SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Di Mansion keluarga Agam 2


__ADS_3

"AUW....." Teriak Justin, tak mengira di tarik telinganya oleh Evita.


"Moccioso, continui a mentirci(Dasar anak nakal tidak henti-hentinya kamu membohongi kami)" seru Evita dalam bahasa Italia.


"Aow...Daddy...tolong aku..." ucap Justin. memegang telinga kanannya agar tidak terlalu di tarik Mommynya.


Anson Hanya menyeringai melihat putranya yang kesakitan karena ulah istrinya.


Valeria yang sedang memeluk Rachel menengok ke arah Justin yang sedang di tarik telinganya oleh Evita.


"Non importa tesoro, smettila... non tirarle più le orecchie!" (Sudahlah sayang, hentikan... jangan menarik telinganya lagi!)" Anson menghentikan ulah Istrinya pada putranya. Dalam bahasa Italia.


Anson dan Ansel melangkah mendekati Rachel.


"Ketika dirimu melangkah masuk ke dalam Mansion ini...Aku terkejut, aku kira My Mom, hidup kembali...


wajah mu, bahkan bentuk tubuh yang kamu miliki sama seperti My Mom..." ujar Anson lalu memeluk tubuh Rachel" Ah...Putri ku...yang hilang...aku sangat merindukanmu" Anson mengecup pelipis Rachel.


Perasaan Rachel menjadi Haru mendengar ucapan pamannya yang belum dia tahu namanya.


"Aku Uncle Anson...lihat wajah ku baik-baik! agar kau mengenal ku..." Rachel memperhatikan wajah pamannya. lalu dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Kakak...aku juga ingin memeluk dirinya..." Ansel berdiri di dekat mereka berdua.


Anson merenggangkan pelukannya " mengapa kau selalu saja berada di saat tidak tepat" gerutu Anson melepaskan pelukannya lalu melangkah ke Istrinya.


"Hai...dia putriku juga..." sahut Ansel, lalu tersenyum manis pada Rachel.


"Oh Putri ku...Kau cantik sekali, mengapa wajah Mommy ku bisa menempel di wajahmu" Ansel memeluk tubuh Rachel "Kau tahu aku sangat menyayangi Daddy mu..." ucapnya lagi, Mata Ansel berkaca-kaca teringat mendiang adiknya.


Lihatlah Javier...putri mu sekarang berada dalam pelukan ku...aku berjanji akan menjaganya. Ansel.


Rachel masih meneteskan air mata, Rachel merasa bahagia masih bisa di pertemukan dengan saudara kandung papanya.


Evita juga memeluk Rachel " Selamat datang di keluarga ini, sayang! panggil aku Aunty Evita...wajah mu cantik sekali, diriku tadi sempat melayang tinggi ketika anak nakal ini, memperkenalkan diri mu sebagai kekasihnya" Evita memandang kesal pada Justin .


"Sampai kapan kalian seperti ini?... Mommy aku lapar" seru Orion memasang wajah sedih pada Valeria.


"Kau lapar?" tegur Dustin.


"Hmmm" jawab Orion lemah.


Dustin tersenyum kecil melihat wajah Orion. seperti itu " Sama aku juga lapar...ayo kita pergi makan, Taun cantik" Goda Dustin, mencubit gemas pipi Orion" lalu merangkul Orion sambil berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


Diantara mereka berempat Orion lah yang paling tampan, karen Wajah Valeria menurun ke Orion. sedangkan wajah Oliver Dominan ke Ansel.


"Kakak...jangan tarik pipiku!" seru Orion


Dustin tertawa kecil mendengar ocehan Orion.


"Samantha...Tolong panggil Oliver! katakan padanya kami semua menunggu dirinya makan malam!" ucap Valeria.


"Baik nyonya..." sahut Samantha lalu berjalan menuju kamar Oliver.


Tak lama kemudian Oliver datang menemui mereka yang sudah berada di meja makan.


"Kakak... mengapa dirimu lama sekali...kau tahu aku sudah sangat lapar... rasanya aku mau pingsan" Racau Orion.


"Aku curiga putramu ini... jangan-jangan ingin menjadi seorang aktor" Celetuk Darrell tersenyum tipis melihat Tingkah Orion. yang sama persis seperti Ansel waktu muda.


"Maaf kan aku...Elton tadi sempat bangun...aku menundukkan dia kembali" Ucap Oliver.


"Ayo kita Makan! Rachel Makan yang banyak jangan malu-malu! " Tegur Ansel.


Rachel hanya tersenyum mendengar ucapan pamannya.


*****


Setelah melakukan perjalanan jalur udara selama 1 hari lewat dua jam, plus Perjalanan darat dari Guatemala city ke Antigua yang memakan waktu 4 jam memakai jalur darat . membuat tubuh Anthony lelah dan letih. Tanpa berpikir panjang lagi Anthony langsung terlelap di dalam alam mimpinya.


"Selamat pagi Tuan Anthony" sapa Henry.


"Pagi...Apa agenda ku hari ini, Henry?" tanya Anthony.


"Pagi ini kita akan berangkat ke perkebunan tuan, setelah itu kita akan bertemu dengan tuan Dawson Graciano,


"Graciano? nama yang tidak asing bagiku..." Ucap Anthony.


"Tuan Graciano ingin berinvestasi di perusahaan Anda tuan" ujar Henry.


"Tuan Graciano juga salah satu orang berpengaruh di negara ini... tuan harus berhati-hati dengan dirinya!" Ucap Henry. memperingatkan Anthony.


"Dan sekarang Apa masalah yang harus ku tangani? karena dirimu tak bisa menanganinya.


"Yah itu... masalahnya Tuan...Tuan Graciano masalah terbesar ku" ucap Henry.


Anthony menatap geram wajah Henry.

__ADS_1


"Hanya seorang Graciano kau tidak bisa menanganinya? Sampai kau menghubungi ku. kau tahu aku tak bisa mengantar istri ku pergi ke Rumah kakeknya di London. Masalah yang ku hadapi lebih berat Henry...Aku harus berhadapan dengan keluarga Agam" Ucap Anthony dengan suara agak keras.


"Keluarga Agam?" Henry tak percaya mendengar ucapan Anthony.


"Tuan... Yang setahu saya, Keluarga Agam tak memiliki anak atau cucu perempuan...yang mereka miliki hanya menantu perempuan" ucap Henry ,


Anthony tersenyum tipis mendengar ucapan Henry.


Anthony juga tahu Bahwa Henry juga berasal dari kota London.


" Ceritakan kepadaku tentang keluarga Agam yang kau ketahui menurut versi mu?" ucap Anthony.


"Bukan versi...tapi sebuah Fakta" sahut Henry.


"Keluarga Agam memiliki dua orang putra laki-laki dan 4 orang cucu laki-laki... Tidak ada yang tidak mengetahui siapa itu keluarga Agam. Ansel Agam sangat berpengaruh di bidang bisnis...Tuan tahu saya sangat mengidolakan seorang Ansel Agam, Dia seorang pebisnis yang handal dan sekarang hanya tinggal di Mansionnya saja. Perusahaannya dia percayakan pada Putra pertamanya..."


"Oliver Arsenio Agam..." Anthony memotong ucapan Henry.


"Anda pasti tahu melalui Media bisnis" tebak Henry.


Anthony tersenyum tipis, Mendengar ucapan Henry.


Tiba-tiba Ponsel Anthony berbunyi. ternyata Maikel yang menghubungi dirinya.


"Anthony Apa kau sedang berada di Guatemala?" Maikel.


"Yah...aku sekarang berada di Guatemala, Dad" Anthony.


"Sudah berapa kali aku katakan pada mu...jual pabrik mu dan mengapa kau biarkan menantu ku pergi sendiri ke Rumah kakeknya? Apa kau lebih mencintai uang...dari pada istri mu?" suara Maikel terdengar keras dari ponsel Anthony.


"Dad...aku sudah minta ijin pada istri ku, dan istri ku menyetujuinya..." Anthony tidak ingin di salahkan.


'Kau tidak meminta ijin, Anthony, kau hanya mengatakan akan pergi ke Guatemala" ucap Maikel.


"Tapi..."


"Jangan berdebat lagi dengan ku, Anthony. sekarang juga jual perusahaan mu dan susul istri mu ke London! Hati-hati Anthony...Anson sangat keras wataknya, jangan sampai Anson berpikir yang bukan-bukan tentang dirimu, Dia tidak akan melepaskan Rachel pada orang yang salah" Maikel lalu memutuskan telfon nya.


wajah Anthony jadi pucat mendengar ucapan Maikel.


Anthony tidak bisa berpikir jernih, kata-kata Maikel membuat Anthony gelisah.


"Henry...Jual saja perusahaan ku ini..pada Tuan Graciano!" ucap Anthony.

__ADS_1


"Tuan...Apa aku tak salah dengar?"


TBC


__ADS_2