SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Oliver menemui Rachel.


__ADS_3

Semenjak malam pesta pernikahan Rey, semua kehidupan Rachel akan berubah


***********


Tiga hari berlalu.


Rachel menyusuri koridor kampus bersama Rully.


" kalau begitu,Kita buat Donat kentang saja, praktis dan banyak yang suka?" Rachel memberi saran.


" Yah udah nanti gua kasih tahu kak Ilham, elu nyumbang Donat kentang untuk Bazar Amal," Rully mengetik di ponselnya.


Ting...suara pesan di ponsel Rully.


Rully membaca pesannya.


" Chel, kak Ilham bilang yang banyak bikinnya, jangan lupa buat di markas!"mata Rully masih menatap layar ponsel.


" oke..." Sahut Rachel. Melanjutkan langkah mereka berdua, menuju tempat parkir .


" Elu bawa mobil?" tanya Rully.


" Iya, mobilnya Tante Diana" ucap Rachel.


"Rachel" suara yang tidak asing, Memanggil namanya.


" Ada apa?" tanya Rachel ketika Rey mendekatinya.


" Aku mau ngomong sama kamu!" ucap Rey.


" Silakkan! ngomong aja!" Rachel.


" saya mau kita bicara berdua saja!"Rey.


" Tapi saya tidak mau ngomong berdua dengan kak Rey!" Rachel.


Rey mendengus kasar mendengar ucapan Rachel.


" Apa tujuan kamu, mendekati kakak saya? kamu mau balas dendam sama saya?karena saya memutuskan hubungan dengan kamu?" mata Rey menatap tajam wajah Rachel.


Rachel mengepalkan tangannya, menahan amarahnya.


" Kamu kira saya perempuan apa? Oma Magdalena, yang meminta saya untuk menjadi calon istri,cucunya..." Rachel.


" Kan kamu bisa menolaknya" Rey.


" Kenapa saya harus menolaknya?Dia tampan, mapan" Rachel tersenyum mengejek.

__ADS_1


Rully hanya diam mendengarkan perdebatan mereka berdua.


" Dia itu seorang Duda" Ucap Rey.


" Memang nya kenapa kalau dia seorang duda? aku juga tidak keberatan" Rachel menatap wajah Rey.


" Kalau kamu merasa keberatan saya menjadi calon istri sepupu kamu... silahkan kamu pergi ke Rumah keluarga Ambishius! katakan pada mereka, bahwa, kamu. keberatan kalau saya menjadi calon menantu keluarga Ambishius!," langkah kaki Rachel maju satu langkah mendekati Rey " Dan saya akan berterima kasih kepada kamu! Kamu berani?" Rachel tersenyum mengejek pada Rey.


" Ayo kita pergi dari sini, mual gua liat mukanya..." Rachel menarik tangan Rully pergi meninggalkan Rey yang masih berdiri terpaku melihat kepergian Rachel.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di tempat parkir saling bergosip, melihat kejadian ini.


" Gua yakin dia masih cinta sama elu,chel" ucap Rully sambil menekuk kedua tangannya di atas meja,menopang dagunya.


Rachel menghentikan Aktivitasnya yang sedang membuat adonan Donat.


" Itu urusan dia, gua kagak mau ambil pusing" Ucap Rachel melanjutkan aktivitasnya.


" Elu, masih cinta sama kak, Rey?"


"Sudah hilang" jawab Rachel.


" cepat amat move on nya?" Rully.


"ketika Rey memutuskan hubungannya sama gua, gua berusaha untuk menerima kenyataan,kalo gua enggak bakalan bersatu dengan Rey. dan gua belajar sedikit demi sedikit untuk melupakan Rey," Rachel menarik nafasnya dalam-dalam, lalu di hembuskan " Jujur, sampai saat ini, semua kenangan gua dengan Rey Masih melekat di memori kepala gua. Rachel tersenyum.


"udah...ah, jangan bahas itu lagi!" ucap Rachel.


********


Ririn memicingkan matanya melihat pria itu membawa seikat bunga lyly .


" ini orang mungkin dari acara pesta pernikahan' melihat penampilan sang pria memakai jas berwarna navi.


Ririn keluar dari belakang mesin kasir, lalu mendekati pria tersebut.


" orang bule" gumam Ririn semakin mendekati pria asing.


"Sir, can I help you?" Ririn.


" Rachel,apa dia ada disini?"


"Rachel" Gumam Ririn memandang wajah pria asing" ternyata nih bule pinter ngomong bahasa Indonesia" gumam Ririn


Tuan tunggu di sana dulu yah!"Ririn menunjuk ke arah, tempat biasa para pengunjung duduk di toko kue.


Mata pria asing mengikuti jari tangan Ririn.

__ADS_1


" Non chel, Non chel, Non chel..." seru Ririn, masuk ke dalam kantor Rachel.


"Ada apa...mbak Ririn?"Rachel tersenyum melihat Ririn sedang mengatur nafasnya. tampak lucu bagi Rachel karena tubuhnya Ririn yang gempal, sedang ngos-ngosan.


" Ada cowok bule, gannnntenggg banget,"ucap Masih mengatur nafasnya.


"Dia...cari non chel" ucap Ririn


Rachel mengerutkan keningnya.


" Perasaan...aku tidak punya kenalan orang asing?": Rachel mencoba berpikir.


" Dia juga bawa bunga, jangan-jangan dia penggemar kamu" Ririn tersenyum lebar.


" Aku bukan artis, mbak"


" Udah temuin aja dulu,non chel! nanti bunganya tuh bule layu, kelamaan nunggu,non chel" saran Ririn.


" Dia bawa bunga?" Rachel jadi penasaran.


" Mbak, Ririn. ada yang mau transaksi" teriak salah satu karyawan Rachel . dari koridor toko kue.


" Ayo,mbak. kita keluar! jadi penasaran,aku." Rachel keluar dari ruangannya.


Rachel melihat seorang pria Asing dari kejauhan memandang ke arah dirinya. bibir pria asing itu telah membentuk garis melengkung, ketika Rachel semakin mendekati Dirinya.


" Selamat siang" Sapa nya pada Rachel. matanya masih menatap Rachel.


"Siang,anda mencari saya?" Rachel menjabat tangan pria asing.


Rachel mengamati wajah pria asing tersebut, sepertinya wajahnya tidak asing di lihatnya. tapi di mana dia pernah melihatnya?" pikir Rachel.


pria asing memberikan seikat bunga Lily pada Rachel.


" Trimakasih" Rachel menerima bunga Lily pemberian pria asing.lalu mempersilakan pria itu duduk kembali.


Oliver mengerutkan keningnya, melihat gelang yang Rachel pakai.


" Aku ke sini karena ingin mengucapkan Rasa trimakasih ku kepada anda,karena anda telah menyelamatkan hidup saya"


"Jangan berbicara seperti itu!tuan?"


" Oliver, panggil aku Oliver!' sahutnya.


" Tuan Oliver, nama yang bagus" puji Rachel.


" Aku menolong anda, karena kebetulan aku berada di tempat kejadian" ucap Rachel.

__ADS_1


Oliver dan Rachel saling bercerita. Oliver merasa nyaman berbicara dengan Rachel, begitu juga dengan Rachel .


"Boleh aku tahu, tentang gelang mu? sepertinya aku menyukai Disainya..." bohong Oliver.


__ADS_2