SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
MARAH


__ADS_3

Singkat cerita.


Arora berjanji pada Maikel tidak akan pergi kemanapun, Arora akan menunggu kedatangan ke dua orang tuanya. Jadi Maikel tidak usah menitipkan dirinya di rumah keluarga Alexander


" Kamu bisa tinggal di apartemen ku, Arora!" pinta Maikelm.


"Tidak Usah Om, Terimakasih, biar saya tinggal bersama teman-teman saya Saja" sahut Arora.


"Xander...aku titip keponakan ku, pada mu!" ucap Maikel.


"Itu tidak masalah, aku akan menjaganya" sahut Alexander.


"Biar aku yang menjaga Arora, Om" sela kang Dae.


Maikel dan Alexander saling beradu pandang mendengar ucapan, Kang Dae.


"Wow... sepertinya, ada maksud terselubung " Goda Malcom pada Kang Dae,


Arora hanya terdiam tak membalas ucapan Kang Dae.


"Tuan Alexander, masih bolehkah saya kerja di sini?" tanya Arora tiba-tiba.


"Mengapa tidak...kau masih bisa bekerja di sini" ucap Alexander.


"Tapi mulai besok kau bekerja bukan lagi sebagai Pramusaji, tapi mulai besok kau akan mengurus semua administrasi Restoran ini, tepatnya menjadi asisten Jansen! Mau di taruh dimana wajahku ini, bila kau masih jadi Pramusaji di restoran ini, sementara kau adalah sepupu dari menantunya Maikel" ucap Alexander.


"Maaf Tuan, aku rasa..."


"Tidak ada penolakan!" Alexander memotong ucapan Arora.


"Terimakasih..." ucap Arora.


Arora sempat melihat wajah Kang Dae, mata mereka sempat saling terkunci walaupun hanya sementara.


-


London..


Elton masih memasang wajah cemberutnya, karena rencana Anthony mengajak istrinya dan Elton Ke taman gagal total, karena masalah Arora, Rachel sempat menghubungi Tantenya, dan mengatakan di mana keberadaan kakaknya, Sampai acara tangis bahagia Rachel menguras tenaganya sendiri, sampai Akhirnya Rachel tertidur karena lelah menangis dan


melupakan rencananya dengan Elton.


"Bunda minta maaf yah, sayang!" Rachel mengelus pipi kanan Elton. tapi Elton menampiknya, dan membelakangi Rachel.


Anthony hanya tersenyum melihat tingkah Elton, dia membayangkan anaknya kalau sudah besar akan seperti itu kalau sedang ngambek.


"Bee...bantuin aku dong!" pinta Rachel.


"Loh kok aku? kan kamu yang bikin gara-gara, kamu aja deh yang bujuk, Elton" sahut Anthony.


"Kamu kok enggak kasihan sama aku? ayo dong, sayang...bantu aku! yah...yah?" pinta Rachel. memasang wajah permohonan.


"Giliran ada maunya manggil, sayang... kalau tidak ada maunya..."

__ADS_1


"Bee..." seru Rachel menatap wajah Anthony.


"Yah sudah kalau kamu tidak mau bantu aku juga enggak, apa-apa kok, yang penting tidak usah ngedumel " Nada Rachel mulai meninggi.


"Elton...mau ikut Bunda? kita pergi ke Chin-Chin Ice Cream?" ajak Rachel.


Mata Elton berbinar ceria mendengar ajakan Rachel, tubuhnya langsung berbalik 180 Drajat, menghadap ke arah Rachel.


"Aku ikut...aku ikut, Bunda..." wajah Elton terlihat gembira.


"Kalau begitu ayo kita pergi!" seru Rachel. mengulurkan tangannya.


Anthony berdiri dari tempat duduknya. lalu mengikuti langkah kaki istrinya dari belakang.


"sayang... tunggu aku!" Anthony memegang tangan istrinya.


"Kamu mau ngapain, Bee?" tanya Rachel.


"Aku ikut..." ucap Anthony.


"Tadi tidak mau bantu aku, bujuk Elton, giliran aku mau pergi sama Elton, mau juga ikut" cibir Rachel pada suaminya.


Anthony tersenyum lebar melihat wajah cemberut istrinya.


"Aku tahu, kamu pasti bisa, membujuk Elton, sayang" Anthony mengecup pelipis istrinya.


"Udah dong, wanita hamil jangan marah-marah! Kasihan Dede nya di dalam!" Anthony mengelus perut istrinya.


Rachel tersenyum manis, melihat perlakuan suaminya. pada dirinya.


Anthony sampai membukakan matanya, terkejut melihat ulah istrinya hari ini, tak biasanya Rachel bertingkat seperti ini.


"Sayang...kamu sudah mulai pintar yah, gangguin, aku" Anthony memeluk tubuh istrinya.lalu mencium keningnya Rachel.


"Bunda " kepala Elton muncul di jendela mobil


"Kapan kita berangkatnya?" lirih Elton.


"Iya sayang kita segera berangkat" Rachel lalu masuk ke dalam Mobil, menenangkan Perasaan Elton yang mulai gelisah.


"Biar saya yang bawa mobil!"ucap Anthony pada sopir pribadi keluarga Agam.


Sepanjang jalan mulut kecil Elton tak hentinya berbicara, matanya berbinar-binar melihat pemandangan sepanjang jalan menuju Chin-Chin Clubs Disert.


Anthony juga menunjuk beberapa tempat yang pernah dia datangi, tampak terlihat sekali-kali wajah Anthony tersenyum. mengingat kenangannya berkunjung ke kota ini.


"Jangan katakan kamu ke kota ini dan kenangan yang kamu ceritakan, kenangan bersama mantan istri mu?" tebak Rachel.


Deg...


wajah Anthony berubah tegang.


Rachel melirik ke arah wajah suaminya, melalui kaca spion m

__ADS_1


"Ternyata tebakan ku benar..." Rachel tersenyum lirih. lalu menoleh ke arah kanan melihat gedung-gedung dan bangunan yang berdiri kokoh di sepanjang kota London.


Anthony menelan Saliva nya, tenggorokannya terasa tercekat dengan ucapan istrinya.


Mengapa aku begitu bodoh. Anthony.


Ingin rasanya Rachel kembali ke Mansion, tapi dia berusaha menahan dirinya agar tak menangis, di bilang kecewa, yah dia kecewa. Rachel memang menerima Anthony dan tak ingin tahu tentang masa lalu suaminya, tapi mengapa Anthony yang mulai membuka masa lalunya, dengan menceritakan beberapa tempat kenangan, saat dia datang ke kota London bersama mantan istrinya.


Selama di Chin-Chin Club' Rachel tak peduli dengan suaminya, Rachel sibuk menanggapi Celoteh Elton dan memakan ice Cream pnya.


Rachel mengirim pesan pada Orion untuk menjemput dirinya dan Elton di Chin-Chin Club'.


Saat ini dia tidak ingin berurusan dengan suaminya. Rachel ingin menenangkan perasaanya.


Anthony mulai marah ketika melihat Orion datang dan mengajak pulang istrinya.


"Mengapa kau ingin pulang dengan Orion? apa kau tak menghargai aku sebagai suami mu?" geram Anthony menahan lengan dan mencengkramnya Rachel.


"Kau menyakiti ku, Bee..." Rachel menghempas tangan Anthony agar terlepas dari cengkeraman Anthony.


"Apa kau juga masih menganggap diri ku, sebagai istrimu? dengan senangnya, kau menceritakan pengalamanmu saat di kota ini... jangan-jangan, kenangan itu, saat kalian pergi berbulan madu?"


Ternyata tebakan ku benar. Rachel


Melihat wajah suaminya sudah mulai pucat pasi.


"Kenapa kau mau menikah lagi? sementara kenangan mantan istri mu saja tidak bisa hilang dari ingatan mu?"


Rachel berlalu pergi sambil menuntun Elton.


"Jangan!...Biarkan dia sendiri untuk saat ini!" Orion menahan tubuh Anthony agar tak menyusul Rachel.


Anthony mendengus kasar, tak menyangka istrinya akan seperti ini responnya.


Sepanjang perjalanan, Rachel hanya diam tak berkata apa-apa, Rachel menutup matanya, menahan emosinya, Dirinya juga tak mau egois, karena saat ini dirinya sedang mengandung, dan tak ingin terjadi sesuatu pada calon bayinya.


Orion melirik ke Rachel. lalu matanya beralih ke Elton yang sedang mengelus perutnya. bibir orion tersenyum tipis melihat tingkah Elton.


"Sepertinya kau kekenyangan, Boy?" tegur Orion.


Elton tersenyum lebar.


"Uncle, tadi aku memakan Es krim, banyaaaak...sekali, sampai membuat perut ku seperti ini" beo Elton.


"Bunda juga sama seperti ku, sampai besar perutnya karena memakan banyak es krim" lanjut Elton.


Rachel tersenyum mendengar ucapan Polos Elton begitu juga Orion.


TBC.


Teman-teman, aku updatenya, mungkin agak terlambat, karena Mimin mau pergi ke Bone dulu yah, Antar calon pengantin yang akan menikah dengan wanita asal Bone.


Belum ada cerita, siapa tahu di mobil dapet hallu... Mimin bisa buat ide cerita mendatang, lumayan, kata orang perjalanan Makassar ke Bone memakan waktu sampai lima jam... lumayan.

__ADS_1


Typo tetap ada yah Guys....


Terimakasih....🌹🌹🌹🌹


__ADS_2