SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Usia kehamilan.


__ADS_3

"Mengapa kakak, ikut-ikutan pergi ke rumah sakit?" tegur Ansel pada kakaknya.


"Aku hanya ingin menemani Anthony" jawab Anson sekenanya.


Anthony menaikan kedua alisnya mendengar ucapan Uncle Anson. jari telunjuknya mengarah ke wajahnya sendiri.


Justin tertawa kecil melihat reaksi Anthony yang terkejut, namanya di sebut.


"Daddy... ayolah jangan seperti anak kecil! kenapa sifat Daddy bisa berubah seperti ini? beberapa hari ini sifat Daddy sudah seperti uncle Ansel" Celetuk Dustin.


"Uncle aku ikut, karena aku pemilik Rumah sakit...aku harus menemani adikku, agar mendapatkan pelayanan yang terbaik" Jawab Oliver memberikan alasan pada unclenya.


"Dustin!...hari ini Daddy mu, punya janji dengan Tuan Hugo Chavez... Tolong temani Daddy mu" ucap Evita.


Anson diam sejenak sambil menutup kedua matanya.


"Kenapa aku bisa melupakan janji itu" ucap Anson.


"Grazie cara (terimakasih sayang)" ucap Anson tersenyum manis pada istrinya.


"Kalau begitu aku akan bersiap-siap..." Anson berlalu pergi ke kamarnya.


"Hugo Chavez?" Justin sejenak berpikir " kakak...aku juga ikut dengan mu!" ucap Justin.


Dustin hanya mengangguk saja. mendengar ucapan Justin.


"Memangnya kau tahu siapa Hugo Chavez?" bisik Oliver pada Justin. agar Evita tak mendengarnya.


"Aku hanya berjaga-jaga saja, kak. karena kabar yang aku dengar dia itu pria yang licik dalam berbisnis" jawab Justin.


Oliver hanya mengangguk saja mendengar ucapan Justin.


Rachel tak menyangka dirinya akan mendapat perlakuan Istimewa dari pihak rumah sakit.


Tanpa harus Menganti giliran, Rachel langsung di tangani Dokter Ahli OBIGYN.


Setelah Dokter memberi pertanyaan seputar keluhan Rachel, selama beberapa hari ini , Dokter Natalie. menyuruh Rachel naik ke atas tempat tidur, untuk memeriksa kondisi dan tumbuh kembangnya janin di perut Rachel.


" Pertumbuhan janin sangat baik, detak jantungnya juga teratur. Dan saat ini usia mereka, memasuki Tujuh Minggu" ucap Dokter Natalie. masih menatap layar monitor


"Mereka? maksud Dokter, kami memiliki anak kembar?" tanya Anthony tak percaya.


"Yah... istri anda sedang mengandung anak kembar, Tuan" ucap Dokter Natalie


Valeria dan Evita tersenyum lebar mendengar ucapan Dokter Natalie.


Sedangkan Anthony, malah sedang memeluk istrinya karena merasa Bahagia " Anak kita kembar, sayang..." ucapnya penuh rasa Bahagia.


Dokter Natalie hanya tersenyum melihatnya, kejadian di hadapannya. Moments seperti itu, sudah biasa di lihatnya hampir setiap hari, di rumah sakit.


Setelah Turun dari tempat tidur, Rachel dan Anthony kembali duduk berhadapan dengan sang Dokter.


"Saya akan membuat Resep Obat untuk Nona , Rachel" ucapnya lagi.


"Nyonya... karena usia anda tergolong masih muda, Anda harus menjaga Baik-baik kandungan anda!... tidak boleh melakukan pekerjaan yang banyak, dan makanlah makanan yang sehat, jangan terlalu banyak makan Junk food!" Ucap Dokter Natalie.


"Dokter apa aku bisa..." Anthony menghentikan ucapannya karena melihat Dokter Natalie tertawa kecil.


"Sepertinya Dokter sudah tahu arah pembicaraan,saya..." ucap Anthony.


"Bee... memangnya tidak ada pertanyaan lain, selain itu?" bisik Rachel wajahnya mulai merona, karena menahan rasa malu.

__ADS_1


"Jangan malu sayang!...para pria memang seperti itu pertanyaannya" ucap Evita. valeria mengangguk mendukung ucap Evita


Rachel hanya tertunduk menutupi rasa malunya.


"Saya sudah biasa, setiap pasien yang kesini, pasti suaminya menanyakan hal-hal seperti itu" jawab Dokter Natalie .


" Menengok si kecil, sekali-kali boleh, asal jangan keseringan. kasihan mereka bertiga nanti.terjepit, kalau Daddynya sering menjenguk!/?" terang Dokter Natalie.


"Dokter bilang tadi mereka ber...tiga? maksudnya... istri saya saat ini hamil kembar Tiga?" tanya Anthony memastikan ucapan Dokter.


Semua yang ada di Dalam ruangan menatap wajah Dokter Natalie, menanti jawaban.


"Yah...Nyonya Rachel, Hamil kembar tiga...itu yang saya lihat di Layar monitor" jawab Dokter Natalie menatap wajah Anthony.


Rachel menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya, rasanya dirinya ingin berteriak senang, ketika mendengar ucapan sang Dokter. hanya pupil matanya saja yang membesar karena rasa terkejutnya nya.


Kedua alis Anthony naik ke atas, matanya membulat sempurna. karena rasa terkejutnya.


Valeria dan Evita saling beradu pandang dengan wajah melongo mendengar ucapan Dokter Natalie.


"Hahkkk..." teriak Valeria dan Evita, langsung memeluk Rachel.


"Sayang...kamu rupanya berhasil mengalahkan, Aunty" seru Evita masih memeluk Rachel.


Oliver Masuk ke dalam ruangan dan melihat Mommy dan Auntynya sedang memeluk Erat Rachel.


"Ada apa ini? Apa Rachel baik-baik saja?" tanya Oliver.


"Dokter Natalie.. bisa Anda jelaskan kepada ku!?" tegur Oliver.


Natalie tersenyum lebar mendengar pertanyaan dari Oliver.


"Kau tahu Oliver, Aku menjadi pria yang bahagia di muka bumi ini..." Senyum Bahagia Anthony terlukis di wajahnya.


"O,..yah? apa yang menyebabkan dirimu menjadi bahagia?" Oliver jadi penasaran.


"Aku...aku akan menjadi seorang Ayah..." ucap Anthony.


"CK, kalau itu aku tahu..." decak Oliver.


"Calon bayinya kembar tiga, Olivier" Celetuk dengan suara gembira.


Oliver memasang wajah melongo, mendengar ucapan Mommy nya.


Oliver mengalihkan pandangannya ke arah Anthony.


Anthony mengangguk antusias...


"Wow...aku tak menyangka kau memiliki bibit yang banyak" Goda Oliver. sambil berjabat tangan dengan Anthony. mengucapkan Selamat.


"Mulai sekarang jangan bekerja yang aneh-aneh, jaga mereka dengan baik, sayang.! aku tak ingin kamu telat makan! kamu harus istirahat yang banyak, tidak boleh kecapean!" Racau Anthony.


Membuat semua yang ada di dalam mobil hanya melongo mendengar nya.


"Kau harus bersyukur, Sayang. Suami mu Overprotektif sekali"Bisik Valeria, yang duduk di sebelah kiri Rachel.


Rachel hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Valeria.


Setelah sampai di Mansion.


"Jangan turun dulu! " ucap Anthony pada istrinya.

__ADS_1


Mereka bertiga hanya bingung melihat tingkah laku Anthony.


"Kamu mau ngapain, Bee?" melihat suaminya mencondongkan tubuhnya ke dalam mobil.


"Mau mengangkat mu, masuk ke dalam Mansion" jawab Anthony.


"Bee...aku bisa jalan kok, jangan terlalu lebay...dee..aaah" Rachel menjadi jengkel dengan tingkah suaminya.


"Flower...sayang! jangan membantah, ucapan su-a-mi.." Anthony langsung menarik lembut tangan Rachel agar keluar dari dalam mobil.


Oliver hanya menggelengkan kepalanya melihat Anthony menggendong istrinya, ala bridal masuk kedalam Mansion Keluarga Agam.


Evita dan Valeria hanya tersenyum melihat tingkah Anthony.


Ansel menurunkan kacamata bacanya sampai mengenai bibir atasnya. ketika melihat Rachel di gendong Masuk oleh Anthony. buru-buru di lipat surat kabarnya.


"Ada apa dengan Rachel, apa dia sakit?" tanya Ansel Khawatir dengan suara kecil agar tak di dengar oleh Rachel.


"Tidak sayang, putri mu tidak sakit... Anthony hanya terlalu menjaga istrinya" jawab Valeria dengan suara yang kecil juga.


"itu berarti Dia Sangat mencintai putriku" sahut Ansel.


Valeria tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya


.


" Aku setuju dengan pendapat mu, suamiku" balas Valeria.


"Kamu duduk dulu di sini, aku ambil kursi roda dulu!"


Anthony berlalu kearah kamar tamu.


"Jangan cemberut... tersenyum lah!" Oliver mengacak rambut Rachel.


"Kakak..." Protes Rachel di acak rambutnya.


"Bagaimana dengan kondisi Bayi nya?" Tanya Ansel.


"Baik Uncle..."Jawab Rachel.


"Berapa usia kandungannya, Rachel?" tanya Ansel.


"Dokter bilang usia kandungan ku tujuh Minggu, uncle" jawab Rachel.


"Apa Dokter tak salah memeriksa, karena Uncle lihat perutmu sudah menonjol, biasanya usia segitu belum tampak terlihat" ucap tak percaya


"Usia kandungannya memang tujuh minggu, dan itu memang benar, kami berdua ada di sana, Ansel, dan mengapa perut Rachel terlihat agak besar menurut ku, itu wajar. karena tiga nyawa berada di dalam rahimnya" ujar Evita menerangkan pada Adik iparnya.


" Maksud mu... kembar tiga?" kedua alis Ansel terangkat ke atas.


Ansel menoleh ke arah Rachel


Rachel hanya tersenyum, sambil mengangguk antusias pada Ansel.


"Wow...aku tak menyangka bisa terjadi seperti itu" ucap Ansel.


TBC


********


Terimakasih kasih.

__ADS_1


__ADS_2