SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Menawarkan Diri


__ADS_3

Author POV.


Rachel dan beberapa teman di kampus nya bergabung dalam sebuah komunitas yang di Namakan AMJB(Anak Muda Juga Bisa).


Sebuah Komunitas yang tujuannya membantu mengumpulkan sumbangan untuk membantu para Korban bencana Alam, kebakaran, bahkan sampai ke panti lansia dan panti Asuhan mereka lakoni.


Mereka melakukan semuanya atas dasar sukarela tanpa pamrih. Mulai dari pengusaha muda sampai pelajar SMA bergabung di komunitas AMJB


***** 


Tiga hari yang lalu Rachel minta ijin pada sang Tante,akan pergi ke bandung di mana terjadi banjir bandang dan Rachel membawa beberapa sembako untuk korban banjir bersama beberapa temannya di komunitas AMJB.


Sepulangnya Rachel dari Bandung.


PLAK


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan Rachel.


"Tante"lirih Rachel, selama ini tantenya tidak pernah memukul atau sampai menampar dirinya.


" Diana..." teriak Bram melihat istrinya menampar Rachel. Bram menghampiri sang istri


Diana pun terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba menampar kemenakannya. Tapi Diana menepis semua itu dia masih mempertahankan egonya.


" Kenapa Kamu menamparnya, Daina..." Bram memeluk Rachel yang sudah dia Anggap seperti putrinya sendiri.


" Kamu lihat,chel.om kamu masih membela kamu sekalipun kamu bersalah" ucap Diana masih berdiri di hadapan Rachel.


"Dia tidak bersalah,Diana"Sahut Bram.


" Tante... Rachel punya salah apa? sampai Tante marah seperti ini!"tanya Rachel masih berada dalam pelukannya Bram.

__ADS_1


Bram mengelus punggung Rachel lalu merenggangkan pelukannya.


" Rachel...kamu masuk ke kamar! ganti baju mu! ayo masuk ke kamar!" ucap Bram.


" Kak..." Diana menatap suaminya. Bram hanya menggeleng pelan, agar sang istri tidak berbuat yang lebih jauh pada Rachel.


"Diana, semua masalah ini Bisa kita bahas tanpa harus pakai emosi,oke?!"Bram membawa istrinya ke taman belakang. tiba-tiba Bram menghentikan langkahnya.


" Rachel,kalau sudah mandi temui om dan Tante di taman!" ucap Bram. melangkah pergi sambil memeluk bahu Diana.


Rachel hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengusap pipinya, air matanya masih mengalir di pipi, dia lalu melangkah menuju tangga rumah. untuk masuk ke kamarnya.


Rachel melihat bekas tamparan sang Tante, dirinya masih tanda tanya mengapa sang Tante mampu berbuat seperti itu pada dirinya, selama Rachel tinggal di rumah ini, Tantenya tidak pernah main tangan pada dirinya.


20 Menit kemudian.


"Aku tak menyangka diri mu sampai memberikan Rachel sebuah tamparan, Diana..."Bram mendengus kasar"Dia putri kita juga Diana...Dia putrinya Chelia, kakak kandung mu sahabat terbaik aku, hanya karena mendengar obrolan mereka berdua dan mendengar saran dari Rachel kamu meyakini kalau otak darike pergian putri kita adalah Rachel, kamu salah besar Diana...Salah besar! Arora sendiri yang menginginkan untuk pergi dari rumah ini dan kedua orangtuanya " Bram memijat pelipisnya


" Tapi, kak. bagaimana kita menyampaikan pada kak Abraham? Putri kita kabur karena menolak di jodohkan dengan kemenakan nya'"Diana mendengus kasar " Gara-gara Rachel memberikan saran pada, Arora. untuk pergi dari rumah ini, keadaannya pasti tidak akan seperti ini" ucapnya lagi.


"Sekalipun Rachel memberikan saran untuk kabur dari rumah, kalau Arora sayang dengan kita berdua, tidak akan Arora pergi dari rumah ini"Ucap Bram dengan suara lembut sambil mengusap punggung tangan istrinya, dirinya menyadari sang istri sangat tertekan dengan keadaan seperti sekarang ini.


Tanpa mereka sadari Rachel sudah berdiri di belakang mereka Rachel mendengar semua percakapan antara OM dan Tantenya.


Dirinya harus melakukan sesuatu untuk sang Tante dan Omnya.


"Tante...apa benar kak Ara pergi karena saran dari Rachel?" tanya Rachel yang sedari tadi sudah berdiri di belakang mereka berdua.


Diana saling beradu pandang dengan Suaminya.


"Tidak sayang...itu kesalahan kakak kamu, Tante kamu tadi hanya lagi banyak pikiran saja" sahut Bram

__ADS_1


Tapi Rachel masih bimbang dengan ucapan omnya.


Rachel berjalan ke arah Tantenya. bersimpuh di hadapan Om dan Tantenya" Demi Tuhan tidak pernah membayangkan kalau Ucapan Rachel menjadi ide yang cemerlang untuk kak Ara, Tante... malam itu Rachel hanya berbicara sekedar menghibur hati Kak Ara saja" Rachel memegang tangan Diana.


Diana bergeming mendengar ucapan kemenakannya. Hatinya mulai luruh dan merasa menyesal telah berbuat bodoh pada kemenakannya.


"Kamu Dengar itu sayang... Putri kita memang yang ingin pergi meninggalkan kita " bisik Bram.


"Ma... maaf... maafkan Tante Rachel, Tante sungguh menyesal telah berbuat jahat pada kamu sayang " ucap Diana tulus.


Mereka berdua saling berpelukan.


"Diana...kita harus bertemu dengan kak Abraham,kita harus membatalkan perjodohan ini!" Ucap Bram.


"kalau kita memutuskan perjodohan ini...aku takut kak Abraham akan menarik semua sahamnya" lirih Diana.


" Kita Masih ada waktu untuk mencari Arora..."ucap Bram


" Kita mau mencari Arora di mana?" balas Diana.


" Tante...om Bram...Biar aku saja yang menggantikan kak Arora menikah dengan kemenakannya Om Abraham" sela Rachel ingin menutup malu Om dan Tantenya.


Mata Diana mendelik mendengar ucapan Rachel" Jangan ngaco kamu" ucapnya.


" Rachel ini masalah serius,nak!" ucap Bram.


"Aku tahu... kalian berdua juga orang tua ku, pengganti papa dan mama, aku juga putri kalian. anggap saja aku anak yang ingin berbakti kepada kedua orang tuanya" ucap Rachel.


Diana tidak bisa berkata apa-apa, hanya terisak-isak kecil mendengar ucapan Rachel.


Guys... jangan lupa komen dan likenya

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2