SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
pengalaman pertama


__ADS_3

Rachel segera menarik Hoodie berwarna abu-abunya, lalu berlari menuruni tangga rumah, menyambar kunci motornya.


" Loh,chel.kamu mau kemana?" tanya Diana yang sedang duduk di teras depan rumah.


" Maaf Tante, emergency" jawab nya seketika sambil memakai helm.


"Emergency? maksud kamu apa sih? bikin Tante penasaran aja"


"Aku mau pergi ke Bandara" jawab Rachel sambil memakai helmnya.


"Naik motor? pakai mobil Tante aja!"


Desak Diana


"Aku naik motor aja deh"mencium punggung tangan Diana.


" Hati-hati di jalan! jangan kemalaman sampai rumah!"


" iya,Tante. Aku pergi dulu" Rachel melajukan motornya.


Author POV.


Lima belas menit yang lalu, Rachel mendapat kabar tentang Arora dari Nadin, teman kampus Arora.


Nadin mengatakan ,Arora. sekarang berada Di bandara Soekarno-Hatta...


Rachel tidak mau memberitahu Diana terang Arora, sebelum Rachel bertemu dengan Arora.


*****


"Man,Bisa titip motor di sini nggak?" tanya Rachel pada teman SMA yang memiliki bengkel motor di depan perumahan.tempat tinggal tantenya.


"Taruh saja di situ! pokoknya nih motor aman di tangan gua" seru Maman dari dalam bengkelnya.


Rachel segera memesan Taksi online.


Satu jam berlalu, Rachel sudah sampai di bandara, Soekarno-Hatta, Rachel sibuk mencari keberadaan Arora namun hasilnya nihil, Arora tidak dia temukan.


Sungguh pekerjaan yang sia-sia pikirnya. mungkin sudah takdirnya juga, harus menikah dengan kemenakannya Om Abraham, keluhnya.


" Yah...kok mati" lirih Rachel menatap ponselnya, di lihat isi dompetnya .

__ADS_1


" 20 ribu, bagaimana caranya sampai rumah ?" keluhannya.


Nampaknya nasibnya malam ini sangat buruk bagi dirinya, waktu menunggu pukul 22,30. yang tertera dari jam tangannya " Apes banget" ucapnya mendengus kasar.


Rachel terpaksa menyusuri trotoar jalan, beberapa kali Rachel berhenti berjalan sambil menunggu omprengan yang mungkin lewat di jalan ini.pikirnya. namun semuanya hanya sia-sia.


Sebuah Mobil mewah, melintas di hadapan Rachel, Rachel hanya menggeleng kepalanya melihat mobil yang laju jalannya keliru,kemanan seperti orang mabuk mengendarai mobil, gumam RACHEL.


CIEETTTT.....BRAKK....


Mata Rachel membulat matanya, ketika melihat mobil mewah itu terbalik, dengan jarak 100 meter dari pandangan matanya.


Rachel berlari cepat ke arah mobil tersebut, untuk memberikan pertolongan, apa lagi hanya dirinya sendiri yang berada di tempat kejadian.


Dengan sekuat tenaga dirinya menarik tubuh pria yang tidak berdaya dan tak sadarkan diri, wajahnya agak tertutup dengan darahnya, akibat pelipisnya robek dan terkena beberapa serpihan kaca mobil.


Rachel memasang wajah meringis, ketika mencabut beberapa serpihan kaca di wajah pria asing yang masih tidak sadarkan diri. matanya menengadah menatap langit.


"sepertinya hujan akan turun" gumamnya.


Anthony masih sibuk berbicara dengan Dion , Asisten pribadinya melalui Smartphone.


Mata Anthony terbuka lebar ketika melihat seorang wanita berdiri di tengah jalan sambil merentangkan kedua tangannya. sambil memejamkan matanya


Ciiiieeeeetttt...... mobilnya berhenti seketika.


Rachel membuka matanya,dia bersyukur mobil di depannya mau berhenti.


"APA KAU SUDAH GILA?KALAU MAU MENGHABISI NYAWA MU SENDIRI JANGAN DI SINI!" seru Anthony lantang. berjalan menghampiri Rachel. wajahnya berubah merah menahan amarahnya.


RACHEL mengepalkan tangannya ketika mendengar Anthony membentak dirinya.


Rachel langsung menarik tangan Anthony,tanpa mengucapkan sepatah kata, membawa Anthony menghampiri pria yang masih tidak sadarkan diri. di atas ruas jalan.


" Tolong Bawa pria ini ke Rumah Sakit! pria ini banyak mengeluarkan darah, Aku Takut nyawanya tidak tertolong" Racau Rachel


Anthony melihat sebuah Mobil terbalik di atas trotoar jalan.


Tanpa banyak bicara Anthony segera memapah pria tersebut, Rachel hanya mengikuti Anthony.


" Cepat masuk ke dalam mobil!" ucap Anthony

__ADS_1


Rachel hanya diam mengikuti ucapan Anthony.


Sampai di Rumah Sakit, pria tersebut langsung di bawa masuk ke dalam ruang Operasi oleh pihak Rumah sakit.


Anthony menghubungi Dion, untuk datang ke Rumah sakit.


Rachel diam mematung di kursi tunggu rumah sakit, dirinya tidak habis pikir mendapat pengalaman pertama di dalam hidupnya, mulai dari salah ambil dompet, sampai berada di rumah sakit ini.


Walaupun kedua orang tuanya telah meninggal Dunia, Rachel memiliki beberapa warisan kedua orangtuanya.


Sebuah toko kue milik mamanya, dan perkebunan sayur dan perkebunan bunga hias milik papanya yang sudah menjadi milik Rachel. setiap bulan pemasukan bersih buat Rachel sendiri, bisa mencapai 200juta perbulan, dan 4 Ruko yang terletak di kawasan strategis yang sengaja di sewakan.dengan harga sewa yang tinggi itu juga masuk ke dalam rekening pribadinya Rachel. semua kartu ATM berada di dompet yang tertinggal di rumah Diana.


" Coba tadi ku ikuti ke inginkan Tante Diana pasti enggak bakalan begini ke jadiannya" gumam Rachel.


Dokter keluar dari dalam ruang Operasi, dan mengatakan pasien butuh Donor darah, karena Di rumah sakit ini Tidak menyediakan golongan darah AB+.


" Bisakah anda menghubungi keluarganya ?" tanya Dokter Handoko pada Rachel dan Anthony.


" Golongan Darah saya AB+,Dok,saya bisa mendonorkan darah saya?"


" Suster! Tolong bawa nona ini ke ruangan transfusi darah!" ucap Dokter Handoko yang mengira Rachel keluarga dari Pasiennya.


Selama Rachel di dalam ruang transfusi darah, Anthony sudah kembali ke Apartemen pribadinya.di gantikan Dion Asisten pribadinya.


Anthony menyuruh Dion, memantau keadaan pria yang di tolongnya.


" Nona ini ponsel anda" ucap seorang perawat datang mendekati dirinya.


" Trimakasih,maaf merepotkan Anda" ucap ,Rachel.menerima ponselnya.


Dion menawarkan dirinya untuk mengantarkan Rachel pulang ke rumah Sarah, dan Rachel hanya mengangguk tanda setuju, dirinya sudah capek dan lelah .


Diana menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ketika melihat. Rachel pulang dengan noda darah yang banyak menempel di pakaiannya.


"Kamu dari mana,chel. sampai penuh darah begini? Kamu terluka? coba Tante lihat! mana yang sakit?" ucap Diana. masih syok lihat ke adaan Rachel.


******


***karena typo beredar di mana-mana tolong di maklumi yah Guys.


Trimakasih***.

__ADS_1


__ADS_2