
Rachel merenggangkan otot tubuhnya, yang terasa kaku dan pegal ini semua karna ulah suaminya yang memiliki otak mesum pada dirinya.
Perlahan-lahan dan pasti, langkah kakinya mendekati kamar Mandi.
Mata Rachel membulat sempurna ketika dirinya berada di depan cermin wastafel, matanya membulat lebar, ketika melihat Hicky, bertebaran di area leher sampai ke pahanya.
"Bee! " teriak Rachel, merasa marah dengan ulah suaminya.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka lebar. siapa lagi selain Anthony pelakunya.
"flower... apa yang terjadi " tanya Anthony seketika, wajahnya begitu panik mendengar istrinya berteriak memanggil namanya.
"Bee...kenapa tubuh ku menjadi seperti ini? "Rachel sengaja membuka handuknya memperlihatkan tubuhnya yang sudah penuh dengan Hickey , hasil buah karya Anthony.
"Kali ini aku akan membalasmu, tuan pemaksa " gumam Rachel dalam hatinya.
Anthony menelan salivanya, ketika melihat tubuh istrinya, Soulmatenya yang selalu senantiasa menempel bersama dirinya, semenjak tadi sudah mulai berdiri tegak.
Rachel tersenyum puas, melihat mangsanya mulai masuk perangkapnya.
"Bee... kenapa tubuhku menjadi seperti ini! " Rachel malah mengulang pertanyaannya, dengan suara sedikit manja, malah dia melorotkan handuknya, dan sengaja menggoda suaminya.
Anthony mulai terbakar gairahnya, melihat sang istri memutar tubuh nya tanpa memakai pakaian di hadapannya.
Anthony menarik cepat istrinya kedalam dekapannya, lalu ******* bibir sang istri, Rachel membalas perlakuan suaminya, sampai ciuman panas itupun terjadi. ketika Anthony mulai terbuai dengan istrinya.
"Bee... buka pakaian mu!" Rachel melangkah mundur menjauh dari suaminya.
Rachel masih memberikan senyuman palsu, dengan tataapan menggoda, pada suaminya, saat suaminya mulai membuka pakaiannya.
Ketika Anthony sedang membuka celana panjangnya, Rachel segera melangkah pergi keluar dari kamar mandi.
Rachel segera mengunci pintu kamar mandi, dan membiarkan suaminya sendirian di sana.
"Rachel... buka pintu nya! " seru Anthony dari dalam kamar mandi.
Rachel tidak peduli dengan teriakan suaminya, Rachel segera memakai Bathrobe, mengambil pekaiannya yang dia pakai kemarin, lalu melangkah keluar dari kamar suaminya.
"Selamat Pagi Nona Muda!"
__ADS_1
Rachel terkejut dengan suara seorang wanita yang tiba-tiba muncul di belakangnya. "ternyata hanya seorang Maid" ucapnya, sambil mengusap dadanya... karna bukan Mertuanya atau Oma yang menegur dirinya.
"Boleh aku tahu siapa Namamu?" tanya Rachel seketika.
"Nama saya Ana, Nona" jawabnya.
"Ana, di mana letak kamar tamu? aku ingin mandi di sana, karena kemar mandi di pakai suamiku" ucap Rachel.
"Kamar khusus tamu ada di lantai bawah,Nona...mari saya antar!"
"Loh... Rachel!" Sydney merasa heran melihat menantunya keluar dari kamar khusus tamu.
Rachel terkejut mendengar suara mertuanya tepat di belakangnya.
Rachel membalikan tubuhnya mengahadap ke arah mertuanya, dengan senyuman manis di bibirnya.
"Selamat pagi Mom... " sapanya.
"Kamu tidur di kamar ini? Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Sidney menyelidik.
"Aku... hanya menumpang mandi di kamar ini, Mom"jawab Rachel jujur.
"Memangnya kamar mandi yang berada di kamar Anthony, bermasalah? "
Sidney tersenyum lebar melihat menantunya, masih salah tingkah bila berhadapan dengan dirinya.
"Nyonya... " Maurhen tiba-tiba sudah ada di tengah mereka berdua.
"Ada apa? " tanya Sidney.
"Sarapan pagi sudah tersedia " ucap Maurhen.
Sidney menggangguk kecil, lalu mengajak menantunya untuk sarapan.
"Pak Maurhen... Tolong panggilkan suamiku! dia masih berada di kamarnya!" pinta Rachel.
"Baik Nona... "ucapnya.melangkah pergi menaiki tangga untuk kr lantai dua.
"Trimakasih "ucap Rachel.
__ADS_1
"Ayo, sayang! " Sidney menuntun menantunya pergi ke arah ruang Makan.
"Selamat pagi, Oma, papa" sapa Rachel.
"Pagi" balas magdalena dan Maikel.
"Loh... Anthony kemana? "tanya Magdalena tak melihat cucunya.
"Rachel, sudah menyuruh, Maurhen. untuk Memanggilnya, Mam" ucap Sidney sambil mengajak Rachel duduk.
Di kamarnya,Anthony. masih di dalan kamar mandi, tak henti-hentinya memukul pintu dan menyebut nama istrinya, agar membukakan pintu kamar mandi. namun tidak pernah terdengar lagi suara istrinya.
"Aku tak menyangka, Gadis bodoh ku bisa mengerjaiku seperti ini...tunggu pembalasan ku, Gadis bodoh... akan ku buat dirimu tidak dapat berjalan, akan ku ikat dirimua di tempat tidur " gerutu Anthony, menyadari ke bodohannya.
Beberapa kali Maurhen mengetuk pintu kamar Anthony, tapi tidak di buka oleh sang pemilik kamar, hingga Maurhen memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar.
Samar-samar Maurhen mendengar suara gedoran pintu dari kamar mandi. membuat dirinya menjadi penasaran dan mendekati kamar mandi.
"Rachel... ayolah, tolong buka pintunya!" Suara Anthony dari dalam kamar maandi.
Maurhen mendelikkan matanya ketika mendengar ucapan dari tuan mudanya"Apa mungkin nona muda yang melakukannya? " Gumam Maurhen membukakan pintu kamar mandi.
"Flower..."Anthony.
"Tuan Muda"
Teriak mereka bersamaan
Mata Muarhen membulat besar ketika melihat tuannya yang hanya memakai ****** ***** berwarna Navi.
Anthony segera menarik handuknya dan melilit kan di pinggangnya.
"Apa yang kau lakukan di kamar ku, pak Maurhen? " tanya Anthony.
"Maaf tuan muda, saya di suruh Nona muda, memanggil anda tuan, untuk sarapan pagi" jawab Maurhen.
"Katakan pada istriku, kalau aku sedang sakit! " ucap Anthoni.
TBC
__ADS_1
**Trimakasih sudah menyempatkan membaca cerita yg ku buat.
Typo bertebaran, dan jangan lupa like dan komentarnya, buat aku**...