
Arora merasa bernafas lega, ketika seorang pria yang usianya lebih tua darinya, datang menghampiri mereka. ternyata pria itu menjemput Leonhard, pria yang mengaku sebagai kekasih online nya.
"Ara...aku pulang dulu,yah..." ucap Leon. tersenyum manis menatap wajah Arora.
"Aku akan menemui mu! setelah urusan ku selesai" ucapnya sebelum pergi meninggalkan Arora. dan menyalami kedua orang tua Arora.
"Jangan rindukan aku, yah!" goda Leonhard, mengacak rambut atas Arora.
"Kyaaaa... dasar pria aneh"Arora tidak suka rambutnya diacak sambil memasang wajah jutek, dan melihat Leonhard tersenyum lebar pada dirinya. sebelum pergi.
Arora bergeming, ketika melihat tatapan curiga, dari mata kedua orangtuanya, pada dirinya.
"Ayolah... jangan menatap curiga pada diri ku, sumpah demi Tuhan, Ara tak mengenal dirinya" meyakinkan kedua orangtuanya.
"Papa dan Mama, tidak keberatan kalau kamu memang memiliki hubungan dengan dirinya" Bram pada putrinya.
"Aaaah...Ara memang tak mengenal pria itu, Papa!" sahutnya dengan suara jengah sambil memutar bola matanya.
"Sudahlah, jangan menggodaku lagi! aku rindu kalian berdua, Please... jangan menggodaku lagi !" lirih Arora langsung memeluk lengan papanya.
Bram tersenyum hangat melihat putrinya yang sedang manja di lengannya.
Diana sempat meneteskan air mata bahagia, dirinya tak menyangka bisa bertemu kembali dengan putri kesayangannya, hampir satu tahun Putrinya Pergi tanpa kabar berita sampai akhir, Maikel menemukan keberadaan Arora.
"Apa kita masih ingin berdiri di sini, tidak usah pergi ke apartemen?" tegur Bram pada putrinya.
Arora hanya mengulum bibirnya, mendengar ucapan papanya.
Mereka akhirnya pergi dari bandara, menuju ke Apartemen yang Maikel berikan, Untuk Arora tempati selama dirinya hidup dan tinggal di Amsterdam.
Esok harinya.
Sekarang Arora sudah berada di apartemennya, setelah selesai sarapan pagi bersama ke dua orang tuanya, Arora meminta ijin ke pada orang tuanya, ingin pergi ke apartemen mengambil pakain.
Tatapan matanya seperti hewan buas yang sedang mengincar mangsanya.
"Cepat, ngomong siapa yang kasih masuk akun ku, ke dalam kencan Online?" Tanya Arora menatap ketiga temannya.
Arora melihat kembali wajah mereka, satu persatu, mereka bertiga langsung kompak, nyengir kuda, ketika tatapan mata Arora ke arah mereka.
"Cepat Ngaku!!!" seru Arora geram.
Mereka bertiga serentak mengacungkan jari telunjuknya.
"Waduh... kompak amat" gumam Arora.
"Bisa jelasin kenapa sampai, kalian bikin kencan online buat ku?"
"Karena di antara kami, hanya kamu yang masih jomblo " jawab Cindy di anggukki dengan yang lainnya.
"Ha...hanya karena itu?" Arora tersenyum tipis, sambil menggeleng kepala.
Ketiganya mengangguk serentak.
__ADS_1
"OMG..." lirih Arora, mendengus kasar.
Arora langsung meracau, kepada ketiga temannya, menceritakan semua kejadian yang terjadi di bandara, bertemu dengan Leonhard yang menganggapnya sebagai kekasih.
Ketiga temannya saling beradu pandang, terlihat dari wajah mereka yang berseri-seri, mendengar cerita Arora.
"Orangnya ganteng kan, Ra?" Cindy.
"Sesuai kan dengan tipenya...Ar-o-ra?" Mikha.
"Kita bertiga tidak bakalan salah pilih orang, buat kamu" Virly.
Mendengar pertanyaan beruntun dari ketiga temannya, Arora malah mendengus kasar. Arora jadi merasa geram mendengar pertanyaan ketiga temannya. Bukanya mereka menyesal dengan perbuatan mereka.
"Kalian tuh, eehhhh... bener-bener... nyebelin" Arora langsung pergi ke dalam kamar nya.
Mereka bertiga hanya tersenyum melihat Arora.masuk ke dalam kamarnya.
******
Dua Minggu kemudian.
Jakarta.
Rachel memandang lirih wajah suaminya, yang Lemah tidak ada tenaganya, karena sudah memuntahkan semua isi perutnya.
"Yang sabar yah, nak..." hibur Sidney sambil membaluri minyak kayu putih di tubuh Anthony.
"Berat banget ujian hidup ku, Mom" lirih Anthony.
"Sayang, sini aku mau peluk kamu!" ucap Anthony.
Rachel merasa tidak nyaman dengan ucapan suaminya, karena ada Sidney dan Magdalena.
"Sini dong sayang! aku ingin memeluk kamu" pinta Anthony sekali lagi.
Magdalena tersenyum, melihat wajah Rachel yang tersenyum kaku pada suaminya.
"Malu, Bee..." sahut Rachel.
"Kok malu... malu sama siapa?" tanya Anthony.
"Di sini kan ada Mommy sama Oma" jawab nya.
"Cepat ke sana... peluk suami kamu! sepertinya dia ingin di manja... Sidney ayo kita keluar! biar Anthony puas memeluk istrinya!" ucap Magdalena, tersenyum lebar melihat wajah Rachel yang merona.
Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan Omanya.
Sidney hanya mengangguk saja mendengar ucapan mertuanya.
"Mommy keluar dulu, kamu jangan banyak gerak, yah sayang!" ucap Sidney mengelus rambut menantunya.
Rachel tersenyum mendengar ucapan Sidney, lalu mengangguk kecil pada mertuanya.
__ADS_1
"Sini... cepat aku ingin memeluk mu!" Anthony sudah menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur. Kedua tangannya terentang menyambut tubuh Rachel yang sedang berjalan ke arahnya.
"pelan-pelan jalannya, sayang! ku takut terjadi apa-apa pada kalian!" ucapannya.
Mendengar ucapan suaminya, entah mengapa tiba-tiba dia malah ingin menggoda Anthony.
Rachel berjalan pelan-pelan, hingga membuat suaminya menjadi tidak sabar.
"Jangan menggodaku, sayang," Anthony langsung bangun berdiri lalu menghampiri istrinya "Tetap di situ... jangan bergerak!"
Rachel mengulum bibirnya mendengar ucapan suaminya.
Anthony menggendong istrinya ala bridal style. lalu membawa istrinya ke atas tempat tidur.
"Rupanya istri ku, ingin menggoda ku" Anthony langsung mengecup bibir istri nya.
Rachel mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. mereka saling bertatapan.
"Aku sangat mencintaimu, Rachel Agatha" Anthony langsung mencium dan ******* bibir istrinya. Anthony menahan Nafsunya agar tidak sampai menggauli isterinya.
"Sayang...kamu tahu, untuk mendapatkan mereka, aku harus mengalami Morning sickness, dan ngidam yang kadang membuat Dion pusing karena kemauan ku yang aneh-aneh" Anthony mengusap-usap perut istrinya.
Rachel tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya.
"Tapi yang membuat ku, tersiksa...aku tak bisa menengok mereka di dalam...aku tak ingin terjadi sesuatu pada kalian" lirih Anthony. memeluk istrinya.
Rachel tersenyum mendengar keluhan suaminya.
Tok...Tok...Tok...
"Bunda...Bunda...ini aku, Bunda"
"Elton" Rachel tersenyum gembira mendengar suara Elton.
"Ternyata dia sudah datang...ayo sayang kita sambut mereka!!" Anthony bangun dari tempat tidur, lalu pergi mengambil kursi roda, Rachel memperbaiki bajunya, karena ulah suaminya, lalu mengikat rambutnya.
"Bunda aku merindukan mu" seru Elton langsung memeluk Rachel. tiba-tiba.
Anthony memejamkan matanya, melihat tubuh Elton menempel di perut istrinya.
"Sayang... mereka terjepit" lirih Anthony.
Rachel tertawa kecil mendengar suara suaminya.
"Jangan takut, Bee. mereka aman di dalam" sahut Rachel.
Rachel tahu cara melindungi Calon Bayi nya.
TBC.
Guys, terimakasih masih mau membaca cerita yang, Mimin buat. sorry akhir-akhir ini, aku agak telat update. karena kesibukan, Mimin sebagai ibu rumah tangga... apalagi sekolah sudah mulai di berlakukan tatap muka...jadi aku sibuk mengantar dan menjaga dua anak perempuan ke sekolah.
Aku harus ekstra mengawasi mereka berdua, apalagi mereka mulai tumbuh menjadi gadis remaja. sebagai seorang ibu, aku harus mengawasi gerak-gerik mereka. memantau mereka agar tidak terjerumus sampai ke pergaulan yang tak aku ingin kan. Aduh...kok malah curhat ☺️.
__ADS_1