SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Traktir makan


__ADS_3

Cafe Pelangi.


"Jadi ini tempatnya?" Mata Rachel tertuju pada sebuah cafe yang sekarang sedang Viral di Medsos. Cafe yang terkenal dengan menu makanannya yang lezat.


"Tidak ada salahnya kan, kalo kita masuk dan mencoba makanannya!" sahut Lisa.


"Disini enak-enak makanannya...su'wer... gw, kagak bohong!" ucap Amanda meyakinkan para sahabatnya.


"Masuk yuk!...panas nih badan! kelamaan berdiri di sini!" Ajak Lisa.


"Kalo makanannya tidak enak...elu yang bayar semua pesanan kita" ucap Rully menyenggol pelan bahu Amanda


"Loh...kok gw? kan si Rachel yang traktir... kenapa gw, yang bayar?" balas Amanda.


"Karna elu...yang promosikan tempat ini... kalau tidak sesuai lidah kita... elu harus tanggung jawab!' timpal Lisa. menaikkan tangannya di pundak Amanda.


Mereka berempat masih bingung, mau memilih tempat duduk yang nyaman bagi mereka. di tambah suasana cafe yang saat ini sedang Ramai-ramainya, karena mendekati jam makan siang.


Tanpa mereka sadari semenjak mereka masuk ke dalam cafe ada lima pasang mata, yang sedang menatap ke arah mereka.


Setelah mendapat tempat yang mereka rasa nyaman... mereka sibuk memesan beberapa menu makanan yang mereka sukai.


"Gila... ternyata harga makanannya mahal-mahal, untung di traktir...kalau bayar sendiri agak menguras kantong" ucap Lisa melihat harga makanan di buku Menu.

__ADS_1


"Tahu begitu tidak usah makan di sini..." sahut Rully.


"Gara-gara dia nih" tunjuk Lisa pakai dagunya ke arah Amanda.


sedangkan yang di tunjuk Sibuk dengan ponselnya, dan menghiraukan ocehan dua sahabatnya.


"Udah jangan ribut!...malu sama orang! pakai acara protes harga..." celetuk Rachel lalu melambaikan tangannya memanggil pramusaji.


"lebih baik cerita yang lain...dari pada bahas harga makanan di sini!" ucapnya lagi.


Mereka berempat asik mengobrol, dan mendengar cerita Lisa tentang kejadian semalam di Hotel Amanda.


Mata Oliver masih memperhatikan gerak-gerik Rachel dan teman-temannya. Oliver mengulum bibirnya menahan senyumnya, melihat wajah adik sepupunya yang tampak sedang bahagia bersama teman-temannya.


sedangkan Justin dan Orion memperhatikan gerak-gerik Lisa dan Amanda.


"Kau benar ...dia perempuan yang kita lihat semalam, yang menghajar dua Pria di Hotel" Justin memotong ucapan Orion.


"Di antara keempat wanita yang duduk di sana, yang mana yang kakak pilih?" tanya Orion.


"Aku memilih yang pandai berkelahi" ucap Justin. memilih Lisa


"Aku yang memakai kemeja kotak-kotak pink" Ucap Orion memilih Rully.

__ADS_1


"Aku memilih wanita yang memakai sweater abu-abu" celetuk Oliver.


Justin dan Orion serentak menoleh kearah Oliver " Kakak... ternyata mata mu jeli juga" ucap Justin.


Oliver hanya tersenyum lebar, Oliver langsung membayangkan wajah


Justin dan Orion serentak menoleh ke Arah Oliver.


"Kenapa kalian berdua memandang aneh kepada ku?" Oliver balas menatap ke dua adiknya.


Oliver tersenyum dalam hatinya, selama ini hanya dia yang tahu seperti apa wajah Rachel.


"Jadi itu istrinya Anthony?" tanya Anita yang sedang makan siang bersama Cindy.


Anita dan Cindy bersahabat mereka bersahabat sejak SMA, dulu mereka berdua mencintai Anthony, dan Anthony mencintai Anita, setelah mereka berdua bercerai, Cindy serasa mendapatkan lampu hijau untuk dekat dengan Anthony, di tambah Papanya menjadi rekan bisnisnya Anthony. menjadi sangat berpeluang bagi Cindy untuk mengejar cinta Anthony. Tapi sayang Anthony menikah dengan wanita yang di jodohkan orang tuanya.


"Coba kau lihat dari cara berpakaiannya saja sudah di tebak, kalau dia gadis dari kalangan Biasa" ucap Cindy.


Anita memicingkan matanya menelisik wajah Rachel dan mengangguk kepalanya menyetujui Ucapan Cindy.


"Kau mau kemana?" tanya Anita melihat Cindy bangun dari tempat duduknya.


"Aku ingin memberi kenangan terindah, buat istrinya Anthony" jawab Cindy berjalan ke arah meja Rachel.

__ADS_1


**TBC


, Terimakasih...jangan lupa like dan komentarnya**.


__ADS_2