
Kabar berita meninggalnya sang pendiri EA Company, menjadi tranding topik di dunia Maya. khususnya Daratan Eropa.
Siapa yang tak kenal dengan Elias Agam. salah satu pengusaha yang mampu membangun perusahaan Terbesar di Eropa . Perusahaan yang bergerak dalam segala bidang usaha, membuat dirinya menjadi salah satu orang paling berpengaruh di daratan Eropa.
Para pelayat datang ke Rumah Duka, tempat di semayamkan Elias saat ini.
Di Rumah Duka keberadaan Rachel di tengah keluarga Agam menjadi perbincangan hangat para pelayat.
"Kau lihat wanita yang duduk di samping Evita? dia sangat cantik..."bisik Angelina pada wanita yang di sampingnya sebut saja namanya Charen.
" Evita bilang, wanita cantik itu kemenakan suaminya" jawab Charen.
"Hah... berarti dia putrinya, Javier?!" Angelina Masih menatap Rachel yang sedang di rangkul Evita sambil mengelus lengan Rachel.
Begitu juga dengan para kaum pria, beberapa rekan bisnis Oliver sampai Justin yang menyempatkan diri melayat Elias, tak luput pandangan mata mereka melihat ke arah Rachel.
Anthony sudah seperti orang kebakaran jenggot, dan telinganya terasa panas, mendengar beberapa pria tak hentinya memuji kecantikan istrinya.
Bahkan Anthony sempat mendengar beberapa pria yang usianya hampir sama dengan usia papanya ingin menjodohkan Putranya pada Rachel.
Tak hentinya Anthony mendengus kasar, untuk membuat tubuhnya rileks.
Dari jauh, Anthony melihat kedatangan Papanya bersama Rico dan Uncle Benedict, masuk ke dalam Rumah Duka
"Papa, dimana Mommy dan Oma?" tanya Anthony mengikuti langkah kaki Maikel.
Mommy mu, sudah berada di Indonesia bersama Oma, sekarang Oma sedang sakit, jadi dia tidak bisa ikut dengan ku" jawab Maikel.
"Sakit? penyakit Oma kambuh?" cecar Anthony.
"CK...Oma hanya kecapean, maklum perjalanan jauh" Jawab Maikel.
Maikel pun jadi pusat perhatian di rumah Duka,
setelah menyampaikan rasa dukanya yang paling dalam pada Ansel dan Anson, Maikel menghampiri menantunya.
Maikel menatap jasad Elias. dengan tatapan mata sendu. Maikel turut merasa kehilangan sosok seorang Elias, Pria yang tegas dan sangat bertanggung jawab pada keluarganya.
Selamat jalan uncle, semoga kau bertemu dengan Javier di sana. Maikel.
"Papa..." Rachel memeluk Tubuh Maikel. sambil terisak dia pelukan Maikel.
"Hai...kakek Elias sudah berbahagia di sana, kamu jangan terlalu menangis! kasihan cucu papa..." Ucap Maikel, menenangkan perasaan Rachel.
Rachel mengangguk dalam diam di pelukan Maikel.
"Papa jangan lama-lama, memeluk Istri ku!" ucap Anthony dengan suara lirih.
Maikel tersenyum mendengar ucapan Putranya
"Rachel, perkenalkan Pria ini papanya Rico, namanya Benedict" ucap Maikel.
"Turut berdukacita" ucap Benedict pada Rachel.
__ADS_1
"Terimakasih Uncle" ucap Rachel.
Rico
Rachel berjabat tangan dengan Benedict.
"SayaTurut berdukacita" ucapnya pada Rachel.
"Terimakasih, uncle" balas Rachel tersenyum lirih.
"Kakak ipar, aku turut berdukacita cita" ucap Rico.
"Terimakasih Rico" Jawab Rachel.
"Sayang... Capek?" Tanya Anthony. melihat wajah istrinya. wajah yang selalu ceria, tiba-tiba menjadi sendu karena kepergian kakeknya.
Rachel hanya tersenyum kecil, sambil menganggukkan kepalanya.
"istirahat dulu! kasihan mereka" Anthony mengelus lembut perut istrinya.
Adegan mereka sempat di lihat para pelayat, bahkan awak media sempat memotret saat tangan Anthony mengelus perutnya Rachel.
Singkat cerita.
Elias di makamkan tepat di samping makam Agatha istri tercintanya. cinta pertama dan terakhirnya.
sama seperti cinta Javier dan Chelia. bedanya mereka meninggal di waktu yang sama.
Rachel tersenyum lirih, ketika melihat dua makam yang ada di hadapannya. dua orang yang berarti bagi papanya Javier.
Sifat Elias berubah drastis semenjak, Putra yang paling dia sayangi, sampai Elias meletakkan namanya di nama tengah Javier. karena rasa sayangnya pada Javier.
Anthony masih setia menunggu istrinya yang sedang berdiri di antara dua makam. Anthony diam terpaku menatap istrinya.
Anthony rasa Rachel sudah cukup lama berdiri di sana. lalu Anthony mendekati istrinya.
"Ayo, sayang kita pulang" Bisik Anthony berdiri tepat di belakang istrinya.
"Bee... akankah kehidupan kita sama seperti mereka?" ucap Rachel. Masih menatap makam.
"cinta pertama dan cinta terakhir"
"Sedangkan kita berdua, pernah merasakan jatuh cinta pertama pada orang lain" Ucap Rachel.
Anthony tersenyum kecil, Lalu memeluk istrinya.
"Akankah cinta kita sama seperti mereka? sepertinya Papa dan mama ku, dan Granddad dan Grandmom?" mata Rachel berkaca-kaca.
" Aku mencintaimu dengan segenap hatiku, Walau kau memang bukan yang pertama, sayang... kau adalah Bunga cinta ku. setiap aku menghirup aroma tubuh mu. seolah memberikan semangat hidup buat tubuhku" Anthony mencium sekilas pipi istrinya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan bau tubuh mu sayang...kau adalah segalanya bagiku... untuk saat ini, sampai selamanya..." Anthony malah mencium tengkuk istrinya. membuat Rachel memasang mode waspada, pada dirinya. mengingat suaminya sangat mesum pada dirinya.
"Ayo, Bee, kita pulang" Ajak Rachel pada suaminya. Anthony melepaskan pelukannya. lalu menggenggam tangan Rachel.
__ADS_1
Dua Minggu berlalu, suasana mansion masih sama seperti yang dulu, kalau siang sepi, Ansel mulai menyibukkan dirinya di perusahaan. bukan untuk bekerja lagi, Ansel mulai mengajarkan ilmu bisnis pada putra bungsunya. Orion, sebagai penerus ketiga Keluarga Agam.
Cukup satu Minggu Ansel meratapi kepergian Elias, dan hari selanjutnya Ansel mulai belajar melepaskan rasa sedihnya. atas kepergian Daddynya.
Valeria pergi ke tempat usahanya, Valeria pernah menjadi model terkenal di London, walaupun dulu sebenarnya, Valeria masuk ke dunia modelling, hanya karena rasa ingin tahunya saja dunia modelling seperti apa, sampai Akhirnya keterusan, menjadi model.
setelah dia menikah, Valeria berhenti menjadi model. sampai akhirnya Valeria mempunyai ide membuat sekolah medelling dan ternyata
banyak peminatnya, bukan itu saja Valeria juga membuka salon kecantikan,butik dan toko kue.
Oliver... saat ini Oliver berada di Miami. Oliver membangun sebuah hotel berbintang lima.
Anson dan Evita, sudah kembali ke Swedia.
Sedangkan Dustin dan Justin, pergi ke Indonesia bersama Anthony.
Rachel memberi ijin lahannya di pakai membangun sebuah Mall. pada Dustin dan Anthony juga harus pulang ke Indonesia. Dion tidak bisa mengurus semuanya, Apalagi proyeknya yang di Sulawesi mulai berjalan. Anthony harus memantaunya.
Tinggallah Rachel sendiri di mansion.saat ini Elton masih berada di sekolahnya. Rachel merasa bosan tinggal di sini, tiba-tiba salah satu Maid di sini berjalan ke arah perpustakaan.
"Sandra!" panggil Rachel pada salah satu Maid, Mansion ini.
" Iya, nona..."
" Apa kau tahu di mana letak kamar Papa ku?!" ucap Rachel .
"Nona ingin pergi ke kamar tuan Javier?" tanya Sandra.
Rachel mengangguk semangat pada Sandra.
"Tolong nona ikuti langkah kaki saya" ucap Sandra berjalan di depan Rachel.
"Sudah berapa lama kamu tinggal di mansion ini?" tanya Rach: memecah kesunyian.
"Saya di sini sudah berada sekitar 25 tahun Nona, saya lahir di Mansion ini" ucap Sandra.
"Anda mungkin tahu siapa Kepala Maid si sini...itu Mommy saya" terang Sandra.
"Jadi kamu... putrinya nyonya Maria?" seru Rachel.
"Iya, Nona" Jawab Sandra.
Tanpa terasa mereka berdua sudah berada di depan pintu kamar Javier.
"Silahkan masuk nona, kamar ini tak pernah di kunci, setiap hari kamar ini harus di jaga kebersihannya" terang Sandra.
Rachel mulai masuk ke dalam kamar pribadi Javier Waktu masih tinggal di mansion ini.
Rachel menatap sekeliling kamar Papanya.
Aroma parfum yang biasa di pakai Papanya tercium oleh Rachel, seakan papanya hadir di kamar ini menemani Rachel.
TBC
__ADS_1
Terimakasih...
typo tetap bertebaran.