
Rachel tersenyum ramah pada semua sahabat suaminya. lalu Bianca mengajak Rachel ke dapur bergabung dengan para wanita yang sedang menyiapkan makanan untuk acara mereka.
Bianca memperkenalkan Rachel kepada Stevani, Morena,dan Selena.
" Aku istri Arga " ucap Stevani, menjabat tangan Rachel.
" Namaku Selena, aku istrinya James" ujarnya menyambut uluran tangan Rachel
" Dan aku Morena istrinya Brain, senang berkenalan Denganmu Rachel" ucap Morena.
Rachel tersenyum ramah pada mereka semua.
" Kalau aku, bukan istri David aku termasuk salah satu sahabat mereka?" ujar Bianca. dagunya menunjuk ke arah para pria yang sedang tertawa bersama.
Rachel menggulung lengan kemejanya dan mulai membantu Bianca membuat Desert.
"Kau pandai membuat Kue, Rachel?" Tanya Bianca yang melihat Rachel sangat terampil membuat Tart susu.
Rachel hanya tersenyum saja .
Para wanita sibuk memasak semua Makanan, untuk persiapan acara dadakan mereka. Rencananya, mereka akan menginap di villa, ponselnya Anthony sengaja di sita Arga, Arga sangat tahu kalau Sahabatnya ini termasuk orang yang gila kerja.
" Sepertinya obrolan kalian sangat seru?" tegur Bianca di antara para sahabatnya.
" Bianca" David melambaikan tangan agar Bianca lebih mendekatkan dirinya.
" Ada apa?" Bianca jadi penasaran.
" Kamu percaya kalau Anthony belum melakukan Malam pertama dengan istrinya?" Bisik David kembali.
Bianca melirik ke arah Anthony, yang sedang memasang wajah kesal karena pengakuannya tidak di percayai.
Brain , James,dan Arga tersenyum melihat wajah Anthony.
"Anthony, masa kau kalah dari David,tiap hari dia , melakukan Malam pertama dengan wanita yang berbeda-beda..." Bianca Malah meledek David.
Hingga membuat tawa mereka pecah.mendegar ucap Bianca.
__ADS_1
" Hai...kenapa aku yang di bawa-bawa" David masih tertawa kecil mendengar ucapan Bianca.
" Mereka selalu seperti itu bila bertemu" Ucap Morena.
Rachel tersentak ketika sedang asik melihat kedekatan mereka satu sama lain. sebagai sahabat
" Mereka sangat bahagia" ucap Rachel, pandangan mata masih mengarah ke arah para pria yang masih tertawa lepas, ketika Bianca mendekati mereka.
" Rachel, Anthony pernah mengalami ke gagalkan rumah tangga, Anthony ternyata mencintai wanita yang salah, wanita itu tidak mencintai Anthony. dia hanya mencintai hartanya saja" Ucap Stevani yang pernah melihat betapa terpuruknya,Anthony. saat itu.
"Jadi dia pernah mengalami patah hati?" ucap Rachel.
"Jangan Tinggalkan Anthony! belajarlah untuk menerima dirinya... please!"'ucap Stevani.
Rachel mengangguk, lalu tersenyum lebar pada Stevani.
" Trimakasih" ucap Stevani lalu memeluk Rachel.
Rachel memandang sendu pada suaminya, entah mengapa hatinya merasa sedih, mendengar ucapan Stevani, dirinya juga pernah berada seperti Anthony di campakkan. dengan orang yang sangat di cintai.
"Waktunya Makan" ucap Stevani. memanggil semua sahabat suaminya.
Setibanya mereka di meja makan .
"Biar aku sendiri" ucap Anthony lembut.
Rachel tersenyum kecil mendengar ucapan suaminya, lalu memberikan piring untuk Anthony.
Selama makan berlangsung, David. memperhatikan Rachel Diam-diam.
Bukan karena wajah Rachel yang jadi perhatian dirinya, tapi gelang yang Rachel pakai yang menjadi perhatian bagi dirinya.
Setelah acara makan selesai . para wanita masih sibuk membersihkan dan merapikan kembali semua makanan yang tersisa, sedangkan para pria melangkah ke arah taman belakang Villa.
"Anthony, sebelumnya aku minta maaf. aku hanya ingin tahu tentang Istrimu" ucap Daniel.
"Kenapa kau mau tahu tentang istrinya Anthony? apa kau ingin..." ucap James
__ADS_1
" Jangan ngaco, tidak ada di kamus ku merebut milik teman sendiri" Ucap Daniel memotong ucapan James.
"Rachel... pengganti wanita yang di jodohkan dengan ku, entah mengapa Oma mengambil keputusan Agar aku menikah dengan Rachel, Sampai Akhirnya aku menyetujui permintaan Oma. Tapi waktu itu aku meminta batas waktu untuk berpikir menerima Rachel sebagai istri ku dan Oma menyetujuinya. kalian tahu usia Rachel baru 20 tahun...," Anthony melihat wajah sahabat yang terkejut mendengar usia istrinya, lalu tersenyum kecil " Sampai saat kita di pertemukan di acara pernikahan,Rey. apa kalian tahu yang mendesak ku menikah dengan Rachel bukan lagi Oma...tapi my Daddy yang mendesak ku agar menikah dengan Rachel, Rachel Seorang yatim piatu, Dia tinggal bersama Tantenya,adik dari Almarhum mamanya...hanya itu yang aku tahu" Anthony sudah menjelaskan semua tentang istrinya.
Daniel menarik nafas dalam-dalam, lalu memandang wajah sahabatnya.
"Kau itu termasuk pria bodoh... seharusnya kau cari tahu kenapa, Daddy mu memaksa diri mu, untuk lebih menikah cepat dengan Rachel" ucap Daniel.
Anthony mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daniel.
" Apa Maksudmu?" Tanya Anthony menjadi penasaran.
" Daniel cepat bicara, jangan buat kami penasaran?!" sahut James.
" Kenapa kalian yang jadi penasaran?" tanya Balik Daniel, menggelengkan kepalanya melihat wajah sahabatnya yang sedikit tegang.
"Kau tahu tentang latar belakang istriku?" tanya Anthony.
"Brother, kau tahu saat ini kau akan memenangkan sebuah undian dengan hadiah yang sangat besar, kalau memang dugaan ku tak meleset" ucap Daniel.
" Kau bisa membunuhnya karena penasaran, jangan buat dia mati penasaran, apa lagi dia belum melakukan Malam Pertama" James Malah menggoda Anthony.
" Hai...saat ini, aku.sedang serius!"seru Anthony .
Semua temannya tertawa melihat wajah lusuh Anthony, Daniel menepuk bahu Anthony.
" Kalian kalau sudah berkumpul sampai lupa dengan kehadiran kami di sini...lain kali kalau kalian ingin berkumpul, jangan lagi panggil aku dan istri-istri kalian" Racau Bianca berjalan mendekati Sahabatnya bersama para istri mereka kecuali Daniel.
Daniel seorang pengusaha yang sukses, Daniel mempunyai Hobi, bercinta dengan wanita yang berbeda-beda setiap malam nya, sampai di cap sebagai Playboy cap kakap oleh para sahabatnya, selain itu Daniel juga punya Hobi lain, mengoleksi Barang-barang Antik.
Daniel Sering pergi ke berbagai negara hanya untuk menghadiri acara lelang Barang Antik.
Rachel Duduk di samping Anthony.
" Rachel... Boleh aku melihat gelang milik mu?"
" Aku heran dengan gelang ini, pria ini orang ketiga yang tertarik dengan gelang ku" Gumam Rachel dalam hatinya.
__ADS_1