
Pov Author
Sudah dua hari Rachel tak berbicara pada suaminya. meski mereka tidur dalam satu kamar, Rachel tak pernah mau berbicara pada suaminya.
Untung saja Ansel tidak ada di Mansion, saat ini, Ansel pergi bersama Istrinya pergi ke Maroko, memenuhi undangan Teman lamanya.
Anthony hanya pasrah di diamkan seperti saat ini. yang penting istrinya tidak lagi berbicara tentang kata berpisah pada dirinya.
Emosi yang meledak-ledak, membuat suasana rumah tangganya menjadi keruh. karena kebodohan yang di buatnya. sampai melukai perasaan istrinya. menyesal itulah yang sekarang di alaminya. melukai perasaan istrinya di saat istrinya sedang mengandung.
Rachel POV.
Dua hari berlalu, aku masih merasa marah pada Suamiku, tepatnya tuan pemaksaku ku. Tanpa merasa bersalah dan tak memikirkan perasaanku, dirinya menceritakan kenangannya bersama mantan istrinya. tanpa memperdulikan perasaan ku.
Aku minta maaf... ucapan yang selalu di lontarkan dirinya pada ku. sebenarnya aku tidak tega melihat dirinya seperti itu.
Saat ini Rachel sedang duduk di kebun mawar putih, tepat di belakang Mansion. tatapan matanya terlihat ke arah Bunga mawar yang masih terlihat kuncup, belum merekah. terlukis senyumanan di wajahnya, sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
Tiba-tiba Anthony datang mendekati istrinya.
duduk di samping Rachel. rasanya Anthony ingin mengelus perut istrinya tapi. dia takut Istrinya marah. Anthony hanya memandang sendu wajah istrinya.
"Bee..." Rachel menoleh ke arah suaminya. tatapan mata mereka Saling bertemu.
"Aku ingin pulang ke rumahku" lanjut Rachel.
Anthony tersenyum tipis mendengar ucapan istrinya.
Mimpi apa aku semalam, istri ku mengajak bicara. yah Tuhan Terimakasih. Anthony.
"Besok kita ke Dokter, kita konsultasi apa kamu bisa pulang ke Indonesia dan sekalian melihat perkembangan mereka di dalam" ucap Anthony, Sambil mengelus perut istrinya. Rachel hanya diam melihat tangan suaminya yang sedang mengelus lembut perutnya.
Amsterdam.
Mata Arora masih fokus menatap bahan baku makanan yang terletak di dalam gudang yang berdekatan dengan Dapur Restoran.
Jari telunjuknya menunjuk ke arah beberapa barang yang tertata rapi di dalam gudang. mulutnya komat-kamit seperti membaca mantra. padahal sedang menghitung Stok barang yang ada di dalam gudang.
"Arora...bisakah kamu menambah Stok jamur Shimeji dan jamur Shitake!" ucap Tuan Kim yang sedang mengambil Lobak di keranjang sayuran.
"Akhir-akhir ini, banyak pengunjung yang memesan Kinoko-gohan " Lanjut Tuan Kim.
"Saya harus menyampaikan permintaan Tuan Kim, pada Tuan Jansen" sahut Arora, kembali melihat stok Bahan Baku makanan.
"ARORA" Semua menoleh kearah pintu melihat masuk ke Damian.
"Di luar sana ada seorang pria mencari mu" ucap Damian.
"Pria? Mungkin teman kampus ku" sahut Arora.
__ADS_1
"Lekas temui dirinya! jangan sampai pria itu membuat keributan di sini!" balas Damian.
Arora langsung beranjak pergi keluar dari dapur restoran.
Damian tersenyum lebar melihat kepergian Arora.
"Pasti kau hanya ingin mengganggunya?" tebak Tuan Kim.
"Aku hanya ingin dia cepat keluar dari dapur, dari pada tuan Kang Dae datang ke Sini mencarinya" sahut Damian.
"Jadi yang mencari Arora, Tuan Kang Dae?" Tuan Kim hanya tersenyum melihat anggukkan kepala Damian.
"Aku sengaja tak menyebutkan namanya, aku takut dia pergi menghindari Tuan Kang Dae" ujar Damian.
"Kau ingin mendekatkan mereka berdua?" tebak Tuan Kim sambil mengupas Lobak.
"
Arora melayangkan pandangannya ke segala arah mencari seorang pria yang mencari dirinya. tapi tak ada satupun Pria atau pengunjung Restoran yang di kenalnya.
"Kau mencari siapa?" Tegur Kang Dae, berdiri tepat di belakang tubuh Arora.
Arora mendelikan matanya, ketika mendengar teguran dari Kang Dae.
Suaranya sepertinya tidak asing bagi ku. Arora.
Arora memutar tubuhnya menghadap ke belakang. melihat pria yang sedang bersedekap tangan, memasang senyuman lebar pada dirinya.
"Ada seorang Pria yang mencari ku" jawab Arora.
Kang Dae tersenyum mendengar Jawaban Arora.
"Aku yang mencari mu, Arora" ucap kang Dae.
Arora tersenyum tipis mendengar ucapan Pria yang sudah mencuri ciuman pertamanya.
"Mencari ku, Untuk apa Kamu mencari ku?" tanya Arora. seketika.
"Aku ingin minta Tolong pada mu, maukah kau menolongku, Arora?"
Arora sejenak menimbang-nimbang ucapan Kang Dae,
"Boleh...asal tak memberatkan diri ku..."
"Oke, sekarang, simpan semua ini" Kang Dae menarik buku laporan pengeluaran barang restoran yang di pegang Arora.
Arora hanya melongo dengan ulah Kang Dae yang mengambil buku laporan.
"Jansen..." Panggil Kang Dae.
__ADS_1
Jansen segera datang ke arah Kang Dae dan Arora.
"Ada apa tuan muda? apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Jansen.
"Aku ingin pergi keluar bersama Arora, hari ini Arora tidak masuk bekerja karena aku ingin mengajaknya jalan-jalan" ujar Kang Dae.
"Aku harus bekerja, banyak yang harus ku urus di sini" Arora memberikan alasan pada Kang Dae.
"Tidak bisa! kamu tadi sudah berjanji akan menolong ku!" Kang Dae tak menerima alasan Arora. langsung menarik tangan Arora pergi ke arah pintu Restoran.
Jansen dan beberapa pegawai Restoran lainnya, hanya melongo melihat tingkah Kang Dae yang tak seperti biasanya.
"Bekerja samalah Arora, atau aku akan mencium bibir mu, untuk kedua kalinya" ancam Kang Dae. spontan Arora menutup bibirnya dengan telapak tangannya.
Kang Dae mengulum bibirnya menahan tawa melihat wajah Arora yang cemberut karena perbuatan dan ucapannya.
"Pasang safetybeltnya£@/a, Arora!" ucap Kang Dae sambil memasang Safetybeltnya.
"kita Mau kemana Tuan Kang?" tanya Arora, tanpa menoleh ke arah Kang Dae.
"Rahasia" jawab Kang Dae singkat
Arora hanya mendengus Halus mendengar ucapan pria yang dia rasa menyebalkan buat dirinya.
"Hotel?" Arora menengok ke arah Kang Dae.
"Untuk apa kita ke sini, Tuan?" tanya Arora.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak Arora!" ucap kang Dae.
"Aku hanya bertanya, Tuan"
"Jangan memanggilku, Tuan! panggil aku Dae!"
"Dae? bagaimana kalau Kang saja"
"Terlalu banyak orang memanggil ku dengan nama depan ku, aku ingin di panggil Dae oleh orang yang terasa Spesial bagiku"
"Wow...aku merasa tersanjung" ucap Arora.
"Seharusnya kau bangga menjadi orang yang spesial bagiku, kau tahu banyak wanita cantik mengejar diriku, tapi aku hanya memilih mu"
Mulut Arora terbuka lebar mendengar ucapan Kang Dae.
"Terimakasih Tuan telah memilih ku, untuk menjadi wanita spesial, tapi aku... tidak ingin menjadi wanita Spesial buat diri Tuan. seenaknya saja mencium bibirku, mengambil ciuman pertama ku, menggandeng tanganku dan mencap diriku sebagai seorang istri tanpa meminta ijin dari ku,CK..." cibir Arora.
Kang Dae tersenyum lebar mendengar ucapan wanita yang sudah membuat dirinya jatuh cinta untuk kedua kalinya.
TBC
__ADS_1
Sorry yah baru UP. karena aku sedang sibuk-sibuknya.