SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Omesh.


__ADS_3

Rachel tersenyum lebar melihat sahabatnya berdiri di ambang pintu.


"Siapa, Ton?" tanya Arga. melihat Amanda Masih menatap ke arah Rachel.


"Temannya Rachel" jawab Anthony


"Amanda...ayo masuk! aku kangen" Ucap Rachel merentangkan kedua tangannya, menyambut Amanda yang melangkah mendekati dirinya.


Amanda berjalan mendekati Rachel, tanpa memperhatikan kelima pria, yang ada di dalam kamar. sedang memperhatikan dirinya.


"Rachel, hiks...hiks...aku kangen sama kamu, kok kamu bisa sampai masuk rumah sakit, sih?" oceh Amanda dengan suara lirih.


"Aku hanya kecapean aja kok, besok juga aku pulang, udah jangan nangis, kan sayang serum colagen nya luntur gara-gara air mata" Rachel membantu menghapus air mata Amanda.


"Kok tumben sendiri? Lisa mana?" tanya Rachel sambil merenggangkan pelukannya.


"Lisa pergi antar nyokap nya ke rumah kakeknya di Kwitang, sekarang lagi Otw ke sini, Rully cek cafe dulu, Baru ke sini" jawab Amanda.


"Suami kamu mana? kok kamu sendirian?" Tanya Amanda.


"Tuh..."Rachel menunjuk memakai dagunya kearah suaminya.


Mata Amanda membulat besar. Amanda berjalan ke arah Anthony cs.


"Loh...kok ada Om mesum di sini?" ucap Amanda. menunjuk kearah David.


Anthony, Arga dan James mengulum bibirnya mendengar ucapan.


Sedangkan Brian sudah tertawa kecil mendengar ucapan Amanda.


"Emangnya nih cewek siapa sih, Vid? kenalan luh?" tanya Brian penasaran, yang duduk di samping David.


"Dia keponakannya si Jono... Jonathan Masa elu kagak kenal, anak IPS1" Ujar David.


"O... bilang aja, si Jono yang satu kelas sama elu, sampai komplit jelasinnya" sahut Brian.


Brian satu SMA Sama David hanya beda kelas. Brian IPS3. Author.


"Om mesum kenal sama suaminya teman Aku?" tanya Amanda.


"Chel...kamu berteman sama dia sejak kapan?" Tanya David, bukan menjawab pertanyaan Amanda.


"Kita satu kampus... cepetan jawab pertanyaan aku" sela Amanda. menjawab pertanyaan David


"Yang di tanya siapa, yang ngejawab siapa?" oceh David.


"Enggak makan hati kamu, Chel, berteman sama dia?" tanya David.


Rachel hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Anthony bangun dari tempat duduknya, menghampiri sang istri lalu duduk di kursi samping Hospital bed.


"Si Rachel berteman sama aku tidak makan Hati, tapi dia makannya Nasi. dia kan tidak suka makan hati sapi dan hati ayam" celetuk Amanda.


David hanya menepuk jidatnya. mendengar ucapan Amanda, sedangkan sahabatnya sudah tertawa mendengar ucapan Amanda.

__ADS_1


"Cantik-cantik, Tulalit... kasian banget" ucap Arga dengan suara lirih agar tidak di dengar Amanda.


"Siapa bilang Tulalit, jago dia berhitung... asal elu tahu, dia yang audit semua keuangan keluarganya, Galaxy Company itu salah satu milik orang tuanya, ada kecurangan Segede upil aja dia bisa tahu"


"Sih Jojo aja suka panggil dia untuk Audit Perusahaannya" ujar David.


"Tapi kenapa bisa begitu cara jalan pikirannya?"


sela James.


"Yah cuma itu kekurangannya" ucap David.


Karena asik berdiskusi dengan suara berbisik, mereka berempat tak menyadari Amanda yang masih berdiri, sedang memperhatikan gerak-gerik pria di hadapannya.


"Om, mesum kok malah bisik-bisik, lagi gosipin aku Yah?" ucap Amanda sekenanya.


"Enggak, pede amat kamu" Sahut David. jadi salah tingkah.


"Om mesum, kok bisa kenal sama suaminya Rachel?" tanya Amanda.


"Suaminya Rachel sahabat aku dari SMP" jawab David sekenanya.


Amanda hanya mengangguk kecil.


"Rachel, mulai sekarang larang suami kamu bergaul sama Om mesum, jangan sampai ketularan mesumnya" ucap Amanda.


Mata Anthony membulat besar mendengar ucapan Amanda, bibirnya sudah tersenyum lebar.


"Di sini juga ada raja mesum" lirih Rachel. menggoda suaminya


"Kan mesumnya sama kamu sayang, terbukti kan, langsung tiga" sahut Anthony lalu mengelus pipi istrinya yang mulai tembem.


Sedangkan yang lainnya juga tertawa sambil menahan perutnya, ketika


mendengar ucapan Amanda.


"Mimpi apa gua semalam ketemu dia di sini?" rutuk David.


"Eh Amanda, aku penasaran, kenapa kamu panggil David, om mesum?" tanya James.


"Begini, Om..."


"Et... tunggu dulu," James menahan ucapan Amanda.


"Jangan panggil Om, dong...Abang aja, ok" tawar James.


Amanda memicingkan matanya mendengar ucapan James.


"Katanya temannya, Om mesum? masa harus di panggil Abang? enggak mungkin lah... kalian kan seumuran..." sahut Amanda.


"Mampus Luh... James" ucap David.


James hanya tersenyum kaku mendengar ocehan Amanda" terserah deh" ucap James pasrah.


"Teman kamu memang orangnya seperti itu? kalau ngomong apa adanya?" tanya Anthony pada istrinya.

__ADS_1


"Dia memang orangnya seperti itu, apa yang ada di pikirannya itu yang keluar, kadang cara berpikirnya seperti anak kecil, Berkomunikasi dengan orang, sedikit terganggu, Aku sih maklum" jawab Rachel. menatap ke arah temannya yang sudah duduk di samping David.


"Amanda, Please... jangan Panggil aku Om mesum! masa ganteng begini di panggil Om mesum" pinta David.


Brian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar ucapan David.


"Takut jatuh harga diri, bro?" tegur Brian.


"Iya...elu tah, dari tadi gua berdoa... semoga saja si Bianca tidak datang ke sini, kalau sampai dia datang ke sini dan di panggil Om mesum sama dia, bisa habis gua di katain Bianca" sahut David. melirik ke arah Amanda sedang menyedot teh kemasan. yang berada di dalam sebuah botol plastik.


"Oke...aku akan panggil Omesh aja, keren kan?" ucap Amanda.


"Omesh? mirip nama Presenter terkenal, oke aku setuju" sahut David.


"Iiii...ge...er, Omesh itu singkatan dari...Om meshhhhuummm, bukan nama Presenter yang terkenal itu, om mah udah tua, sedang kan Presenter itu masih muda" oceh Amanda.


"Hahaha... hahaha" suara tawa menggema di kamar rawat Rachel dari ke empat pria, David hanya mendengus kasar mendengar ucapan Amanda.


Tawa mereka terhenti karena melihat sosok tubuh wanita yang sudah berdiri di depan pintu menatap tajam ke arah mereka.


"Woy...ini rumah sakit, bukan Cafe, jangan berisik!" ucap Bianca melangkah masuk kedalam kamar.


"Mampus Luh,vid...orang yang tidak Luh harap datang kesini, siap-siap Luh di kulitin" bisik Brian.


"Udah di minum obatnya?" tanya Bianca pada Rachel.


Rachel hanya mengangguk kecil.


Bianca melihat Amanda yang duduk di sebelah David. tampak terlihat wajah David yang salah tingkah.


"siapa tuh, Vid? cewek elu? cantik banget" tegur Bianca" bokongnya sudah bersandar di bibir Hospital bed.


Amanda mengerutkan keningnya mencerna ucapan Bianca. dan matanya langsung membulat besar.


"Aku bukan, pacarnya Omesh...Idih... amit-amit" jawab Amanda bergidik ngeri.


Bianca tersenyum lebar mendengar ucapan Amanda.


"Gila baru ada cewek yang nolak si David"


"Hai cantik, teman aku ganteng...masa kamu tidak mau sama dia?" sahut Bianca.


"Ganteng-ganteng tapi sukanya nyosor perempuan, udah kaya Soang..." balas Amanda.


"Setiap lihat, Omesh pasti sedang sama perempuan, jalan di lorong hotel sambil merengkuh bahu ceweknya, tak berhenti bibirnya mencium...cium pipi, cium leher... sampai masuk kedalam kamar Hotel"


"Tapi aku heran, ceweknya ganti-ganti, mungkin karena sering di sosor, jadi tidak tahan akhirnya minta putus" Ocehan Amanda membuat semua pria tertawa kembali, David juga ikut tertawa mendengar ucapan Amanda.


Bianca sampai melongo mendengar ucapan Amanda.


"Gw pulang dulu...Gw ada janji sama Temen" bohong David, karena tidak ingin jadi bahan olok-olok Bianca.


TBC


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2