
Rachel khawatir dengan keadaan Suaminya, yang sejak tadi sudah, beberapa kali bulak-balik, ke kamar mandi. tampak terlihat wajah pucat suaminya.
"Aku pusing, sayang" keluh Anthony pada istrinya. sambil mengelus pelipisnya.
Rachel mengelap wajah suaminya dengan tissue basah, agar lebih segar di pandang mata. dan menghilangkan bau tak sedap pada wajah Suaminya.
"Kamu tidak usah ke kantor hari ini! kamu istirahat saja yah, Bee?!"
"Aku harus pergi ke kantor sayang, ada beberapa dokumen yang harus aku periksa... Mommy bilang, dia yang akan menemani kamu di sini, sekarang lagi OTW ke sini sama Dion" ucap Anthony, tulang Graham nya, terasa pegal, karena sering memuntahkan cairan dari dari dalam perutnya.
"Selamat Pagi..." sapa Sidney masuk kedalam kamar inap yang kebetulan daun pintunya tidak terlalu rapat.
"Pagi, Mom" balas Rachel melayangkan senyum manis pada mertuanya.
"Kamu kenapa, nak?" Sidney menatap sendu putranya sambil mengelus kepala Anthony.
terlihat wajah ke khawatiran Sidney.
"Aku mual-mual, Mom. kepala ku sakit sekali!" lirih Anthony.
"SELAMAT PAGI..." seru Bianca melangkah masuk ke dalam kamar.
Bianca terkejut dengan Anthony yang sekarang tidur di atas Hospital bed, dan Rachel duduk di kursi.
"Kenapa, Luh?" Bianca melihat wajah sahabatnya terlihat pucat.
"Dari tadi subuh kak, tidak berhenti Masuk ke dalam kamar mandi, karena muntah"jawab Rachel.
Bianca malah tersenyum lebar mendengar cerita Rachel.
"Apa saya harus membawa, Anthony ke dokter?" tanya Sidney.
"Enggak perlu...Tante" sahut Bianca.
Penciuman Anthony mulai sensitif, ada aroma baru yang membuat perutnya bergejolak kembali.
"Bia...elu pake Parfum apa sih? baunya udah kaya minyak nyog-nyong, kepala gua tambah sakit.."
"Huw...." Anthony bangun secepat dan berlari ke arah kamar mandi.
Huweekk....
Huweekk...
Dion menyusul Anthony masuk kedalam kamar mandi.
"Chel kamu selama hamil, merasakan rasa mual, nggak? tegur Bianca.
"Aku cuma kepengen tidur aja, bawaannya" sahut Rachel, matanya masih fokus memandang ke arah kamar mandi menanti Suaminya keluar dari sana.
"Bia... jauh-jauh dari ku! bau parfum mu membuat ku ingin muntah" Ucap Anthony.
Bianca hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sahabatnya.
"Dion, bawa Bos mu ke sofa, biar jauh dari ku!" Ucap Bianca menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Dion...kamu juga... jauh-jauh dari saya!" Parfum Dion juga membuat Anthony merasa mual.
Dion Sudah menjauh dari Anthony. Dion hanya berdiri di depan pintu kamar Mandi.dqn tak habis pikir dengan ucapanos-nya
Sidney menghampiri putranya, dan memberikan sebotol minyak kayu putih berukuran sedang.
Tangan Sidney masuk ke dalam baju Anthony,
Dan mengusap dada putranya dengan minyak kayu putih .
"Mommy, aroma minyak kayu putih, membuat tubuh ku terasa rileks" ucap Anthony jujur hidupnya menghirup aroma minyak kayu putih.
"Syukurlah, kamu hirup Aromanya saja, siapa tahu bisa mengurangi rasa, mual kamu!" ucap Sidney dengan suara lembut.
Bianca masih memeriksa Rachel.
"Nak, Bianca, kamu kan Dokter. bisa nggak kamu periksa Anthony?!" pinta Sidney.
"Mom...dia itu Dokter Kandungan, masa aku di periksa sama dia..." tolak Anthony.
"Lagian siapa yang mau periksa, Elu" sahut Bianca tak mau kalah.
"Tante, Sidney...putra Tante tidak usah di bawa ke Dokter! di itu hanya terkena Sindrom Couvade" ujar Bianca.
"Sindrom Couvade? penyakit apalagi itu?" Sidney memijit pelipisnya. menatap sendu wajah putranya. Kenapa putranya bisa mendapat penyakit, di saat istrinya sedang hamil, pikir Sidney.
Dion hanya melongo mendengar ucapan Bianca.
"semoga saja penyakitnya tidak menular ke,Gw" gumam Dion dalam hatinya.
Dia tahu apa yang Bianca katakan barusan. pada mertuanya.
"Elu...kagak nakut-nakutin, Gw, kan?" ucap Anthony wajahnya berubah cemas.
Bianca hanya memasang wajah jengah mendengar ucapan Anthony.
Seandainya tidak ada nyokap, Luh di sini udah habis Luh, Gw, Prank. Bianca
"Istilah awamnya, di kenal dengan, Kehamilan Simpatik..." ujar Bianca. tidak ingin melihat Sidney panik.
"Kehamilan Simpatik, biasa terjadi pada suami yang ikut merasakan, tanda-tanda kehamilan yang di alami sang istri" lanjut Bianca. menjelaskan
"Kok bisa? Tante baru tahu loh" sahut Sidney sambil mengelus punggung putranya.
"Stres....rasa empati suami kepada sang istri yang sedang mengandung, itu yang dia rasakan saat ini " lanjut Bianca.
"Pantesan aku tidak pernah ngalamin yang aneh-aneh" sela Rachel.
"Bia, memang tidak ada obatnya, penyakit seperti ini?" tanya Anthony. sambil menghirup aroma minyak kayu putih dari kepala botolnya.
"Tidak ada, ini bukan penyakit, Ton...Udah nikmatin aja lah! Elu yang rasa kan semua keluhan wanita hamil dan si Rachel yang mengandung dan melahirkan" Racau Bianca menggoda Anthony.
"kalo tiap hari, Gw seperti ini bisa, kurang cairan deh, Gw" keluh Anthony.
"Kamu yang sabar yah, Nak" ucap Sidney. menepuk lembut lengan putranya.
__ADS_1
"Elu tau nggak, sindrom seperti ini, tidak di tahu Sampai kapan berakhirnya, Bisa dua bulan, tiga bulan, Bahkan...sampai Istrinya melahirkan baru hilang sindromnya" Bianca malah menggoda Anthony, rasanya dirinya ingin tertawa lebar, melihat mimik sahabatnya yang terlihat gelisah.
"Jangan bohongin, Gw..." Anthony menatap curiga Bianca.
"Gua serius, kok" sahut Bianca, meyakinkan Anthony.
Rachel hanya tersenyum mendengar ucapan Amanda.
Terimakasih Tuhan engkau masih sayang kepada ku. Rachel.
"Udah jalanin aja! ini juga kan ulah elu, yang kelewat Agresif sama si Rachel"
"Yah wajar lah, Gw agresif...apa lagi bini Gw, Cantik dan seksi, jadi pasti tergoda setiap hari apalagi Gw laki-laki Normal" sahut Anthony membeli dirinya secara ponggah.
Bianca tersenyum lebar.
Sidney hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan putranya.
"Dion..." panggil Bianca.
Dion menoleh kearah Bianca.
"Kamu Normal kan, jadi Cowok?" Tanya Bianca.
Dion hanya mengangguk dengan memasang wajah meringis.
Kenapa gw di tanyain hal beginian. Dion.
"Jangan kaya Bos elu, yah... awalnya Ogah, tapi giliran udah ngerasain, Maju terus pantang mundur! Atau kamu mau berguru pada dirinya?" oceh Bianca.
Anthony tersenyum tipis mendengar ocehan Bianca.
Dion hanya menggaruk tengkuknya saja , Bingung mau jawab apa. pada Bianca.
Sidney sampai melongo mendengar ucapan Bianca.
"Elu kalau ngomong jangan kaya jalan Tol, ada nyokap gw di sini!" Protes Anthony, dia tak ingin Mommy nya mendengar ocehan Bianca.
Bianca hanya tersenyum, mendengar ucapan Anthony.
Tiba-tiba Ponsel Bianca berbunyi, sebuah pesan masuk dalam ponselnya.
Bianca lalu membacanya.
"Sebenarnya ada yang mau, Gw bicarakan sama elu, tapi nanti aja deh. ada pasien yang mau melahirkan, Tante, aku pergi dulu yah... Rachel jangan banyak bergerak, oke...takutnya kamu keluar darah lagi" Ucap Bianca. lalu berjalan cepat pergi keluar dari kamar inap Rachel.
Anthony menatap wajah istrinya, Dia sedang mencerna ucapan Bianca.
begitu juga dengan Sidney, wajahnya terlihat cemas mendengar ucapan Bianca.
Anthony mendekati istrinya.
"Sayang, Kamu keluar darah?" tanya Anthony.
Rachel mengangguk kaku" Tadi subuh saat aku pipis...ada sedikit darah menempel di ****** ***** ku" lirih Rachel. agar tak di dengar Dion.
__ADS_1
TBC