
Jakarta.
Anthony, Pamit lebih dulu pada Oma dan Mommynya, untuk membawa serta istrinya pulang ke apartemen.
"Kamu kok sampai nyusul aku ke Mall, Bee? "Tanya Rachel.menoleh ke arah samping kiri.
"Memangnya tidak boleh? Aku kangen aja sama kamu" Anthony tersenyam sambil mengacak ujung rambut istrinya.
"Gombal... Aku kira kamu lagi marah sama aku? " ucap Rachel . memasang wajah cemberut.
"Aku minta maaf, sempat tepis tangan kamu tadi...aku tadi kesel aja di gangguin sama Rico" ucapnya jujur, lalu merangkul pundak istrinya, sambil berjalan bersama.
"Selain pemaksa, suamiku ternyata orangnya Baperan" goda Rachel. tertawa Renyah.
Anthony hanya tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya. mengusap bahu istrinya.
Tanpa mereka Sadari Rico, berjalan mengikuti langkah mereka berdua, dan mendengar percakapan mereka,Rico hanya tersenyum tipis mendengarnya.
Sampai di parkiran.
"Loh, kok kamu di sini?"tegur Anthony melihat adiknya berdiri di belakang Rachel.
"kakak...aku ikut denganmu saja? " ucap Rico memohon.
"Kamu, pulang naik taxi saja! "ucap Anthony sembil mebukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Kakak, jangan kejam kepadaku, aku lupa membawa dompet"bohong Rico. dirinya sangat tahu Anthony tidak pernah membawa uang cash, pasti gengsi meminta pada istrinya.
"Bee, kamu tega? "sela Rachel.
"Kau...kenapa selalu saja mengganggu ku" Geram Anthony.
Rico bersorak dalam hatinya, ketika melihat wajah Anthony yang menahan marah karena ulahnya.
Ponsel Rachel berbunyi, tertera sebuah nama Ririn di layar ponselnya.
"Ada apa mbak Ririn?"tanya Rachel.
"Non Chel, ada di mana? Tolong datang ke sini secepatnya, non Chel!! "Ririn langsung menutup telfonya.
"Bee, tolong antar aku ke Toko kue! " ucap Rachel panik.
"kamu mau beli kue? Di mana Toko kuenya ?"tanya Anthony.
__ADS_1
"Di jalan Meranti"ucap Rachel .
"Kakak ipar...suka kue apa? "tanya Rico tiba-tiba
"Ongol-ongol,Combro,Misro" jawab Rachel jujur.
Antony melihat sepintas ke arah istrinya"Memangnya ada nama kue seperti itu? " tanya Anthony
"Ada... "ucap Rachel. lalu membayangkan makan,kue ongol-ongol buatan mbak sri, pelayan rumahnya di perkebunan sayur.
"Apa kue itu.. kue tradisional Indonesia? aku baru mendengarnya" ucap Rico.
"Hmm...Rasanya aku sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah " ucap Rachel Menggebu-gebu. mengingat kue buatan mbak Sri.
"Kamu Mau kuantar ke rumah Tante Diana? "Tanya Anthony, menoleh sekilas ke arah istrinya.
Rachel tersenyum mendengar ucapan suaminya "Bukan ke rumah Tante Diana, Bee. Tapi pulang kerumah Orang tuaku" terang Rachel.
"Memangnya di mana Rumah orang tua, kakak ipar? "tanya Rico.
"Hai... Kenapa kau sibuk sekali bertanya pada istriku? seperti wartawan saja" Rutuk Anthony.
"Kakak, aku bertanya mewakili dirimu... kakakkan orangnya paling gengsi bertanya" ucap Rico. lalu mengalihkan padangannya keluar jendela.Agar tak dapat tatapan tajam dari Anthony.
Toko kue.
"Kak Ilham... jangan tambah ngaco deh,aahhh! " Kemarahan Rully sudah sampai di ubun--ubun. ketika melihat sebuah karangan bunga yang besarnya segede gaban, berdiri apik di tempat parkir Toko kue.
Bertuliskan, Rully Maukah kau menjadi pendamping Hidupku, dan di iringi beberapa pengamen jalanan menyanyikan sebuah lagu dengan judul, Kemesraan , By iwan fals. sehingga menjadi pusat perhatian,
para pengunjung Toko Kue.
Lisa dan Amanda tidak bisa menahan tawanya, melihat Ilham yang terkesan dingin dan di julukki muka es balok, di Komunitas mereka, bisa berbuat hal yang tak wajar untuk sahabatnya.
"So sweet... " Ucap Amanda kegirangan, memegang kedua pipinya karena gemes melihat kejadian seperti itu.
"Kalo elu juga suka sama, kak Ilham, terima aja kali... jangan malu -malu!!"goda Lisa menyenggol pelan bahu Rully.
Rully mendelik tajam ke arah Lisa, dan di sambut senyum lebar oleh Lisa
.
"Gimana neng Rully...mau kan terima Aa Ilham, jadi pendamping neng Rully seumur hidup? " Seru Ilham.
__ADS_1
"Terima... terima... terima!!!" seru para pengunjung Toko dan sahabatnya, juga para karyawan Toko.
Rully tertunduk malu, Perasaannya jadi GEGANA .
Deg...
Perasaan Rachel mulai tak melihat beberapa orang, berkerubung di depan Tokonya"Apa yang terjadi" Lirih Rachel. lalu cepat keluar dari mobil suaminya. menyeberang jalan menuju Tokonya.
Anthony segera menepikan mobilnya, lalu segera menyusul istrinya bersama Rico.
Mata Rachel membulat besar, ketika melihat kejadian di depan tokonya. lalu berjalan cepat.menyusup di antara kerumunan orang. Tampak Rully masih menundukkan wajahnya. teriakkan Terima... masih terdengar di telinganya.
"Stop... Stop... Stop...,"seru Rachel menghentikan seruan yang mendukung Ilham "Eh pemuda katro, coba berenti dulu main musiknya!" tunjuk Rachel pada para pengamen jalanan yang sangat mengenal Rachel.
"Mbak bos... oke" ucap salah satu dari mereka.
"Neng pacarnya,yah?sampai teriak-teriak seperti itu"jawab salah satu pengunjung Toko.
Rachel tidak memberikan jawaban, hanya menatap tajam ke arah Ilham.
Anthony dan Rico Saling beradu pandang melihat sikap Rachel seperti itu.
"Rully maukah kau menjadi pendamping Hidupku, "baca Rachel "kata-katanya kurang klop, kak Ilham"ucapnya lagi.
"Kurangnya di mana? " tanya ilham lalu berdiri berdampingan melihat tulisan di karangan bunga.
"seharusnya, Rully maukah kamu jadi pendamping hidupku selamanya"Ucap Rachel.
"Jadi sekarang aku harus berteriak, Rully maukah kamu jadi pendamping hidupku selamanya... begitu?"tanya Ilham.
"Kak Ilham harus mendekat ke arah Rully, lalu mengatakan. Rully maukah kamu jadi pendamping hidupku selamanya, begitu, seperti di Film-film"ujar Rachel.
"Astaga Aku lupa, kenapa tidak sampai di situ pikiranku"Ilham menepuk dahinya.
"Semangat... "Ucap Rachel ,lalu melangkah mendekati suaminya.
"Ada masalah apa?katanya mau beli kue? "Tegur Anthony.
Senyum Rachel terlukis di bibirnya "ada yang lebih penting dari kue"ucapnya lagi.
Rico hanya jadi penonton setia saja. malah ada yang lebih menarik perhatian Rico.
TBC
__ADS_1
Terimakasih..