
Kita tinggalkan dulu Rachel yang sedang berbahagia. sekarang kita beralih ke Arora.
Arora menarik nafas dalam-dalam. saat ini dirinya sedang duduk sendiri di sebuah taman kota, tepatnya di Kota Arnhem. salah satu kota mode yang terletak di negara kincir angin.
Arora sedang memikirkan nasib hidupnya, yang tak sesuai Ekspektasinya.untuk menjadi seorang model di negara ini butuh koneksi yang kuat, bahkan sampai mereka rela memberikan tubuhnya, agar bisa mulus ke kancah internasional. dan Arora tak ingin hidup nya seperti itu. Arora masih punya harga diri, dan rela melepaskan cita-citanya untuk menjadi model terkenal. dan Naasnya lagi beasiswa Arora di cabut dan Arora tak bisa lagi melanjutkan sekolahnya di Amsterdam college.
POV author.
Dengan uang tabungan yang Arora miliki, Arora mencoba mendaftar di salah satu universitas yang tidak terlalu bergengsi di Negeri kincir angin, Arora merasa bersyukur di kampusnya, ada beberapa mahasiswi yang berasal dari negara Indonesia, dan mereka sepakat untuk menyewa satu Apartemen untuk mereka tinggali bersama.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Arora menyisihkan sebagian uangnya untuk Biaya kuliah. Dan untungnya Arora bekerja di salah satu Restoran Asia. Pemilik restoran tempat Arora bekerja, berasal dari negara Ginseng. tepatnya Korea selatan.
Kadang bila waktu libur, Arora sering di ajak teman satu kampusnya untuk bekerja Part time, di sebuah Jasa Cleaning servis. di mana mereka menerima jasa membersihkan Mansion, kantor, rumah besar dan lain-lain.
Arora berlari kecil menyusuri, Ruas jalan Kota Amsterdam, Semenjak pagi jadwal mata kuliahnya padat sekali. hingga sampai menjelang Sore Arora masih sibuk mengerjakan tugas-tugas mata kuliahnya. sehingga dia melupakan jam kerjanya di Restoran .
"Jo...aku minta tolong bisakah kau menggantikan ku sekitar Tiga puluh menit, saat ini aku sedang menuju Restoran" Ucap Arora pada orang yang di hubungi nya.
"Tidak masalah Arora... jangan terlalu buru-buru, aku akan menggantikan dirimu selama tiga puluh menit" Jonathan.
Sampai di Restoran .
Arora segera mengganti bajunya dan menghampiri Jonathan yang sedang, menunggu Makanan yang akan dia bawa ke Ruang V.I.P.
"Jo..." panggil Arora.
Jonathan melihat Arora berjalan ke arahnya.senyum manis Jo terlukis saat membalas senyuman Arora.
"Terimakasih, telah menggantikan diri ku..." ucap Arora.
"Itu tidak masalah, kau juga sering membantu ku" jawab Jonathan.
Ting...Ting....suara bel mirip sepeda.
"Jo... pesanan mu sudah siap" ucap Fredrick, Chef restoran.
"Terimakasih, Fredrick..." sahut Jonathan, sambil mengambil makanan yang sengaja di taruh di troli restoran.
"Ayo ikut aku! malam ini tugas mu membawa semua pesanan ini di Ruang V.I.P" ucap Jonathan.
Arora mengikuti arah langkah kaki Jonathan.
"Terus terang, baru kali ini aku melayani pengunjung Restoran di Ruang V.I.P" Arora jadi grogi.
"Hai... rileks! Anggap saja kau sedang melayani Castumer di luar ruang ,V.I.P" Jonathan memberi semangat kepada Arora.
__ADS_1
"Huhhhh..." Arora meniupkan udara agar memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri.
"Kau siap?" Tanya Jonathan, kedua tangannya menempel di gagang Pintu.
"Oke...ehm...aku siap" Arora mendengus Halus, memasang senyum lebar pada Jonathan.
"1...2...3" Jonathan membuka pintu ruangan dan Arora mendorong masuk troli restoran.
"Selamat Malam..." Arora berusaha memberikan senyum terindah untuk Tamu V.I.P.
Arora dan Jonathan menaruh semua pesanan di atas meja, setelah itu mereka berdua beranjak keluar Ruangan sambil mendorong troli restoran.
"Tugas ku sudah selesai, sisanya aku serahkan kepada mu! selamat bekerja... semangat!" ucap Jonathan mendorong troli ke arah Dapur restoran.
Saat ini Arora berdiri di depan pintu ruang V.I.P.
Peraturan di restoran ini, setiap Pramusaji yang melayani tamu di Ruang V.I.P harus Berdiri di depan pintu. menunggu pesanan yang mereka lnginkan.
Arora tersenyum pada Clara " Hai Clara sapa Arora dengan suara kecil.
Clara hanya tersenyum mendengar sapaan Arora.
"Mengapa wajah mu tegang seperti itu?" Tanya Clara tiba-tiba.
"Terus terang aku, Grogi...aku baru pertama kali Melayani tamu V.I.P" jawab Arora.
kedua alis Arora naik ke atas dan mulutnya terbuka mendengar ucapan Clara.
Carla tertawa kecil melihat wajah,Arora.
"Aku hanya bercanda... waktu aku pertama kali, melayani pengunjung Ruang V.I.P. juga sama seperti mu, bahkan aku Sampai mengeluarkan keringat dingin" jujur Clara.
Waktu tak terasa, Arora melayani pengunjung V.I.P sampai Dua jam, menurut Manager Restoran, Mereka semua sahabat pemilik Restoran ini.
Waktu tak terasa Restoran hampir tutup. Arora merenggangkan otot kedua tangannya, yang terasa kaku... karena Customer V.I.P. terlalu banyak memesan Makan dan minuman, sehingga membuat Arora, bulak-balik dari dapur restoran ke ruang VIP.
Arora sudah mengganti pakaiannya, saatnya Arora Pulang. Arora menghentikan Langkahnya Ketika melihat tali sepatunya lepas. Arora mengikat kembali tali sepatunya.
"Arora... Tunggu!" seru Jansen. sang manager restoran.
Arora menghentikan Langkahnya, lalu memutar tubuhnya ke arah Sang Manager.
"Ada apa tuan?" tanya Arora.
Jansen mengeluarkan sesuatu dari jasnya.
__ADS_1
"Ini...kata mereka ini tips kamu" Jansen memberikan Amplop itu kepada Arora.
"Tuan...apa anda tidak salah orang?" tanya Arora.
"CK...aku tidak salah orang" sahut Jansen.
"Terimalah Arora!..." ucapnya lagi.
"Terimakasih, Tuan Jansen"sahut Arora.
"Kau mau pulang? Udara di luar mulai dingin... pakailah jaket mu!" tegur Clara. melihat Arora hanya mengikat jaketnya di pinggang.
Arora tersenyum mendengar ucapan Clara.
lalu membuka jaket dan memakainya.
"Lihat! aku sudah memakainya... terimakasih" ucap Arora.
Clara dan Arora berjalan menuju ke Apartemen, kebetulan mereka berdua satu Apartemen, Hanya beda lantai saja. Clara di lantai 10 sedangkan Arora di lantai 7.
Sepanjang jalan menuju apartemen, mereka selalu mengobrol, banyak hal-hal Baru dan kebiasaan orang di kota ini yang Arora tak ketahui dan Clara memberi informasinya, agar Arora tidak tabu, bila melihat dan menghadapinya.
"Tiga hari lagi akan ada Festival di kota ini" Ucap Clara.
"Mereka semua akan berkumpul di kota ini" lanjut Clara tiba-tiba tertawa.
"Hai, mengapa kau tertawa? apa ada yang lucu, sehingga kau tertawa seperti ini?" Tanya Arora.
"Aku sedang membayangkan mimik para pria di Restoran bila Festival itu tiba" Clara masih tertawa kecil membayangkan wajah teman kerjanya apalagi wajah Manager Jansen.
"Aku jadi penasaran, festival yang digelar tiga hari lagi... apalagi melihat wajah mu yang berseri-seri" sahut Arora
"Tunggulah selama tiga hari! dan kau akan terkejut melihatnya" Clara malah membuat Arora jadi penasaran.
"Dan aku minta, kau berjanji tidak akan mencari informasi tentang festival yang akan di adakan di kota ini!" pinta Clara.
"Iya...aku berjanji..." decak Arora.
Ting...suara pintu Lift terbuka
"Aku duluan... selamat malam, Clara" ucap Arora sebelum keluar dari Lift.
TBC.
Terimakasih teman-teman yang setia membaca karya Mimin. dan yang memberikan Mimin like dan komentarnya.
__ADS_1
Typo masih bertebaran