
Anthony sudah bersiap-siap menuju Bandara.
Rachel menyerahkan Jas Anthony.
"Terimakasih sayang" ucap Anthony.
Tiba-tiba Bel pintu apartemen berbunyi, bersamaan dengan suara pesan yang masuk ke Ponsel Anthony.
"Selamat pagi, Nyonya" sapa Dion, berdiri di depan pintu.
"Selamat pagi..." Balas Rachel.
"Dion kita masih punya waktu 2 jam, kamu sudah sarapan?" tegur Anthony.
" Saya tidak sempat sarapan, Bos" Jawab Dion.
"Ayo kita sarapan!" ajak Anthony pada Dion.
Anthony dan Dion sarapan dalam diam begitu juga dengan Rachel.
setelah Selesai sarapan, Anthony menyuruh Dion mengambil beberapa Dokumen penting, yang harus Dion Tangani selama Anthony pergi ke Guatemala.
Anthony sedang memeriksa Ponselnya, ada beberapa Email masuk dan pesan dari Henry.
"Bee...ini kopinya..." Rachel menaruh kopi di meja.
"Bee... jangan lupa kabari aku, kalau sudah sampai di Guatemala!" ucap Rachel.
"Iya sayang..." Mata Anthony fokus ke layar ponsel.
"Jaga kesehatan!" Rachel.
"Iya..." Anthony
__ADS_1
"Jangan telat makan!" Rachel
"Iya..." Anthony
"Jangan begadang!" Rachel mulai jengkel melihat suaminya, yang masih Fokus dengan ponsel di tangannya, Anthony tak hentinya mengetik di layar ponselnya.
"Iya..." Anthony masih membalas pesannya Henry.
Rachel jadi kesal melihat sikap suaminya, yang seolah-olah, ucapan Rachel tidak ada artinya.
"Jangan menyusul aku ke London!"
"I..." Anthony membulatkan matanya mendengar ucapan istrinya.
"Iya..." timpal Dion, Yang sejak tadi sudah berada di antara mereka.
Anthony menoleh ke arah Dion.
"KAU..." Geram Anthony pada Dion.
Rachel menatap tajam wajah Suaminya.
"Waduh... tatapan matanya, istrinya sih Bos... udah kaya Burung elang, yang sedang mengintai mangsanya..." gumam Dion dalam hatinya
Anthony menghampiri istrinya lalu memeluk tubuh wanita yang sudah mengisi Kalbunya.
Rachel masih memasang wajah cemberutnya.
dan tak ingin membalas pelukan Anthony.
Merasa Rachel tak membalas pelukannya, Anthony merenggangkan pelukannya, sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Rachel.
"Jangan ngambek dong,sayang! suami kamu mau pergi jauh, kamu harus berikan senyum termanis buat aku, Sayang! Agar aku selamat sampai tujuan"
__ADS_1
"Ayo... berikan aku senyum manis mu, itu!" ucap Anthony.
Rachel terpaksa tersenyum pada suaminya. Rasa jengkel yang ada di hatinya, lambat laun mulai sirna, setelah mendengar ucapan Suaminya.
"Kurang... senyuman kamu kurang manis! kamu masih jengkel sama aku? ayo... berikan aku senyum manis mu!...ayo sayang!" ucap Anthony.
Rachel mendengus halus, mengapa dia harus mengikuti ucapan Suaminya " Dasar tuan pemaksa" ucap Rachel, seketika itu juga Senyum Rachel merekah. sambil menatap wajah suaminya.melihat kekonyolan suaminya.
Anthony menarik kembali tubuh istrinya kedalam pelukannya, mencium aroma tubuh istrinya, Rachel sangat suka dengan aroma akasia.
ingin rasanya Anthony membawa pergi istrinya ke Guatemala bersama dirinya.namun semua itu tidak bisa terwujud.
Dion memandang jengah melihat tingkah Bosnya "Seperti ini kah...kalau pria puber kedua?" Gumam Dion dalam hatinya. yang mengingat Anthony pernah menjadi seorang Duda.
" Aku akan segera menyusul mu...tunggu aku di sana... Oke!" Anthony mengecup kening istrinya.
"Jaga kesehatan...Jangan sampai kamu sakit, kalau kamu sakit...kamu akan lama menyusul ku ke London" Mata Rachel berkaca-kaca.
Anthony tersenyum lebar, sambil mengelus pipi istrinya.
"Bee... Bolehkah aku mengantar mu, sampai Bandara?" Tanya Rachel...
"Jangan sayang... nanti kamu kecapean!" jawab Anthony. yang mengetahui jadwal istrinya hari ini.
"Bos... sudah waktunya kita berangkat!" sela Dion.
Anthony mendengus kasar mendengar ucapan Dion, entah mengapa dirinya terasa berat berpisah dengan istrinya.
"Ayo...kita Pergi!" ucap Anthony. setelah mengecup kening istrinya.
TBC.
Guys...Di episode ini Mimin minta maaf, cerita yang Mimin Buat tidak panjang...
__ADS_1
Karena... Mimin sedang banyak kerjaan...
Typo bertebaran... tolong di maklumi..m