
Sekarang Rachel sudah berada di Apartemen milik Anthony.
Setelah dari hotel, Rachel pulang ke rumah Tantenya untuk mengambil pakaian dan surat penting pribadinya.
Sekarang mereka berdua sedang berada di atas tempat tidur yang sama.
Mereka berdua masih menatap ke arah langit-langit kamar .
"Rachel...kenapa kamu mau menikah dengan saya? perbedaan usia kita terlalu jauh?" tanya Anthony.pandangan matanya masih tetap ke arah yang sama.
"Anda, sudah tahu jawabnya" jawab Rachel. perasaan hatinya tak menentu. Rachel merasa risih harus berbagi tempat tidur dengan orang lain, apa lagi seorang pria.
"Aku ingin kita menjalani rumah tangga seperti orang lain, walaupun pernikahan kita hasil dari perjodohan! kamu mau kan?" pinta Anthony. menengok ke arah Rachel.
Pandangan mata mereka terkunci satu sama lain, sampai akhirnya Rachel mengangguk lalu tersenyum, menandakan setuju dengan ucapan Anthony.
"Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan tuan! sekarang tidurlah" ucap Anthony tersenyum lebar pada Rachel.
"Akan ku pikirkan, panggilan apa yang cocok buat Anda" sahut rachel.menarik selimut sampai bahunya.
Satu Minggu kemudian.
"Selamat pagi..." sapa Rachel melihat suaminya mendekat ke arahnya. saat ini Rachel sedang menyiapkan sarapan pagi.
"pagi..." jawab Anthony sekenanya.lalu mendudukkan dirinya di kursi makan.
Anthony melihat beberapa masakan tertata rapi di atas meja.
" Apa kau yang memasak semua masakan ini?" mata Anthony masih menatap ke arah makanan. semua makanan yang tersedia adalah makanan favoritnya.
" Semua ini makanan Favorit mas, kemarin Mommy memberikan informasi kepada ku, tentang semua makanan ke sukaan,Mas" terang Rachel. sambil menaruh nasi di atas piring Anthony.
" Enak" batin Anthony sambil mengunyah makanannya.
" Sore ini aku akan pergi ke Amerika, mungkin sekitar Satu Minggu aku di sana, kamu mau tinggal di mana ? di rumah Mommy atau di rumah Tante Diana?" tanya Anthony.
"Biar aku tinggal di apartemen saja" jawab Rachel.
"Di sini? apa kamu tidak kesepian tinggal sendiri di rumah?" tanya Anthony.
"Besok aku mulai magang di Perusahaan Om Bram, jarak dari kantor om Bram ke apartemen tidak terlalu jauh, jadi aku memutuskan untuk tinggal di sini saja" ujar Rachel.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak Magang di Perusahaan ku saja?" tanya Anthony.
" Maafkan aku" jawab Rachel.
"Aku pergi dulu" ucap Anthony.
Rachel mencium punggung tangan suaminya. memberi senyum manis pada Anthony Ketika suaminya menengok ke arah Rachel.
Suara ponsel Rachel berbunyi.
"Rachel"Diana.
" Tante Diana? Tante masih di Bali?" Rachel
" Iya sayang, bisakah besok sore kamu ke rumah Tante? ada yang ingin Tante berikan kepada mu sayang" Diana
" Baik, Tante" Rachel.
" Tante jangan terlalu capek, jangan telat makan, nanti asam lambung Tante naik!!!" ucap Rachel.
" Iya sayang, Di sini kan Tante cuma nemenin Om kamu, jadi kamu tidak usah terlalu khawatir!" Ucap Diana memutuskan telfonnya.
Ting...Tong...suara bel apartemen.
Dion tersenyum kaku, Sejak pertama kali melihat Rachel di rumah sakit . entah mengapa Dion merasakan Aura yang berbeda. Di mata Dion Rachel wanita yang sangat anggun dan berwibawa. sehingga membuat Dio. segan berbicara dengan Rachel.
"Selamat Siang nyonya" sapa Dion.
"Jangan memanggilku Nyonya! panggil aku Rachel! seperti awal kita bertemu di rumah sakit... oke?!"
" Saya tidak berani Nyonya" jawab Dion menundukkan kepalanya.
"Aku ini masih muda, kalau begitu tolong ubah panggilannya!"
" Bos, meminta saya menjemput nyonya!" ucap Dion. mengabaikan ucapan Rachel.
" Menjemput ku?"
" Iya,nyonya"
Di dalam mobil mereka diam saja tidak ada percakapan . Mata Dion fokus ke arah jalan raya. Perjalanan mereka tempuh sekitar dua jam.
__ADS_1
Rachel memandang sebuah villa di hadapannya.
Anthony tersenyum melangkah ke arah istrinya " Ikutlah denganku" Anthony langsung menggandeng tangan istrinya.masuk ke dalam Villa.
Flashback on.
" Selamat pagi Tuan " Sapa Clara sekertaris Anthony.
Anthony Diam tak membalas ucapan Clara, lalu masuk ke dalam ruangannya.
Matanya membulat lebar-lebar ketika melihat Para Sahabatnya berkumpul di Ruang kerjanya.
"Akhirnya pengantin baru datang juga" tegur James.
" Brother! kenapa kamu tidak mengundang kita semua di acara pernikahan mu?" David
" Maaf kan aku, acaranya begitu mendadak, hanya keluarga dan rekan bisnis terdekat saja yang di undang...aku kira kalian semua berada di luar negeri?" Racau Anthony memberi alasan.
pada waktu acara pernikahan, Semua sahabat Anthony memang berada di luar negeri.
"Aku saja tahu berita pernikahannya dari Dion" sela Arga.
" Hai...Dion bilang kamu pergi Baby moon...aku tidak ingin mengganggu waktu kalian" jujur Anthony.
"Aku dengar kau menikah dengan seorang wanita yang wajahnya sangat cantik?" tanya Brain.
Anthony hanya tersenyum mendengar ucapan Brain.
" Dion!," Arga menatap wajah Adiknya.
" Kamu jemput istrinya Anthony, bawa dia ke villa, kosongkan semua agendanya hari ini!" ucap Arga.
" Hai...aku Bosnya..." sahut Anthony. yang mulai curiga dengan gerak-gerik para sahabatnya.
" Kau harus menebus kesalahan mu, hari ini kita berkumpul di villa Arga.untuk menyambut kehadiran nyonya Anthony" Beo Brian.
" Sore ini aku harus terbang ke Amerika" ucap Anthony.
" uang mu banyak, masih ada hari lain" James mulai menggandeng pundak Anthony.
"Aku akan menghubungi Serly dan Morena agar mereka berdua datang ke villa" ucap Arga.
__ADS_1
" Jangan lupa hubungi Bianca" teriak Brain yang menggandeng Anthony keluar dari ruangannya.
flashback off