SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Obrolan Pagi


__ADS_3

Oliver mengantar Anthony sampai di depan kamar, yang saat ini di tempati Oleh Rachel.


Perlahan-lahan Anthony, melangkah kan kakinya menuju ke arah tempat tidur, Tampak istrinya sedang tidur nyenyak, melengkungkan tubuhnya menghadap ke samping kanan.


Senyum Bahagia terlihat dari wajahnya,kala melihat wanita yang sangat dia rindukan sedang tertidur nyenyak. Anthony segera masuk ke dalam kamar mandi, setelah selesai dengan mandinya.


Dirinya melangkah cepat untuk tidur di samping istri tercintanya " Selamat malam, my Flower. aku mencintaimu" Antoni mencium bahu istrinya, lalu memeluk tubuh Rachel dari belakang. rasa kantuknya tidak bisa di tahannya lagi.


Suara kicauan burung di pagi hari membuat Anthony terbangun dari Tidurnya. senyumnya merekah. ketika merasakan tubuh istrinya saat ini sedang tidur memeluk dirinya. Sebuah kecupan bibir mendarat di pucuk kepala Rachel.


"Hmm...My Flower...aku merindukan mu,sayang" lirih Anthony memeluk erat tubuh istrinya. menikmati aroma tubuh istrinya.


Rachel terganggu tidurnya karena pelukan erat suaminya.


"Bee...aku tak bernafas!" ucap Rachel dengan suara tertahan.


"Maaf...Maafkan aku sayang" Anthony merenggangkan sedikit pelukannya.


"Mengapa waktu Kamu datang, tidak membangunkan,ku?" lirih Rachel.


Anthony mengecup sekilas hidung Rachel.


"Aku tidak tega membangunkan dirimu, sayang!" ucap Anthony mencium kembali wajah istrinya.dan menarik tubuh Rachel sedikit keatas agar wajah mereka saling bertemu.


"Maafkan aku, karena membiarkan diri mu sendiri di sini" ucap Anthony.


"Bee, aku tak sendiri di sini... mereka adalah Keluarga ku" ucap Rachel lalu mengecup bibir suaminya.


"Wow... istri ku mulai pintar menggoda ku" Anthony tak menyangka istrinya berbuat seperti itu.


Rachel tersenyum kecil mendengar ucapan suaminya.


"Aku dengar kamu kemarin jatuh, tidak sadarkan diri?"


"Enggak..." jawab Rachel bohong, karena tidak ingin suaminya terlalu khawatirkan dirinya.


"Jangan Bohong...Ayo jujur! Tidak mungkin Oliver berbohong kepada ku?" ucap Anthony.


"Aku hanya kecapean saja... karena perjalanan jauh, tubuh ku jadi gampang Capek, Apa lagi aku sedang..."


Rachel berhenti berbicara, lalu Rachel mengamati wajah Anthony.


Dari mimik wajahnya, sepertinya, suamiku tidak tahu kalau aku sedang mengandung. Rachel.


" sedangkan penyakit asam lambung mu,kambuh karena telat makan?"Timpal Anthony tanpa jeda.


" Bukan...bukan itu" lirih Rachel mengelus pipi suaminya


"Dokter bilang, aku sedang mengandung, Bee" ucap lagi.


"Ooo... dokter bilang kamu sedang mengandung" sambung Anthony tak menyadari ucapan istri nya.


"Iya aku sedang mengandung" ulang Rachel agar suaminya mengerti.


Deg...


Bunyi detak jantung Anthony, ketika mendengar ucapan istri nya " Sayang..."mata Anthony berkaca-kaca, terasa mulutnya kaku untuk menanyakan ulang tentang kehamilan istrinya.


"Yah...aku hamil,Bee. tapi aku tidak tahu usianya saat ini" terang Rachel. menarik tangan suami ke atas perutnya.


perlahan-lahan Anthony mengelus perut istrinya. Anthony merasakan perut istrinya yang agak menonjol meski belum terlalu keras.


"Terimakasih sayang...." Anthony mencium wajah Rachel bertubi-tubi. sebagai ungkapan kebahagiaannya.

__ADS_1


Mereka berdua saling menatap, tiba-tiba Rachel mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


"Selamat ulang tahun suami ku tercinta, semoga kedepannya Kamu akan selalu ada bersama ku dan anak-anak kita" Rachel mengecup bibir suaminya.


Anthony menahan tengkuk leher istrinya, lalu ******* bibir Rachel dengan lembut, semakin lama ciuman mereka berdua semakin memanas. tangan Anthony mulai mencari tempat Favoritnya, sampai Rachel mengeluarkan suara *******. membuat Anthony lebih bergairah mendengar, suara ******* istrinya.


Saat ini mereka berdua sudah dalam keadaan Naked.


Anthony sudah seperti bayi kehausan sampai melakukan 3M, di area gunung kembar istrinya.


"sayang...aku sudah tidak tahan" ucap Anthony dengan suara serak menahan hasratnya.tangannya sudah seperti kepiting merayap ke sana. .ke sini.


"Lakukan lah, Bee. tapi jangan keras-keras, aku takut terjadi sesuatu pada bayi kita" ucap Rachel di selingi suara *******.


Ketika Soulmatenya mulai di keluarkan dari sarangnya.


TOk...Tok...Tok..


Suara Pintu kamar Rachel di ketuk seseorang. membuat Anthony geram.


"Rachel..." suara Valeria terdengar di luar pintu.


Anthony mendengus kasar " sepertinya aku harus memenangkannya di kamar mandi" kepalanya menunjuk ke arah Soulmatenya.


Rachel menutup mulutnya agar tidak tertawa, karena malu di dengar Oleh Auntynya.


"Pergilah sayang!...tenangkan Soulmate mu!?Goda Rachel. pada suaminya


Anthony menarik hidung mancung istrinya.


" kamu semakin menggemaskan saja" ucapnya berlalu ke kamar mandi.


Rachel hanya memegang hidungnya yang terasa sakit ketika di tarik suaminya.


Rachel merapikan rambutnya dan pakaiannya yang sudah berantakan akibat ulah suaminya, lalu berjalan ke arah pintu rumah.


"Selamat pagi Aunty" balas Rachel. masih berdiri di depan pintunya.


" good morning Bunda, i miss you" Elton berlari ke arah Rachel.


"Jangan lari Elton! Nanti kamu jatuh!" seru Evita berjalan di belakang Elton.


"Bunda, angkat aku...aku mau di gendong Bunda..."rengekan Elton sampai terdengar oleh Oliver yang sedang menuruni anak tangga.


"Hay, Boy...kamu kenapa pagi-pagi sudah merengek seperti itu? dengar laki-laki tidak boleh merengek!" tekan Oliver pada putranya.


"Elton hanya ingin di gendong, Bunda" ucap Elton.


"Tidak bisa, sayang, karena ada adik bayi di dalam perut Bunda" ucap Evita.


"Aunty mau lihat keadaan, Granddad dulu..." ucap Valeria pergi dari depan kamar Rachel bersama Evita.


"Ayo Elton, kita sarapan pagi! " Oliver menggendong putranya.


"Suami mu sudah bangun?" tanya Oliver sambil menggendong Elton.


Rachel hanya mengangguk.mengiyakan ucapan Oliver.


.


"Ajak suami mu untuk sarapan bersama!" ucap Oliver sebelum melangkahkan kakinya ke arah ruang makan.


Anthony tersenyum lebar melihat tatapan mata istrinya tertuju pada dirinya. Rachel tersenyum lebar, saat melihat kado spesial untuk suaminya sudah terpasang di tangan kirinya Anthony.

__ADS_1


Anthony menggoyangkan tangan nya memperlihatkan hadiah yang Rachel berikan untuknya sudah terpasang di tangan kirinya.


"Sebenarnya aku malu memberikan mu hadiah, jam itu mungkin tidak terlalu berarti bagimu, karena harganya terjangkau" ucap Rachel.


Anthony menghampiri istrinya, lalu memeluk tubuh Rachel.


"Terimakasih sayang, Jam tangannya bagus, dan aku tak memikirkan soal harganya, Tapi aku menghargai pemberian yang tulus dari orang tercinta" Anthony mengecup kening Rachel penuh perasaan.


"Ayo kita sarapan!" Anthony menarik lembut tangan istrinya.


"Tunggu, Bee ! aku belum mandi..." ucap Rachel menahan tangan suaminya.


"Kalau begitu cepat mandi. mereka menunggu kita, sayang!" sahut Anthony.


"Selamat pagi" ucap Rachel dan Anthony bersamaan.


Elton menatap datar ke arah Anthony.


"Bunda Mengapa pria ini memegang tangan Bunda?" tanya Elton .


"Mengapa kau Perotes? Apa kau cemburuan ?" tegur Justin yang duduk tepat di samping Elton.


"Tentu aku cemburu, Uncle. Dia Bunda ku, dan akan menikah dengan My Daddy.


"uhuk...uhuk..." Oliver tersedak dengan ucapan Putranya.


"Hay... Bunda Rachel bukan calon istri, Daddy mu, Elton!" ucap Dustin.


"Anthony maaf kan ucapan Putraku" ucap Oliver


"Tidak masalah " Ucap Anthony tersenyum pada Elton.


"Bunda...apa pria asing ini, kekasih mu?" tanya Elton pada Rachel.


Ansel mendengus kasar. melihat tingkah cucu kesayangannya, mengharap Rachel menikah dengan Daddynya.


"Kau dengar...Putramu ingin sekali mempunyai sosok ibu! carilah wanita yang dapat meluluhkan hati putramu!" ucap Ansel.


"Akan ku pikirkan" ucap Oliver sekenanya.


Para Maid sudah menyiapkan menu sarapan untuk keluarga Agam, sekarang mereka semua makan dalam ke adaan tenang, tidak ada suara dan tidak ada suara mengecap.


Para pria semua duduk di Ruang keluarga, menikmati Kopi panas di sertakan obrolan dan tawa.


Sedangkan Valeria dan Evita sudah bersiap-siap untuk mengajak Rachel pergi ke rumah sakit.


Dokter Alana menghubungi Evita, Dokter Alana bilang Rachel sudah bisa di antar ke rumah sakit, untuk memeriksakan kandungannya.


Anson dan Ansel mulai mengintrogasi Anthony.


Kalau di tanya Anthony putra siapa, tentu mereka tahu. putra Dari Maikel, Ambishius, Manusia batu, julukan yang di berikan Anson. pada teman sekelas itu.


"Aku disini Hanya bisnis kecil-kecilan... uncle" jawab Anthony.


"Berarti kamu sering ke sini, Anthony?" tanya Justin.


"Itu dulu, aku sering ke kota ini, Hanya untuk mengontrol usahaku. tapi sekarang tidak bisa, Rachel prioritas utama ku, saat ini" jawab Anthony. tersenyum tipis.


"Sayang, kau mau kemana" tegur Ansel pada istrinya.yang sudah berpakaian rapi.


"Kita berdua akan menemani Rachel di rumah sakit" Jawab Evita


"Aku ikut!" ucap Oliver.

__ADS_1


"Aku juga ikut" Anson tidak mau ketinggalan dengan adiknya.


"Mengapa kakak, ikut-ikutan pergi ke rumah sakit?" tegur Ansel pada kakaknya.


__ADS_2