
Waktu berlalu, sudah satu Minggu Arora menghilang tanpa jejak, dan sampai sekarang Rachel dan kedua orangtuanya masih tetap mencari keberadaan Arora.
Ting...tong....
Suara bel pintu rumah.
" Biar aku yang buka..." seru Rachel sambil melangkah ke arah pintu rumah.
ceklek....
"Selamat Sore" Sapa Abraham. yang datang bersama Sidney dan Magdalena.
"Om Abraham...Sore Om" balas Rachel mencium punggung tangan Abraham, Sidney dan Magdalena. Magdalena dan Sidney tersenyum melihat sikap Rachel yang sopan.
"Silahkan masuk om!" ucap Rachel.mengajak mereka masuk kedalam rumah.
" Silahkan duduk,om,Tante ,Oma! saya kedalam dulu om " ijin Rachel yang ingin memanggil Bram dan Diana yang sedang berada di kamar, sedang beristirahat karena kekalahan mencari Arora.
" Siapa dia?" Tanya Magdalena dengan suara pelan,masih melihat punggung Rachel naik ke lantai dua.
" Namanya Rachel Mam...dia kemenakannya Diana, istrinya Bram" jawab Abraham.
Setelah memanggil Bram dan Diana, Rachel pergi ke Dapur membuatkan minuman untuk Tamu mereka.
" APA... KABUR..." Ucap Abraham terkejut mendengar ucapan Bram.
"Anda jangan Bohong Pak Bram, ini masalah serius, dan kami tidak terima penjelasan dari pak Bram" sahut Magdalena.
Rachel menghampiri mereka, sambil membawa beberapa cangkir berisi teh hangat untuk di sajikan buat mereka.
"Oma, om dan Tante silahkan di minum" Rachel mengatur Teh hangat dan kudapan di atas meja.
Magdalena diam dia justru sedang memperhatikan gelang yang melingkar manis di tangan Rachel, sebuah gelang rantai dari material emas putih di sekelilingnya bergantung batu permata berwarna biru dan bening berkilau seperti berlian.
__ADS_1
"Tunggu...!" ucap Magdalena menghentikan langkah Rachel ketika Rachel mau melangkah kembali ke dapur.
" Ada apa Oma?" tanya Rachel. Dengan nada lembut.
" Kemarilah!" Magdalena melambaikan tangannya .
Rachel melihat ke arah Diana. Tante nya menganggukkan kepalanya. sebagai tanda setuju.
Perlahan-lahan Rachel mendekati Magdalena.
"Mommy,Ada apa ini?" tanya Sidney berbisik pada Mertuanya. Kenapa mertuanya memanggil Rachel.
" Kita cari calon menantu yang lain saja" Jawab Magdalena sekenanya. Dengan suara pelan.
" Menantu yang lain" Gumam Sidney dalam hatinya.mata Sidney mendelik seketika setelah mencerna ucapan mertuanya. Pasti gadis di hadapannya yang ingin dia jadikan istri buat putranya.
" Siapa namu mu?" tanya Magdalena dengan suara menekan. Walaupun Diana sudah tahu namanya namun dirinya hanya ingin meyakinkan
Tentang gelang yang di lihatnya.
" Nama saya...Rachel Agatha." Jawab Rachel memasang wajah datar.
Diana merasa was-was melihat sikap Rachel saat ini, Diana sangat Tahu Sifat Rachel perpaduan Antara Kakak nya dan Kakak iparnya, penyabar dan penyayang,itu sifat kakaknya sedangkan Kakak iparnya tegas dan sangat Arogant.
Magdalena tersenyum tipis melihat sikap Rachel " Tidak di ragukan lagi"batin Magdalena.
" Bisa aku melihat gelang mu?" tanya Magdalena.
" Maaf, untuk apa Anda ingin melihat gelang saya?" tanya balik Rachel menatap wajah Magdalena.
" Rachel!" Diana mendekati kemenakannya. Agar hati Rachel melunak.
Sidney saling beradu pandang dengan Abraham, Abraham menoleh ke arah Bram, begitu juga dengan Sidney. Bram hanya mengangkat kedua bahunya ketika Sidney dan Abraham memandang ke arahnya.
__ADS_1
" Nyonya... maafkan sikap Rachel terhadap anda" Ucap Diana mengelus bahu kemenakannya agar emosinya reda.
" Sayang... Jaga sikap kamu, biar bagaimanapun nyonya Magdalena tamu kita!" bisik Diana.
Rachel menutup kedua matanya menarik nafasnya dalam-dalam.
lalu memasang senyum manis pada Tantenya.
" Maaf kan saya Oma... Silakan anda lihat gelang ini" Rachel membuka gelangnya.
Wajah Magdalena berubah ceria.ketika Rachel membuka gelangnya.
" Tidak di ragunan lagi" dalam hatinya Magdalena.
Magdalena mengamati gelang milik Rachel agar lebih meyakinkan dirinya.
" Gelang itu hadiah ulang tahun Rachel yang ke 17 dari papanya, nyonya" Diana menerangkan asal gelang tersebut .
" Di mana Orang tuanya?" tanya Magdalena
" Kedua orang tua saya, sudah tiada, Oma" jawab Rachel.
wajah Magdalena berubah menjadi sedih, namun Magdalena menepisnya dan memasang kembali wajah datarnya.
"Tuan Bram"Magdalena menoleh ke arah Bram.
" Aku ingin dia yang menggantikan putrimu sebagai Menantu keluarga Ambishius!" Ucap Magdalena.
Semua orang terperanjat mendengar ucapan Magdalena, Begitu juga dengan Rachel.
" Nyonya... usia Rachel masih sangat muda, usianya baru 20tahun" ucap Diana memberi pengertian pada Magdalena.
Sidney diam saja, karena Sidney sangat tahu peraturan di keluarga Ambishius, Yang tua lebih berkuasa. semasih Magdalena hidup semua keputusan berada pada Magdalena,
__ADS_1
" Cukup...kamu tahu kami sudah menghubungi semua keluarga besar Ambishius, kalau cucu dari keluarga Ambishius akan menikah dan kalian dengan seenaknya membatalkan perjodohan ini tanpa memberikan kami kabar sebelumnya" Tekan Magdalena.