SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Rachel berkelahi.


__ADS_3

Dengan satu kali gerakan, Kaki Rachel menendang ke arah atas, tepat di dagu Pria plontos.


"Krak" Bunyi tulang Rahang Pria plontos, membuat pria itu melepaskan cekalan tangannya pada Rachel dan tubuhnya terhuyung ke belakang. sambil memegang dagunya, karena menahan sakit pada rahangnya.


"Bagaimana... Rasanya?kau suka?" Rachel tersenyum tipis, meremehkan pria plontos.


"DASAR ******...." Pria plontos melangkah cepat Ke arah Rachel dan langsung menyerang Rachel.


Melayangkan sebuah pukulan ke arah kepala Rachel, di luar dugaannya, Rachel mampu mengelak, Rachel membungkukkan tubuhnya, seakan mendapat cela, Rachel langsung meninju tulang rusuk sebelah kiri pria plontos. lalu secepat mungkin tubuhnya menggeser ke kiri, Rachel menegaskan punggungnya lalu mengibaskan tangannya, menyerang telinga Pria Plontos.


PLAk...


Pria plontos memegang telinganya, nyeri dan berdengung itulah yang dia Rasakan saat ini, karena serangan yang Rachel berikan, di luar dugaannya.


Rachel masih tetap waspada, Ucapan papanya seakan terngiang di telinganya, Saat kita sedang bertarung, Jangan pernah lenghah pada lawan kita. mata Rachel masih tertuju pada pria plontos yang sedang menggoyangkan kepalanya, tangannya masih menggosok telinganya yang terasa sakit.


"wanita ini tidak bisa di anggap enteng, Sudah tiga kali dia memberi pukulan dan selalu mengenai bagian Fital pada tubuhku" gumam pria plontos, matanya menatap wajah Rachel, tatapan mereka saling beradu.


"Apa masih mau merasakan belaian ku, Bajingan?" ejek Rachel.


******


Oliver dan Dustin Akhirnya mengikuti kemauan adik mereka berdua, untuk pergi ke club. Dengan catatan, hanya dua jam mereka berada di dalam Club dan akan kembali ke kamar.


Ting... suara pintu lift terbuka.


Mereka berempat berjalan menyusuri koridor hotel yang mengarah ke sebuah Club yang berada di Hotel ini.


Sementara, di waktu yang sama .

__ADS_1


"Mengapa istriku belum sampai juga, Dion?"


Anthony sudah mulai gelisah.


Anthony tidak menyangka, Bila Rekan Bisnisnya Datang bersama dengan mantan istrinya, dan yang lebih mengejutkan lagi, Roberto memperkenalkan Anita sebagai Sekretaris merangkap kekasihnya.


"Waow..." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Anthony ketika Mendengar ucapan Roberto. Anthony hanya tertawa dalam hati. dan berdoa semoga Roberto menyadari dirinya. dan tidak di perdaya bujuk rayu Anita.


Anthony menyuruh Dion, menghubungi istrinya, untuk menemani dirinya di sini, Anthony tidak mau sampai kecolongan seperti dahulu, ketika bertemu dengan Anita di sebuah acara pesta, dan ternyata Anita membayar seorang pelayan untuk memasukkan obat perangsang di dalam minumannya, Untung saja saat itu dia bertemu Daniel sahabatnya, dan terpaksa Daniel mencarikan wanita untuk dirinya.


"Jangan Pernah kamu mengatakan pada Roberto, kalau aku ini pernah menjadi istrimu!" ucap Anita, saat Roberto sedang pergi ke Toilet.


:Kau tenang saja, Aku tidak akan pernah menganggap dirimu sebagai mantan istri ku..." ucap Anthony dengan suara datar.


"Aku dengar kamu sudah menikah?...menikah karena perjodohan, apa kau sangat Mencintai diriku? sampai dirimu tidak bisa mencari wanita lain dan hanya menerima perjodohan dari Oma Magdalena" Ucap Anita percaya diri.


Anthony tersenyum simpul mendengar ucapan Anita yang sangat percaya diri sekali.


Anita hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Anthony.


"Oh...aku sangat tersentuh dengan ucapan mu, Apa kau lupa dulu kau yang mengejar-ngejar diriku dan ingin menikah dengan ku... Anthony..."Anita menghentikan ucapannya karena melihat kekasihnya sudah kembali dari Toilet.


Anthony menahan emosinya, dirinya marah bukan karena Anita, dia marah hanya pada dirinya sendiri karena pernah mencintai Anita.


"Tuan Anthony, Sebelumnya saya minta maaf, sepertinya...Pembahasan proyek kita di Pulau Bali di Pending, Saya harus ke Rumah Sakit...Papa saya jantungnya Anfal..." wajah Roberto tampak panik.


"Tidak Apa-apa tuan Roberto...Saya memakluminya" ucap Anthony.


"Sayang!...kamu tak keberatan kalau pulang sendiri?" Tanya Roberto.

__ADS_1


Anita memasang senyum manisnya " Aku tak keberatan...biar aku pulang sendiri" ucap Anita.


Roberto langsung berlalu pergi, meninggalkan Anita dan Anthony.


" Anda Tuan Anthony?" seorang waiters berdiri di tengah meja.


"Yah...saya Anthony" jawabnya.


"Tuan Dion menyuruh saya menyampaikan pesan buat anda, istri anda saat ini Sedang berkelahi di Koridor Hotel yang menuju arah Club" ucap sang Waiters.


Anthony segera bangun dari tempat duduknya lalu berlari keluar menuju tempat Rachel.


Entah mengapa Tubuh Dion seakan tak bergeming, ketika melihat istri dari Bosnya sedang menghajar pria plontos.


****


"Kenapa kalian malah berdiri di sini? " Tegur Oliver pada Justin dan Orion, ketika mereka keluar dari Lift, Justin dan Orion berjalan cepat agar bisa cepat sampai di Club' Hotel.


Dustin hanya mendengus kasar melihat kelakuan Saudara kembarnya dan adik sepupunya.


" Aku sedang melihat wanita Indonesia yang sedang menghajar pria pria..." ucap Orion.


Mata Oliver membulat Mel hat kejadian di hadapannya.


TBC.


Ayo kira-kira Siapa yang di lihat Oliver??


Terimakasih.

__ADS_1


typo bertebaran.


__ADS_2