
"Akhirnya... yang di tunggu datang juga" Ucap Ilham ketika melihat Rachel berjalan mendekati dirinya.
" Sorry kak... sampai jam karet" Istilah Rachel, bila datang terlambat.
"Tidak apa-apa kok, aku malah senang kamu lama-lama...kan aku di sini sedang di temani Bidadari surga ku..." Ilham mengedipkan sebelah matanya pada Rully.
"Mulai... gombal Receh..." ucap Rully jadi salah tingkah mendengar gombalan Ilham.
"Hahahaha..." Rachel tertawa melihat wajah Blushing Rully.
"Jangan ngetawain gw, Chel!...gw malu!"lirih Rully lalu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Rachel masih tertawa, melihat tingkah sahabatnya. yang langsung berlari ke arah taman belakang.
"Ehh... Neng...mau kemana?" seru Ilham melihat Rully pergi dari mereka berdua.
"Toilet" Balas Rully.
"Kirain ngambek" Ucap Rachel.
******
Oliver bersama saudara-saudaranya sedang menikmati breakfast di restoran hotel tempat mereka menginap, rencananya hari ini Oliver akan ke perusahaannya terlebih dahulu, lalu pergi menemui Rachel bersama saudara-saudaranya.
"Selamat pagi Tuan Oliver" Sapa Galaxy. lalu menyapa yang lainnya.
"Apa agenda ku hari ini Galaxy?" tanya Oliver. pada Galaxy
"Kakak...kakak ingin pergi bekerja? lalu kapan kita menemui Rachel?" tanya Justin tak sabar ingin menemui adik sepupunya.
"Apa kau lupa? di sini aku memiliki sebuah perusahaan! dan aku harus memeriksa beberapa Dokumen kontrak kerja, setelah itu baru kita menemui Rachel" ujar Oliver.
"Berarti kita bertiga siang ini pergi menikmati suasana kota Jakarta?" sela Orion.
"Aku tidak ikut bersama kalian...aku juga sudah buat janji dengan seseorang, sebentar lagi dia menjemput ku" ucap Dustin. matanya masih melihat ke arah ponselnya.
Justin memicingkan matanya menatap ke arah kembarannya yang penuh dengan rahasia kehidupannya sendiri, Yang Justin tahu saudara kembarnya orang yang tidak suka bertele-tele dan sedikit kejam.
"Apa aku boleh ikut dengan mu?" tanya Justin pada Dustin.
"No...kau terlalu berisik..." jawab Dustin sekenanya"Kak...aku pergi dulu, Teman ku sudah menunggu ku di lobby hotel" ucap Dustin, melangkah pergi setelah pamit dengan Oliver.
Di toko kue.
" Jadi selama toko ini mau di sulap sama kak Ilham...menjadi cafe dan Resto, terpaksa kita tutup toko ini" ucap Rachel matanya mengabsen wajah pegawainya.
"Jadi kita di rumahkan, Mbak?" tanya Dito salah satu pegawai Rachel.
"Karena di sini lebih banyak cowok yang bekerja...untuk sementara yang cowok aku pindahkan kalian diperkebunan, Mau?" saran Rachel menatap ke arah para pegawai Pria.
"Mau...Mbak" ucap para pria serentak. mereka mengetahui Rachel memiliki kebun bunga dan Sayur di luar kota Jakarta.
"Kalian semua tidak usah khawatir dengan masalah tempat tinggal, di sana ada Mess untuk para karyawan perkebunan" terang Rachel.
__ADS_1
"Mbak...saya boleh bawa istri saya kesana?" tanya Manto
"silahkan...bawa aja, kak Manto!"Ucap Rachel.
"Kalau kita para cewek, bagaimana dong, Non Chel?" Tanya Ririn.
"Di rumahkan...Yang cewek di Rumahkan" ucap Rachel.
"Tapi kalian tetap dapet gaji kok" ucap Rachel.
"Yes...yes...yes..." sorak Ririn.
"Yang Cowok tetap dapat gaji dari toko dobel sama gaji di perkebunan" Terang Rachel.
"Kalau tempat ini di Bongkar, gw tinggal di mana dong?" Tanya Rully
"Yah...elu tinggal sama kak Ilham dong!...Minggu depankan, elu resmi jadi nyonya, Ilham Ardhana" goda Rachel.
"Betullll..." seru Ilham menyetujui Ucapan Rachel.
"RACHEL..." teriak Rully. wajahnya bertambah merah merona.
Semua Orang tertawa melihat tingkah Rully yang uring-uringan. Karena di goda Rachel dan Ilham.
"MULAI HARI INI TOKO DI TUTUP!!!" Rachel mengetuk meja tokonya.
"Haru ini...toko di tutup, Non Chel! terus kue yang di pajang di toko bagaimana?" Tanya Ririn.
"Rully...kita ke Mall yuk...!?"aja Rachel.
"Mall? mau ngapain?" tanya Rully.
" Jalan-jalan... cuci mata... shopping bila perlu, mau nggak? " ucap Rachel.
"Plus...makan..."timpal Rully"
Rachel mengangguk semangat.
"Cepetan!... kak Ilham aku pinjam Rully dulu, yah" ijin Rachel .
"Silahkan, aku juga mau kembali ke kantor" ucap Ilham. sambil membereskan berkas-berkas yang di atas meja.
"Hubungi Duet ceriwis! (Amanda dan Rully)" Ucap Rachel matanya fokus ke arah jalan raya.
Rachel berencana ingin membeli Jam tangan dan dasi buat Anthony, sebagai kado ulang tahun Darinya.
"Tadi malam Amanda hubungi gw, dia bilang Lisa berantem sama 2 orang cowok,yang Tipu Babenya" ujar Rully.
" Berantem di mana?" Tanya Rachel jadi penasaran.
"Di hotel Papanya Amanda... Kemarin Amanda di suruh Audit laporan keuangan hotel, Amanda minta bantuan Lusi untuk bantu audit Hotel Papanya...Pas, mau pulang dia liat tuh cowok yang pernah Tipu Babenya... langsung dah tuh"
Rully membayangkan bagaimana Lisa memukul 2 orang cowok yang Tipu Babenya.
__ADS_1
Setelah membeli Hadiah untuk ulang tahun suaminya, Rachel mengajak Rully ke sebuah butik langganan Tante nya. yang terletak di dalam Mall Bugenvil.
"Pilihlah pakaian yang elu suka...dan jangan yang norak warnanya!" Ucap Rachel."
"Ceritanya elu mau beliin gw pakaian!" tebak Rully.
"Iya... kagak mau?" sahut Rachel.
"Mau dong...masa rejeki gw tolak" Rully langsung berjalan ke arah pakaian yang tergantung dan tertata rapi di sebelah kiri Butik .
Ponsel Rachel bergetar...
"Chell...." teriak Amanda. membuat Rachel menyipitkan matanya menahan rasa pe'ngang di telinganya.
"Aduh... Manda... kelewatan banget Sih Luh, kalau menelfon...pe'ngeng kuping gw" Rachel.
"Posisi Di mana? kita berdua OTW nih" Amanda.
"Kita berdua lagi di Mall Bugenvil" Rachel.
"Oke... meluncur..." Amanda memutuskan telfonnya
Rachel hanya geleng kepala, tingkah temannya yang satu ini memang rada menguras emosi jiwanya.
Anthony menatap tajam Dion yang sedang berdiri tak bergeming. sampai pintu ruangan kerjanya terbuka . matanya hanya melihat sekilas ke arah dua orang yang masuk ke dalam ruang kantornya, lalu kembali menatap Dion.
"Santai saja...kita duduk saja di sini!" Daniel mengajak temannya duduk di sofa besar, yang berwarna Dark brown yang terletak di ruangan Anthony.
"Hai...apa kesalahannya, sampai kau memandang Dion seperti itu?" tegur Daniel.
"Kau tanyakan saja sendiri pada Dion!" ucap Anthony lalu berjalan mendekati Daniel dan Temannya.
Anthony menyalami mereka berdua.
"Ayo...Cepat katakan!" ucap Anthony.
"Bos... sebenarnya aku ingin membantu istri mu...tapi istri mu lebih lincah gerakannya memukul pria pelontos itu, kalau saya yang maju melawan pria pelontos itu..yang ada saya sekarang berada di Rumah sakit Bos... seandainya Bos tidak langsung memukul pria Plontos itu... Bos akan takjub melihat Istri,Bos, menghajar pria itu...Bos tidak melihat saat dia membanting telak pria Plontos itu... dua kali Nyonya membantingnya... sudah seperti pemain Smackdown" Racau Dion penuh semangat.
Daniel sampai mendelik lebar mendengar cerita Dion.
"Jadi semalam kamu lihat, Rachel. berkelahi dengan seorang pria" Tanya Daniel jadi penasaran. sambil melirik Dustin
Daniel dan Dustin berteman Baik, Persahabatan mereka terjadi saat Dustin sedang di kejar beberapa Mafia di Ekuador.
Dustin masih diam saja, dirinya hanya menyimak percakapan Daniel dan Dion.
Dustin Pikir nama Rachel itu banyak di dunia ini.
Dion mengangguk semangat " sejak pertama saya melihat istrinya Bos...ada perasaan takut bila melihat wajahnya"
"KAU KIRA ISTRI KU HANTU?" Seru Anthony "Bulan depan gaji mu... ku potong 75%..." ucapnya lagi
Mata Dion membulat besar mendengar ucapan Anthony.
__ADS_1