
Di waktu yang sama Di Toko Kue.
Rully sedang sibuk mengemas barang-barangnya, Begitu juga dengan para pegawai toko kue yang sibuk membongkar semua perlengkapan toko mereka, dari alat dapur sampai semua kursi yang di pindahkan sementara di Ruko seberang Toko Rachel, yang sengaja di sewa Rachel untuk menaruh semua barang-barang toko kuenya. selama Renovasi toko kuenya.
Ririn dan Aldi sibuk mengecek semua bahan kue mulai dari terigu, gula, Margarin sampai yang terkecil seperti Rum, pasta dan esens kue di lihat kadaluarsanya
"Mbak Ririn, ini masih ada telur, lima Rak, mau di simpan?" tanya Aldi.
"Waktu non chell, telfon ke aku, dia bilang barang yang sudah terbuka seperti terigu, gila, mentega dan telur di bagikan buat para pegawai..." jawab Ririn.
"Jadi di pisahkan buat yang mau di bagi-bagi?" tanya Aldi.
"Iya...pisahkan saja di sebelah sana! nanti aku suruh sih Rully yang bagi-bagi, diakan jagonya" ucap Ririn, Sambil memasukkan beberapa susu bubuk kedalam Doa besar.
Mereka bekerjasama dengan para pekerja yang sengaja di datangkan oleh,Ilham. untuk membantu mengangkat barang-barang.
"Mas...tolong kalau barang elektronik di bawa hati-hati!"
"Ujang... jangan angkat meja sendirian! bisa terjadi sesuatu pada punggung kamu!"
"Kalau nyebrang hati-hati! banyak mobil lewat!" Racau Ilham pada anak buahnya.
Sebuah Taksi online berhenti di depan Toko kue Rachel, Amanda membulatkan matanya melihat para pekerja membawa barang-barang, keluar dari toko Rachel.
Amanda langsung turun tergesa-gesa berlari ke arah toko dan melewati Ilham yang sedang berdiri sambil menelfon seseorang melalui ponselnya.
"Kalian siapa? kenapa kalian bawa barang teman saya?" Racau Amanda, langsung menarik kursi yang tersusun rapi, sedang di angkat salah satu anak Buahnya Ilham.
"Kembalikan kursi ini... kursi ini milik teman saya"Ucap Amanda sambil menarik kursi
"E-e-e-e-...." seru Udin refleks, lalu terseret ke samping kiri karena tarikan tangan Amanda.
Untung saja Udin memegang kursi yang tersusun dengan kuat, sehingga tubuhnya saja yang tertarik oleh Amanda.
"Woy... jangan tarik-tarik gw dong!" seru Udin.
"Mau di bawa kemana kursi teman saya? kamu jangan macam-macam yah! main ambil milik orang lain tanpa permisi sama orang nya" Racau Amanda menarik kursi yang berada di hadapan Udin.
"Aduh...nih cewek, bikin lambat pekerjaan gw aja" gumam Udin mendengus kasar.
Tanpa berbicara lagi, Udin langsung mengangkat kembali kursi yang dia letakkan di lantai lalu beranjak pergi ke arah ruko sebrang jalan.
"Ehh... jangan lari..." Amanda berjalan cepat menyusul udin.
Ilham yang baru saja menutup telfonnya, memicingkan matanya melihat Amanda berteriak pada Udin.
"hey... jangan lari!...mau di bawa kemana kursi teman saya?" seru Amanda.
__ADS_1
Udin hanya menggelengkan kepalanya mendengar teriakkan Amanda.
Ilham mencegat jalannya udin, Amanda yang melihat Udin menghentikan langkahnya segera berlari kecil menuju arah Ilham dan Udin.
"Ada apa, Din?" tanya Ilham penasaran
"Tidak tau pak, itu cewek rada kali, pak" jawab Udin singkat
"Kak Ilham " seru Amanda.
"Untung kak Ilham cegat nih orang, masa dia mau bawa lari kursinya si Rachel" ucap Amanda.
"Orang saya bawa jalan kursinya...malah di bilang bawa lari kursinya" sahut Udin.
Ilham mendengus kasar melihat dua orang manusia berbeda gender, tapi satu ilmu di hadapannya, Sama-sama asal nyablak "Bakalan rame, nih urusannya" gumam Ilham dalam hatinya.
"Kamu mau bawa kemana nih kursi? jawab dong?" ucap Amanda.
"Suka-suka gw, dong " jawab Udin. seenaknya.
"sekarang kembalikan kursi teman saya ke tempatnya semula!" sahut Amanda.
" Tempat semulanya udah hancur... bagaimana mau di taruh di tempat semula" Udin geleng kepala.
"Harus...harus, kasih kembali ke tempat semula!" Amanda tidak mau kalah
"Pak...tuh kan pak, rada kali pak" ucap Udin.
"Rada...rada, nama gw, bukan Rada, tapi Manda... Amanda!.. Rada-rada, sok kenal nih orang sama aku kak Ilham"
Udin yang mendengar ucapan Amanda malah tertawa" Ha-ha-ha...."
wah... cakep-cakep parah otaknya.udin
Ilham memegang perutnya sambil mengulum bibirnya, menahan tawa mendengar ucapan Amanda. Ilham memalingkan wajahnya kearah lain agar tidak di lihat tertawa.
" Sudah cepat kamu bawa kursi ini! biar dia saya yang tangani!" ucap Ilham.
"oke bos" Udin langsung mengangkat kursi, lalu segera pergi dari hadapan Rachel dan Ilham.
"Rada... Abang bawa kursinya dulu yah
"Mau kemana..." seru Amanda.
Ilham langsung memegang tangan Amanda.
"Jangan di kejar, Manda. dia cuma kasih pindah kursi ke ruko itu" Ilham menunjuk kearah Ruko.
__ADS_1
Ilham sangat tahu Amanda tipe orang seperti apa, Amanda harus di beri petunjuk yang detail agar otaknya bisa mencerna ucapan orang dengan cepat .
"Memangnya Rachel tidak bilang sama kamu, kalau toko kuenya mau di sulap jadi Cafe dan Resto?" tanya Ilham sekalian memberi penjelasan.
"Aku baru tahu...kenapa kak Ilham tidak bilang dari tadi" Sahut Amanda.
"Bagaimana caranya mau bilang sama kamu...kamu nya aja langsung nyelonong masuk" ucap Ilham masih sabar menghadapi Amanda.
""AMANDA" teriak Rully.
o
Amanda mencari sumber suara yang memanggil dirinya. terlihat Rully berdiri di teras Toko di temani satu koper besar dan satu Doa besar yang ada di tangannya.
"Kak Ilham, aku ke sana dulu yah"
Ilham mengangguk saja agar Amanda segera pergi menemui Rully.
"Gw kira, elu mau Prank... ternyata beneran mau pindah dari sini? Di usir sama Rachel?" Tanya Amanda.
Rully yang sedang malas membalas ucapan Amanda hanya menggelengkan kepalanya saja.
Rencananya hari ini Rully akan menyewa sebuah kamar di tempat Kostnya Amanda yang tak jauh dari kampusnya.
"Kamu mau kemana, Neng?" tanya Ilham melihat' Rully membawa koper besar.
"Aku mau kost, Kak" jawab Rully.
"Di rumah,Aa, aja... tidak usah kost!" ucap Ilham.
"Kak Ilham... jangan mulai lagi! pasti sambungannya kak Ilham mau bilang...Kitakan seminggu lagi menikah..." tebak Rully.
Bola mata Amanda bergerak ke kiri, lalu ke kanan menyimak percakapan antara Ilham dan Rully.
"Memang iya... seminggu lagi kita kan..."
"Stop! kak Ilham...semalam kita berdua sudah membahas masalah pernikahan. masa kak Ilham lupa?" Rully tersenyum tipis.
Semalam Rully mengatakan pada Ilham, acara pernikahan mereka di tunda saja, sampai Cafe sudah jadi, Baru mereka melangsungkan pernikahan. Rully ingin Acaranya sederhana setelah menikah , syukuran di Cafe barunya Rachel. dan Ilham menyetujui permintaan Rully.
"Aku tidak lupa kok, aku cuma mau ganggu, Eneng aja kok" ucap Ilham.
"Enggak lucu..." sahut Rully, lalu tersenyum manis.
"Apa kalian masih mau ngobrol?"
TBC
__ADS_1
Maaf Typo bertebaran, soalnya Mimin sedang buru-buru di kejar Orderan bikin Barongko...
Terimakasih buat kalian yang mau menyempatkan membaca Novel karya Mimin...