SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Ilham pingsan.


__ADS_3

"Rully maukah dirimu, menjadi pendamping hidupku selamanya? "ucap Ilham tulus, sambil meraih tangan Rully, memegang jari tangannya Rully,terlukis senyum di bibirnya, menatap mata wanita yang bisa meluluhkan hatinya.


Rully jadi salah tingkah dengan perlakuannya, Ilham. lalu pandangan matanya melihat sekeliling orang yang berada di sana, wajah mereka tampak bahagia melihat ke arahnya,sambil mengangguk kepala mendukung Ilham, ketika matanya bertemu dengan Rachel, sahabat yang sangat membantu dalam hidupnya menganggukkan kepalanya juga, akhirnya Rully mau mengambil keputusan untuk menerima Lamarannya Ilham, walaupun masih ada keraguan dalam dirinya. apakah dirinya layak dicintai dan layak menjadi pendamping hidupnya Ilham?.


Rully menganggukan kepalanya "iya kak,Ilham... aku bersedia jadi pendamping kak,Ilham..."senyumnya merekah ketika menatap wajah,Ilham.


"Selamanya? "tanya Ilham.


"Iya... selamanya... "Rully mengangguk semangat.


"Yehhh..."Suara Sorak gembira dan tepuk tangan, terdengar di lapangan parkir. setelah mendengar keputusan Rully.


Rully dan Ilham, maaih saling beradu pandang.Ilham merasa dirinya tak sia-sia begadang dan mencari informasi di Google tentang Tutorial cara melamar pasangan kita.


Tiba -tiba, pandangan mata Ilham kabur, tubuh Ilham terasa lemah tak berdaya. Tiba-tiba Ilham pingsan seketika, membuat beberapa orang panik melihat Ilham, yang lemah tak berdaya. untung saja Rully berada di dekatnya, dan cepat menahan Tubuh Ilham agar tak jatuh ke tanah.


Manto dan Saiful segera berlari ke arah Rully, untuk membantu Ilham.


"Bawa cepat ke Ruangan saya! !" Seru Rachel, berlari masuk ke dalam Tokonya.


"Seumur Hidupku,baru aku melihat Seorang Pria melamar seorang wanita sampai pingsan, bahkan di Film-film Romantis pun aku juga tak pernah melihat adegan seperti itu" ucap Rico tertawa kecil.


Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan Rico " Ilham tak seperti Dirimu, aku tidak pernah melihat Ilham bersama dengan seseorang wanita" ujar Anthony.


"Apa kakak...mengenalnya? " tanya Rico.

__ADS_1


"Yah...aku mengenalnya, sudah beberapa kali aku memakai jasanya untuk membangun Hotel-hotel yang ku miliki "ucao Anthony.


Rico manggut-manggut ,seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa kepalamu seperti boneka Per yang di pajang di mobil, ketika berjalan kepalanya manggut-manggut? "tegur Anthony.


"Apa kakak baru tahu gerakkan seperti ini salah satu gerakan senam leher" ucap Rico sekenanya.


Anthony berlalu pergi dari Rico, dirinya sudah jengah dengan ulah Rico yang selalu menggodanya.


"Kakak... tunggu aku! " Rico berlari kecil menyusul Anthony.


Di dalam Toko Anthony menatap sekeliling Ruangan mencari keberadaan istrinya. sedangkan Rico melangkah mendekati seseutu yang menjadi pusat perhatiannya, saat dirinya masih di parkiran Toko.


Lalu mengambil cake tersebut dari dalam lemari pendingin.


Ririn menyodorkan Minyak angin ke Rully "Usapkan di bawah hidungnya! "ucapnya.


Rully mengikuti apa yang di ucapkan Ririn. Perlahan-lahan, kelopak mata Ilham mulai terbuka, membuat seisi ruangan merasa Lega.


"Rully.. "Lirih Ilham.


"Sekarang kak Ilham jangan banyak bicara dulu yah! sekarang istirahat dulu di sini, oke! "ucap Rully.


Ilham hanya mengangguk lemah, sudah dua hari dirinya tidak beristirahat dengan benar, karna sibuk dengan Kerjaanya, di tambah lagi dengan tantangan yang Rully berikan.

__ADS_1


"Biarkan mereka berdua dulu! " Rachel melangkah keluar di ikuti Ririn dan kedua sahabatnya.


"Mbak Ririn, lain kali kalau menelfon ke aku tentang masalah ke adaan Toko yang jelas, selama perjalanan Aky ke sini jantung ku terasa mau Copot, Mbak... "jelas Rachel.


"Aku minta maaf Non Chel..."ucap Ririn merasa bersalah.


Rachel hanya mengangguk pelan. mendengar ucapan Ririn.


"Makasih, Non...Ini juga gara-gara sih Rully sampai aku jadi panik" ucap Ririn.


"Loh, kok gara-gara Rully? apa hubungannya? "selidik Rachel.


"Kemarin tuh ceritanya, Sih Aa Ilham, menyatakan Cintanya sama Sih Rully Non Chel, "Ririn menghetikan langkah lalu menyandarkan punggungnya di dinding dekat Pintu dapur "Sih Rully bilang, dia kagak suka yang namanya pacaran, mau langsung ke intinya, Merit" Ucap Ririn.


"Merit? Obat pelangsing? "sahut Rachel mulai paham dengan ucapan, Ririn. tapi Rachel pura-pura tak mengerti.


"Bukan Non, wedding, maunya langsung nikah...gituu... "Terang Ririn.


"Dia Nantangin sih Aa, katanya... berani nggak melamar saya terang-terangan... kata sih Rully begitu "ujar Ririn.


"Akhirnya... kejadian? sampai acara Pingsan segala " Rachel tertawa mendengar keterangannya Ririn .


TBC


Trimakasih

__ADS_1


__ADS_2