SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.

SEBAGAI PENGANTIN PENGGANTI.
Maikel menghubungi Rachel.


__ADS_3

Rachel sedang asik membuat kue di dapur, di temani Elton yang sedang asik menatap sepasang ikan Mas yang terdapat di dalam Aquarium berbentuk toples bundar.


"Bunda, mengapa ikan selalu bergerak ekornya?" mata Elton mengawasi gerak-gerik ikannya.


"Agar tubuhnya berenang maju, sayang" jawab Rachel sambil mengayak tepung terigu.


"Hai, Boy..." Anthony mengelus kepala Elton.


Elton mendongakkan kepalanya p Anthony dan memasang senyum ceria.


"Hai, Uncle!" Elton membalas sapaan Anthony.


"sayang, tolong buatkan aku kopi tanpa gula!" pinta Anthony. sambil menempelkan bokongnya di kursi bar mini yang berada di dapur.


"Sepertinya kau baru mempunyai peliharaan baru, Elton?" ucap Anthony.


"ini hadiah dari Uncle Orion, karena aku terpilih sebagai juara satu mewarnai di sekolah" sahut Elton.


"Wow... uncle ucapkan selamat atas kemenangan mu" balas Anthony.


"Terimakasih uncle" ucap Elton wajahnya menoleh sebentar ke Anthony, kembali lagi menatap ikannya


Rachel memberikan, secangkir kopi panas pada suaminya. lalu kembali mengurus kuenya.


"Sayang.. kemarilah!" Anthony menepuk kursi di sebelahnya.


Rachel hanya tersenyum, lalu melangkah mendekati suaminya.


"Bee, aku ingin jalan-jalan...aku ingin melihat keindahan kita London, Please" rengek Rachel menggoyang-goyangkan tangan Anthony.


Anthony menarik lembut tubuh istrinya, agar bisa di pelukannya.


"Aku ikut... aku ikut..." seru Elton, mendengar ucapan Rachel pada suaminya.


"Baiklah, kita hanya pergi ke taman saja, oke!" ajak Anthony.


"Hore...."sorak mereka berdua.


Anthony hanya tersenyum melihat tingkah Elton kegirangan, lalu mencium pipi sang istri yang mulai berisi.


"Kalau gitu aku ganti baju dulu" ucap Rachel.


Anthony menahan tangan istrinya.


"Tidak usah sayang... tidak usah ganti baju, kamu sudah cantik seperti ini! aku tak ingin perhatian orang berpusat kepada mu!"


" Tapi ke tamannya setelah aku memakan kue Marbel yang kau buat!" pinta Anthony.


Rachel hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Aku juga ingin kue, yang Bunda buat" sahut Elton.


Ting....Suara oven kue.


Rachel pergi ke arah oven, mengeluarkan kue dari loyangnya, Rachel memotong beberapa kue dan menarik ke atas piring kue.


-


Amsterdam.


Di hadapan Maikel, Alexander, Malacom dan kang Dae, Arora, bergeming setelah menjawab pertanyaan yang di lontarkan pada dirinya oleh Alexander , siapa namanya, asal negaranya darimana, dan berapa lama Arora tinggal di Belanda.


Maikel menekan nama Rachel di ponselnya, dan akan melakukan sambungan Videocall pada menantu ku sayangannya.


Alexander menengok ke arah layar ponselnya Maikel.


"Kau melakukan panggilan Videocall? siapa yang kau hubungi?" kepo Alexander.


"Menantu ku" jawab Maikel.


"Sedekat itu hubungan mu dengan menantu mu?" Alexander geleng-geleng kepala.


"Memangnya kenapa? Apa salahnya aku menghubunginya? aku hanya menanyakan keadaan dirinya, apa lagi saat ini dia sedang mengandung tiga calon penerus Keluarga Ambishius" Oceh Maikel menanggapi ucapan Alexander.


"Aku juga sering menghubungi menantuku, menanyakan keadaan dirinya dan cucuku, aku rasa itu hal wajar, Xande" sela Malcom.


Mengapa aku terjebak di sini? pemilik restoran juga tak mengijinkan ku pergi dari hadapannya. Arora.

__ADS_1


"PAPA... Untuk apa Papa menghubungi istri ku?" suara Anthony dan wajahnya terlihat di layar ponsel.


"memangnya kenapa, kalau aku menghubungi putri ku, ingat dia putriku ! sebelum menikah dengan mu dia sudah menjadi putriku" ucap Maikel berulang-ulang.


"Papa dimana sekarang? seperti di sebuah restoran? Rachel sedang ke mengantar Elton ke kamarnya" ucap Anthony tanpa jeda.


"Putramu saja sampai heran, mengapa kau menghubungi istrinya" cibir Alexander.


"Tuan Maikel, boleh kah saya berbicara dengan Anthony?" tanya Kang Dae mendengar suara teman satu asrama.


" Anthony ada yang ingin berbicara dengan mu, apa kau masih mengingat nya?" ucap Maikel.


" KANG DAE...apa aku tak salah lihat, yah tuhan, sudah lama kita tak bertemu dan wajahmu masih sama tak pernah berubah" Beo Anthony.


Kang Dae tersenyum lebar mendengar ucapan Anthony.


"Aku kira kau tidak mengingat ku lagi, kau di mana sekarang? kang Dae.


" Sekarang aku berada di London, menemani istri ku menginap di Mansion Keluarga papanya" Anthony.


Tiba-tiba Rachel duduk di samping Anthony.


lalu menengok ke arah ponselnya.


Matanya membulat ketika melihat pria yang berada di layar ponselnya.


"Aku kira Papa..." lirih Rachel.


"Bukan sayang dia temanku saat di asrama"


" Hallo... nama saya kang Dae, saya temannya Anthony. saat di asrama" kang Dae melambaikan tangannya.


"Senang berkenalan dengan Anda" ucap Rachel.


"Berikan nomor ponsel mu pada papaku, aku akan menghubungi mu, bila ada waktu" ucap Anthony. kang Dae Hanya mengangguk antusias.


"Uncle, terimakasih" ucap Kang Dae lalu menyerahkan ponsel Maikel.


"Papa... bagaimana kabarnya Papa, apa Papa baik -baik saja, aku kangen sama Mommy" Beo Rachel .


Maikel tersenyum mendengar ucapan menantunya, Maikel tak menyangka hubungan menantu dan sang istri sangat akrab.


"Papa ada di mana? sepertinya Papa sedang di Restoran?" Rachel melihat seorang Prramusaji Pria lewat di belakang Maikel.


"Papa sedang di Restoran Asia... tepatnya di Amsterdam. kebetulan pemilik restoran ini, teman Papa " Maikel.


Malcom menarik ponsel Maikel. membuat Maikel terkejut dengan tindakan Malacom.


"Hai.." seru Maikel menoleh ke arah Maikel.


"Ssttt...aku pinjam sebentar, dia juga putriku, aku hanya ingin menyapanya" ucap Malcom.


"Hello sayang... bagaimana kabarmu, kau terlihat tambah cantik saja" jujur Malcom


Terdengar suara tertawa dari Ponsel milik Maikel.


"Aku baik uncle. bagaimana kabar uncle? kok uncle bisa bersama dengan Papa?" tanya Rachel.


"*kebetulan kita bertemu di Amsterdam" jawab Malcom.


"Uncle kembalikan lagi pada Papa mertuamu*".


" Nak, apa kau mengenalnya..." Maikel membalik kamera ponselnya.


"Arora" panggil Maikel.


"KAKAK..."Teriak Rachel di Ponsel.


"Papa itu Kakak aku... putrinya Om Bram...tolong pa, aku ingin berbicara dengan kakakku!" pinta Rachel.


"Arora, Adikmu ingin bicara...bicaralah!"


Air mata Arora sudah mengalir karena bahagia bisa berbicara dengan Adiknya, walau mereka hanya saudara sepupu tapi Arora menyayangi Rachel seperti adik kandungnya.


"kau bisa pindah ke meja lain, siapa tahu kamu butuh privasi!" usul Maikel sambil menyerahkan ponselnya.


Arora mengangkat bokongnya lalu berpindah ke tempat lain.

__ADS_1


"Siapa gadis itu Maikel?" tanya Alexander penasaran begitu juga dengan Kang Dae.


"Namanya Arora dia sepupunya menantuku" jawab Maikel.


"Jadi wanita itu yang menolak perjodohan dengan putramu?" sela Malcom.


Maikel mengangguk "Tapi mengapa bisa kau tahu dia wanita yang menolak jadi menantu ku?" tanya Maikel.


"Putra ku sendiri yang bilang" sahut Malcom


Di mana kau bertemu dengan Putraku?


Malcom mulai cerita ketika kejadian di Cafe.


BRAK...


Maikel memukul meja makan restoran.


Membuat semua mata tertuju ke arah tempat Maikel .


"Untung saja, meja ku terbuat dari Marmer, kalau tidak mejaku sudah patah" ucap Alexander tertawa kecil.eluhat ulah Maikel.


"Mengapa kau baru cerita masalah ini, Malcom?" Suara Maikel terlihat emosi.


"itu sudah lama berlalu Maikel, jangan terlalu di besar kan lagi!" ucap Malcom.


-


"Kakak...aku merindukan mu" Rachel.


"Aku juga Rachel, aku sangat merindukan kalian terlebih Papa dan Mama" air mata Arora mengalir dari sudut matanya.


"Pulanglah Kak, Om dan Tante merindukan mu"


"Aku Malu Rachel...aku malu pulang ke rumah"


"### Pulang lah kak, mereka tidak akan menjodohkan kakak lagi dengan orang lain, dulu Om Bram hanya terpaksa menjodohkan kakak dengan kemenakannya" ucap Rachel.


merayu Arora.


-


Masih di meja restoran, Maikel segera menghubungi Abraham.dan menyuruh Abraham memberi informasi kepada Bram. putrinya di temukan di Amsterdam.


"Xander... bolehkah aku meminta bantuan mu?" tanya Maikel.


"Bantuan apa? kau ingin menitipkan Arora pada ku?" tebak Alexander.


"kau tahu maksud ku" ucap Maikel.


"Tidak masalah" jawab Alexander.


Kang Dae hanya tersenyum tipis mendengar ucapan papanya.


Aku bisa melihatnya setiap pagi. kang Dae.


Tampak dari jauh Arora berjalan melangsungkan mendekat kearah Meja Alexander.


"Duduklah Arora!" ucap Maikel.


"Lihat aku Arora, aku akan bercerita sedikit, saat kau pergi dari rumah orang tua mu" ucap Maikel.


Maikel cerita semua yang terjadi pada Rachel, sampai Rachel menerima Putranya, menutupi rasa malu Keluarga Papanya.


"Aku minta maaf tuan, atas semua perbuatan ku" ucap Arora.


"Jangan meminta Maaf Arora, justru aku harus berterimakasih padamu, kau tahu, justru sekarang Putra ku hidupnya lebih Bahagia, mereka berdua mulai saling mencintai, apalagi saat ini Rachel sedang mengandung kembar tiga...aku tak menyangka semoga calon cucuku terlahir selamat" Oceh Maikel.


"Kau juga putri ku Arora, kau kemenakan istrinya Javier...bagi ku kau orang yang berjasa menyatukan mereka berdua" lanjut Maikel


"Javier?" ucap Arora.


"Javier Elias Agam adalah nama asli Papanya Rachel" Ucap Maikel.


TBC.


Sampai di sini dulu yah teman-teman.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2