
Anthony mengerjapkan matanya, tidurnya terganggu karna cahaya matahari yang masuk melalui cela tirai jendela apartemennya, yang mengenai wajahnya.
Anthony menengok ke kiri tidak mendapati istrinya tidur di sampingnya. matanya beralih ke arah jam dinding yang menunjukkan angka 07.00 wib.Anthony merasa malas untuk beranjak dari tempat tidurnya.
Semalam Anthony memberi kabar kepada Dion,agar Dion menghandle semua pekerjaannya hari ini. Karena Omanya menyuruh Dirinya pulang ke Mansion Utama.
Pintu kamar terbuka, Rachel melangkah mendekati suaminya yang sedang pura-pura tidur nyenyak.
Rachel menatap wajah suaminya, memperhatikan bentuk alis suaminya yang tebal, yang membuat daya tarik tersendiri bagi Rachel bila menatap wajah suaminya. perlahan -lahan jari tangannya menyentuh alis tebal suaminya, Rachel mengelus lembut alis suaminya, bibirnya tersenyum melihat wajah suaminya yang masih terlelap di atas bantal tidurnya.
Tiba-tiba,Anthony. membuka matanya, lalu menahan tangan istrinya, membuat Rachel tersentak kaget.
"Mas... " Rachel tertunduk malu. sambil menarik tangannya, namun di tahan oleh Anthony.
Anthony tersenyum melihat istrinya yang tersipu malu "Aku bilang semalam, jangan panggil aku dengan sebutan,Mas! Aku tidak suka di panggil Mas! udah kaya penjual Bakso aja" decak Anthony. mengelus punggung tangan istrinya dengan ibu jarinya
"Jadi, kamu mau aku panggil dengan sebutan apa? Aku bingung" sahut Rachel. menatap wajah suaminya.
Anthony berpikir sejenak, matanya menatap wajah istrinya, bibir nya membentuk sebuah garis lurus. tangannya masih memegang tangan kanan Rachel.
__ADS_1
"itu sihTerserah kamu! yang penting jangan Mas, kamu harus cari panggilan cocok dan yang mesra buat aku"
"Loh...kok aku? kamu mau di panggil dengan panggilan apa? menurut aku cuma panggilan Bee yang cocok untuk kamu" sewot Rachel, hanya masalah sebuah panggilan menjadi perdebatan kecil untuk pagi mereka.
"Kok, Bee, kenapa ?" tanya Anthony. mengerutkan dahinya.
"Kamu itu bagi aku sudah seperti seekor lebah, kalau mendekati dan menempel di kulit ku, kamu langsung manyengat...kamu tidak liat kulit aku dari leher sampai paha, penuh gigitan karena ulah kamu" Racau Rachel mulai sewot.
Sejenak Anthony berpikir, lalu tersenyum lebar setelah melihat bercak merah ke unguan yang menempel manis membentuk seperti stempel di kulit leher Rachel yang jenjang.
"Aku suka dengan panggilan itu!" ucap Anthony seketika,lalu menarik tubuh Rachel agar jatuh ke dalam pelukannya.
"Aku mau sarapan, lepaskan pelukkan mu Mas, eh salah...Bee! "Rachel meronta agar terlepas dari pelukkan Anthony.
"Aku masih mau memeluk mu Gadis bodoh..." Ucap Anthony,mengeratkan pelukannya.
"Kenapa kamu suka sekali menyebutku gadis bodoh? aku tidak bodoh!" ucap Rachel memasang wajah cemberutnya. lalu membelakangi Anthony
Anthony tersenyum lebar melihat wajah istrinya yang sedang memasang wajah cemberut melalui pantulan cermin. Anthony mencium pipi istrinya karena gemas. lalu memeluk kembali tubuh istrinya.
__ADS_1
"Aku lapar Bee...semalam aku tidak sempat makan" Rachel mendorong dada Anthony agar tubuhnya terlepas. dari pelukkan suaminya.
Anthony merenggangkan pelukannya
"Kanapa kamu sampai melupakan makan malam mu?" Tanya Anthony menatap intens Rachel.
"Gara-gara suami ku, yang tiba-tiba minta jatah, sampai Aku kecapeaan dan sampai ketiduran, lupa deh isi perut" ucap Rachel dengan wajah cemberut lalu mendorong tubuh suaminya.d
Spontan Anthony tertawa keras mendengar Keluhan istrinya, sampai matanya mengeluarkan air mata.
"Maaf kan Aku sayang, semalam wajah mu begitu menggemaskan, sehingga membuat naik Libido ku" sahut Anthony. mencolek dagu Rachel ,
"CK,Dasar mesum, dasar Tuan pemaksa..." cebik Rachel, lalu bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan suaminya keluar dari kamar.
Anthony memandang kepergian istrinya, sambil tertawa kecil.
Setelah acara sarapan pagi,mereka berdua bersiap-siap pergi ke Mansion Utama. untuk bertemu Magdalena.
TBC
__ADS_1