SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Di Mansion keluarga Agam. 1


__ADS_3

London.


"Bagaimana keadaan Daddy ku, Darrell?" tanya Anson pada Sahabatnya yang berprofesi sebagai Dokter tepatnya Ahli penyakit dalam.


"Masa keritisnya sudah lewat, biarkan dia istirahat!" jawab nya sambil menepuk bahu Ansel


"Aku pulang dulu... jangan lupa jaga pasienku!"


"Hai...dia Daddy ku... tidak mungkin aku tidak menjaganya..." Ansel jadi Emosi mendengar ucapan Darrell.


Darrell hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Sahabatnya "Kau tidak pernah berubah selalu saja Emosi... aku bingung mengapa Valeria bisa bertahan hidup bersama mu..." Racau Darrell.


"Kau tanyakan saja sendiri pada dirinya, dia kan sepupumu"ucap Ansel sekenanya.


Darrell masih tersenyum mendengar ucapan Sahabatnya.


"Aku pulang dulu..." pamit Darrell.


"Terimakasih atas bantuan mu..." ucap Ansel dengan tulus.


"Hai... jangan sungkan begitu, itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban ku sebagai dokter, Apalagi uncle Elias sudah ku anggap seperti Daddy ku sendiri..." sahut Darrell.


"Ayo aku antar Kau sampai ke depan..." ajak Ansel.


" Sampai depan pintu rumah ku?" tanya Darrell pura-pura bodoh, menggoda Ansel


"Depan pintu rumah, Scarlett" Balas Ansel lalu tertawa melihat wajah Darrell berubah datar.


Scarlett seorang dokter Ahli bedah, berstatus janda yang bekerja di Rumah sakit milik Darrell. Ansel tahu Darrell mencintai Scarlett, tapi Darrell tidak berani mengatakan cintanya pada Scarlett.


"Kau seperti Anak muda saja, bila kau jatuh hati padanya, katakan Kau mencintainya, apa lagi kau sudah pernah membina rumah tangga, masa bilang begitu saja berpikir dua kali, ck" Oceh Ansel.


"Aku takut dia menolak cinta ku..." ucap Darrell.


"Hai... wajah mu sebenarnya lebih tampan dari ku, dia tidak akan menolak mu!" Ansel memberikan semangat untuk Sahabatnya.


"Wow.... ternyata kau mengakui ketampanan ku, Ansel"sahut Darrell.


"Yah...wajahmu tampan sahabat ku, hanya kau bodoh tidak mengandalkan ketampanan mu untuk mengikat hati seorang wanita " ucap Ansel. mengingat pernikahan Ansel yang dulu hasil perjodohan orang tua mereka dan kandas di tengah jalan.


"Sepertinya aku harus belajar padamu, mengingat kau mantan, seorang Playboy" sahut Darrell.


"Darrell..." Panggil Valeria. sambil berjalan mendekat kearah mereka.


"Kau mau kemana?" tanya Valeria.


"Aku mau pulang...ingin beristirahat..." jawab Darrell.


"Jangan pulang dulu...makan malam di sini! setelah itu baru pulang!" ajak Veleria. kembali melangkah ke arah dapur.


"Kalau Nyonya rumah sudah berbicara seperti itu, Jangan menolaknya..." ujar Ansel.


"Bagaimana aku bisa menolak ajakan wanita yang lemah lembut seperti dirinya " sahut Darrell.


"Hai...dia istriku, Hanya aku yang bisa memujanya..."Ansel meninggikan suaranya.


"kenapa kau posesif sekali...dia itu sepupuku...aku berhak memujanya..." Ucap Darrell tidak mau kalah.


Tiba-tiba Pintu Mansion terbuka lebar...


Membuat pandangan mata mereka menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


"KAKAK..." Ansel segera mendekati Anson. kakaknya usia mereka hanya berbeda 10 menit.


Ansel Langsung memeluk Saudara kembarnya.


"Dasar Sinting... Mengapa kau memelukku!" ucap Anson tak mengerti jalan pikiran adiknya. lalu merenggangkan pelukannya.


Darrell hanya menepuk jidatnya melihat tingkah sahabatnya yang susah di tebak orangnya.


"Kakak Aku merindukan mu" ucap Ansel.


"Hai...aku baru keluar dari Mansion 15 menit yang lalu, sekedar jalan-jalan di sekitar Mansion dan kau tiba-tiba merindukan ku" Anson hanya menggelengkan kepalanya, tingkah kembarnya ini sangat mengesalkan bagi Anson.


"Darrell...tolong kau cari kan Obat untuk Ansel! agar dirinya agak tenang.


Darrell tertawa kecil mendengar ucapan Anson.


Valeria datang menemui mereka kembali tapi Valeria berjalan bersama Evita istri dari Anson. dua wanita yang memiliki paras wajah yang cantik, tersenyum kepada mereka bertiga.


"Hidangan Makan malam sudah siap, Ayo kita makan!" ajak Evita.


Tiba-tiba pintu Mansion terbuka lebar kembali.


Semua pandangan beralih ke arah pintu.


"AKU PULANG..." Teriak Orion di pintu Mansion.


PLAK...


Dustin memukul kepala Orion.


"Aduh...duh...duh..." Orion berpura-pura kesakitan menggosok kepalanya sambil memasang wajah meringis.


Dustin memeluk tubuh mommy nya.


"Aku merindukan mu, Mommy" ucap Dustin yang memang jarang bertemu dengan Ibunya.


"Di mana yang lainnya? Di mana kakak dan adik mu" tanya Ansel.


"Aku di sini... Daddy" seru Oliver.


Semua mata tertuju pada Oliver dan Justin Begitu juga dengan Rachel yang berdiri di antara mereka berdua.


Jantung Anson dan Ansel berdetak kencang. melihat seorang wanita muda berdiri di hadapan Oliver dan Justin.


Yah...Tuhan aku seperti melihat Mommy yang sedang berdiri di sana, Anson


Tidak...ini tidak mungkin...siapa wanita ini? mengapa wajahnya mirip seperti Mommy. Ansel.


Bibir Orion tertarik ke atas, melihat perubahan wajah, Daddy dan Unclenya. yang memasang wajah serius.


"Ayo kita Masuk...kita bermain sandiwara sedikit" Bisik Justin pada Rachel.


"Sandiwara..." tanya Rachel berbisik.


"Ikuti saja permainan ku" sahut Justin.


Rachel tiba-tiba teringat dengan suaminya, saat suaminya memaksa dirinya, berbohong menjadi kekasih Anthony.


"Jadilah Artis yang baik!" sahut Oliver. mendukung ucapan Justin.


"Mengapa kalian berdiri di situ? cepat kemari!" Ansel memanggil mereka, melambaikan tangannya.

__ADS_1


agar Oliver dan Justin mendekat ke arah mereka.


"Siapa Dia?" tanya Ansel ketika melihat wajah Rachel, tatapan mata Ansel dan Rachel saling terkunci.


Rachel menjadi salah tingkah lalu menundukkan wajahnya.


"Wajahnya cantik sekali" Ucap Evita.


" Dia kekasih ku, Mom..." celetuk Justin tiba-tiba.


Semua Orang terkejut mendengar ucapan Justin.


Rachel membulat kan matanya mendengar ucapan Justin. lalu menoleh ke arah Justin.


Justin mengedipkan sebelah matanya. pada Rachel.


sampai Rachel mengerucutkan bibirnya. lalu menunduk kembali.


Dustin hanya tersenyum miring mendengar ucapan Saudara kembarnya.


Sedangkan Orion sedang menahan tawanya, mendengar ucapan Justin


Oliver Sudah tidak ada di sana, Oliver pergi ke kamar putranya, Elton nama putranya. Rasa rindunya sudah tak tertahankan, Oliver ingin memeluk putra semata wayangnya.


Valeria melihat Rachel dari kepala sampai ujung kaki Rachel.


'Wanita ini sangat cantik mengapa wajahnya mirip sekali dengan Mommy Agatha, apa mungkin...Dia Putrinya Javier" gumam Valeria dalam hatinya, matanya masih memperhatikan Rachel.


"Iya...dia Putrinya Javier...yah tuhan" Veleria lmelihat gelang yang di pakai Rachel, Valeria langsung memeluk tubuh Rachel.


Tangis Valeria saat itupun pecah, sambil memeluk tubuh Rachel .


Ansel terheran-heran melihat istrinya yang tiba-tiba memeluk Rachel .


" Mengapa Mommy mu, memeluk perempuan itu?" tanya Ansel pada Orion.


"Mungkin Mommy merasa kasihan pada perempuan itu... Karena mau mencintai kak Justin" Jawab Orion sekenanya.


Pletakk... Dustin menyentil keras kening Orion.


"Kakak...kalau mau menyentil bilang-bilang dong!" seru Orion menggosok keningnya.


"Mengapa bicara mu malah ngelantur terlalu jauh... Uncle...Dia itu Putri Uncle Javier..." seru Dustin.


Ansel,Anson, Evita, dan Darrell sama-sama terkejut mendengar ucapan Dustin...


"Ha...iiii... Rencana sandiwaranya menjadi gagal" Ucap Justin memandang jengkel pada Dustin.


Mata Anson menyalang tajam menatap ke arah putranya,


Justin menelan Saliva nya, ketika mendapat tatapan seperti itu dari Daddynya.


TBC


Terimakasih...


Jangan lupa jempolnya yah...guys.


Vote juga boleh 😀😀😀😀😎


Typo bertebaran harap maklum.

__ADS_1


__ADS_2