
Tok...Tok...Suara Pintu di ketuk Dion.
Mereka bertiga kembali diam, ketika mendengar suara ketukan pintu.
"Bos... Tuan Oliver, sudah datang" ucap Dion, lalu melebarkan pintu ruang kerja Anthony.
"Silahkan masuk, Tuan" Ucap Dion.
Anthony berdiri menampilkan senyum manis untuk menyambut Oliver, yang akan masuk kedalam Ruangannya, begitu juga dengan Arga dan Brian.
Namun senyumannya seketika lenyap, ketika melihat Oliver menggandeng tangan istrinya.
Arga dan Brian tampak terkejut ketika melihat, Oliver dan Dustin yang masuk ke dalam ruangan Anthony.
"Oliver Agam" Gumam Arga tak percaya dengan apa yang di lihatnya "Dan Dustin Berhan? Arga tak menyangka Anthony bisa mengenal mereka berdua. Arga hanya tahu mereka dari majalah bisnis internasional. mereka berdua termasuk salah satu pebisnis paling berpengaruh di dataran Eropa.
"Ga...Dustin Berhan,Ga...elu tahu nggak siapa itu Dustin Berhan" Bisik Brian "Pantesan Dia bilang nikah sama sih Rachel berat, di depan matanya si Anthony saja dia berani gandengan tangan sama pria lain, level tinggi yang di gandeng" Ucap Brian tanpa jeda.
"lebih baik elu diam! nanti orangnya denger! Kagak bakalan dia mau bantu proyek kita!" balas Arga. lalu memasang senyum kembali.
Rachel melepaskan gandengan tangannya pada Oliver, lalu berjalan mendekati Anthony.
Oliver dan Dustin saling berjabat tangan dengan Arga dan Brian.
"Kamu mulai nakal yah, sayang...di depan aku berani gandeng pria lain" Bisik Anthony.
Rachel tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Rachel balas berbisik " mereka berdua itu saudara aku, Bee. bukan Pria lain "ucap Rachel tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya.
"Karena sudah berani gandeng tangan dengan pria lain... siap-siap dapat hukuman!" Balas Anthony.
Rachel membulatkan matanya mendengar ucapan suaminya. wajahnya sudah merona
Anthony, hanya mengulum bibirnya, Ketika melihat ekspresi wajah istrinya yang merona.
"Perasaan, Kamu hampir tiap malam, memberi aku Hukuman, bilang saja kalau mau, bonus?" ucap Rachel menanggapi ucapan suaminya.
"Kalian berdua kenapa masih berdiri?" tegur Oliver yang sudah duduk di Sofa bersama Arga,Brian, dan Justin.
"Mereka berdua sedang Asik berbisik, kak" Sela Dustin, yang memperlihatkan tingkah Rachel dan Anthony.
"Ayo,sayang. kita duduk!" Ajak Anthony.
"Biarkan aku Duduk di sana,Bee!" Rachel menunjuk kearah meja Anthony.
Anthony berpikir sejenak lalu, mengangguk kepalanya.menyetujui ucapan istrinya.
__ADS_1
"Aku boleh pinjam Komputer?" Tanya Rachel.
"Pakai saja!... password-nya, hari ulangtahun mu" ucap Anthony. membocorkan sandi rahasia Komputernya.
*****
Rachel mulai berselancar di dunia jaringan, yang dapat menghubungkan ke sistem informasi Data Perusahaan Milik suaminya.
Dengan kemampuan ilmu yang dia pelajari dari sang, Rachel mampu mengobrak-abrik sistem keamanan Perusahaan Anthony
Hmm... Ternyata Sistem keamanan perusahaannya agak lemah...dan Sudah ada penyusup yang masuk kedalam jaringan data Rahasia Perusahaan, Aku harus menyingkirkannya, dan memberi sistem keamanan yang lebih bagus. Agar tak ada lagi yang bisa menyusup untuk mencuri data Rahasia Perusahaan.
Rachel masih menatap layar komputer suaminya. matanya masih memantau Reaksi kerja sistem keamanan yang Rachel buat.
"Ide anda sangat bagus Tuan...Saya tertarik dengan semua gagasan, yang anda ajukan" Oliver menengok ke arah Dustin, meminta pendapat Dustin dengan ucapannya.
Dustin mengangguk semangat kepada Oliver sebagai jawabannya.
"Terimakasih kasih,Tuan Oliver" Ucap Arga perasaannya menjadi lega dan bahagia karena Oliver mau bekerjasama dengan mereka berdua.
Oliver dan Dustin tersenyum melihat Rachel yang masih Fokus menatap layar komputer, Sedangkan Anthony sedang membaca beberapa Email yang masuk ke ponselnya.
Brian membereskan semua berkas presentasi mereka, sedangkan Arga langsung menghubungi Asistennya untuk mengurus kontrak kerjasama, yang akan di tandatangani Oliver dan mereka berdua.
Brian melihat Oliver dan Dustin sedang berbisik-bisik, sambil tersenyum menatap ke arah Rachel.
Dustin tersenyum kecil, melihat Bibir Rachel, s yang maju mundur sambil kedua pipinya yang di gembung kan. seperti ikan Buntal bila berenang Pikir Dustin.
"Aku tidak habis pikir, mengapa dia mau menikah begitu cepat... Usianya baru 20 Tahun kakak..."
"Dan...Usia Anthony seumuran dengan mu, kak?" ucap Dustin.
"Itulah keajaiban cinta, tidak memandang usia, mereka bisa bersatu walaupun jarak umur mereka beda jauh" ucap Oliver.
Brian menatap ke arah Anthony yang masih sibuk dengan ponselnya. tak memperhatikan di depannya ada dua pria yang sedang tertarik dengan Rachel.
Rachel lalu melihat kearah para Pria yang duduk di Sofa, dia melihat pembicaraan penting yang mereka bahas tampaknya telah Selesai.
"Bee..." Panggil Rachel.
Anthony menoleh ke arah Rachel.
" Ada apa, sayang?" jawabnya.
"Mengapa Sistem keamanan perusahaan mu,lemah sekali... aku tadi mendapat penyusup yang ingin mencuri data rahasia perusahaan, dan mau merusak semua data perusahaan" Ucap Rachel.
Anthony, Arga, dan Brian terkejut dengan ucapan Rachel.
__ADS_1
"Ternyata Uncle menurunkan ilmunya pada Rachel" Tebak Oliver yang tahu seberapa Hebat Pamannya.
Oliver sering mendengar Grand mom, bercerita tentang Uncle Javier, yang sangat pandai di bidang IT, bahkan sistem keamanan Perusahaan Agam, pamannya yang ciptakan sehingga tidak ada yang bisa mencuri, dan mengacaukan sistem Perusahaan Agam sampai sekarang.
Anthony mendekati Istrinya. Anthony memperhatikan layar komputer yang penuh dengan angka-angka di layar, komputernya.
"Aku sedang memasukkan sistem keamanan pada perusahaan...agar tidak ada lagi yang bisa masuk dan mencuri data-data Perusahaan" Ucap Rachel menjelaskan pada suaminya.
Jari tangan Rachel seakan menari indah di atas keyboard komputer. matanya menatap ke layar komputer.
"Terimakasih sayang, kamu menyelamatkan ribuan karyawan ku" Anthony mengusap lembut pucuk kepala istrinya.
Suara Gaduh-gaduh, terdengar di luar ruang kerja Anthony, membuat semua yang berada di dalam Ruang kerja Anthony menengok ke arah pintu.
"Tuan Arnold... tolong jangan masuk kedalam! saat ini Tuan Anthony sedang menerima Tamu penting!" Ucap Dion.
"Saya harus bertemu dengan Tuan Anthony...Saya ingin memenuhi janji saya... tolonglah, Dion" Ucap Arnold.
Cindy mulai gelisah, dia ingin segera menemui Anthony Dan Ingin meluruskan persoalan ini,
Cindy masih percaya diri Anthony pasti mau memaafkan dirinya.
Cindy berlari masuk kedalam Ruangan Anthony, di saat Dion masih sibuk menahan Tuan Arnold.
Dion terkejut, ketika melihat Cindy sudah masuk kedalam Ruangan Anthony. Arnold tak mau ketinggalan dirinya langsung masuk menyusul Cindy kedalam Ruangan Anthony.
"Tuan Arnold..." seru Dion menyusul langkah Arnold, menyusul Putrinya.
Cindy berdiri terpaku melihat semua orang yang ada di dalam ruang kerja Anthony menatap ke arah dirinya.
Arnold juga sudah masuk kedalam Ruang kerja Anthony, Arnold mengatur nafasnya. lalu mulai berbicara di depan Anthony dan semua yang ada di ruang kerja.
" Tuan Anthony...saya minta maaf mengganggu kesibukan Anda" ucap Arnold.
Anthony menarik lembut istrinya, agar bangun dari kursi kerja Anthony. lalu melangkah mendekat ke arah tuan Arnold dan Cindy.
Rachel menatap tajam ke arah Cindy. Perempuan yang menghina dirinya kemarin di Cafe.
Sedangkan yang lainnya hanya diam tak bergeming mereka diam, menjadi penonton.
"Tuan sesuai dengan janji saya, saya datang membawa Putri saya untuk meminta maaf kepada istri anda...'" ucap Arnold
"Cepat...minta maaf kepada istri tuan Anthony!" Arnold menyuruh Cindy meminta maaf kepada Rachel.
"Saya tidak akan memaafkan dirinya" Rachel menatap tajam ke arah Cindy.
TBC
__ADS_1