SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
---


__ADS_3

POV Rachel.


Dau jam sebelum pesawat mendarat, tiba-tiba aku merasa seperti Orang yang sedang masuk angin, tidak berhenti mual-mual, sampai merasa kepalaku sakit sekali.


Aku melihat wajah suamiku terlihat cemas, senyum kakunya terlihat jelas, menutupi rasa khawatirnya kepadaku.


"Tenang sayang...satu jam lagi pesawat akan mendarat" ucapnya pada diri ku. sambil mengusap ujung kepala ku.


"Bee...perutku sakit...sakit sekali" Rintih ku. merasakan keram di perut.


Wajah suamiku terlihat semakin panik ketika mendengar ucapan ku. dia malah memeluk tubuhku.


"Maafkan aku, sayang. sampai membuat diri mu jadi seperti ini" ucap Suamiku dengan suara lirih.


Rupanya Ambulance telah bersiaga tepat di ujung tangga pesawat kami. secepatnya ambulance membawa tubuh ku, ke Rumah sakit terdekat.


Suamiku ingin aku di rawat di rumah sakit miliknya, tapi ketika melihat kondisi ku yang masih memegang perutku sambil meringis kesakitan, akhirnya dia mengurungkan niatnya membawa diriku ke sana.


"Bawa ke Rumah Sakit terdekat!" ucapnya pada petugas kesehatan yang ada di dalam Ambulance, dan untungnya Hanya Rumah sakit Khusus ibu dan anak yang paling dekat dari Bandara.


setelah itu aku tak sadarkan diri.


Aku tersadar saat aku mencium sesuatu yang menyengat, seperti bau Alkohol yang menempel di ujung hidung ku.


"Pasien Sudah siuman, Dok" kata seorang perawat berdiri di samping ku.


Tiba-tiba...


"Hai Rachel...Kamu sudah sadar" ucap ka Bianca. aku baru tahu kalau kak Bianca, sahabat suamiku seorang Dokter Kandungan.


Ka Bianca menanyakan, apa yang ku alami selama di pesawat, dan aku lalu menceritakan semua yang terjadi pada Diriku.


"Kita periksa dulu yah...dede nya" ucap Ka Bianca. aku hanya tersenyum kecil mendengar ucapannya.


"Wow...tiga... hebat langsung dapat trio" oceh kak Bianca, matanya tak beralih dari layar USG.


"Trio apa nih kak? Trio Wek-wek?" sahut ku.


"Kalo Trio Wek-wek, Dua cewek satu cowok, ini mah bisa jadi Trio libels" balas Bianca.


"Trio Libels? aku baru dengar?" ucap ku. karena aku tidak terlalu suka dengerin musik.


"Baru dengar yah" Ucapnya memasang wajah terkejut yang di buat-buat.


"Yah udah kalau gitu Trio lestari aja!" ucapnya lagi.


"Trio Lestari? Aku juga baru dengar" ucapku.


"Hadeeeeh...Parah banget nih orang..."


Aku hanya tersenyum, melihat dia menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Bayi kamu semuanya laki-laki" ucap Bianca.


"Benarkah?" aku hanya membulatkan mataku ketika mendengar ucapan kak Bianca.


"Anggap saja, Itu hanya dugaan ku sementara, kalau kamu tidak yakin dengan ucapan ku" kak Bianca tersenyum manis.


Kita ngerumpi dulu... biarkan si Anthony kelabakan di luar menunggu kabar, kapan lagi bisa ngerjain suami kamu" aku hanya tertawa kecil mendengar ucapannya.


Kami masih lanjut bercerita, dia bilang banyak kejadian di Jakarta yang aku lewat kan, Kak Stevany kakaknya Dion, sudah melahirkan tiga Minggu yang lalu, sedangkan kak Morena sekarang berada di Ubud, tinggal bersama kedua Orangtuanya. karena Kak Brian sibuk dengan proyeknya. serta masih banyak lagi sekilas Info yang di katakan kepada ku, aku hanya tersenyum dan selalu memperhatikan ucapannya. meski kepala ku masih terasa nyeri.


Kata kak Bianca Calon anak ku semuanya cowok, detak jantung janin perempuan dan Calon janin laki-laki berbeda dari detak bunyinya


( ini pengalaman aku yah Guys, waktu Dokter Gumrhuk sing, periksa kandungan ku tepat waktu usia tiga bulan sebelum di USG dia bilang janin ku laki-laki, detak jantungnya sangat nyaring dan berdetak kencang, dan Hasilnya akurat 100% anak ku lahir Cowok, tapi tidak kembar tiga) Author.


"Harus banyak istirahat, makan...makanan bergizi agar bayi kamu sehat, tidak usah pikir melahirkannya, pasti nanti kalau melahirkan pasti di operasi Caesar, mengingat usia mu juga masih muda, cantik" ucap kak Bianca to the point.


setelah memeriksa kondisi janin ku, dia bilang tidak ada yang harus di khawatirkan. calon bayi ku sehat di dalam perut aku hanya di larang melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan.


"Minum obat ini, supaya kamu bisa istirahat malam ini" kak Bianca memberi satu pil obat dan segelas air putih dan aku meminumnya. sebelum dia pergi dari ruang IGD.


Aku baru tahu Obat yang dia berikan padaku mengandung obat tidur, sehingga mataku mulai terasa berat dan aku tidak bisa menahan kantuk, aku terbangun dari tidurku karena merasa Tenggorokan ku terasa kering, aku melihat suami sedang duduk bersandar di Bibir Hospital bed, sejenak aku tersenyum. melihat ke arahnya meski pun dia tak menyadarinya.


Rasanya aku tidak tega, selalu menghiraukan dirinya, Mulai hari aku akan membuang rasa Egoku, demi calon anak-anak ku.


"Bee...aku haus" memang itu yang ku butuhkan, tapi mata ini masih terasa berat , akhirnya aku memutuskan untuk kembali masuk kedalam alam mimpi setelah aku meminum satu gelas air yang suami ku berikan.


End


Pagi harinya.


Perlahan-lahan dirinya turun dari tempat tidur, kepalanya masih terasa nyeri, sampai akhirnya dia memutuskan untuk memanggil suaminya karena tak ingin terjadi sesuatu di dalam kamar mandi.


"Bee..." dengan suara lirih namun tidak ada respon dari Anthony.


"Bee" rasa buang air kecil mulai terasa takkan terbendung.


"BEE" akhirnya dia berteriak karena tak ingin sampai kencing di celana.


"Rachel" Anthony langsung membuka matanya mendengar suara teriakan istrinya. Anthony langsung menengok ke Arah Hospital bed.


"Cepat bawa aku ke kamar mandi!" lirih Rachel kebelet pipis.


Anthony mengangkat tubuh istrinya, lalu menarik dari tiang infus, membawa istrinya ke dalam kamar mandi.


Tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar, lalu Anthony membukanya.


"Selamat pagi Tuan Ambishius" sapa Bianca masuk ke dalam kamar inap, dengan seorang perawat.


"Pagi...tumben Pakai bahasa Formal?" sahut Anthony. tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Iya, Dong...aku harus profesional" balas Bianca tersenyum lebar pada Anthony. alisnya turun naik. membalas ejekan Anthony.


"CK, lebay..." decak Anthony. melihat tingkah temannya.


Perawat yang bersama Bianca Hanya diam saja mendengar obrolan mereka berdua.


"Di mana Rachel?" mata Bianca menatap Hospital bed.


"Lagi beli bubur kacang ijo" jawab Anthony sekenanya.


Perawat yang mendengar ucapan Anthony hanya melongo, mendengar ucapan Anthony.


Bisa-bisanya Bapak ini membiarkan istrinya pergi keluar Rumah Sakit, beli bubur lagi. Perawat.


Sedangkan Bianca hanya tersenyum kecil mendengar ocehan Anthony. yang suka seenaknya bicara, itulah sifat Anthony bila bersama para sahabatnya.


"Kau jangan kemana-mana! temani istri mu! sebentar lagi teman-teman, akan datang kemari membesuk istri mu" ucap Bianca.


"Pasti berita ini tersebar..."


"Jangan nuduh sembarangan, Luh...Si Dion yang cerita sama kakaknya, kalau bini elu masuk Rumah sakit" Bianca memotong ucapan Anthony.


"Oooo" hanya itu yang keluar dari bibirnya.


Pintu kamar mandi terbuka. Anthony segera menggendong istrinya. lalu membawa ke hospital bed. lalu merebahkan istrinya.


Perawat itu hanya melongo, mengingat dirinya sudah salah menilai Anthony.


"Pagi kak Bianca" sapa Rachel. ketika melihat Bianca berjalan ke arah dirinya.


"Pagi, Rachel... Kepalanya masih sakit?" tanya Bianca.


"Sedikit...Masih terasa pusingnya" jawab Rachel.


"Perutnya masih terasa sakit?" tanya Bianca. sambil memeriksa Rachel.


.


Rachel menggeleng sambil tersenyum pada Bianca.


"Anthony, setengah jam lagi kau bawa istrimu ke Ruang USG, aku akan memeriksa keadaan bayi kalian!"


Anthony mengangguk antusias.


"Rachel aku tinggal dulu, masih banyak pasien yang harus di periksa" ucap Bianca.


"Terimakasih kak, Bianca" ucap Rachel.


Bianca hanya tersenyum mendengar ucapan Rachel.


TBC

__ADS_1


Terimakasih...


typo tetap beredar....


__ADS_2