SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Maukah Kau Menikah Dengan Cucuku


__ADS_3

Anthony terpaku menatap sebuah pigura foto yang berukuran besar tergantung apik menempel pada sebuah dinding bercat warna abu-abu cerah. Foto seorang wanita yang sangatlah mirip dengan istrinya. hanya Iris mata saja yang membedakan mereka.


"Ayo kita masuk!" Oliver menepuk bahu Anthony.


Mereka semua melangkah ke arah Elias yang sedang memandang ke arah jendela, setiap hari, semenjak dirinya sering sakit-sakitan, Elias selalu memandang kearah kebun mawar putih yang sangat terawat. Mawar putih yang sengaja istrinya tanam dengan tangannya sendiri, tumbuh berkembang dengan baik dan semenjak istrinya tiada, selama 15 tahun Elias jaga dengan baik taman itu. dan semenjak dirinya jatuh sakit, Valeria yang menjaga dan merawat taman mawar putih milik Agatha.


"Selamat siang, uncle Elias, bagaikan kabar uncle hari ini?" tanya Darrell sambil melayangkan senyum pada Elias.


"Hari ini...aku baik-baik saja, Darrell, aku tidak merasa lelah " ucap Elias.


"Siapa mereka?" Elias menatap Maikel dan Anthony.


"Aku seperti mengenal mu?" ucap Elias.


Maikel menarik tangan Anthony menghampiri Elias. Maikel menekuk lututnya agar dirinya sejajar dengan Elias. Anthony hanya mengikuti apa yang Papanya lakukan.


"Aku takut kehadiran Maikel, mengingatkan Daddy, pada Adikku" bisik Ansel pada Darrell.


"Kita lihat saja, perkembangannya..." Darrell menatap tak bergeming ke arah, Elias.


Elias menatap Maikel dengan seksama.


"Uncle Elias, aku Maikel...Maikel Ambishius dan ini Putraku..." ucap Maikel.


Elias Tersenyum lebar.


"Kau Putranya Ambishius...Yah aku mengingat mu, kau Putranya Ethan Ambishius... hehehe...Aku tak menyangka Manusia es itu menurunkan ketampanannya pada mu dan cucunya" Elias tersenyum gembira.


"Aku juga ingat, kau itu teman sekelas Anson di Imperial college...tapi kau lebih akrab dengan putra bungsu ku" Wajah Elias berubah menjadi sendu, Elias menarik nafas dalam-dalam, menahan rasa sakit di dadanya.


"Bolehkah aku memeluk mu?" tanya Maikel.


Elias tersenyum lirih, lalu menganggukkan kepalanya. Maikel memeluk tubuh Elias dengan hati-hati, Lalu bergantian dengan Anthony, yang juga memeluk tubuh Elias. tanpa mereka sadari Oliver memotret Anthony dan Elias yang sedang berpelukan.


"Wajah mu Tampan sekali...maukah kau menikah dengan cucuku? kata Oliver, cucu ku memiliki wajah yang cantik" ucap Elias dengan suara lirih, menahan sakit.


Pria itu bahkan sudah membuat tiga cicit untuk mu, Daddy. Ansel.


Darrell melangkah maju, mendekati Elias.


Maikel berdiri dari hadapan Elias begitu juga dengan Anthony. agar memudahkan Darrell memeriksa Elias.


"Aku akan memeriksa kondisi uncle!" Darrell mendorong kursi rodanya ke arah tempat tidur.


Ansel mengajak Maikel dan Anthony duduk di sofa, sambil menunggu Darrell memeriksa kondisi Daddynya.


Tiba-tiba Suara ponsel Oliver berbunyi, sebuah pesan masuk, lalu Oliver membacanya.


"Dad, aku harus pergi ke kantor, aku lupa hari ini aku punya Janji bertemu Klien" ucap Oliver.


Ansel hanya mengangguk tanpa berbicara.


"Uncle, Anthony...aku pergi dulu" ucap Oliver lalu melangkah ke arah Elias,lalu pergi masuk ke dalam Lift.


"Bisakah kau ceritakan Bagaimana bisa, Putramu menikah dengan Rachel?!"

__ADS_1


Maikel sempat melirik kearah putranya, Anthony hanya diam, tak merespon lirikan mata Papanya.


"Awalnya Mommy ku, meminta Adik dari istri ku, mencarikan jodoh untuk Putraku yang sudah menduda selama 3 tahun"


"Jadi dia mantan, Duda?" seru Ansel tak percaya dengan ucapan Maikel.


Anthony jadi speechless mendengar ucapan Ansel.


"Ya... Putraku seorang, duda...apa ada masalah?" tanya Maikel.


"Kau beruntung mendapatkan, putri dari adik ku, Nak" cibir Ansel


"Itu sudah pasti, dan kau lihat betapa posesif dan protektifnya dia, sama seperti dirimu" beo Maikel.


"Oke... lanjutkan!" ucap Ansel tak peduli ucapan Maikel barusan.


"Adik ipar ku, Mendapatkan jodoh untuk Putraku, Dia bilang wanita itu dari keluarga baik-baik dan kebetulan rekan bisnisnya, singkat cerita ketika Mommy, istriku dan Abraham adik ipar ku, bertandang ke rumah wanita yang ingin di jodohkan Putraku"


"Ternyata Gadis itu lari dari rumah karena menolak perjodohan, Mommy ku saat itu marah besar pada keluarga mereka, sampai Akhirnya Mommy ku meminta Keluarga gadis itu...Agar Rachel mengantikan anak gadisnya yang lari dari perjodohan "


"Dan Mereka menyetujuinya?" tebak Ansel.


"Mereka tak menyetujuinya... karena mereka merasa tidak berhak mencampuri urusan kehidupan pribadi Rachel" Jawab Maikel, mematahkan pikiran Ansel tentang keluarga Bram.


"Berarti mereka keluarga yang sangat bertanggung jawab pada, putri adikku?" Ansel masih tak menyangka saja.


"Tentu saja...karena Rachel tinggal bersama adik dari istrinya Javier...Diana istrinya Bram, adalah adik kandung Chelia" terang Maikel.


"Benarkah!... aku kira Chelia, Hanya hidup sebatang kara" lanjut Ansel.


"Tentu saja! tapi tunggu...aku mau menghampiri, Daddy ku... ingin melihat kondisinya..." Ansel Bangun dari sofa pergi ke mendekati Elias dan Darrell.


"Hai...mengapa wajah mu tegang sekali?" tegur Maikel pada putranya.


"Aku takut mereka akan memisahkan diriku dan Rachel, papa"


"Tidak ada yang akan memisahkan dirimu dan istri mu, papa jamin itu... percayalah pada ku!" Maikel merangkul pundak putranya.memberikan rasa semangat.


Kau tidak pernah tahu siapa aku, nak. karena kau tidak pernah mau tahu, kau sibuk hanya dengan satu perusahaan ku saja dan perusahaan mu, aku tahu kau ini kurang percaya diri, karena merasa dirimu jauh dari standar mereka, tapi mereka tahu siapa aku sebenarnya. keluarga Agam tidak pernah menganggap remeh Keluarga Ambishius. Maikel.


"Bagaimana kondisi Daddy ku?'


"Biarkan dia istirahat! Kankernya sudah menjalar ke paru-paru dan kita hanya menunggu keajaiban saja" ucap Darrell, dengan suara pelan.


"Aku hanya bisa memberi obat, penghilang rasa nyeri, dan soal usianya... hanya Tuhan yang mempunyai keputusan"ucap Darrell.


"Aku sarankan padamu, biarkan dia bertemu dengan Rachel, siapa tahu setelah bertemu dengan Rachel, uncle Elias mempunyai semangat hidup walaupun hanya sebentar" lanjut Darrell lagi.


"Seperti nya,,Daddy ku sudah tertidur pulas..." Ansel mengalihkan pembicaraan, lalu menatap damai wajah Elias.


"Ayo kita duduk di sana! Aku masih penasaran dengan cerita manusia batu itu..." ucap Ansel.


merangkul pundak sahabatnya.


Darrell Hanya tersenyum mendengar ucapan Ansel "Memangnya kalian sedang bercerita tentang apa?"

__ADS_1


"Kau dengarkan saja ceritanya, Maikel!"


"Maikel, sampai kapan kau akan berada di London?" Tanya Darrell sambil menempelkan bokongnya di sofa.


"Sampai semua urusan ku selesai" jawab Maikel.


"Urusan mu di sini tidak akan pernah selesai, Dia kan manusia super sibuk, apa kau lupa, Darrell. dengan usahanya yang bertebaran di mana-mana?" ucap Ansel.


"Yah...aku tahu itu..." sahut Darrell.


"Cukup...jangan membahas bisnisnya! karena kalau kita membicarakan soal bisnisnya tidak akan pernah selesai!" oceh Ansel.


"Darrell... mengapa sekarang pria ini menjadi cerewet sekali?" tanya Maikel menunjuk pakai dagu ke arah Ansel.


"Aku juga tidak tahu...mungkin karena dia terlalu lama tinggal di rumah... tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali mengoceh" jawab Darrell sekenanya sambil menggoda Ansel.


Anthony hanya diam, dia malah asyik memotret situasi kamar Elias dan mengirimkan ke Istrinya, semua foto yang dia bidik di kamar Elias. tidak lupa Anthony memotret Foto Agatha.yang tergantung apik di dinding kamar Elias.


Maikel mulai melanjutkan ceritanya.


"Menurut cerita dari istri ku, Rachel akhirnya yang menawarkan dirinya pada Keluarga, untuk menggantikan sepupunya yang pergi melarikan diri dari rumah" Ucap Maikel.


"Lalu selesai?..." tanya Ansel .


"Belum...itukan tadi cerita versi istriku" ujar Anthony.


"Dan sekarang kita berlanjut ke cerita mu?" Ansel jadi penasaran.


"Bisa di bilang begitu..."jawab Maikel.


"CK...kau membuat ku penasaran, saja"oceh Ansel.


"Bagaimana aku mau cerita... lebih banyak pertanyaan mu daripada cerita ku" sahut Maikel.


Anthony bangga pada sang Papa. yang berani berdebat dengan seorang putra Agam. sedangkan papanya yang dia tahu hanya seorang pengusaha biasa dan berani menghadapi seorang Ansel Agam. dan yang Anthony tahu dari media Ansel termasuk Salah satu Pebisnis yang handal dan tegas, sikapnya yang Arogan pada sesama rekan bisnisnya, membuat lawan tak berkutik.


"Lebih baik kau tidak usah cerita, Maikel! biar dia penasaran..." sahut Darrell.


"Yah sudah kalau kau tak mau cerita, aku bisa bertanya pada putramu" ucap Ansel .


Mata Anthoni membulat sempurna mendengar ucapan Ansel.


"Uncle...apa yang ingin uncle tanyakan?" tanya Anthony jadi gugup.



Aku suka dengan Aktris yang satu ini wajahnya lembut, tapi menyimpan banyak rahasia bahkan dia bisa menjadi ganas bila ada yang mengganggunya.


Guys anggap saja ini sebagai ilustrasi Grandmom nya si Rachel yah...Agatha Berhan


TBC


terimakasih...


jangan lupa like dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2