SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Club' (revisi)


__ADS_3

Semau mata kaum hawa, menatap takjub pada beberapa sosok ciptaan Tuhan yang sedang berjalan bak peragawan di atas Catwalk, padahal mereka sedang berjalan di dalam Area bandara Soekarno Hatta menuju pintu keluar Bandara.


Oliver datang bersama Ke tiga adiknya.


Dustin dan Justin sepupu kembarnya, anak dari pamannya Anson Agam dan sudah mengganti nama belakangnya menjadi Anson Berhan, dan Orion, adik kandung dari Oliver. putra dari Ansel Agam.


Sebuah Mobil Hummer H1 sudah terparkir tepat di depan pintu keluar Bandara


"Selamat Datang Kembali di Indonesia, Mr Oliver" Ucap Galaxy, salah satu orang kepercayaan Orion yang mengurus perusahaannya di Indonesia.


"Terimakasih, Galaxy... perkenalkan... mereka semua Adik-adik ku" Ucap Olivier.


Galaxy menyapa mereka semua.


"Hari ini kita beristirahat di Hotel, besok baru kita pergi menemui Rachel" Saran Oliver.


"Terserah kakak saja...aku ikut dengan ucapan kakak" Sahut Dustin menoleh kembali ke arah luar jendela menyaksikan suasana kota yang baru pertama kali di datanginya. Dustin memiliki sifat seperti Oliver.


"Kalian berdua...jangan kemana-mana. ini kota asing untuk kalian! Ingat Justin, musuh kita ada di mana-mana!" ucap Dustin memberi peringatan buat Orion dan Justin.


"Hai...aku hanya ingin turun di bawah, aku ingin ke club' hotel ini saja, aku hanya penasaran seperti apa Sifat wanita Indonesia, Agresif, malu-malu atau galak mungkin...itu saja, siapa tahu aku bisa berkenalan dengan salah satu wanita di sini" ucap Justin.


"Dan langsung mengajak kencan?" sambung Dustin.


"Apa lagi kencannya langsung di tempat tidur" Oliver menimpali ucapan Dustin.

__ADS_1


Justin malah tertawa mendengar ucapan kakaknya.


"Kak Justin, aku boleh ikut?" Tanya Orion.


"Kau mau ikut dengan ku ke club'? boleh tidak masalah, siapa tahu kita bisa berkenalan dengan mereka dan menggodanya" ucap Justin.


"Aku malah tak sabar ingin mendekati wanita Indonesia" ucap Orion antusias.


"Jangan samakan gadis di sini dengan di negara kita!" terang Oliver sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Justin dan Orion mereka berdua memiliki sifat yang sama.


****


Rachel menghirup aroma Tongseng kambing yang di masaknya" Hmmm...harum" ucapnya,


Mata Rachel melirik ke arah jam dinding waktu menunjukkan pukul Setengah delapan malam.


Satu jam, dua jam, Rachel menunggu kedatangan suaminya, namun Anthony belum datang juga, beberapa kali Rachel menghubungi ponsel suaminya, tapi tidak di angkat oleh Anthony.


Ponsel Rachel berbunyi, Rachel tersentak dari lamunannya. suara pesan masuk kedalam ponselnya.


"Dion" ucap Rachel membaca nama yang tertera di kotak pesan.


"Nyonya, Tolong...saya butuh bantuan anda, Anthony dalam bahaya"


Pesan singkat dari Dion dan Dion juga memberi peta lokasi keberadaan mereka berdua. tanpa pikir panjang Rachel segera pergi mengambil Tasnya lalu keluar dari apartemennya.

__ADS_1


****


Rachel menghubungi ponsel Dion.


"Dion, sekarang aku sedang berada di lobby hotel" Rachel.


"Nyonya, sekarang anda pergilah ke Club hotel ini! Tuan ada di sana, menunggu kedatangan anda"Dion langsung mematikan Ponselnya.


Beberapa pasang mata memperhatikan Rachel yang berjalan menuju arah Club Hotel tersebut.


"Hai...manis, kemari lah! kita bisa habiskan waktu malam ini berdua! " ucap seorang pria berkepala plontos yang memiliki tato di lengan kanannya, tubuhnya tinggi tegap dan berisi.


Rachel tetap berjalan tanpa menoleh, sedikitpun pada pria plontos yang sedang berbicara padanya.


"DASAR ******, SOMBONG SEKALI KAU" Pria itu menahan lengan Rachel.


Rachel menatap nyalang wajah Pria plontos yang sedang menyeringai kepadanya.


" Lepaskan tangan kotor mu itu !" ucap Rachel dengan menekan keras suaranya.


"Jaga bicaramu ******" ucap pria itu.


TBC


******

__ADS_1


terimakasih.


typo bertebaran


__ADS_2