SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Kedatangan keluarga Ambishius


__ADS_3

Ansel tersenyum lebar sambil menatap wajah Rachel. Mata Ansel selalu berkaca-kaca bila melihat wajah Rachel, karena mengingat kan pada dua orang yang sangat dia sayangi.


Wajah Rachel yang mirip Mommy nya, dan Javier sebagai Papa Rachel.


"Uncle, jangan menatap ku seperti itu! Aku malu..." Rachel menutup wajahnya saat dia tahu Ansel sedang memperhatikan wajahnya.


Semua orang di ruangan itu tertawa kecil melihat tingkah Rachel.


"Sayang... jangan ganggu Rachel! saat ini dia sedang mengandung... perasaan dan emosi bisa berubah-ubah" ucap Valeria.


Ansel langsung tertawa kecil mendengar ucapan istrinya.


"Kau tahu Nak...Aunty mu dulu, waktu Hamil... dia sangat membenci Diriku..." ujar Ansel.


Valeria hanya tersenyum bila mengingat peristiwa itu semua.


"Semoga saja suami mu tidak mengalaminya nasib seperti diriku" lanjut Ansel lagi.


"Tuan di depan ada Tuan Maikel" ucap seorang Maid.


"Mengapa kau tidak menyuruhnya masuk kedalam Mansion?" Hardik Ansel.


"Maikel itu Keluarga ku, Dulu dan sekarang dia bagian Keluarga ini... jangan pernah menghalangi dirinya di mansion ini! kedudukan ku dan dirinya sama di Mansion ini" lanjut Ansel.


"Maafkan saya Tuan, karena saya tidak mengetahui nya" ucap Maid dengan suara gemetar.


"Pergilah..." ucap Oliver kasihan melihat tubuh Maid gemetar ketakutan.


"Jangan marah-marah, nanti darah tinggi mu, kumat!" ucap Evita menggoda Adik iparnya.


Ansel Hanya tersebut tipis mendengar ucapan Evita.


" Hai... bukankah sebaliknya, kakak ku yang harus kau jaga, jangan sampai mempunyai penyakit darah tinggi" sahut Ansel tersenyum lebar.


Suara beberapa kaki melangkah, terdengar menuju ke arah tempat mereka berada.


"Oma..."


"Mommy..." seru Rachel tak percaya apa yang di lihatnya. Rachel langsung bangun dari kursi duduknya, lalu menghampiri Mertuanya.


"Aku tak menyangka kalian akan datang ke sini" wajah Rachel tampak terlihat ceria. Rachel lalu memeluk Sidney dan beralih memeluk Magdalena.


Magdalena merenggangkan pelukannya.


"Selamat yah sayang...Papamu dan Rico sudah memberi kabar kalau dirimu saat ini sedang mengandung" ucap Magdalena tersenyum bahagia.


Sidney tersenyum mendengar ucapan mertuanya sambil mengusap lengan Menantunya.


"Kakak ipar, kau lupa memeluk ku" Rico merenggangkan kedua tangannya, menggoda Rachel.


"Aku akan memeluk mu di depan suami ku" ucap Rachel. membuat Rico mendelikan kedua matanya.


"Aku masih sayang diriku...kakak ipar" sahut Rico bergidik ngeri.


"Apa dia istri mu?" bisik Ansel pada Maikel yang berdiri di sampingnya, sambil melihat wajah Sidney.


"Ya...dia istriku..." jawab Maikel.


"Dan wanita itu..."


"Itu Mommy ku..." jawab Maikel.


"Dan kau tidak ingin memperkenalkannya kepada kami? tamu macam apa kau ini? seenaknya datang tanpa ku undang dan tak memperkenalkan anggota keluarga mu yang lain?" ucap Ansel.


Maikel menoleh melihat wajah Ansel " Aku lupa... sorry, sampai melupakan tuan rumah...tapi menantu ku anggota keluarga ini, berarti aku bukan orang lain" ucap Maikel tersenyum kecil.

__ADS_1


"Terserah..."sahut Ansel.


"Mommy...sayang! acara kangen-kangen nya di pending dulu! ada yang lebih penting..."


"Perkenalkan Pria yang di samping ku ini bernama Ansel Agam, dia Pamannya Rachel"


"Dan yang memakai Dress hijau tosca itu, istrinya, namanya Valeria"


"Sedangkan yang memakai dress warna Mocca, namanya Evita dia istri nya Anson Berhan, kakak kembarnya Ansel.


"Dan Pria ini?" Maikel menatap tajam wajah Oliver.


"Nama ku Oliver, paman..." Oliver memperkenalkan dirinya.


"Dia putra tertuaku..." sambung Ansel.


"Ternyata kau sudah besar nak, aku masih ingat waktu Javier menemui ku di hotel dan mengajak ku pergi ke taman hiburan, apa kau melupakannya?" tanya Maikel.


"Oliver memicingkan matanya, mengingat sesuatu yang terlupakan"


"Aku ingat...yah Uncle Javier membawa ku ke taman hiburan waktu itu kita pergi bersama dengan...apakah anda Uncle M?" tebak Oliver tak percaya


"Yah... hanya satu orang yang memanggil namaku seperti itu, hanya dirimu, yang menyingkat namaku..m" ujar Maikel tersenyum lebar.


Oliver tersenyum lebar, lalu memeluk Maikel.


"Papa..."Seru Anthony melihat kehadiran papanya di ruang keluarga Agam. Anthony berjalan menghampiri papanya.


Matanya membulat sempurna ketika melihat kehadiran Magdalena, Sidney, dan Rico.


"Kalian juga ada di sini..." seru Anthony.


Anthony memeluk Sidney sambil mencium kedua pipi Sidney.


"Selamat ulang tahun sayang" ucap Sidney.


"Yah...itu benar dan ingin melihat menantuku yang sedang mengandung" ucap Sidney.


Anthony lalu beralih memeluk Magdalena, sambil mencium kedua pipi Omanya.


Tiba-tiba matanya menatap lekat pada istrinya.


"Siapa yang mengijinkan dirimu berdiri di samping Rico?"


Spontan Rico menggeser tubuhnya menjauhi Rachel.


"Aku tak mendekatinya...dia sendiri yang tiba-tiba berdiri di samping ku" ucap Rico membela diri.


Oliver tersenyum kecil melihat tingkah Rico, begitu juga dengan yang lainnya.


"Sayang, jangan pernah melawan perintah ku! aku bilang kamu duduk saja... mengapa kau bangun dari tempat duduk mu?"


"Aku bosan,Bee." Jawab Rachel sekenanya


Anthony kembali ke arah Kursi roda yang akan digunakan oleh Rachel. agar istrinya duduk di kursi roda yang di Bawanya dari dalam kamar.


' sekarang kamu duduk disini, jangan membantah!" ucap Anthony.


Rachel mendengus kasar melihat sikap suami yang terlalu Protektif sekali. lalu menurut pada ucapan suaminya.


"Anthony... jangan kasar pada menantu ku!"


"Paman tenang saja, kalau dia sampai kasar pada Adikku, aku akan membawa perubahan jauh Adik ku" Celetuk Oliver ingin menggoda Anthony.


kedua Alis Anthony terangkat sempurna mendengar ucapan Oliver.

__ADS_1


"Aku tidak kasar sama Rachel, aku hanya menjaga istri dan ketiga calon anakku , agar mereka semua baik-baik saja" Anthony membela dirinya.


Maikel terkejut dengan ucapan Putranya, begitu juga Sidney, Magdalena dan Rico.


"Kau terkejut... berarti aku menang karena aku tadi terkejut lebih dulu dari mu, ketika mendengar, Rachel mengandung kembar tiga" ucap Ansel dengan Gambang.


Maikel memasang wajah Jengah pada Ansel.


"Benarkah kakak ipar, calon bayi mu tiga orang?" Rico meyakinkan ucapan Anthony.


Rachel mengangguk Antusias sambil memasang senyumnya.


Magdalena dan Sidney saling berpelukan, mereka sangat Bahagia mendengar ucapan Putranya" Rumah kita akan Ramai dengan Suara cucu ku..." ucapnya pada Magdalena.


Maikel berjalan menghampiri Rachel "Terimakasih, Nak, kau memberikan Keluarga kami kebahagiaan" ucap Maikel mengelus puncak kepala Rachel.


Mata Rachel sampai berkaca-kaca melihat wajah kegembiraan terlukis di keluarga suaminya.


Anthony mengelus lembut kedua bahu Istrinya.


sambil mencium pucuk kepala istrinya.


"I love you, My Flower" bisik Anthony sebelum mencium pipi kanan istrinya.


Wajah Rachel tampak terlihat merona mendengar ucapan Suaminya.


"Hmmmm...uhuk...uhuk..." suara Darrell memecahkan kegembiraan mereka.


Maikel dan Ansel menoleh ke sumber suara Orang Batuk.


"Darrell?" tebak Maikel.


Darrell memicingkan matanya menatap Wajah Maikel.


"Maikel..."


Maikel mengangguk antusias sambut menahan senyumnya.


"Yah...tuhan, aku tak menyangka bisa bertemu dengan diri mu lagi, Maikel" Darrell memeluk erat tubuh Maikel.


Maikel memperkenalkan Ibunya, Istri, dan Putranya.


"wajah kalian seperti pinang di belah dua tidak ada bedanya" ucap Darrell tersenyum lebar.


"Aku ke atas dulu...pasienku sudah menunggu" ucap Darrell.


"Boleh kah aku ikut?" tanya Maikel.


"Boleh... Daddy ku pasti senang melihat diri mu... Anthony ikutlah bersama kami! Ajak Ansel.


Anthony tak menyangka dirinya akan melihat Kakeknya Rachel.


"Sayang...aku keatas dulu, lihat kakek Elias, kau tenang saja aku akan memotret dirinya dan memperlihatkan kepada mu, seperti apa wajah kakek mu, oke" Anthony mengecup kening istrinya.


"Mom...aku titip istriku..." ucapnya sebelum menyusul ketiga pria paruh baya, Masuk kedalam Lift.


********


Terimakasih.


Aku nulis episode yang ini butuh tenaga ekstra, Sambil goreng Ubi... mengkhayalkan isi cerita untuk episode Baruku... sampai ubi ku gosong guys...,😂😂😂


Jadi jangan pelit tinggalkan jejak jempol kalian sebagai semangat untuk Mimin


Jangan lupa mampir ke novel Mimin yang lainnya yah Readers

__ADS_1



__ADS_2