SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Magdalena datang ke kantor Anthony.


__ADS_3

Setelah menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya pada Diana dan Bram,


"Rachel membersihkan dirinya, setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, matanya sudah tidak bisa menahan kantuk yang menyerang dirinya.


******


Mata Anthony masih fokus menatap layar komputernya, membaca dengan teliti laporan keuangan yang baru saja masuk kedalam file pribadinya.


"Apakah aku menggangu mu? kelihatannya cucuku Sangat sibuk hari ini?" tegur Magdalena. kakinya melangkah masuk kedalam ruangan Anthony. di ikuti Dion di belakang Magdalena.


" Oma..." Anthony menghampiri Magdalena lalu memeluknya.


Magdalena merenggangkan pelukannya.


"Oma tadi malam menunggu kamu pulang ke rumah,tapi kamu tidak pulang ke rumah" lirih Magdalena, memasang wajah sedih.


" Aku minta maaf Oma, karena semalam... ," Anthony teringat dengan Rachel, ketika Rachel sengaja menghentikan mobilnya" Aku membantu seseorang " ucapnya lagi.


" Hingga kamu melupakan kami di rumah ?" ucap Magdalena.


Anthony menuntun Magdalena ke arah Sofa" semalam aku menolong orang yang kecelakaan, dan membawanya ke rumah sakit, Oma" ujar Anthony.


Magdalena tersenyum mendengar ucapan cucunya, ternyata cucunya masih peduli dengan orang lain.pikirnya.


"Dion, Apa saja Agendaku hari ini?" tanya Anthony.


" Bos, Ternyata orang yang Bos tolong semalam, adalah Klien kita, Tuan Oliver Arsenio Agam" ucap Dion, mengingat kejadian semalam.


" Agam? kebetulan sekali" gumam Tersenyum tipis.

__ADS_1


Anthony mengerutkan dahinya.


" Oliver Arsenio Agam? CEO dari Agam Company?" Tanya Anthony.


" Iya,Bos. dan salah satu Agenda Bos hari ini adalah bertemu dengan Tuan Oliver" jawab Dion.


" Anthony ada yang ingin Oma bicarakan dengan kamu,"Magdalena memotong pembicaraan antara Anthony dan Dion, bangun dari tempat duduknya" Oma tunggu kamu di Rumah! ingat di rumah!!!"Magdalena menggantungkan Tasnya di lengan kanannya.


"Biar aku antar Oma sampai mobil!" ucap Anthony menggandeng tangan Magdalena keluar dari ruangannya.


********


Toko Kue


Rachel sibuk menulis, semua persediaan bahan kue yang telah menipis di gudang Toko kuenya.


" Berhubung Tante Merry tidak ada di sini...biar saya yang belanja semua bahan kue di Pasar Koja!" ucap Rachel pada Rully dan pegawai tokonya.


"Nyonya? jangan ngasal, yah" mata Rachel mendelik menatap Rully.


"Sorry...Calon Nyonya..." Rully berlari pergi menghindari Rachel.


"Awas Kamu yah..." ucap Rachel sambil menunjuk ke arah Rully. yang berlalu pergi keluar toko, karena mempunyai janji dengan Customer.


Setelah Dari dapur, membuat cake resep barunya, Rachel. pergi menuju pojok Toko kue, yang menyediakan beberapa meja kecil dan kursi, bagi pengunjung toko yang ingin makan kuenya di sini. Rachel juga menyediakan Teh dan Kopi secara gratis untuk mereka yang makan di toko kuenya.


Sambil melipat tangan di dadanya, beberapa kali Rachel memejamkan matanya, menahan rasa ngantuk tiba-tiba, menyerang dirinya.


" RACHEL..."Amanda memeluk Rachel dari samping.

__ADS_1


Mata Rachel membulat seketika, dirinya terkejut dengan ulah Amanda.


" Bikin kaget aja" ucap Rachel, lalu mengucek kedua matanya.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Amanda.


"Mau melamar pekerjaan..." jawab Rully berbohong ketika melewati meja mereka .


Author POV.


Hanya Rully yang tahu siapa Rachel, karena Rully sahabat Rachel dari mereka sekolah Di SMP. Rully juga anak yatim-piatu, sama seperti Rachel, yang membedakan mereka Rachel Memiliki beberapa warisan dari kedua orangtuanya, sedangkan Rully di tinggalkan hutang, oleh kedua orangtuanya. sehingga rumahnya dan semua simpanan orangtuanya di sita Bank.


Rachel menolong Rully ,dan menyuruh Rully tinggal di toko Kue milik mamanya, dan membantu Tante Merry mengelola Toko kue


end.


Amanda menoleh ke arah Rachel


"Serius? kamu mau kerja di sini? kalau Tante kamu marah?aku takut.. " seru Amanda tiba-tiba, Amanda menggigit ujung jarinya.membayangkan Rachel di usir dari rumah Tante Diana.


"Jangan Ribut! Kagak malu di liatin orang" Rachel melihat ke arah beberapa pengunjung Toko nya.


"Duduk!" Rachel menarik tangan Amanda agar duduk di sampingnya "Jangan Halu! lebih baik diam...di-am!" Rachel menekan suaranya.


Amanda mengerutkan keningnya, memandang wajah datar Rachel.


" wajah kamu kok pucat? kamu sakit?" tanya Amanda mengamati wajah Rachel.


" Aku semalam Donor darah" jawab Rachel.

__ADS_1


" Aku juga tiap malam Donor darah, tapi wajah ku tidak pernah pucat seperti kamu" sahut Amanda.


Rachel menepuk jidatnya, mendengar ucapan Amanda.


__ADS_2