SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Cindy


__ADS_3

Ting...tong...Ting...tong...


Rachel membuka pintu kamar hotel.


Tampak seorang wanita cantik memakai baju Seksi, berdiri di hadapan Rachel.


Wanita itu menatap Rachel, dari kepala sampai ke kaki, saat ini Rachel masih memakai pakaian pengantinnya.


" Apa betul ini kamar, Tuan Anthony Ambishius?" tanya wanita itu, ragu-ragu.


"Ya benar, ini kamarnya, apa anda mempunyai janji dengan dirinya?" tanya Rachel. diam mengamati penampilan wanita di hadapannya.


Rachel mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Rachel menoleh kebelakang, melihat suaminya masih memakai pakaian lengkap.


Rachel langsung berjalan ke arah kamar mandi, masabodo dengan perempuan yang sekarang berdiri di hadapannya, yang Rachel ingin kan sekarang adalah masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuh dan mengeluarkan sesuatu yang Rachel tahan sejak tadi.


"Tuan pemaksa ada yang mencari tuan" ucap Rachel sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Anthony memutar badannya karena sedang membelakangi Rachel. membuka kancing kemejanya.


" Siapa?" tanya Anthony mengerutkan keningnya.


" Seorang wanita... Seksi" Rachel berjalan, masuk ke dalam kamar mandi.


"Seenaknya saja memanggil wanita ke sini, apa dia tidak menghargai diri ku sebagai seorang istri" Umpat Rachel Sambil menanggalkan semua pakaiannya. Rachel mulai membersihkan dirinya.


" Seger..." ucap Rachel ketika tubuhnya mendapat siraman air hangat, melalui kucuran air yang keluar dari Shower.


"Cindy...," ucap Anthony.

__ADS_1


"untuk apa kau kemari?" tanya Anthony, rahang Anthony mengeras menahan amarahnya. melihat wanita liar yang selalu mengganggunya ada di hadapannya.


Cindy tersenyum mendengar ucapan Anthony, lalu berlari memeluk Anthony.


" Kenapa bukan aku yang kau pilih menjadi istri mu? cuma aku wanita yang pantas menjadi istri mu..." Cindy menangis dalam pelukan Anthony.


Anthony meronta, berusaha melepaskan pelukan Cindy" lepaskan aku Cindy! jangan seperti anak kecil! Aku tidak pernah mencintai...mu" Anthony terpaksa menarik kasar,anak dari rekan bisnisnya.yang selau saja datang menggodanya. Anthony masih menghormati ayahnya sebagai Rekan bisnisnya.


"WANITA ITU TIDAK PANTAS JADI ISTRI MU..." teriak Cindy. dengan derai air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


Anthony diam saja mendengar ucapan wanita yang dia anggap gila teriak di depannya.


Rachel tanpa sengaja mendengar teriakkan Cindy, ketika dirinya membuka pintu kamar mandi.


" Lebih baik aku berdiri di sini, mendengar pertengkaran mereka" gumam Rachel.


" Hanya aku yang pantas menjadi istri mu, kenapa kamu tidak pernah mencintai ku" lirih Cindy.


" Sejak dari awal aku sudah mengatakan padamu, kalau aku tak ingin jatuh cinta dengan wanita manapun" ucap Anthony.


" Dan kau dengan Bodohnya, jatuh cinta padaku dan mengharapkan diriku membuka pintu hati ku untuk mu, jangan bermimpi!"Anthony tersenyum mengejek.


" Tapi kenapa kamu mau menikah dengan Wanita itu? Sedangkan kau sudah menutup pintu hatimu, untuk wanita manapun?" tanya Cindy. penasaran.


"Karena kami berdua di jodohkan..."


Cindy dan Anthony menoleh ke arah sumber suara yang tiba-tiba muncul di pertengkaran mereka.


"Apa sudah puas dengan jawabannya?" ucap Rachel berdiri di samping Anthony.

__ADS_1


Cindy terpaku dengan ucapan Rachel.


"Mereka di jodohkan" gumam Cindy.


" Dasar Gadis bodoh" umpat Anthony dalam hatinya.menatap geram pada istrinya.


" Silahkan Anda keluar dari kamar ini! Anda kan sudah mendapat jawaban nya" Rachel menunjuk pintu kamar hotel.


"Kau...Kau berani mengusirku?" Cindy menatap tajam Rachel. mengepalkan tangannya menahan amarahnya.,


" Apa perlu ku tarik dirimu sampai keluar dari kamar ini?Apa kau tahu, kau sudah mengganggu ketenangan ku? waktu istirahat ku, terbuang percuma karena tiba-tiba kau datang karena mengharapkan cinta dari seorang pria yang tidak mencintai mu? di mana HARGA DIRI MU SEBAGAI WANITA?!" Rachel menaikan satu oktaf suaranya.


"Aku tidak menyangka, gadis bodoh ini kuat nyalinya" gumam Anthony tersenyum tipis. matanya berbinar seketika melihat sikap istri barunya.


Cindy yang sudah buta akan cinta dan biasa hidupnya selalu mudah, apapun yang Cindy ingin kan selalu bisa dia dapatkan, malah merasa tertantang untuk mendapatkan Anthony menjadi miliknya. Cindy tidak memperdulikan ucapan Rachel.


"Tunggu saja...aku akan merebut suami mu!" Ancam Cindy.


"Percuma bicara dengan orang gila...," Rachel melangkah ke arah pintu, lalu membuka pintu"keluar lah" gerak kepala Rachel mengisyaratkan agar Cindy keluar dari kamarnya.


"Aku akan membalas perlakuan mu padaku, Camkan itu" ucap Cindy ketika berpapasan dengan Rachel.


Rachel menahan lengan Cindy


"Nona, papaku. sering kali berkata padaku, jangan pernah mau di injak orang! Lawan mereka bila perlu! jadi aku tidak takut dengan Ancaman mu" ucap Menyeringai.


Cindy menarik kasar tangannya dan pergi meninggalkan kamar hotel.


Anthony terpaku melihat tingkah laku istrinya" ternyata gadis bodoh ku galak juga" goda Anthony. tersenyum lebar pada Rachel.

__ADS_1


Rachel hanya memandang jengah mendengar ocehan suaminya. saat ini yang ia butuhkan hanya tempat tidur dan bantal. dirinya butuh istirahat, karena sudah lelah dari acara janji suci pernikahan, di tambah dengan acara pesta yang menguras tenaganya.


"


__ADS_2