
Oliver mengamati gelang yang Rachel berikan padanya, matanya berbinar seketika. melihat gelang yang ada di tangannya.
" Gelang Itu... hadiah dari Almarhum Papa ku, saat usiaku 17 tahun" ujar Rachel. memandang gelangnya yang sedang di pegang Oliver.
Oliver mengangkat wajahnya, memperhatikan wajah Rachel.
" Apa mungkin?" batin Oliver dalam hatinya, masih meragu.
" Tuan, jangan tatap wajah saya!" ucap Rachel, ketika mengetahui dirinya sedang di tatap.
" Wajah mu mirip seseorang," Oliver tersenyum sumringah" dia Salah satu wanita yang paling aku cintai" ujar Oliver.
"Oo, yah?" Rachel mengangkat kedua tangannya, lalu melipat kedua tangannya di atas meja, untuk menopang dagunya, tersenyum kembali.
"Yah, she's my grandma" Oliver.
"Namanya Agatha...Agatha Berhan Agam" ucap Oliver.
" Agatha Berhan? sepertinya aku pernah mendengar nama itu? tapi di mana, aku lupa" Gumam Rachel dalam hatinya.
"Nama yang indah..." ucap Rachel.
Suara ponsel Oliver berbunyi sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Nona, Rachel. saya permisi dulu, saya sedang ada janji dengan klien, lain kali kita bertemu lagi!" ucap Oliver.
"Senang berkenalan dengan anda Tuan Oliver"
Mereka saling berjabat tangan.dan Oliver melangkah pergi keluar Toko.
Oliver melambaikan tangan ketika dia mau masuk kedalam mobilnya,dan Rachel membalas lambaian tangan Oliver.
Tanpa Rachel sadari, Amanda sudah berdiri di samping Rachel.
" Cie...cie...yang habis kencan" seru Amanda.
Rachel menengok ke kanan, melihat Amanda tersenyum padanya, sambil alisnya turun naik " Siapa tuh? Gacoan baru,yah..." goda Amanda.
"Ngaco..."Rachel mentoyor kepalanya Amanda. lalu berjalan ke arah Lisa yang sedang mengemas Donat yang Rachel buat.
Amanda memanyunkan bibirnya, setelah di toyor kepalanya, mengikuti langkah Rachel, mendekati Lusi.
" Sejak kapan,kalian berdua ada di sini?" tegur Rachel.
" Sejak, elu. lagi... senyam-senyum Sama tuh bule " jawab Lusi.
Rachel hanya ber ooo ria .
__ADS_1
" Amanda, cepat elu hitung! ada berapa donat yang ada isinya?yang topingnya keju juga ada berapa?sama yang coklat ada berapa!" ucap Lusi.
"Semuanya 150 Donat, satu variant 50 Donat" jelas Rachel.
"Tapi Dia udah makan 5 Donat,chel." Lusi menunjuk Amanda.
"Lue, doyan apa lapar?" tanya Rachel.
" Lapar..." jawab Amanda.
"Lapar?," mata Lusi mendelik, mendengar ucapan Amanda.
" Eh,Manda... sebelum kesini kita mampir makan mie ayam...elu kagak ingat makan mie sampai dua mangkok?" racau Lusi.
"Katanya mau diet?" goda Rachel menyenggol bahu Amanda.
" Dia bukannya mau diet,chel. tapi duet sama duit" sahut Lusi lsgi.
"Cemburu tanda tak mampu," ucap Amanda" mencolok perut Lusi pakai jari telunjuk.
"Cemburu sama elu? ogah..." ucap Lusi.
" Rachel menahan perutnya, menahan sakit karena tertawa, melihat Lusi dan Amanda selalu adu mulut. yang Rachel tidak habis pikir mereka berdua selalu kompak bila pergi kemana-mana.
" Chel, Donat yang buat di taro di markas, udah adakan?" tanya Rully, membawa kardus besar, untuk wadah Donat yang mau di bawa ke tempat Bazar.
******
" welcome back to Indonesia boss" ucap Dion, membuka kan pintu mobil untuk Anthony.
" Bagaimana dengan perusahaan selama ku tinggalkan?" tanya Anthony.
" Selalu lancar tanpa kendala Bos" jawab Dion.
" Tidak sia-sia, Stevani. merekomendasikan kamu sebagai asisten pribadi saya" puji Anthony.
Stevani kakak tertua Dion, Stevani istri dari Arga sahabat Anthony sejak SMA.
Pas di lampu merah. Anthony melihat Rachel yang sedang membawa sebuah keranjang berwarna merah, menyusuri ruas jalan, sambil membagikan beberapa bungkusan untuk para tuna wisma, dan pedagang asongan di jalanan.
"Bos,Mau kemana?" Dion menoleh ke belakang melihat Anthony sudah melepas jasnya dan keluar dari mobilnya.
Anthony tersenyum tipis melihat Rachel sedang membantu seorang nenek menyebrang jalan, sambil menjujung bakul di kepalanya.
" Dasar gadis bodoh" ucap Anthony melihat Rachel mengusap kepalanya.
" Bos, kita mau ngapain disini?" tegur Dion.
__ADS_1
Anthony tersentak ketika mendengar suara Dion. " Kamu?" Anthony menoleh ke arah Dion.
" Bos lagi liat apa sih?" Dion mengikuti arah pandangan Bosnya.
" Oh..."Dion melihat Rachel di sebrang jalan sedang mengusap-usap kepalanya" Rac..."
Anthony langsung menutup mulut Dion. jari telunjuk kiri menempel di bibirnya, mengisyaratkan Dion berhenti bicara.
Dion mengangguk, menyetujui perintah Anthony.
"Samperin Bos! nanti kebawa mimpi!" goda Dion.
" Dion..."
" peace boss" Jari tangan Dion membentuk huruf V.
Ketika Anthony menoleh kembali ke arah Rachel, ternyata Rachel sudah tidak ada di sebrang jalan.
Dion merapatkan bibirnya, ketika melihat Rachel, sudah tidak ada di sebrang jalan raya.
" Bos..."
" Ayo kita pulang!" ucap Anthony dengan nada datar.
Dion tersenyum lebar, mengikuti langkah, Anthony. menuju mobilnya.
*********
Waktu berlalu.
Hari ini, Rachel telah resmi menjadi istri Anthony. Orang yang paling terpukul akan pernikahan Rachel, adalah Rey.
Rey baru menyadari, kalau dirinya ternyata sangat mencintai Rachel.
semenjak Rey memutuskan hubungannya dengan Rachel, entah mengapa hari-harinya, Rey.terasa hampa, meski ada Silviana yang selalu menemani dirinya.
Rachel, mundar -mandir di depan pintu kamar mandi, menunggu pintu terbuka, namun sudah 30 menit berlalu pintu kamar mandi tak kunjung di buka Anthony.
" Lama banget sih? " Lirih Rachel menahan rasa ingin buang air kecil, dan rasa gatel di kulit tubuhnya, dengan hanya memakai cara mandi semua gatel di kulit tubuhnya akan sirna seketika.
Di dalam kamar mandi, Anthony juga mundar-mandir di belakang pintu kamar mandi. Dirinya tiba-tiba menjadi bingung, apa yang harus dilakukan dirinya, padahal ini pernikahan ke dua kalinya bagi dirinya.
" Bagaimana cara ku menghadapinya"Anthony memejamkan matanya, mencari-cari ide, agar Rasa groginya hilang.ketika bertemu dengan Rachel.
Tiba-tiba suara bel kamar hotel berbunyi.
******
__ADS_1
Trimakasih....