SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Mendekati Expired


__ADS_3

Anthony tersenyum tipis melihat wajah istrinya yang sedang memasang wajah cemberut, Karena Anthony memaksa Istrinya ikut dengannya ke perusahaan.


Anthony tak ingin terjadi apapun pada istrinya.


Bisa-bisa dirinya, di cap sebagai suami yang tak becus menjaga Istri.


"Ini berlebihan, Bee... sampai mengajak ku kesini" oceh Rachel, menyandarkan punggungnya di Sofa.


Anthony hanya diam, dan mendengar keluhan Rachel, yang tak kunjung berhenti. Anthony malah fokus membaca beberapa Dokumen yang ada di mejanya. menghiraukan keluhan Istrinya.


Rachel yang melihat suaminya diam tak merespon keluhannya menjadi kesal.


"Bee..."


"Hmm"


"Bee"


"Hmm"


"Di panggil bukannya nengok, malah Hmm...hmm..." gerutu Rachel.


Anthony mengangkat wajahnya, lalu tersenyum. "Sayang...aku sedang memeriksa beberapa kontrak kerjasama dengan Perusahaan baru, dan memeriksa laporan keuangan perusahaan...kamu jangan marah yah!" Anthony meminta pengertian dari Istrinya.


Tiba-tiba pintu kantor Anthony terbuka.


Rachel menengok ke Arah pintu ruang kerja suaminya.


"Hai, Brother..."Sapa Brian masuk kedalam ruangan Anthony bersama Arga.


Mereka terdiam seketika, melihat Rachel juga ada di kantor Anthony.


"Hai, Rachel..." sapa Arga lalu Duduk di sofa panjang bersama Brian.


Rachel hanya memberikan senyuman pada kedua pria yang baru saja masuk ke dalam Ruang kerja suaminya.


"Apa kabar, Rachel. makin cantik aja " Goda Brian.


"Itu Bini gua!... jangan macam-macam, lue!" Seru Anthony, tidak suka melihat istrinya di goda.


"Buset...dah... Posesif banget, Bang" sahut Brian menggoda Anthony sambil tertawa kecil.


Rachel tersenyum mendengar ucapan suaminya, sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian sudah siapkan semua berkas-berkas yang akan di presentasikan?" Tanya Anthony.


"Sudah...pokoknya, semua Udah beres" sahut Arga.


Suara ponsel Arga berbunyi, tampak di layar Ponsel Foto Stevani, istrinya.


"Hai... Sayang...?" Arga mengangkat telepon istrinya.


" Mas...aku minta ijin sama kamu...aku mau pergi ke toko kuenya Rachel" Stevani.


"Tokonya Rachel? Mau ngapain?" Arga tersenyum pada Rachel .


" Aku mau belajar buat Tart susu,sama Rachel" Stevani.


"Rachel tidak ada di Tokonya, sayang... Rachel sekarang ada di kantor suaminya" ucap Arga.


"Kok...bisa? " Teriak Stevani membuat Arga menjauhkan ponselnya, sambil memasang wajah meringis.


"Kamu jangan teriak-teriak dong sayang...Kamu bisa tanyakan langsung sama yang bersangkutan...Hari ini dia di sekap sama suaminya" Arga menoleh ke arah Rachel.

__ADS_1


"Jangan Bohong kamu, Mas? Mana mungkin Anthony mau bawa Istrinya ke kantor" Stevani.


"Rachel...kamu aja yang jelasin, Sama Stevani! kenapa kamu sampai tidak ada di toko!!" .Arga memberikan Rachel Ponselnya.


Rachel tak menyangka Stevani mau berbicara dengan dirinya, Rachel lalu mengambil Ponsel dari tangan Arga, lalu berdiri dari sofa " Aku bicaranya di luar... takut ganggu urusan kalian! Kak Arga, aku pinjam Ponselnya!" Rachel berjalan keluar Ruangan suaminya, agar bisa berbicara bebas dengan Stevani.


"Huff...Untung Stevani menelfon" Ucap Anthony bernafas lega, Ketika melihat istrinya sudah menghilang di balik pintu ruang kerjanya.


"Emangnya kenapa?" Tanya Arga heran.


"Dari tadi dia ngomel Terus, gara-gara gua bawa dia ke kantor" Jelas Anthony.


"Takut di garap kali sih Rachel...kan elu orangnya...napsuan" Goda Brian.


Anthony hanya tertawa kecil mendengar ucapan Brian.


Anthony lalu menceritakan alasannya mengapa dia sampai membawa istrinya ke perusahaannya.


"Si Dion, sempat cerita sama Bini gua, kalau dia liat sih,Rachel.berkelahi, Di Club?" Ucap Arga.


Dion Adik kandung Stevani, Dua tahun yang lalu, setelah Dion menyelesaikan pendidikannya di Australia, Stevani menyuruh Dion untuk belajar mengelola Perusahaan pada Anthony, agar Dion mampu memimpin Perusahaan Milik Almarhum papanya. sementara ini perusahaan Milik papa Stevani masih di urus Oleh Arga suaminya. Walaupun Arga memiliki perusahaan Sendiri Arga masih mampu memegang kendali perusahaan milik Stevani dan Dion.


"Dan yang bikin gua gemes waktu kejadian bini gua berantem di Club, Sih Dion hanya jadi penonton saat liat, istri gua berkelahi... bukan bantuin, bini gua...udah gitu Rivalnya si Rachel badannya kaya gua..." sahut Anthony menjelaskan pada sahabatnya.


Brian dan Arga hanya tertawa kecil mendengar ucapan Anthony.


"Udah jangan di bahas lagi, sekarang kita Fokus sama Proyek!" Ucap Brian.


Mereka bertiga mulai mendiskusikan tentang Proyek yang akan mereka Presentasikan


"sebentar lagi Investor, yang berminat untuk kerjasama dengan kalian berdua akan datang ke Perusahaan ini, gua harap dia berminat dengan Proyek kalian" Ucap Anthony, memberi semangat kepada dua sahabatnya.


Sementara itu di luar Ruangan Anthony, Rachel sedang asik berbicara dengan Stevani melalui Ponsel.


Rachel mulai menyebutkan semua bahan-bahan bumbu kue, yang di Perlukan dalam pembuatan kue Tart susu. sampai pembicaraan mereka bersambung ke bagian cara pembuatannya. Dengan sabar Rachel menanggapi pertanyaan yang di berikan Stevani.


" Ah... enggak ngerepotin kok, kak ."'jawab Rachel.


" Jangan lupa undangannya buat Aku... acara Opening Cafe barunya yah..." Ucap Stevani .


" Pasti dong...masa kakak tidak aku undang" Ucap Rachel .


Saking asiknya Telpon nan sama,Stevani, Rachel sampai tidak menyadari sosok, Alia. sekertaris Anthony, yang sedang menatap kagum pada Rachel


Alia tersenyum kaku, ketika Rachel menoleh ke arahnya " Maaf yah, Mbak. mengganggu" Ucap Rachel.


"Tidak menggangu kok, Bu. saya juga ikut menulis Resep kue,byang ibu bicarakan tadi di Ponsel" ucap Alia


Rachel hanya melongo mendengar ucapan Sekertaris suaminya.


"Suka juga yah... bikin kue?" tanya Rachel.


"Iya, Bu...saya suka bikin kue, kalau ada waktu lenggang sih.. saya bikin kue, saya suka bereksperimen kalau membuat kue, walaupun rasanya... standar"ucap Alia, antusias menceritakan pengalaman pribadinya membuat kuenya.


"Jangan panggil ibu...Dong! usia saya mungkin lebih muda dari Mbak" ucap Rachel.


" Saya...saya tidak berani, Bu... nanti Bapak marah" balas Alia.


Ting....Suara lift yang khusus menuju akses ke ruang kerja Anthony berbunyi. membuat Rachel dan Alia, spontan menoleh kearah Lift.


Alia tersenyum lebar, melihat Tiga sosok Pria yang keluar dari dalam Lift.


"Kakak..." Rachel langsung mengangkat bokongnya dari kursi, menyambut kedatangan Oliver dan Dustin.

__ADS_1


"Kakak? Apa tuan Oliver mengangkat Istri Bos, menjadi adik angkatnya? aku ingat waktu itu,nyonya Rachel mendonorkan darah untuk tuan Oliver" Gumam Dion dalam hatinya.


"Selamat pagi Rachel" Oliver mendekati adik sepupunya langsung cipika-cipiki.


Rachel berpindah ke pada Dustin.


"Selamat Pagi, Rachel? wow...kau terlihat sangat cantik hari ini!" Ucap Dustin jujur.


"Jangan memuji ku,kak...nanti aku jadi besar kepala" Sahut Rachel. yang tidak terlalu suka akan pujian. wajahnya sudah merona karena ucapan Dustin.


"Aku tak memujimu nona, Agatha, aku berkata jujur" ucap Dustin.


Deg...


Rachel terdiam tak bergeming, Rachel merasa Dejavu, ketika mendengar ucapan Dustin.


Papanya suka mengatakan seperti itu pada dirinya. Mata Rachel berkaca-kaca. mengingat papanya suka memanggil dirinya Nona Agatha.


Dustin mengamati wajah adik sepupunya, Dustin terkejut melihat mata Rachel berkaca-kaca .


"Apa aku menyinggung perasaan mu? aku minta maaf bila ada ucapan ku yang menyinggung perasaan mu!" Ucap Dustin memegang lembut kedua tangan Sambil menatap tidak enak hati pada Rachel.


"Aku hanya teringat almarhum Papa, kadang papa juga memanggil ku seperti itu...nona Agatha" terang Rachel. tersenyum lirih.


Oliver dan Dustin tersenyum lebar mendengar ucapan Rachel.


"Karena kau memang, Nona Agatha kami!" seru mereka kompak.


Rachel tersenyum lebar ketika mendengar ucapan kedua kakak sepupunya.


"Kalian berdua kompak menyebut nama ku" ucap Rachel tersenyum lebar.


Terimakasih Tuhan, aku masih di pertemukan keluarga Dari Papaku.


Alia dan Dion hanya diam terpaku menatap keakraban mereka bertiga.


" Ayo kita masuk!" ajak Rachel pada Saudara sepupunya.


"Aku Doakan Rumah tanggamu kali ini, menjadi rumah tangga yang terakhir untukmu, Brother" ucap Arga, yang mengetahui bagaimana hancurnya Anthony karena penghianatan istrinya.


Author POV.


Arga dan Stevani, Menjadi saksi bagaimana kecewanya Anthony pada penghianatan yang di lakukan Anita di tambah lagi perusahaannya yang hampir gulung tikar karena Anthony sibuk memikirkan kehidupannya rumah tangganya,Untung saja Anthony tidak sampai Depresi karena kejadian itu.


Arga dan Stevani senantiasa memberikan dukungan Moril pada Anthony, sehingga Anthony mampu kembali seperti dulu lagi, dan hasilnya telah terlihat, dalam Tiga tahun. Anthony mampu mengembalikan keadaan Perusahaan seperti sediakala, bahkan lebih luas Anthony mengepakkan sayap Bisnisnya.


Off.


Anthony tersenyum kecil " Masa lalu biar menjadi mas lalu... Anggap saja sebagai pelajaran hidup. sekarang rumah tangga gua lebih Berat...berat banget" ucap Anthony.


"Yah bagaimana tidak berat...Daun muda yang lue nikahin...Cantik pula wajah nya... sedangkan elu... mendekati expired" Oceh Brian


Pakk...


Sebuah bantal kursi melayang ke wajah Brian.


"Hahahaha... Jangan marah lue...sadar diri!" Brian masih menggoda Anthony.


Arga hanya tertawa melihat tingkah dua orang sahabatnya.


Tok...Tok...Suara Pintu di ketuk Dion.


Mereka bertiga kembali diam, ketika mendengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


TBC.


Readers...Mimin minta like dan komentar dari kalian yah... Terimakasih.


__ADS_2