
"RUPANYA KALIAN DI SINI...," Tegur Magdalena masuk kedalam ruang kerja putranya.
"Para keluarga sudah berkumpul di ruang tengah sementara kalian berdua duduk di sini" ucap Magdalena.
"Kita berdua sedang membicarakan tentang bisnis Oma" Anthony memberi alasannya.
"Tunda dulu obrolan bisnis kalian! cepat keluar , temui keluarga kita!" Magdalena berlalu pergi dari ruang kerja Maikel.
"Ayo kita keluar! perintah ibu negara harus di laksanakan" ucap Maikel sambil tertawa kecil.
Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan Papanya, sambil mengikuti langkah kaki papanya dari belakang.
Sambil berjalan, dari kejauhan Anthony menatap para keluarga yang datang ke Mansion utama. tampak Rachel duduk bersebelahan dengan Oma Eva sepupu dua kali Oma Magdalena. tiba-tiba mata Anthony mengarah ke Arah Rey, Anthony melihat Rey memandangi Istrinya dari kejauhan. lewat informasi dari Dion Anthony tahu kalau Rey pernah menjalin hubungan dengan istrinya tapi Anthony tidak pernah tahu sampai di mana batas hubungan mereka.
"Ini dia si kembar tapi beda usia" ucap Abraham ketika melihat Maikel dan Anthony mendekati para keluarga .
Anthony tersenyum lebar lalu bersalaman dengan para keluarganya.
"Kalian berdua dari mana? sampai melupakan kami semua di sini?" tanya Eva .
"Maaf Tante kita berdua sedang membahas tentang perusahaan" jawab Maikel. mendekati istrinya.
"kamu sudah makan Bee?" tanya Rachel ketika suaminya duduk di sebelahnya.
"Aku masih kenyang...kalau makan kamu, aku mau" bisiknya menggoda Rachel.
Wajah Rachel menjadi merah merona mendengar ucapan suaminya.
"Kamu semakin hari, semakin mesum saja..."Rachel balas berbisik.
Anthony tersenyum lebar lalu mengacak ujung kepala istrinya karena gemas mendengar ucapan Rachel.
"Rachel..." panggil Eva
"Ya, Oma" sahut Rachel menoleh ke arah Eva.
"Apa kau bahagia menikah dengan cucu ku?" tanya Eva penasaran. karena mereka menikah karena perjodohan.
Rachel mengalihkan pandangannya ke arah suaminya, menatap wajah Anthony secara intens. Anthony tersenyum kikuk melihat istrinya menatap wajahnya.
Rachel mengulum bibirnya, matanya saling beradu pandang dengan suaminya " Aku bahagia Oma" Rachel tersenyum lembut pada suaminya.
Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan Rachel.
"Sungguh?" tanya Anthony menatap manik mata istrinya.
Rachel menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar pada suaminya.
Rey mengepalkan tangannya mendengar ucapan Rachel, ada perasaan tertusuk di dalam dadanya.
"Secepat itu kamu melupakan diriku" gumam Rey kecewa.
__ADS_1
spontan Anthony memeluk pinggang Rachel " Kau bahagia hidup bersamaku?" tanya Anthony menyandarkan kepalanya di bahu Rachel.
"Iya... Bee" sahut Rachel mengelus punggung tangan suaminya.
Eva tersenyum lebar melihat pasangan baru yang sedang berbahagia.
"Karena Rachel sudah merasa Bahagia Dangan kamu Anthony," Magdalena menatap wajah cucunya.
Anthony menatap wajah Omanya, perasaannya mulai tidak enak melihat tatapan mata Magdalena.
"Kami ingin kamu buatkan kami cucu yang tampan dan cucu yang cantik untuk kita...bukan begitu Mom" sela Sidney .
Magdalena menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Anthony tersenyum lebar mendengar ucapan Mommy nya " Flower, kamu mau kan mengabulkan permintaan mereka?" Anthony tersenyum menatap wajah istrinya.
" Flower, seenaknya dia mengganti namaku" rutuk Rachel.
"Hai... jangan tanya istrimu! istrimu pasti mau memberikan cucu buat kami, Kurangilah pekerjaan mu ke luar negeri! agar kamu bisa bercocok tanam setiap hari...dan memberikan kami cucu, masa kamu kalah dengan Rey..." Ucap Magdalena.
Rachel membulatkan matanya mendengar ucapan Omanya. begitu juga dengan Anthony.
" Secepat itu? wah...aku harus belajar dengan mu Rey!" Goda Anthony memandang wajah Rey.
Rey hanya tersenyum kikuk, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal" Kakak jangan menggoda ku!" ucap Rey .
" Biarkan Dia belajar dengan mu Rey, Oma heran pernah menyandang status Duda tapi kurang pengalaman bikin Anak" Ucap Eva.
Anthony tersenyum kikuk mendengar ucapan Eva " Oma...aku akan buktikan pada Oma, bulan depan aku akan memberikan kabar bahagia buat kalian" janji Anthony.
Semua keluarga mengalihkan pandangannya ke arah Rico.
"RICO..." teriak Eva yang tak percaya kalau cucu kesayangannya tiba-tiba hadir di tengah mereka.
" Hai...Oma ku tersayang..." RICO melambaikan Tangannya pada Eva.
Eva bangun dari tempat duduknya lalu menghampiri Rico.
"Cucuku tersayang kamu dari mana saja? kamu tidak merindukan, Oma?" Eva memeluk Rico dengan perasaan Rindu.
"Aku menemui Daddy, Oma. Daddy merindukan ku" ucap Rico pria yang memiliki Rambut ikal berwarna coklat dan manik mata berwarna abu-abu, memeluk Eva, wanita tua yang mengasuh dan menjaga dirinya sejak kepergian mamanya, sejak dirinya berusia 10 Tahun.
"Uncle..." Rico beralih memeluk Maikel, Pria yang selalu menjaga dirinya. sejak Daddy nya kembali ke negaranya, Maikel selalu ada untuk dirinya.
" Bagaimana kabar Daddy mu?" tanya Maikel.
" Baik Uncle, Daddy mulai Banyak berubah, tampaknya Daddy sudah mulai merelakan kepergian Mommy" Ujar Rico.
"Syukur lah kalau begitu" Maikel menepuk pundak Rico yang dia anggap sebagai putra keduanya.
Rico menyalami semua keluarga yang hadir di Mansion utama, ketika sudah berada di hadapan Anthony. Rico membulatkan matanya melihat sosok Rachel yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Rachel, kau Rachel Agatha kan?" seru Rico . Langsung menarik tangan Rachel lalu bersalaman.
Rachel mengamati wajah Rico.
"Sepertinya aku mengenalnya? wajahnya nampak tak asing bagiku" gumam Rachel Sambil berpikir.
"Hey... jangan pegang-pegang tangan istriku!" Anthony menarik tangan Rico agar terlepas dari tangan istrinya, lalu menarik tubuh Rachel agar berdiri di belakangnya.
"Jadi dia Istrimu, kak?" Rico meragukan ucapan Anthony.
Waktu Anthony menikah Rico tidak hadir di pernikahan,karena menemani Daddy dan mengurus perusahaan milik Daddynya di London.
"Ya...dia istriku" jawab Anthony. menatap tajam wajah Rico
"Oh... tuhan" Rico menepuk keningnya.
semua orang tersenyum, melihat tingkah Rico dan Anthony yang selalu saja berdebat bila mereka berdekatan.
"Kau tidak percaya dengan ucapan ku?" Tanya Anthony.
"Rachel, kenapa kau mau menikah dengan dia? pria berhati dingin, dan Arogan, apa kau tidak merasa tertindas, hidup setiap hari di sampingnya?" Tanya Rico menggoda Anthony.
"Kau..." wajah Anthony mulai terlihat kesal.
"Kakak, kontrol Amarah mu! nanti wajah kakak akan menjadi cepat tua! sementara istri mu...masih cantik, jangan sampai orang yang melihat kalian berdua,mengira Rachel berjalan dengan sugar Daddynya" Racau Rico. menahan senyumnya.
Rico, sangat suka melihat wajah kakak sepupunya bila sedang marah.ada kepuasan sendiri menggoda Anthony yang sedikit kaku,Rico sangat senang bila melihat wajah Anthony, bila sedang kesal karena ocehannya.
"Ricardo..." geram Anthony.
"Bee..." Rachel mengusap pundak suaminya agar emosinya Reda.
Anthony menengok kebelakang melihat wajah istrinya tersenyum pada diri sambil menggeleng kepala.
Emosi Anthony langsung mereda melihat tatapan mata istrinya.
"Sepertinya putra ku, mulai mencintai istrinya" Bisik Sidney pada suaminya.
Maikel tersenyum tipis mendengar ucapan istrinya.
"Kak Ricardo... jangan usil" ucap Rachel.
"Kau mengenal adik ku?" tanya Anthony tiba-tiba.
"Kami ini pasangan klop,kak..." sahut Rico. berbohong masih mau menggoda Anthony.
Semua orang memandang ke arah Rachel, membuat Rachel jadi salah tingkah.
"Ngaco... Bee, kita ini satu komunitas, kita pernah sama-sama ke Pulau Nias membawa bantuan Satu tahun yang lalu" ujar Rachel. agar suaminya tidak salah paham.
Anthony mendekati Rico, lalu memiting leher Rico, "Kau... bisa-bisanya berbohong pada ku" ucap Anthony masih memiting leher Rico.
__ADS_1
"Ampun, kak, ampun, aku hanya ingin menggoda kakak saja!" ujar Rico sambil mencoba melepaskan diri dari Anthony.
Samua tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua. Anthony sangat sayang pada Rico dan Rey, tapi rasa cinta sebagai Saudara sangat besar terhadap Rico, di bandingkan dengan Rey.