SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Gara-gara Rico


__ADS_3

"Selamat pagi... " sapa Anthony lalu menghampiri Sidney, lalu mencium pipi kanan mamanya.


"Mengapa kau masih suka mencium pipi istriku? " tegur Maikel cemburu.


"Rasa posesif mu itu, membuat dirimu menjadi pikun, biar putra mu sendiri kamu cemburu !" sela Magdalena menggelengkan kepalanya.


"Sayang dia putra kita, kenapa dirimu selalu marah bila putramu mencium pipi ku?"awa Sidney memberi pengertian untuk suaminya, dirinya tak habis pikir kenapa suaminya selalu cemburu dengan putranya sendiri.


Maikel menatap tajam istrinya, membuat Sidney diam dan kembali Fokus ke makanannya.


"Papa aneh...anak sendiri di cemburu..." decak Anthony, lalu mencium pipi Magdalena.


"Ingat... jangan lagi cium-cium pipi istriku!" Maikel menata tajam pada putranya sendiri.


Rachel hanya tersenyum melihat kejadian pagi ini di hadapannya.


"Rachel... kamu harus hati-hati! jangan sampai suami kamu, mengikuti jejak Daddynya!" nasehat Magdalena.


Anthony mendekati istrinya, lalu mengecup pucuk kepala istrinya "


"Kenapa jantung ku berdetak kencang seperti ini?" gumam Rachel .


"Selamat Pagi...semua" teriak Rico. Berjalan mendekati keluarga Ambishius.


"Kau dari mana? pulang sepagi ini? " tegur Maikel.


Rico menempelkan bokongnya di kursi, samping Magdalena.


"Setelah aku mengantar Oma pulang, aku pergi menemui seseorang, lalu aku kembali ke sini"ujar Rico.


"Seseorang? apa dia kekasihmu? "tanya Magdalena.


"Aku tidak memiliki kekasih Oma, kalau koleksi wanita, banyak... "sahutnya.


"Belajarlah mencintai satu wanita! bukan bermain wanita! " Ucap Maikel.


"Akan ku pertimbangkan, paman" sahut Rico.


"Atau kita carikan saja dia wanita dan di jodohkan padanya? " ucap sidney menggoda Rico.


"Tawaran yang menarik, tapi aku ingin wajahnya seperti kakak ipar... " Rico tersenyum pada Rachel.

__ADS_1


"Jangan menatap wajah istriku! " tegur Anthony.


"Aku tidak menatap wajah istrimu, kakak, tapi aku sedang melihat sisa-sisa keganasan mu..." Rico mulai menggoda Anthony.


Rachel menyadari apa yang di katakan Rico,wajahnya jadi merona.


"Apa yang kau perbuat dengan menantu ku? kau menyakitinya?" cecar Maikel. salah paham dengan ucapan Rico.


Rico tersenyum lebar mendengar ucapan Maikel.


"Selama ini aku tidak pernah menyakitinya papa..." Anthony jadi bingung kenapa dirinya di pojokan. dan papanya percaya dengan ucapan Rico.


"Rachel...apa benar yang di katakan Anthony? jawab Oma? " Magdalena juga mulai terbawa emosi.


Rachel mengangguk cepat agar tak berkepanjangan.


"Rico...kenapa kau menuduhku, yang bukan-bukan" Emosi Anthony mulai memuncak.


Rachel memegang Telapak tangan suaminya agar tidak tersulut emosi.


"Bee...ucapan Rico tidak salah..."


Rachel terkejut dengan sikap Anthony.dirinya hanya ingin membuat suaminya menahan diri agat tak tersulut emosi.


Rico malah tersenyum lebar melihat mimik wajah Anthony, yang terlalu serius menanggapi sesuatu. semenjak Anita mengecewakan kakaknya, semua karakter pada diri Anthony berubah seketika.


"Oma... coba Oma lihat di lehernya Rachel... penuh dengan hicky" bisik Rico.


Magdalena tersenyum lebar memperhatikan Leher Rachel, hicky, bertebaran di lehernya ,tertutupi rambut Rachel, tapi dia masih bisa terlihat jelas bila di perhatikan lebih seksama.


"Seganas itu kah suamimu, sayang?Anthony mengapa kau membuat, hicky, bertebaran di leher,istrimu?"


Rachel Diam menunduk malu dengan ucapan Magdalena. sedangkan Anthony malah tersenyum lebar mendengar pertanyaan Omanya.


"Ternyata Tingkah kalian berdua sama"ucap Sidney menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Itu bukan keganasan, aku hanya ingin semua orang tahu, kalau wanita ini milik ku seorang " Anthony merangkul pundak Rachel.


Rachel diam saja, tak merespon tindakan Anthony, dirinya malah sibuk memakan sarapan paginya.memasang wajah datar.


Maikel tersenyum tipis melihat wajah menantunya. Diam tapi menyimpan kemarahan. putranya memang bodoh.

__ADS_1


"Rachel, ayo ikut dengan kami! " ajak Magdalena.


Rachel menganggukkan kepalanya lalu bangun dari dari kursi makan, tanpa melirik ke arah suaminya.lalu menghampiri Omanya.


Sidney tersenyum pada Rachel,lalu menggandeng menantunya.


"Mom, kita mau kemana? " tanya Rachel ketika di ajak keluar Mansion bersama Magdalena.


"Hari ini kita akan bersenang-senang "sahut Magdalena.


"Tapi tas ku..."


"Tidak usah membawa tas,sayang " ucap Sidney.


Rachel pasrah saja dengan sikap mertuanya dan Oma Magdalena.


"Kenapa kamu jadi pria yang tidak peka Anthony?" geram Maikel.


"Maksud papa?" tanya Anthony.


"Coba kamu ingat-ingat apa yang sudah kau lakukan? "


Rico hanya menjadi pendengar, dan asik mengunyah menikmati Roti jhon yang di buat oleh Marta.


Anthony mengingat-ingat apa yang di perbuat pada istrinya. wajahnya berubah pias, ketika mengingat dirinya menepis tangan istirinya, saat Rachel menenangkan emosinya pada saat dirinya mulai marah pada Rico.


"Papa... aku membuat kesalahan " menepuk kasar jidatnya.


"Papa sudah bilang, jangan memancing dirinya marah,Apa kamu lupa, darah Agam dan darah Berhan mengalir di tubuh nya.


'Uhuk... uhuk..."Rico keselek makanannya sendiri ketika mendengar ucapan pamannya.


"Gara-gara Dia..."Tunjuk Anthony ke arah Rico.


"Loh, kenapa aku? " sahut Rico pura-pura bodoh.


"Jangan menyalahkan Rico! papa sudah memperingati kamu, ingat, Rachel.tidak memiliki jiwa pedendam, tapi dia akan membuang sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman, jangan sampai dirimu pun bisa di buangnya" Maikel memperingati putranya.


"Paman...tadi Paman menyebut Darah Agam dan Berhan mengalir di tubuh nya kakak Ipar? berarti berita itu tidak bohong..."Rico memandang wajah Anthony.


"Berita? apa Maksud mu, Rico? "Anthony menatap wajah Rico

__ADS_1


__ADS_2