kalau ini memang kamu sahabat kecil aku yang lucu dan gemesin!" ucap Sahira.
"Ahaha, bisa aja kamu Ra! Aku juga gak nyangka bisa ketemu kamu lagi, kamu yang sekarang beda banget sama yang dulu!" ucap Keira.
"Tapi tetap lah lebih beda kamu! Ya walau sama aja sih, masih sama-sama cantik!" ucap Sahira.
"Aduh Ra! Kamu ini selalu deh dari dulu, suka banget muji aku! Padahal mah kamu sendiri lebih cantik daripada aku, eh ya sekarang kamu tinggal dimana Ra? Aku mau main dong ke rumah kamu!" ujar Keira.
"Umm, agak jauh sih dari sini. Aku tinggal di jalan flora satu, kamu tahu gak?" ucap Sahira.
"Eee aku gak tahu sih, hehe..." ujar Keira nyengir.
"Yaudah gapapa, kalau kamu mau main kita jalan bareng aja kesana! Nanti gantian deh aku yang mampir ke rumah kamu, Kei!" ucap Sahira.
"Boleh, kita langsung jalan sekarang aja yuk! Aku udah gak sabar pengen ketemu abang kamu, dia apa kabarnya sekarang? Pasti udah nikah ya?" ucap Keira menanyakan tentang Jordan.
"Benar! Bang Jordan udah nikah sama kak Nur, nanti sekalian aku kenalin ke kamu!" jawab Sahira.
"Waw! Aku jadi penasaran kayak gimana rupanya kak Nur itu, pasti cantik banget ya? Soalnya dari namanya aja Nur, artinya kan cahaya!" ucap Keira.
"Iya kamu benar! Kak Nur itu cantik banget! Ya gak kalah lah dari kamu Kei!" ucap Sahira tersenyum.
"Ah kamu ini! Yaudah, yuk kita jalan sekarang aja ke rumah kamu!" ucap Keira tampak sudah tak sabar ingin segera main ke rumah Sahira.
"Ahaha, kayaknya kamu gak sabar banget pengen ketemu sama abangku!" ledek Sahira.
"Ish kamu mah! Ya aku kan udah lumayan dekat sama abang kamu dulu, aku juga anggap dia kayak abangku sendiri! Kamu kan tahu, aku gak punya abang kayak kamu!" ucap Keira.
"Iya Kei, aku bercanda! Tapi, gimana sama cowok kamu nanti? Kita mau ajak dia juga apa gimana?" tanya Sahira bingung.
"Eee iya ya, aku baru ingat kalau ada El! Menurut aku, mending kita jangan ajak dia deh! Nanti yang ada dia malah ngerepotin kita, biarin aja dia pulang ke rumah jadi nanti kita ke rumah kamu bareng supir aku aja!" ucap Keira.
"Tenang aja! Kalaupun dia marah, paling cuma beberapa saat doang! Lagian aku pasti bisa bujuk dia kok, kamu gak perlu khawatir Ra!" jawab Keira.
"Iya deh, aku ngikut kamu aja!" ucap Sahira.
"Hahaha yaudah yuk balik!" ucap Keira.
"Yuk!"
Akhirnya Keira dan Sahira beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi kembali menuju sekolah tempat Elargano berada saat ini, ya mereka hendak pamitan lebih dulu pada El agar pria itu tak bingung.
•
•
Elargano masih berbincang dengan Max di pos satpam sekolah Keira, ia penasaran apa yang hendak dilakukan Max pada Sahira tadi, karena sebelumnya El melihat pria itu mendekati Sahira ketika dirinya tengah menyusul Keira ke dalam sekolah.
"Heh! Lu murid sini kan? Ngapain tadi lu deketin Sahira?" tanya Elargano ketus.
"Eee emang salah ya? Gue ini jomblo, jadi wajar aja kalo gue deketin cewek! Siapa tahu kita berjodoh dan bisa saling berhubungan!" jawab Max santai.
"Cih! Gue gak yakin modelan kayak lu cowok baik-baik! Pasti lu cuma mau mainin perasaan Sahira, iya kan? Dengar ya, dia itu sahabat cewek gue dan gue gak akan biarin siapapun sakitin dia!" ancam El.
"Apa sih? Gue serius loh!" ujar Max.
"Ah gue gak percaya! Udah mending lu jauhin aja si Sahira, jangan pernah berharap buat deketin dia! Lagian nih ya gue kasih tahu sama lu, masih banyak cewek di luar sana yang cantiknya lebih dari Sahira! Dia itu gak cocok sama lu, emangnya cewek di sekolah ini gak ada apa?" ucap Elargano.
"Ada sih bro, contohnya Keira. Tapi, kan sayang banget dia udah punya pacar!" ujar Max nyengir.
"Heh! Maksud lu apa ha?" ujar Elargano emosi.
El yang emosi langsung menarik kerah baju Max dan mengancamnya hendak memukul wajah pria itu karena dianggap sudah kurang ajar.
"Sabar bro sabar! Gue kan cuma bercanda, gak beneran kok!" ucap Max ketakutan.
"Awas lu berani deketin Keira, abis lu sama gue!" ancam Elargano emosi.
__ADS_1
"Selow bro, santai!" ucap Max terkekeh.
Elargano pun melepaskan tangannya dari baju Max, terlihat Max langsung merapihkan semula bajunya yang berantakan akibat perbuatan El itu.
Tak lama kemudian, Sahira dan Keira muncul kembali disana. Elargano langsung tersenyum ke arah kekasihnya dan berdiri dari duduknya bersiap menyambut kedatangan sang kekasih.
"Sayang, akhirnya balik juga kamu! Kok lama banget sih ngobrolnya? Aku bosen nih!" ujar El manja.
"Ah lebay kamu! Perasaan aku sama Sahira cuma sebentar tau ngobrolnya, lagian wajar dong kan kita udah lama gak ketemu sayang!" ucap Keira.
"Iya, gapapa kok. Terus, kalian mau pulang kan? Yuk aku antar aja sekalian!" ucap Elargano.
"Eee maaf sayang! Tapi, aku mau main ke rumah Sahira dulu! Aku pengen ketemu sama bang Jordan, abangnya Sahira ini yang udah aku anggap sebagai abangku sendiri! Abis itu baru deh gantian Sahira yang main ke rumahku, gak masalah kan sayang kalo aku perginya diantar supir?" ucap Keira.
"Duh, kenapa sih? Kan ada aku disini sayang, ngapain coba kamu pake minta jemput supir? Udah biar aku aja yang antar kalian berdua, ya sayang ya?!" paksa Elargano ingin mengantar mereka.
"Jangan sayang! Aku pengen punya waktu berdua sama sahabat lama aku!" rengek Keira.
Elargano terdiam garuk-garuk kepala bagian belakang, ia yang tadinya ingin memiliki waktu bersama sang kekasih harus gagal lantaran gadisnya justru lebih memilih bersama Sahira.
"Yaudah deh, aku bolehin kamu berduaan dulu sama Sahira! Tapi, jangan lupa kasih kabar aku loh sayang!" ucap Elargano.
"Iya sayang, makasih ya! Aku barusan udah kabarin supir aku buat jemput kesini, kalo kamu mau pulang duluan gapapa kok sayang!" ucap Keira.
"Enggak, aku temenin kamu sampai supir kamu datang jemput!" ucap El tersenyum sambil mengusap puncak kepala gadisnya.
"Hilih bucin!" sindir Sahira.
"Heh! Lu kalo itu bilang! Makanya punya pacar dong, biar ada yang bucin sama lu! Ups lupa, lu kan gak laku ya, haha!" ujar Elargano.
"Sayang, kamu kok gitu sih sama sahabat aku?" tegur Keira tak suka.
"Eee gak gitu sayang, aku kan cuma bela diri!" ucap Elargano ketakutan.
Sahira terkekeh geli melihat tingkah laku sepasang kekasih itu, ia tak menyangka Keira dan Elargano ternyata sangat bucin dan membuatnya gemas sendiri.
•
•
Setelahnya, kini Sahira dan Keira sudah sampai di depan halaman rumah Jordan yang tak lain juga merupakan rumah tempat tinggal Sahira sesuai tujuan awal mereka.
Kedua gadis itu turun dari mobil, lalu bergandengan tangan menuju ke dalam sambil tersenyum.
Terlihat Nur tengah menyiram tanaman di halaman, ia pun terkejut melihat seorang gadis yang digandeng oleh Sahira, namun ia berpikir mungkin saja itu adalah teman Sahira yang sedang ingin main ke rumahnya.
"Sore kak!" ucap Sahira menyapa Nur.
"Eh, iya Sahira sore juga! Kamu kok baru pulang sih tumben? Biasanya juga udah pulang sekolah dari siang, ini kok bisa sampe sore gini?" tanya Nur.
Sahira tersenyum kemudian mencium punggung tangan Nur sang kakak ipar.
"Iya kak, aku ada urusan sebentar tadi! Oh ya, kenalin kak ini sahabat kecilku namanya Keira! Aku baru ketemu lagi sama dia setelah sepuluh tahun lamanya, gak nyangka banget kan kak?" ujar Sahira.
"Wah yang bener?!" ujar Nur terkejut.
"Benar kak! Salam kenal, aku Keira!" ucap Keira mengenalkan diri sembari mencium tangan Nur.
"Iya Keira, salam kenal juga ya! Aku Nur, kakak iparnya Sahira!" ucap Nur.
"Iya kak Nur," ucap Keira tersenyum.
"Eh ya, bang Jordan udah pulang belum ya kak? Soalnya aku mau ajak Keira ketemu sama dia, kan udah lama juga mereka gak ketemu!" ucap Sahira.
"Udah kok, abang kamu ada di dalam!" jawab Nur.
"Oh gitu, yaudah kak kalo gitu kita berdua masuk ke dalam dulu ya?" ucap Sahira.
"Iya Sahira, nanti aku nyusul!" ucap Nur.
"Yuk Kei!"
Sahira pun mengajak Keira masuk ke rumahnya, tentu saja Keira setuju dan mengikuti kemana sohibnya itu pergi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...