
"Lepas...lepasin Gw!' Cindy menarik tangannya agar Terlepas dari pegangan tangan Rully.
Namun Cindy tak menyangka tubuh Rully yang tingginya hanya sebahunya mampu mencengkram Tangannya.
Sampai di samping Cafe Rully menghempaskan tangan Cindy .
"Dasar orang Kampung... tidak punya etika, kalian tuh sama Rusaknya sama temen kalian yang di dalam sana...saya yakin kalian semua suka menyerahkan tubuh kalian Pada pria yang berkantong tebal..." Oceh Cindy dengan suara Lantang
Byurr...mulut Cindy berhenti mengoceh karena mendapatkan siraman air . mulutnya menganga, Cindy tak menyangka, mendapat siraman air dari Amanda.
"Ngoce terus..." seru Amanda membuat Lisa dan Rully tercengang dengan ulah Amanda.
"Dapat dari mana tuh air?" Lisa melihat Amanda memegang ember berukuran 2 liter berwarna merah.
"Di sana...air tampungan AC" jawab Amanda. tangan kanannya menunjuk ke arah tembok cafe.
Rully tertawa melihat penampilan Cindy, make up dan penampilannya jadi acak-acakan karna siraman air dari Amanda.
"Untuk kali ini biar dia dapat siraman air dulu... besok-besok baru dapat siraman rohani" Oceh Amanda sambil menaruh ember ke lantai.
"KALIAN..." teriak Cindy langsung menyerang ke Arah Amanda.
Lisa diam saja melihat Cindy datang ke arah dirinya dan Amanda, Lisa tidak mau memukul Cindy, karena dirinya merasa tak pantas memberi pukulan pada Lawan yang tak mengerti ilmu bela diri, begitu juga dengan Rully, Hanya Amanda yang bisa meladeni Kemarahan Cindy.
__ADS_1
"Aduh...gimana nih?"Amanda Malah panik ketika Melihat Cindy, melangkah ke arah mereka berdua.
" Luh...Lawan dia! Anggap saja dia itu sih samsiah...musuh bebuyutan elu di kampus..." Ucap Lisa memberikan semangat kepada Amanda.
"Oke...gw anggap,Tante ini sebelas dua belas sama sih samsiah... tapi kagak dosa kan pukul orang yang usianya dia atas kita?" ucap Amanda. menoleh ke Lisa
"Kagak... buruan!...keburu di Cakar Luh sama ondel-ondel!" Seru Lisa mendorong maju bahu Amanda.
"Jadi papa kamu sudah meninggal?" seru Malcom tidak menyangka sahabatnya meninggal dunia Lima tahun yang lalu.
Oliver menundukkan wajahnya, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Rachel.
Sedangkan Orion dan Justin hanya diam menjadi pendengar setia. karena mereka belum tahu yang sebenarnya siapa Rachel.
"Tuan Oliver; mengapa wajah anda menjadi sedih?" tegur Rachel.
membuat Oliver tersesat dari lamunannya karena sedang mengingat sosok pamannya.
Malcom tersenyum lebar melihat mata Oliver yang berkaca-kaca, air matanya langsung turun ketika mendengar pertanyaan Rachel.
"Bagaimana mana Tidak sedih paman ke..."
"SAYANG..." Anthony berjalan cepat mendekati Rachel..
__ADS_1
Malcom menghentikan ucapannya karna teriakkan Anthony lalu menoleh kearah suara Anthony.
Rachel menoleh ke arah suara yang tak asing bagi dirinya "Bee..." Rachel tersenyum manis melihat Anthony berjalan ke arahnya.
"Wow...Dia memiliki sugar Dady" Bisik Justin pada Orion.ketika melihat kedatangan Anthony.
Oliver mengerutkan keningnya melihat kedatangan Anthony dan memanggil Rachel dengan sebutan sayang. Apa Rachel kekasih Anthony? pikir Oliver.
Anthony memegang bahu Rachel. "kau tidak apa-apa?" Tanya Anthony. matanya masih menelisik tubuh Rachel.
Rachel mengangguk sebagai jawabannya.
"Sekarang dimana perempuan gila itu?" mata Anthony melihat sekeliling Cafe.
Anthony melihat ada Anita yang sedang duduk di seberang sana, memandang ke arah mereka, Anthony malah menghiraukan kehadiran Anita.
Anita melihat, mantan suaminya sudah jatuh cinta pada istri barunya. karena Anita juga pernah merasakan seperti itu saat dulu dirinya masih di posisi Rachel saat ini.
Daniel dan Dustin melangkah ke arah Anthony dan Rachel.
Dustin menjadi bingung dengan keadaan yang ada di depan matanya.ada saudara sepupunya dan adiknya serta Paman Malcom, salah satu orang kepercayaan Daddynya.
"ADA APA INI? ADA YANG BISA JELASKAN KEPADA KU?" Seru Dustin dengan suara penekanan.
__ADS_1