SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
_


__ADS_3

Suara kicau burung gereja yang saling bersahutan, tepat di balkon dan atap Rumah sakit. membuat Rachel merasa terganggu, perlahan-lahan kelopak matanya terbuka pandangan matanya masih samar-samar menatap langit kamar rawat inap VIP yang di tempati dirinya saat ini. hingga pandangan matanya menjadi jernih karena sudah sepenuhnya sadar dari tidurnya.


Tiba-tiba ada perasaan yang tak bisa di ungkapkan dalam hatinya, wajahnya hanya melukis kan senyuman, ketika merasa perutnya bergerak. perlahan tangan kanannya mengarah ke perutnya. mengusap lembut perutnya sendiri.dirinya tak menyangka bisa hamil di saat usianya 18 tahun.


Suara ketukan pintu kamar membuat dirinya menghentikan aktivitas mengusap perutnya.


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu masih terdengar, di depan kamar rawat inap.


"Om...Om....Om" panggil Rachel dengan suara parau, pada Anthony namun yang di panggil masih dalam selimut mimpi.


"Iihhh...kok tidak bangun" gerutu Rachel menatap jengkel pada Anthony.


"Tapikan dia suami aku? masa aku memanggilnya Om? untung saja dia tidak mendengarnya" pikir Rachel.


"Turun? tidak? turun? tidak?" Rachel jadi gelisah.


Suara ketukan pintu masih tetap di telinga Rachel.


"Turun aja deh " Rachel menyibak selimutnya.


"Sayang... kamu Mau kemana?" tegur Anthony tiba-tiba. ketika melihat kaki kanan Istrinya hampir menempel menyentuh lantai kamar.


Suara ketukan pintu terdengar lagi.


Anthony mendekati istrinya.


"Kakinya di kasih naik lagi!" Anthony menaikan kaki Rachel ke atas hospital bed.


"Tolong jangan terlalu banyak bergerak! aku takut terjadi sesuatu pada diri mu dan calon bayi kita, oke!" Anthony mengusap lembut pipi Rachel.


Senyumnya merekah, ketika melihat semburat wajah merona istrinya.


Anthony mengecup kening Rachel dan tak lupa mengecup sekilas bibir sang istri, membuat Rachel membulatkan matanya mendapat ciuman sekilas dari Anthony.


Anthony melangkah ke arah pintu.


"Lama amat? elu enggak macam-macam sama pasien, Gw kan?" ucap Bianca.


Anthony yang masih menampilkan wajah bantalnya hanya memandang jengah pada Bianca.


Sidney hanya terkekeh mendengar ucapan Bianca.


"Berisik...masih pagi udah nye rocos kaya emak-emak yang lagi nawar sayuran aja, luh" sahut Anthony.


"Mom..."Anthony memeluk Sidney.


"Jangan mau di peluk, Tan! ilernya masih nempel...tuh di pipinya" goda Bianca.


"Enak aja...elu kali yang ileran" balas Anthony. mengusap pipinya.


"yah...dia ngerasa " Bianca terkekeh melihat tingkah temannya.


"Kalian berdua... tidak pernah akur, selalu saja ada bahan untuk berdebat" Sidney menggelengkan kepalanya. sambil melangkah masuk kedalam kamar untuk bertemu dengan menantunya.


"Minggir!" Bianca melambaikan tangannya agar Anthony menggeser tubuhnya.


Anthony memberi jalan untuk Bianca dan seorang perawat yang membantu Bianca.


Rachel tersenyum ketika beradu tatapan dengan Sidney, Walaupun Rachel tak bisa mengingat Sidney, namun bahasa tubuhnya merasakan kenyamanan, saat Sidney langsung memeluk tubuh Rachel.


"Bagaimana kabar mu, sayang?" Sidney merenggangkan pelukannya.

__ADS_1


"Hai... jangan malu! aku ini Mommy Mertua mu yang sangat menyayangi mu... setiap kita bersama ada saja, resep kue yang kamu ajarkan pada Mommy" ucap Sidney. membelai lembut pipi Rachel.


Rachel hanya tersenyum menundukkan wajahnya. terlihat matanya berkaca-kaca Karena merasa terharu dengan ucapan Sidney untuk dirinya.


"Tante...Biar aku memeriksanya, setelah itu Tante bisa mengobrol lagi dengan, Rachel !" Bianca tersenyum sambil menatap wajah Rachel.


"Semuanya Baik-baik saja, Kemungkinan besok, Rachel sudah bisa pulang " ucap Bianca.


"Ton... Dokter Sanjaya, ngomong apa aja sama elu? " tanya Bianca.


"Panjang...elu tanya aja deh sama dokter Sanjaya " Anthony malah melenggang masuk kedalam kamar mandi.


"Tante aku permisi dulu, mau periksa pasien " Bianca Pamit keluar kamar.


"Selamat Pagi" sapa Diana yang datang bersama Arora.


Senyum Rachel merekah ketika melihat ke datang Tante dan kakak sepupunya.


Diana dan Sidney cipika-cipiki. Diana lalu mengenalkan Arora pada Sidney.


"Tante Saya minta maaf, atas perilaku saya yang tak..."


"Sudah jangan di bahas! itu masa lalu, oke!" potong Sidney yang sudah melupakan masalah Arora.


Arora hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Sidney.


"Kita sekarang sudah menjadi keluarga dan lupakan masalah lalu kita, betulkan jeng Diana?" Sidney tersenyum lebar pada Diana yang hanya mengatakan tanda setuju.


Diana dan Sidney Malah asik mengobrol, hingga Arora bisa leluasa menghampiri Rachel.


"Kakak... peluk aku!" dengan suara manja, Rachel merenggangkan kedua tangannya.


Arora terkekeh kecil melihat tingkah adik sepupunya "peluk nya dari samping aja yah? soalnya terhalang perut kamu"


"Iya...yah, aku lupa" Rachel terkekeh kecil.


"Ini aku bawakan makanan kesukaan kamu" Arora menunjukkan rantang yan ada di tangannya.


"100...tahu aja kamu" Arora mencubit kecil pipi Rachel.


"Kak ...aku juga pengen makan sate Padang...yang biasa kita beli di dekan tokonya Lina" wajah Rachel terlihat berbinar membayangkan rasa sate Padang yang biasa di makanya.


"Nanti kakak belikan, kebetulan kakak mau main ke tempatnya Dona" Arora menyodorkan bubur sumsum yang sudah ada di mangkuk pada Rachel.


"Mau kakak suapin?"


Rachel hanya menggeleng kepala, lalu memasukkan satu sendok bubur ke dalam mulutnya.


"Suami kamu kemana, dek?" Arora tak melihat sosok Anthony di dalam kamar.


"Si om, lagi di kamar mandi" jawab Rachel


"Om? eh dia itu suami kamu...masa kamu panggil suami kamu, Om? yang bener aja...coba kamu tanya sama dia, biasanya suami kamu di panggil apa sehari-hari sama kamu, Dek"


Rachel hanya memasang tersenyum kaku sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Cepat habiskan bubur sumsum nya! malah menghayal "


"Enggak menghayal, cuma lagi mikir aja...aku biasanya panggil si om itu apa, sehari-harinya " sahut Rachel.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, wajah Anthony tampak terlihat lebih segar dan sudah mengganti pakaiannya.


Anthony menyapa Diana yang sedang ngobrol dengan Mommy nya.


"Kamu sarapan dulu, Tante bawakan Nasi uduk sama sandwich, kamu tinggal pilih yang mana kamu suka... karena Tante tidak tahu setiap pagi kamu sarapannya apa" ucap Diana.


"Waduh jadi merepotkan Tante" ucap Anthony.

__ADS_1


"Kalau aku sembarang sarapannya Tante, tergantung nyonya muda buat sarapan apa buat aku" lanjutnya sambil mengalihkan pandangannya kearah istrinya yang sedang mengobrol dengan Arora.


Anthony melangkah mendekati istrinya.


"Kamu makan apa, sayang?" tegur Anthony dengan suara lembut.


"Bubur sumsum, aku suka sekali dengan bubur sumsum"jawab Rachel tersenyum kaku.


"Kamu habiskan buburnya! Setelah itu aku lap basah, badan kamu biar lebih segar, oke" ucap Anthony.


Rachel segera menggeleng kepalanya.


"Aku enggak mau...aku malu" Rachel bergidik membayangkan Anthony menyentuh tubuhnya.


"Loh kok malu...sama suami sendiri kok malu?" sahut Anthony


"Biar aku saja yang Lap basah tubuh Rachel" usul Arora.


"Iya...biar kakak aku aja, om tidak usah lap tubuh aku"


"Om... jangan panggil aku om, sayang! kamu itu istri aku, bukan sugar Baby aku"


"Sugar Baby itu apaan sih kak?" Rachel dengan polosnya malah bertanya pada Arora.


Arora hanya melongo mendengar pertanyaan sang adik.


"Ooo...owww" gumam Anthony dalam hatinya. ternyata istrinya tak tahu arti sugar Baby.


"Selamat pagi..." suara Maikel terdengar di pintu masuk. membuat mereka berdua terselamatkan dari pertanyaan Rachel.


Dan membuat semua orang beralih pandangan kearah pintu.


Maikel datang bersama Rey dan Abraham.


"Arora!!!" Rey tak percaya, akan bertemu teman satu sekolahnya saat SMA di rumah sakit ini.


"Hai, Rey... apa kabar? lama kita tak berjumpa" sahut Arora menghampiri Rey lalu berjabat tangan.


"Kakak kenal dengan Kak Rey? dia itu senior aku di kampus" ucap Rachel. wajahnya berubah menjadi ceria.


Anthony jadi meradang melihat wajah ceria istrinya. menatap sosok Rey


Aku lupa , mereka berdua kan pernah saling jatuh cinta. Anthony.


"Hai sayang, selamat pagi. bagaimana kabar mu hari ini, nak?" tanya Maikel yang sudah berdiri di samping Bed hospital.


"Aku Baik-baik saja, Pa" jawab Rachel tertunduk malu.


"Bagaimana dengan cucu papa di dalam kandungan kamu, apa mereka semua aktif bergerak?" Tanya Maikel lagi


Rachel hanya mengangguk kepalanya saja. sebagai jawaban yang dia berikan pada Maikel.


" Bianca bilang, lusa Rachel sudah bisa pulang, Pa" Sahut Anthony


"Hai Rachel, semoga lekas sembuh " sapa Rey. memasang senyum terbaik untuk sang mantan.


"Terimakasih, kak" balas Rachel. terlihat wajah Rachel yang merona.


Abraham hanya berdiri di samping Anthony, dirinya lebih tertarik menanyakan kondisi kesehatan Rachel pada Anthony.


"Anthony... Selama Dion masih di rawat dan memulihkan kondisinya, Papa menyuruh Rey untuk menggantikan Dion sementara, kamu tidak keberatan dengan keputusan yang Papa Ambil?" Tanya Maikel.


"Tidak, aku setuju apalagi adik ku yang satu ini memang berbakat untuk menjadi seorang Pemimpin " jujur Anthony.


"Kakak Jangan berlebihan! aku masih belajar dari diri mu" sahut Rey.


"Jadi kak Rey, adik suami ku" gumam Rachel.

__ADS_1


TBC.


Terimakasih


__ADS_2